Dia Yang Ku Cinta

Dia Yang Ku Cinta
Bab 24


__ADS_3

Selesai sholat rupanya makanan sudah terhidang di atas meja. Dan sekali lagi Tiara tidak bisa menolak permintaan Bara untuk makan lebih dulu sebelum pergi.


"Sudah lama ya tepatnya hampir 7tahun. kita tidak pernah lagi bertemu." ucap Bara di sela makannya.


Tiara hanya menunduk, fokus pada makanannya, dia hanya ingin cepat selesai makan dan pergi dari tempat itu secepatnya.


"Ibu Mutia, apa anda mendengar ucapan saya. ?"


Tiara mendongak, tersenyum terpaksa kembali dia hadirkan.


"Tentu saja saya mendengarnya pak, kita kan sedang makan berhadap-hadapan.. "


"Bisa tidak di luar hal pekerjaan kita tidak bersifat se formal ini. ?" tanya Bara sambil meminum air putuh miliknya.


"Tidak bisa pak, saya lebih nyaman begini.. " tegas gadis itu.


"Apa makananya tidak enak, kenapa kamu makan sedikit sekali? " tanya Bara lagi, saat memperhatikan sedikit sekali gadis itu memakannya.


"ini enak pak, saya hanya sedang menjaga badan. " balas gadis itu , dia meletakkan sendok dan garfu secara menyilang, yang tandanya dia sudah selesai makan.


Saat melihat itu, Bara ikut menyelesaikan makannya.


" Anda terus terang sekali orangnya ya.. " ujar Bara kemudian dengan tatapan lekat pada Tiara.

__ADS_1


"Tentu, saya tidak suka bertele-tele.. Maaf pak Bara, saya pamit dulu dan terima kasih atas makan siangnya. "


Bara terlihat mengangguk dan tersenyum


"Sama-sama bu Tiara.. "


" Saya permisi pak.. " Tiara sedikit menundukkan kepala memberi hormat sebelum berbalik dan melangkah pergi.


Saat Tiara baru akan keluar dari restoran itu, dirinya di kejutkan oleh sapaan seseorang.


"Tiara... "


Tiara menoleh, mencari sumber suara yang ternyata dari arah kanan.


"Kamu di sini, kenapa kakak ga liat kamu dari tadi. Sama siapa.. ?" Tanya Dion sambil memandang sekeliling mencari seseorang yang mungkin bersama Tiara.


"Aku tadi ada kerja kak di sini, ternyata sama pemilik restoran di ajak makan sekalian trus makannya di ruangam bagian dalem.. " terang Tiara .


"Oh begitu, ya sudah ayo. ini sudah jam 1 lebih.. " Dion menggiring adik ponakannya keluar dari restoran. Sedang gadis itu mengangguk dan tersenyum senang . Karna bisa menghemat ongkos dengan menumpang ke mobil Dion untuk kembali ke kantor.


Dari pintu keluar ruangan tadi, Bara tampak memperhatikan interaksi keduanya dengan 2 tangan yang masuk ke dalam saku celananya.


"Kata tante, Alex kemarin malem dateng ke rumah lagi ya. ?" Tanya Dion saat keduanya berada dalam mobil, Dion mengendarai mobilnya sendiri. Dia hanya membutuhkan sopir jika sedang kerja di luar kota.

__ADS_1


Tiara mengangguk " Mama cerita sama kakak..? "


"Iya, tante minta pendapat.. " jawab Dion.


"Terus menurut kakak gimana..? " Tiara menoleh ke arah Dion, ingin tau reaksi lelaki itu. "Kalau menurut kamu Alex itu yang terbaik,kakak ga masalah. Tapi tentu kakak mu satunya tetap tidak setuju.. "


"Maksutnya kak Dafa.. ?" tebak Tiara.


"Iya, Dafa tetap tidak suka dengan Alex, kakak juga bingung kenapa.. " ujar Dion.


Tiara menyadarkan tubuhnya di kursi. Sedari dulu Dafa memang tidak menyukai hubungannya dengan Alex. Tapi Dafa juga tidak pernah memaksakan kehendaknya. Baginya yang penting Tiara bahagia. Sedangkan Dion, lelaki yang masih juga melajang di usia hampir 35 tahun itu memilih netral.


"Lalu gimana dengan keluarga Alex, kamu udah pernah di kenalkan belum.. ?" sambung Dion lagi.


Tiara menggeleng, Alex belum pernah mengenalkan langsung pada keluarga besarnya. Mereka pernah bertemu, tapi hanya di luar untuk makan. Itu juga hanya ibu dan Adiknya saja, tidak dengan ayahnya.


"Terus gimana, kok belum..? " Dion menoleh pada Tiara.


"Katanya akhir bulan ini, karna ayahnya Alex masih di pulau belitung sekarang.. " jawab Tiara.


Dion mengangguk, dan tak lama mereka sudah sampai di perusahaan. Semua orang tahu yang Tiara adalah keponakan dari CEO perusahaan itu. Tapi tidak ada yang tahu jika gadis itu juga memiliki saham di sana.


Karna pembawaan Tiara yang biasa, mereka juga bisa menyesuaikan. Tidak membedakan atau mencari muka hanya karna Tiara keponakan Dion.

__ADS_1


__ADS_2