Dia Yang Ku Cinta

Dia Yang Ku Cinta
Bab 15


__ADS_3

"Assalamualaikum..." Tiara mengucap salam sambil mendorong pintu rumah.


"Waalaikum salam.." jawab Mariana dan Ida hampir bersamaan.


"loh, belum mateng rendangnya. Padahal aku udah laper loh.." Tiara mendekati mamanya untuk salim, lalu ke tante Ida.


"Iya, tadi kita keasikan ngobrol sampe lupa belum di masak rendang. Ya kan Da..? " Mariana menyenggol adiknya yang sedang mengiris jahe dan kunyit.


"Eh iya Ra hehe. ." Ida tersenyum kaku.


"Kamu makan sama sambel udang pagi tadi ga papa kan Ra.. " ujar Mariana sambil kembali menunduk. Dia menghindari bertatap langsung dengan anaknya.


Tiara tidak bodoh, mata sembab mamahnya tampak sangat terlihat. Dia baru akan berucap, tapi gelengan kepala tantenya yang berarti melarang dia untuk bertanya lebih lanjut mengirungkan niatanya.


"Iya ma, ga papa.. " Gadis itu berusaha tersenyum " Aku ganti baju dulu ya.. " ujarnya, melangkah menjauh dari dapur menuju kamar.


Ida menghela nafas lega. Kembali menatap kakak iparnya.


"Mbak harus cerita sama Tiara, setidaknya dengan itu dia akan mengerti. Siapa mama Ani yang selalu di ceritakannya itu. " Ida berusaha memberi saran, tapi tampaknya Mariana hanya diam tidak merespon apapun.


Tiara kembali dengan wajah yang segar, juga sudah berganti pakaian.

__ADS_1


"Tante, Mamat mana.. ?" tanyanya sambil mengambil piring.


"Ahmad main ke rumahntemannya Ra, tau lah mungkin ke warnet. Soalnya minta uang 20 ribu tadi. " Jawab Tante Ida.


Tiara mengangguk, dia juga mengisi piringnya dengan nasi dan sambel udang.


"Tante sama mama udah makan, ini aku makan sendirian ya.. ?"


Ida menoleh ke arah kakak iparnya yang mulai memasak rendang. Sebenarnya mereka belum makan sedari tadi. Perutnya juga mulai bergemuruh mencium bau bumbu rendang.


"Kamu makan dulu Da, temani Tiara. Saya masukan bumbu dulu.. " ujar Mariana tanpa menolehnke arah adik iparnya.


"Iya mbak " Dia pun bergegas mengambil piring dan menyusul Tiara ke.meja makan usang.


"Iya nak, mama belum laper. Kamu makan duluan aja ya.. " Mariana hanya menoleh sekejab lalu melanjutkan kegiatantanya.


Ida kembali menyenggol lengan Tiara untuk memberi isyarat. Tiara tahu kode itu. Terbiasa di tinggal mamanya. Membuatnya juga terbiasa tentang gerik tantenya saat memberi isyarat. Mereka cukup dekat, tantenya juga sangat menyayanginya.


Selesai makan, Tiara memilih kembali ke kamar karna ponselnya berbunyi. Sedang Ida ijin pulang ke rumah mengambil perasan santan.


"Ma, aku mau ke rumah sakit. Mama Ani di rawat.. " Ujar gadis itu sambil berlari memasang sepatu.

__ADS_1


Mendengar itu, Mariana langsung menghentikan aktivitasnya mengaduk rendang. Tatapannya tajam, ada kemarahan di sana.


"Mama ga izinkan kamu ke rumah sakit Tiara.. " tegasnya yang membuat Tiara menghentikan gerakannya memasang tali sepatu. Sepatu itu hadiah dari Dion saat dia berulang tahun. Warna pink san putih, dengan merk Nike. Sangat amat nyamn di pakai.


"Kenapa Ma.. ?" Tiara mendongak. Jarak mereka cukuo jauh, dia berada di ambang pintu.


"Kalo mama bilang enggakbya enggak. Kamu jangan membangkang.. "


"Aku ga ada niatan membangkang ma, aku cuma pengen tau alasannya. Kenapa mama larang aku ke sana ? sebenarnya ada apa sama kalian. Mamah dan mama Ani saling kenal.. ?" Tiara berusaha untuk tenang, agar tidak kembali teepancing emosi.


"Kamu ga perlu tau alasanya Ra, Akhiri hubungan mu dengan keluarga Ani.. !"


Tiara berjalan mendekati mamahnya, "Ayo donk ma, cerita.. Jangan bikin aku bingung. Mama melarang tanpa alasan yang jelas.. "


"Mereka keluarga jahat Tiara. !" potong Mariana.


Tiara tercekat, dia belum menyelesaikan kalimatnya tadi. Tapi sekarang justru melihat mamanya menangis.


"Ma.... " Di peluknya tubuh mamanya itu. Gadia itu mengurai dan menuntun mamanya untuk duduk.


"Mama bisa cerita sama aku, aku udah gede Ma... "

__ADS_1


Mariana mengusap air matanya . Dia menatap netra anak semata wayangnya. Wajah Tiara lebih dominan ke bapaknya. Wajar saja Ani sampai tak mengenalinya. Apalagi antara Tiara dan Ani tidak pernah bertemu sekalipun selama ini.


Ragu-ragu Mariana mulai menceritakan segalanya. Awal kisah hidupnya bersama keluarga Wirawan. Keluarga besarnya .


__ADS_2