Dia Yang Ku Cinta

Dia Yang Ku Cinta
Bab 40


__ADS_3

"Kamu di mana sayang? " tanya Naina saat Bara mengangkat telponnya.


"Aku di resto " jawab Bara apa adanya.


"Aku baru dari sana dan kamu ga ada, kamu di mana sebenarnya? " kembali gadis itu menanyakan keberadaan Bara.


"Kita ketemu di cafe xxxxxx saja. Jam 7 aku kesana " tutur Bara yang di iyakan oleh Naina.


Tepat pukul 7 malam, Bara memasuki sebuah cafe kekinian. Cafe milik seorang rekan bisnisnya. Terlihat Naina melambaikan tangan ke arahnya.


"Sini duduk sini.. " Naina menarik kursi yang ada di dekatnya. Tapi Bara justru memilih duduk di depannya. Meski sedikit kecewa Naina tak berani memprotes.


"Bara.. aku mau jelasin yang kemarin.. " ujar Naina terbata. Dia sadar kali ini dia salah.


Sedangkan Bara hanya diam sambil melipat kedua tangannya di atas perut. Tatapannya dingin sedingin perasaannya pada Naina saat ini.


"Aku.. aku minta maaf karna udah mabuk ". Naina menunduk meremas jarinya.


Terdengar helaan nafas panjang dari Bara. Dan waktu berlalu begitu saja, hening. Hanya suara pengunjung cafe yang terdengar.

__ADS_1


"Aku rasa kita Break aja.. "


Naina langsung mengangkat wajahnya saat mendengar Bara mengucapkan kalimat itu.


"Enngak.. aku ga mau " Gelengan pelan menjadi penolakan Naina.


"Mau tidak mau aku ga perduli " tegas Bara dingin.


"Bara.Ini kan bukan kesalahan fatal, aku ga pernah selingkuh kan. Ini cuma minum Bara, wajar kan kalau zaman sekarang minum buat have fun.. "


Bara berdecih lirih, rasanya rasa simpati yang dia punya mulai hilang pada gadis yang menemaninya beberapa tahun ini.


"Ini hanya kesalan kecil loh, kenapa harus di besar-besarkan sampe break segala.. "


"Maaf, aku rasa udah ga bisa nerusin lagi. Kesempatan yang aku berikan udah kamu sia-siain begitu saja. Aku anggap pembicaraan kita hari ini selesai " Bara berdiri begitu saja meninggalkan Naina karna cukup kesal dengan ucapan kekasihnya itu.


"Bara.. ! Bara.. " Teriak Naina.Gadis itu meraih dompetnya untuk mengeluarkan uang guna membayar minuman yang bahkan mereka tidak sempat minum.


"Bara... tunggu.. !!" Naina berlari mengejar lelaki yang sudah akan masuk ke mobilnya. Naina memeluk tubuh Bara dari belakang seketika itu juga .

__ADS_1


"Lepas... " Desis Bara berusaha mengurai kaitan tangan Naina.


"Enggak.. !" tolak Naina yng justru lebih erat memeluk Bara.


"Lepas Nai, kamu ga malu di lihatin orang "


"Aku ga perduli! " tegas Naina.


"Kamu emang ga pernah mikirin orang lain Nai, yang kamu fikirin cuma diri kamu sendiri. !"


Bersamaan ucapan itu, Bara berhasil mengurai kaitan tangan Naina. Di tatapnya wajah cantik yang dulu selalu membuatnya terbuai itu.


"Kamu fikir gampang kan, membuat kesalahan lalu meminta maaf. Begitu selalu. Apa kamu pernah mikir gimana rasanya jadi aku, aku merasa ga ada artinya apa-apa buat kamu Nai. Kamu mikirin gak, seandainya aku yang melakukan kesalahan. Berapa lama kamu ndiemin aku, betapa aku berusaha untuk tidak melakukan kesalahan yang sama agar kamu ga marah. Dan apa kamu juga melakukan hal yang sama dengan ku? " ucap Bara meluahkan kekesalannya.


Naina diam tak bergeming mendengar penuturan Bara. Hingga akhirnya Bara masuk ke mobil dan berlalu dari hadapannya.


Naina juga tidak lagi mengejarnya, baginya Bara hanya sedang emosi. Esok pasti akan biasa lagi saat dia membujuknya kembali seperti biasanya.


Gadis itu terlalu yakin jika Cinta dan Sayang Bara masih utuh untuknya.

__ADS_1


__ADS_2