Dia Yang Ku Cinta

Dia Yang Ku Cinta
Bab 34


__ADS_3

Hari yang di tunggu-tunggu oleh Tiara pun tiba. Di mana malam ini Alex akan secara resmi melamarnya di depan orang tuanya. Hatinya membuncah penuh kegembiraan. MUA terkenal di kota tampak sudah siap dengan peralatnya. Sesuai aturan Mama Mariana, serangkaian riasan hanya boleh di lakukan setelah sholat maghrib. Sang MUA tampak panik karna hanya di beri waktu satu jam setengah guna mempercantik Tiara.


"Beneran di area sini rumahnya Ma.. ?" Tanya Bara saat mengemudikan mobilnya menuju sebuah perumahan.


"Iya Bara, nomer 7 ya. " Jawab Izza pada putranya. " Mas, apa krudungku udah rapi ? " tanyanya kali ini pada suaminya Arlan.


"Sudah sayang. kamu keliatan cantik dengan warna maroon ini.. " Arlan menjawil mesra dagu runcing istrinya membuat si empunya tampak merona malu. Bara yang melihat keharmonisan mama papanya tampak menyunggingkan senyumnya.


Bara menghentikan mobilnya lebih maju 3 rumah dari rumah ibu Mariana saat di arahkan juru parkir.


"Kok jauh parkirnya Bar , itu belakang kosong.. ?" protes Izza.


"Ya kan itu untuk parkir pihak lakinya sayang" terang Arlan. Sedang Bara seiras membaca rangkaian bunga di depan rumah 2 lantai tadi.


"Apa aku salah baca ya.. "


"Nama anaknya bu Mariana siapa Ma.. ?" tanya Bara akhirnya. Dia bahkan tak begitu perduli siapa dan siapa yang selalu di ceritakan mamanya tempo hari.


"Namanya Tiara.. " ujar Izza lalu turun dari mobil saat suaminya membukakan pintu untuknya.


Bara tercengang mendengar jawaban mamanya, dia berharap hanya namanya saja yang sama.


Beriringan mereka memasuki kawasan rumah yang di hias sederhana dan elegant. Acara pertunangan di gelar di halaman belakang rumah menghadap langsung ke arah taman.


Rumah itu memang hanya punya halaman depan kecil, hanya cukup untuk parkir 2 mobil. Tapi untungnya halaman belakang yang memanjang di samping dapur bisa di gunakan saat-saat seperti ini.


"Silahkan duduk bu, saya panggilnkan bu Mar dulu.. " Tutur Darmi asisten rumah tangga Dion yang ikut membantu di kediaman Mariana.


"Eh, iya terima kasih bu " Izza merangkul lengan suaminya untuk duduk. " Bara, ayo duduk.. " titah Izza.


Bara pun menoleh sesaat setelah melihat pigora besar seorang gadis manis memakai toga tersenyum lebar di samping wanita yang mungkin ibunya.


"Jadi beneran Tiara.. " gumamnya dalam hati.


"MasyaAllah... Izza...!" Teriakan seorang wanita dari arah atas tangga mengagetkan Bara.


Izza bangun menyambut Mariana, saling berpelukan hangat.

__ADS_1


"Aku ga terlambat kan Mar.. ?" seloroh Izza.


"Enggak lah. kan belum dateng tamu besarnya. Eh pak Dokter, apa kabar.. ?" Sapaan Mariana beralih pada Arlan.


"Baik bu Mar.. " Jawab Arlan sambil mengatupkan kedua tangannya.


"Alhamdulilah.. " Mariana beralih pada sesosok lelaki yang terlihat gagah dengan kulit khas indonesia.


"Ini putra sulung saya. Namanya Baradyaka.. " ujar Arlan memperkenalkan.


"Salam kenal tante, saya Bara.. " Bara mencium punggung tangan Mariana.


"Salam kenal juga nak Bara.. " Mariana tersenyum lalu menyenggol Izza " Aku ga tahu, ternyata anak kamu gagah sekali Za.. " pujinya.


"Kamu bisa aja haha.. " Izza balas menyenggol lengan Mariana.


"haha.. mari silahkan duduk dulu" Marina ikut duduk di hadapan tamunya. Tak lama bi Darmi datang mengantarkan teh untuk tamunya.


"Maaf ya Za, pak Dokter, jadi aku repotin. Kamu kan tahu Za, keluarga ku ga banyak Za. Ponakan ku bahkan belum ada yang menikah. Adik ipar ku merasa ga siap sebagai perwalian keluarga. Jadi aku meminta tolong pada pak Dokter guna mewakili keluarga kami menerima lamaran dari pihak Alex. " tutur Mariana.


"Tapi saya juga belum pernah mewakili acara resmi seperti ini bu, saya takut mengecewakan.. " jawab Arlan tidak enak hati.


