Dia Yang Ku Cinta

Dia Yang Ku Cinta
Bab 17


__ADS_3

"Mama dari mana..? " tanya Tiara penuh khawatir . Hari sudah hampir gelap, dan mamanya baru kembali. Pergi kemana juga dia tidak tau.


"Mama, habis ketemu temen lama sayang, kamu udah makan .. ?" Mariana berusaha tersenyum hangat. Mengusap lembut kepala anaknya.


"Udah ma, mama udah makan..? "


"Udah tadi sedikit tapi, kurang sreg sama masakannya." kilahnya.


"Kalo gitu kita makan lagi aja, mama ga pengen apa ngajak aku makan bakso "


"Kamu pengen makan bakso..? " tanya Mariana.


"Huum, tapi sama mama.. " Gadis itu kembali merangkul mamanya erat . Mariana juga tersenyum melihat tingkah manja putrinya. Sepergian suaminya, hanya putrinya lah yang membuat dia selalu bersemangat untuk terus melanjutkan hidup.


"Ya udah, nanti habis magrib ya.. "


Tiara mengangguk antusias. Dan kembali ke kamarnya untuk bersiap sholat maghrib.


Suasana warung bakso sangat ramai, warung bakso ini adalah yang terenak di daerah tempat tinggal Tiara. Setelah memesan keduanya lalu mencari tempat duduk.


Kursi panjang itu telah berisi 2 orang pemuda yang sedang asik mengobrol.


"Permisi kak, apa boleh duduk..? "


Pemuda itu menoleh, merasa sama-sama tidak asing. Si pemuda pun mempersilahkan Tiara dan mamanya duduk.


"Kamu, anak sekolah SMA xxxxx ya, kayak ga asing wajahnya. ?" tanya pemuda itu.


"Iya kak " Tiara mengangguk.


"Kenalan dulu ah enaknya, aku Bian, ini temen ku Rizki. " Pemuda itu lebih mengulurkan tangannya.


"Aku Tiara kak.. " Jawab Tiara sambil membalas uluran perkenalan itu.


"Ini mama kamu..? " Tanya Bian sambil menatap Marina. Setelah melihat Tiara mengangguk Bian bangun untuk salaman. Di susul temannya.


"Halo tante, saya Fabian..salam kenal.. " ucapnya sopan.


"Oh iya, Salam kenal juga.. " Mariana tersenyum ramah.


Tak lama pesanan mereka datang, Tiara tak lupa mengucapkan terima kasih.


"Mari kak, makan dulu.. "

__ADS_1


"Eh iya, silahkan. Kita udah kok..." Bian ikut tersenyum mwmandang Tiara. Untuk pertama kali, Tiara merasa terpesona dengan senyum laki-laki. Sikap Bian yang sopan juga sedikit membuatnya kagum.


"Tiara kelas berapa atau udah lulus..? " Tanya Bian.


Tiara yang di tanya saat sedang menyeruputnkuah bakso, langsung salah tingkah. Segera di usapnya bibirnya yang basah. Mariaba tersenyum melihat tingkah putrinya.


"Aku kelas 3 kak.."


"Oh, kelas 3. Bentar lagi ujian donk.. " tambah Bian.


"Iya, kakak-kakak kwlas berapa..? " tanya Tiara pada Bian dan Rizki.


"Kita berdua lulusan tahun kemarin.." jawan Bian yang di angguki Rizki.


"Kita seangkatan sama Bara, eh dulu lo pernah ada masalah sama Bara ya. Maksut gue, kalian tabrakan di depan sekolah kan..? " cerocos Rizki.


"Oh ya, kok gue ga tau. Maksut ku ga tau kalo yang tabrakan sama Bara itu kamu Ra. " ujar Bian.


Tiara hanya nyengir. Menyesal kenal dengan mereka, karna ternyata angkatan kelasnya Bara.


"Sayang, sambil di makan baksonya, keburu dingin.." tegur Mariana saat melihat putrinya justru diam melamun.


"Maaf ya tante,kita jadi ganggu.. " ujar Bian akhirnya tak enak hati.


"Si Bara kemana sekarang ya . .? ga da kavar sejak lulus. " Rizki kembali berbicara .


"ga tau juga gue, denger-denger di kuliah di jawa. " jawab Fabian.


"Pantesan dah ga pernah keliatan di komunitas. " ujar Rizki.


Tiara diam menyimak obrolan keduanya hingga akhirnya bakso miliknya tandas tak bersisa. Tepat saat dia sudah selesai makan, Rizki mengajak Bian untuk cabut.


"Eh, kita duluan ya Ra.. " Pamit Bian sambil memakai jaketnya. "Pamit dulu ya Tan .." Bian langsung salim pada Mariana dan kembali di ikuti Rizki.


"Iya, hati-hati naik motornya. " Mariana melihat keduanya menenteng helm.


"Iya tan, makasih . Ayo Ra. duluan..." ujar Rizki.


"Iya kak. Hati-hati. ." jawab Tiara. Bian kembali tersenyum, dan entah kenapa Tiara merasa terkesima.


"Kenapa aku ga kenal dari dulu sama kak Bian, saat sama-sama masih sekolah dulu.. " Sesal gadis itu dengan tatapan lekat pada sosok Bian yang mulai menaiki motor besarnya.


"Ekhem, anak mama liatin Bian terus .. " goda Mariana yang membuat wajah Tiara memanas.

__ADS_1


"Mama... apaan sihh... "


"Pilih mana? Bian atau Rizki.. " kembali Mariana menggoda anaknya.


Tiara menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya. "Mama apaan sih.. "


Mariana tertawa, dia juga pernah muda. Dan Tiara selama ini tidak terlalu pandai bergaul dan punya banyak teman. Baginya tak masalah saat anaknya mulai mengenal lawan jenis. hal wajar, asal tidak berlebihan.


"Kayaknya Bian deh, Mama liatin dari tadi kamu nglirik aja.. " Tambahnya lagi.


"Emang keliatan banget ma.. ?" tanya gadis itu polos.


Mariana kembali tertawa, dan mengangkat tangannya untuk memanggil tukang bakso.


"Berapa pak.. ?"


"Udah di bayar bu, sama mas-mas tadi.. " ujar tukang bakso.


"Loh. udah di bayar. Sama mas-mas mana pak.. ?" Tanya Mariana memastikan.


"Yang duduk di sebelah mbaknya.. " Terang penjual itu sambil menujuk Tiara.


"Oh ya udah makasih pak.. " jawab Mariana.


"Sama-sama Bu. mari.. "


"Sepertinya dia lelaki yang baik.. " Ujar Mariana sambil menatap anaknya.


"Aku liatin tadi emang dia berhenti di penjual sebelum keluar Ma.. " Ujar Tiara.


"Wah, merhatiin beneran dari tadi.. " Mariana menggelengkan kepalanya pelan.


"Mama... " pekik Tiara yang di sambung tawa Mariana .


**Happy New Year 2021


Semoga tahun ini lebih baik dari tahun yang lalu ya teman-teman semua.


Sukses selalu untuk kalian.


Love


L.E**

__ADS_1


__ADS_2