Dia Yang Ku Cinta

Dia Yang Ku Cinta
Bab 35


__ADS_3

"Mutiara Andini Hardian Wirawan. Maukah kau menerima lamaranku untuk menjadi istriku dan ibu untuk anak-anak ku " Begitu ucapan Alex yang menyebut lengkap nama Tiara. Tatapan keduanya saling beradu, hanya terhalang meja berjarak satu meter.


Wajah itu merona, dapat Bara lihat yang wanita itu amat bahagia. Malu-malu di mendekatkan mic ke bibirnya.


"Aku Mau " jawabnya dengan semburat merah bercampur kegugupanya.


Bara langsung terbangun dari tidurnya. Bayangan pertunangan Tiara semalam sampai terbawa mimpi. Di usapnya wajahnya dengan kasar sambil melirik jam di atas nakas.


Pukul 3 pagi. Rasanya dia memang baru terlelap sebentar, bahkan kemeja serta celananya masih sama. Dia kecapean hingga langsung tidur setiba di rumah.


Perasaan gelisah tiba-tiba muncul, jantungnya bahkan berdetak kencang. Bayangan senyum Tiara kembali melintas di kepalanya. Di usapnya sekali lagi wajahnya guna menetralkan suasana hatinya.


Dengan perlahan Bara bangkit dari ranjang menuju kamar mandi. Dia mengganti pakaian lebih dulu sebelum wudhu.


"Ya Allah. kenapa tiba-tiba perasaan ku gelisah. Kenapa aku jadi terbayang senyum manisnya " Adunya di atas sajadah.


Dia sendiri tidak tau mengapa terus teringat senyuman Tiara.


Paginya, rutinitas Bara kembali seperti biasanya, dengan kaki tegapnya pria itu memasuki sebuah toko perhiasan yang rencananya akan mulai Opening minggu esok.


Semua persiapan di cek dengan seksama, dia tidak mau nantinya di nilai minus saat toko baru buka.


Dering ponselnya membuat dia menghentikan pembicaraanya dengan Aris, orang kepercayaanya untuk mengurus kebutuhan toko itu.


"Hallo, Assalamualaikum.. " Sapa Bara setelah menekan ikon hijau.


"Waalaikum salam, Bara sayang. Kamu di mana.. ?" tanya Naina.


"Aku di Mall xxxxxxx sedang mengecek persiapan untuk esok" Jawab Bara sambil menyandarkan tubuhnya pada kursi di ruang dalam.


"Malan ini kita diner bareng yaa, aku merindukanmu.. " ucap Naina dengan suara manjanya.


"Emmm... ok. nanti aku jemput.. " ujar Bara sambil memijit pelipisnya yang berdenyut Akibat tidur tidak benar membuat kepalanya rada nyeri.


"Ok sayang, aku tutup dulu.. bye... "


Bara menjauhkan ponselnya dari telinganya, panggilan itu sudah berakhir. Dan kembali Naina tidak pernah mengucap salam sebelum mengahiri panggilan. Bara menghela nafas panjang, akan seperti apa nanti dia mendidik Naina saat menjadi istrinya.


"Kenapa jadi terasa berat.. " desahnya pelan. Akan susah meyakinkan keluarga besarnya untuk menerima Naina sebagai pendampingnya.


Temaram lampu membuat suasana romantis tampak menguak di sebuah restoran. Restoran ini salah satu kepunyaan Bara. Tapi Naina tidak mengetahuinya. Saat masuk tadi bahkan Manager melangkah menyambutnya tapi Bara menggeleng pelan karna sedang menggandeng Naina.

__ADS_1


"Sayang aku mau ini.. " tunjuk Naina pada menu yang dia pilih.


"Samain aja mbak, 2 ya.. " ucap Bara pada palayan.


"Restoran ini masih Baru, tapi lumayan ramai. Kata temanku masakan di sini enak. Jadi aku ingin mencobanya " Terang Naina sambil mengarahkan kameranya membidik gambar untuk di Up di sosial Medianya.


Bara hanya mengulum senyumnya tak lama Naina membuat live Instagram miliknya.


"Hay Guyssss... aku lagi makan di restoran The Red. Rekomendasi teman katanya enak tempatnya dan ya.. Aku lihat suasanya cocok untuk Diner Romantis. Ekhemm.. kayak aku malam ini.. " Kamera tampak dia alihkan ke arah Bara yang tampak memainkan ponselnya .


"Sayang, please.. Say Hallo... " pinta Naina.