"Saya yakin pak Dokter bisa, hari itu di hotel pak dokter yang memberikan kata sambutan juga tampak lugas padahal dadakan mewakili pak kyai.. " Mariana tersenyum dengan raut penuh harap yang sekali lagi membuat Izza dan Arlan saling pandang.


Tatapan Arlan seolah meminta persetujuan istrinya, dan Izza mengangguk halus.


"Baiklah bu Mariana, saya akan membantu sebisa saya.. " Jawab Arlan akhirnya yang membuat Mariana menarik nafas lega.


"Boleh saya tahu nama lengkap anak ibu dan calonnya.. ?" pinta Arlan kemudian.


"Ah iya pak, sebentar saya tuliskan " Wanita itu beranjak memuju ruang dalam. Tak lama kembali membawa kertas dan polpen.


"Pak Dokter menulis sendiri saja, saya takut ga bisa kebaca tulisan saya. Saya nulis kayak cacing soalnya .. " gurau Mariana yang ikut membuat Izza terkekeh.


"Mar. resep dari Dokter juga sama kayak cacing. Kadang cuma coretan aja " ucap Izza membuat semuanya tertawa kecuali Bara.


"Jadi namanya siapa Bu.? " tanya Arlan saat tawa mereka reda.

__ADS_1


"Mutiara Andini binti Hardian. Kalau calonnya. Cristian Alexander Wong. Nama orang tuanya Jonathan Wong dan ibunya Ellena Isabela. kalau nama saya pasti sudah tau kan? " Tutur Mariana.


Arlan mengerutkan keningnya heran mendengar nama yang di sebutkan Mariana.


"Ah kalian pasti heran, calon besan ku Cina Bangka campuran batak." Terang Mariana yang di angguki Arlan dam Izza tanda mengerti.


"Nama lengkap Bu Mar. ? Saya lupa " ucap Arlan sembari tersenyum.


"Mariana Wirawan, Dokter." jawab Mariana.


"Bu, mohon jangan panggil pak Dokter. panggil Arlan saja.. " pinta Arlan karna tak enak selaku di sebut Pak Dokter.


"Baik pak Arlan.. " ucap Mariana.


Mariana sedikit bercerita jika anaknya dan calonnya berbeda keyakinan tapi Alex berniat masuk ke agamanya sebelum menikah dengan putrinya.


Bara beralih menatap lelaki yang baru masuk dari halaman belakang. Bara merasa kenal lelaki itu. Tapi bingung apa hubungannya dengan Tiara. Lelaki yang sama beberapa tahun lalu sering menjemput Tiara di depan sekolah.


"Dion, sini bentar nak.. " Panggil Mariana saat melihat Dion masuk ke rumah. Lelaki itu pun berjalan mendekat.


"Dion, ini Dokter Arlan, istrinya juga dan anaknya, teman tante. Dokter Arlan bersedia mewakili kluarga kita.. " tutur Mariana.


"Ini keponakan saya yang paling tua tapi gak nikah-nikah, Dion" terang Mariana pada Arlan dan Izza juga Bara


Dion mengulurkan tangannya pada Arlan dan Bara, sedang pada Izza dia tahu dan hanya mengatupkan kedua tangannya.


"Salam kenal Dokter sekeluarga, tak menyangka tante saya punya kenalan seorang dokter terkenal di kota ini " seloroh Dion yang di sambut tawa yang lain.


"Kamu ini.. " Mariana ikut tertawa pura-pura menjewer telinga Dion.


Tak lama pihak keluarga Alex memang datang. Dan Acara pun langsung di mulai. Arlan sebagai perwakilan ibu Mariana menjalankan perannya dengan baik. Tampangnya yang berwibawa membuat pembawaanya mudah melihat situasi.


Bara yamg sepanjang tiba di kediaman Tiara hanya diam tampak menatap lekat ke arah wanita yang terlihat Ayu dan manis dengan kebaya warna DustyPink dan kain batiknya. Dandanan Tiara tampak menyerlah, mengingat gadis itu hanya bermake-up sederhana di hari-hari biasanya. Rambut ikalnya di biarkan beberapa helai terurai sedang rambut belakangnya di sanggul sederhana berhiaskan bunga putih menambah kecantikannya malam ini.


Sedang Alex tampak tampan menawan dengan jas hitam rapinya . Pria itu tersenyum lebar melihat calonnya masuk ke area tempat pertunangan. Pujian cantik dari tamu dsn keluarga yang hadir membuat pria itu semakin melebarkan senyumnya.


Dari tempat duduknya, Bara dapat melihat tatapan gugup Tiara dengan rona bahagianya saat pihak kluarga Alex melamarnya secara resmi.

__ADS_1


__ADS_2