
"Ra, makan bakso yuk. . " ajak Nino saat jam istirahat.
"Gak ah No, malas gue.. " Tiara justru menelungkupkan wajahnya di meja.
"Tiara trauma kali makan di kantin.. " Via yang duduk di depan pindah ke arah bangku belakang.
"Enggak ah, biasa aja.. " Jawab Tiara sekenanya. Gadia itu justru menguap lebar.
"Kalian aja ke kantin, gue mau tidur. Cape banget.. "
"Emang semalam lo ga tidur Ra.. ?" Tanya Via .
"Tidur kok, cuma ga tau badan gue cape banget.. " Tiara mengurut tengkuknya sendiri yang terasa kaku.
"Kamu sebenarnya kerja apa sih Ra, kok nyampe malem? " Tanya Nino penuh selidik. Pasalnya tiap Nino menelpon Tiara. Gadis itu beralasan sedang sibuk kerja.
"Ada deh, penting kerja halal.. " jawab Tiara sekenanya. " Dah sana kalau mau ke kantin. gue mau tidur.. " usirnya karna merasa terganggu.
Dengan wajah cemberut Nino dan Via berjalan meninggalkan kelas, meninggalkan Tiara yanh kembali menelungkup di atas meja.
"Kasian loh, dia kerja tiap pulang sekolah buat bayar utangnya sama kak Bara.. " Ujar Nino, yang memang sudah tau segalanya.
"Jadi beneran kabar itu, aku kira cuma gosip " Via tampak menggeleng tak percaya. Sedang Nino menepuk bibirnya pelan. Merasa tak bisa menyimpan rahasia.
###
Bel pulang sekolah sudah berbunyi 5 memit yang lalu. Tiara berjalan beriring bersama Via juga Nino menuju gerbang.
__ADS_1
"Duluan yaa. cowok gue dah jemput tuh... " Via melambai meninggalkan Tiara dan Nino dengan sedikit berlari menyusul pacarnya yang memarkir motor dekat pohon.
"Pacar nya ganti lagi No.. ?" Tiara mengerutkan kening heran. Via sangat mudah jatuh cinta, pacaran, putus dan ganti lagi.
Nino mengangkat bahu sambil mencebik, baginya sudah lumrah melihat kelaluan Via.
"Mau pulang bareng Ra.. ?" tawar Nino saat jemputannya sampai.
"Enggak ah No, kita beda jalan. Kasian lo malah jadi muter.. "
"Ga papa Ra, ayuk... " Nino meraih tangam Tiara.
Tin Tin.
Mobil yang berwarna hitam tampak baru dan mengkilap berhenti tepat di belakang mobil Nino.
"Tiara... "
"Loh, kak Dion.. " Tiara tampak terkejut atas kehadiran Dion. apa lagi teman-teman sekolahnya muda berbisik-bisik.
"Siapa Ra..? " Nino ikut kepo atas kehadiran lelaki yang di panggil Kak Dion itu.
Dion berjalan mendekati Tiara dengan senyum mengembang. Cewek-cewek tampak meleleh melihat senyuman itu.
"Aku tadi ga sengaja lewat jalan sini, udah nyampe depan sana. Liat anak-anak sekolah keluar. Jadi aku muter balik buat sekalian jemput kamu. " Terang Dion sambil memandang Nino.
"Eh, gitu ya.. " Tiara justru serba salah takut Nino semakin ingin tau.
__ADS_1
"Ga di kenalin sama temen mu Ra..? " Goda Dion.
"Eh, iya. Ini Nino kak. No, ini kak Dion.." Tiara menerangkan dan mereka saling berjabat tangan.
Baru Nino akan berucap, justru supirnya datang mendekat padanya.
"Den, mau pulang sekarang apa nanti.. ?"
"Udah No, buruan naik. Kasian pak supri nungguin dari tadi.. " Ujar Tiara yang memang mengharapkan Nino pergi agar tak banyak bertanya.
Nino melirik sebal pada sopir ibunya yang menjemput. " Iya -iya.. "
"Kamu ga jadi bareng aku Ra.. ?" tanya Nino lagi.
"Gak No, jalan kita berbeda, berlawanan. udah sana.. " usir Tiara.
"Yaudah , aku pulang dulu. hati-hati. kalau ada apa-apa nelpon aku ya.. " bisiknya pada Tiara yang jelas terdengar oleh Dion.
Dion hanya mengulum senyum. Saat melihat tiara menepuk lengan Nino.
"Daa Tiara, mari Bang.. " pamit Nino yang di balas lambaian Tiara juga anggukan Dion.
"Ayok Ra.. " Dion berjalan lebih dulu di ikuti Tiara.
Dion bahkan membukakan pintu mobilnya untuk memudahkan Tiara naik. Bertepatan itu, mobil Bara keluar dari gerbang sekolah. Bara berhenti sebentar saat melihat Tiara masuk ke dalam mobil mewah dengan laki-laki tampan.
"Siapa itu.. ?"
__ADS_1