Dia Yang Ku Cinta

Dia Yang Ku Cinta
Bab 12


__ADS_3

Sepanjang jalan hanya keheningan yang menyelimuti 2 orang yang baru sejam yang lalu tampak bergandengan tangan penuh kebahagiaan.


"Kiri pak.. ". Ujar Mariana pada sopir angkot yang mereka tumpangi.


Mariana turun, membayar ongkos dan Tiara hanya mengikuti mamanya turun.


Mereka bukan kembali ke rumah, Tiara baru sadar saat memandang sekitar. Sangking perasaan sebalnya pada mamanya. Dia justru tidak nggeh kemana mamanya mengajaknya pergi.


Mariana menghapiri penjual bunga, membeli seplastik bunga dan berjalan masuk ke arah makam.Membiarakan Tiara berdiri bergeming di sisi jalan.


Tiara bingung, dia tidak memakai krudung. Tapi mamanya sudah berjalannjauhbke dalam makam. Akhirnya gadis itu bergegas mengejar mamanya.


Mariana terduduk di sebuah makam. Mengusap nisan itu lembut. Air matanya merembes. Luka yang sudah 17 tahun tertutup itu kembali menganga karna bertemu Ani.


Tiara ikut duduk di sebelahnya. Memandang mamanya yang sedang mengusap pipinya dengan ujung krudung yang dia pakai.


Mariana membacakan do'a untuk suaminya, menumpahkan keluh kesahnya di dalam hati agar putri semata wayangnya tidak mendengarnya. Cukuplah dia merasa bersalah karna sudah membentak putrinya tadi.

__ADS_1


Setelah cukup berdo'a, Mariana menggandeng tangan putrinya untuk berdiri. Tiara kembali mengikuti, diam tanpa bertanya apapun.


"Kita pulang, kamu belum makan siang kan tadi, pasti lapar. Mama akan masakin kamu sup ayam kesukaan kamu.. " Ujar Mariana sambil menyetop angkut.


Sesampainya di rah, Mariana memang langsung memasakan putrinya sup ayam plus sambal kecap. Aroma rempah sup yang segar membuat perut Tiara bergemuruh.


"Ma, apa udah mateng? " Gadis itu ingin melupakan ketegangan yang terjadi beberapa jam yang lalu.


"Udah sayang, bentar mama gorengin telur dulu.. " Ujar Mariana dengan cekatan memecah telur dan menggorengnya dengan di tambahnkan potongan bawang holand di dalamnya.


Semangkuk sup dengan isian ayam, sayur kentang, wortel dan taburan daun sup juga bawang gorrng tampak mengepul di atas meja. Di tambah sambal kecap juga telur dadar. Itu adalah menu andalan keluarga Tiara.


Tampaknya mama ingin mengingat, dan tidak ingin Tiara lupa akan cerita tentang sup ayam.


"Harumnya.... " Gadis itu segera menyendok sup di mangkuk kecil. Menambahkan nasi di piringnya juga milik mamanya. Tak lupa telur dadar juga sambal kecap.


"Sup buatan mama yang terbaik, Tiara suka kalo di kasih rempah gini.. " Gadis itu makan dengan lahapnya.

__ADS_1


Mariana hanya tersenyum. Dia tak mau kehilangan putrinya. Dan dia akan menjauhkan Tiara dari Ani.


Selesai makan, perut pun kenyang. Tiara mengambil tugas mencuci piring. Membersihkan dapur juga meja makan.


"Mama istirahat aja, kan mama udah cape masak buat aku, biar aku yang beresin ini"


"Beneran nih..? " Goda Mariana.


"Bener donk, bentar lagi juga ashar. Mama mandi aja.. "


Mariana tersenyum lembut dan mengusap kepala anaknya.


"Mama selalu berdo'a. Agar nanti kamu hidup bahagia, punya pasangan yang menyayangimu, keluarga suami yang baik dan hidup berkecukupan ."


Tiara menghentikan gerakan tangannya yang sedang mengelap meja saat mendengar do'a mamanya. Gadis itu memandang mamanya lalu langsung menghambur memeluk mamanya erat.


Entah kenapa Tiara justru menangis, mendengar mamanya berdo'a untuknya bisa membuat hatinya haru. Dia menyesal tadi sempat berbicara lantang pada mamanya.

__ADS_1


"Sudah jangan menangis, selesaikan semuanya habis itu mandi. Kita akan jalan-jalan malam ini.." Ujar Mariana sambil mengusap pipi anaknya, dia juga merapikan poni Tiara yang tampak berantakan. Sedang gadis itu hanya mengangguk patuh. Setelah Tiara tenang, Mariana perlahan berjalan menuju kamarnya.


"Ma, apa yang mama sembunyiin dari Tiara. Kenapa mama memendamnya sendiri.. " Batin Tiara sambil memandang lekat ke arah pintu kamar mamanya yang mulai tertutup.


__ADS_2