Dia Yang Ku Cinta

Dia Yang Ku Cinta
Bab 14


__ADS_3

Keheningan sekolah kembali ramai setelah bunyi lonceng tanda waktu belajar telah usai. Tiara mengikuti temannya untuk segera berkemas.


"Ra, aku pinjem buku Bahasa Inggrisnya donk.. " Nino datang menghampiri.


Tiara hanya melirik sekilas dan mengambilkan buku miliknya untuk Nino.


"Makasih Tiara... "


"Emmm... " hanya itu yang Tiara ucapkan sambil mengangguk.


"Pulang bareng Ra.. " Via menghampiri keduanya yang sedang berkemas.


"Emang lo ga di jemput cowok lo..? " Tanya Tiara dengan dahi mengernyit .


"Enggak.. " jawab Via sambil menunduk.


"Pasti udah putus kan lo..? " tebak Nino yang memang udah hafal tingkah Via.


Bertiga mereka beriring keluar dari kelas. Via menarik Tiara lebih merapat.


"Ra, gimana nih. Dia ngajak aku begituan.. " bisiknya di telinga Tiara.


"Begituan gimana maksutnya.. ?" tanya Tiara yang belum mengerti. Via yang melihat Tiara bicara lantang langsung menupuk lengannya.


"Pelanin Bego.. nanti pada denger " Via melirik ke arah Nino yang menatap mereka curiga.

__ADS_1


"Kalian lagi ngomongin aku ya.. ?"


"PD banget sih Lo, udah diem. Ini urusan kita kaum cewe , lo tunggu di sini. " Via kembali menyeret Tiara menjauh dari Nino.


Mereka berhenti di bawah pohon mangga. Tempat Tiara dulu menemui Bara. Tiara menatap bangku kayu panjang itu. Sekilas tentang Bara yang dulu tiduran dan di kelilingi teman-temannya kembali terlintas.


"Ahh kenapa aku jadi ingat si bola bekel sihh... " Desahnya pelan.


"Ra. Lo dengerin gue ga sih. .?" Teriak Via yang sedari tadi nerocos tapi tidak di respon oleh Tiara.


"Eh Sorry-sorry. Lo ngomong apa tadi.. ?" tanya Tiara yang tidak enak hati. Mengabaikan sahabatnya dan justru mengingat tentang Bara.


Via memajukan bibirnya. Sudah susah payah dia menyusun kata untuk bercerita dan Tiara justru tidak menyimaknya.


"Yaelah, ngambekan. Dah buruan cerita lagi. Tadi gue lagi kepikiran mama. " Kilahnya sambil menatap lekat ke arah Via.


"Iya-iya. Dah cepetan ngomong.. " Balas Tiara.


"Ra, Niko ngajak gituan.. " bisik Via lagi.


"Gituan tu apa Via, gue ga paham.. " Balas Tiara yang juga mulai berbisik.


Via hanya memberi isyarat menempelkan kedua telapak tangannya. Yang membuat Tiara kembali mengernyit tidak paham.


"Ahh, lo kelewat polos. " Via menarik Tiara dan berbisik.

__ADS_1


"Whattt...?!" Triak Tiara yang terkejut setelah paham maksutnya. Dan Via kembali menepuk lengannya, kali ini lebih keras dari yang tadi.


"Aduh sakit oeyy... " Di usapnya bekas tepukan Tiara yang terasa panas di lengannya .


"Lagian lo ga bisa pelanin volume.. nge Bass aja.. " kesal Via.


"Gue kaget Vi.." Syoknya "Trus lo ngiyaiin gitu..? " tanya Tiara penasaran.


"Ya enggaklah, makanya kita putus. " terang Via dengan menunduk.


"Bagus.. " Tiara seolah ingin membalas perlakuan Via tadi, dengan menepuk lengan Via seperti Via menepuknya . " Lo harus cerdas, jangan gampangan.." bisiknya lagi.


"Tapi gue sedih Ra, gue beneran suka sama Niko. Pesonanya buat gue ga bisa jauh dari dia.. dia sangat perhatian, romantis, penyayang, gue merasa kehilangan banget. " Via menerawang jauh mengenang sosok Niko.


"Sayangnya cuma satu.. " potong Tiara yang membuat Via menoleh menatapnya.


"Dia brengsek Vi, karna ngajak lo begituan sebelum waktunya.. " Kali ini Tiara mengatakan dengan pelan dan lembut, agar sahabatnya itu bisa mengerti.


"Lelaki yang baik, ga akan merusak Vi tapi menjaga. Gue tau gue ga pernah pacaran, gue minim pengalaman. Tapi mama gue selalu nasehatin gue. Mungkin saat ini lo menggila, memujanya bagi lo dia segalanya. Tapi jangan sampai lo nyesel nantinya Vi.. " Tambahnya .


Via tampak diam merenung. Nino yang sudah tidak tahan menahan kekepoanya berlari menghampiri mereka.


"Kalian ngomongin apa sih, serius banget..? "


"Enggak apa-apa No. " Jawab Tiara, lalu menarik Via untuk berjalan. Kembali mereka beriring menuju gerbang sekolah.

__ADS_1


"Ini nih Vi, resikonya kalau kita pacaran sama orang dewasa, gaya pacarannya juga kayak orang dewasa. Padahal kita masih bocah " bisik Tiara.


"Ga semua juga kali, bocah juga banyak yang pinter bikin bocah , kadang yang lebih dewasa juga lebih bisa ngayomi." tambah Nino, yang langsung membuat Tiara dan Via menoleh dan menatapnya tak percaya.


__ADS_2