Bara pun langsung mengangkat wajahnya dan tersenyum kaku.


Tampak wajah Naina langsung sebal karna Bara tidak pernah merespon permintaannya.


"Kamu ga bisa ya, senyum manis, say Hello.. " Gerutu Naina setelah mengahiri Live nya. Bersamaan pelayan datang menghantarkan pesanan. 2 porsi Steak daging tampak menggugah selera. Harum mewangi .


"Aku udah bilang, aku ga suka terlalu publis Na.. "


Naina mencebik kesal lalu pandanganya beralih pada seseorang yang terlihat baru datang. Lelaki yang tempo hari dia kagumi karna ganteng dan tampak lembut memperlakukan kekasihnya .


"Iya, ini aku makan.. " jawabnya sambil mata melirik seseorang di hujung sana.


Tiara mendudukan diri di sebuah kursi yang telah di tarik oleh Alex.


"Terima kasih sayang.. " ucap Tiara.


"Sama-sama sayang.. " Alex ikut duduk dan mengangkat tangan memanggil pelayan . Pelayan pergi setelah mereka memesan makanan.


"Suasananya asik juga.." Komen Tiara sambil menatap sekeliling.


"Kamu suka.. ?" tanya Alex lembut.


Tiara mengangguk sembari tersenyum, Alex meraih tangannya lembut mengusap jari yang menyemat cincin pertunangan kemarin.


"Aku bahagia kemarin acaranya lancar.. "


"Aku juga Lex.. " Ucap Tiara sambil menatap lekat wajah tampan Alex yang sedang mencium punggung tangannya.


"Udah, aku malu.. " Tiara ingin menarik tangannya tapi Alex menahannya.

__ADS_1


"Meja kita di pinggir sayang, ga ada yang memperhatikan " bisik Alex yang menambah semburat merah di pipi Tiara.


"Permisi, minumannya.. " kedatangan Waitress membuat keduanya langsung menarik tangan masing-masing .Kemudian saling memandang dan mengulum senyum.


"Oh iya, yang kemarin mewakili keluarga itu siapa..? " tanya Alex sambil menunggu makanan mereka datang.


"Oh itu temen mama, temen waktu di tanah suci. " terang Tiara. Tiba-tiba dia mengingat Bara, dia baru tahu jika yang mewakili keluarganya menerima lamaran adalah orang tua Bara. Lelaki itu bahkan hanya duduk tanpa mendekat sekedar 'Say Hallo' atau mengucapkan selamat.


"Bukankah itu dokter terkenal di kota ini? " tanya Alex memastikan.


"Aku dengar begitu, aku tidak begitu tahu karna itu temannya mama. " ucap Tiara .


Tak lama pelayan datang menyuguhksn makanan.


"Silahkan.. " ucap si pelayan ramah.


"Terima kasih..'' ucap Alex bersamaan dengan Tiara.


Alex meraih piring Tiara lebih dulu seperti biasanya, lelaki itu dengan sigap memotongkan steak milik Tiara agar mudah untuk di makan.


Semua itu tak luput dari pandangan Naina yang duduk lurus di hujung.


"Terima kasih sayang " ucap Tiara.


"Iya. ayo di makan atau mau aku suapin.. ?" tawar Alex yang di balas gelengan pelan Tiara.


"Besok jadi kan fitting kebaya nya. ?" tanya Alex.


"Jadi donk, aku udah nelpon butiknya tadi. Kata mereka tinggal 20% lagi udah siap " jawabnya antusias


"Aku ga sabar pengen cepet-cepet jadi suami kamu sayang.. " Ucapan Alex membuat Tiara tersenyum,


"Aku juga... " lelaki itu menyuapkan satu potong daging di depan mulut Tiara yang membuat Tiara ragu-ragu menerimanya.


"Kata mama akadnya pake krudung aja Lex, oh iya kapan kamu akan jadi mualafnya? " tanya Tiara yang membuat Alex tergagap. Lelaki itu langsung meraih minumannya meneguknya hingga setengah .


"Lex, are you Okay.. ?" Tiara mengerutkan keningnya melihat tunangannya tiba-tiba terlihat gelisah.


"I'm okay, aku ke toilet dulu ya.. " pamitnya tiba-tiba dan langsung pergi ke Toilet. Tiara hanya menatapnya heran.


Naina yang melihat Alex masuk ke toilet ikut buru-buru pamit pada Bara untuk ke toilet. Tujuanya tentu untuk mengikuti lelaki yang membuatnya penasaran.

__ADS_1


__ADS_2