Dia Yang Ku Cinta

Dia Yang Ku Cinta
Bab 41


__ADS_3

Naina melangkah anggun memasuki kawasan restoran milik Bara. Tampak pegawai resto menunduk dan menyapa tanda hormat pada kekasih bos nya.


"Bara ada..? " tanyanya pada Jessi, pegawai kepercayaan Bara.


"Ga ada mbak, Mas Bara belum kesini hari ini " tutur gadis bermata sipit itu.


Naina mengernyit, di mana lagi dia harus mencari Bara. "Coba telponin donk, hp ku mati " titahnya yang di angguki Jessi. Padahal itu hanya alibinya, yang sebenarnya sudah hampir seminggu Bara tidak mau mengangkat telpon darinya.


"Kata Mas Bara, sekarang lagi di resort xxxxxxx mbak.." terang Jessi setelah menghubungi Bara.


Naina mengangguk dan berlalu begitu saja tanpa mengucap terima kasih.


"Aku heran apa yang di lihat mas Bara dari sosok itu, cantik sih, sexy, tapi minus tatakrama " ucap Boy, salah satu pegawai Bara.


"Hust, udah jangan ikut campur. Lanjutkan pekerjaan mu! " titah Jessi yang di balas cebikan dari Boy.


Naina melajukan mobilnya menuju pesisir pantai. Sebuah resort yang katanya milik keluarga pengusaha emas.


"Ngapain dia di sana ya, apa lagi liburan " gumamnya sendiri beranalog sambil fokus mengemudi.


Butuh waktu 3 jam setengah untuk sampai sana. Bahkan hari sudah menjelang senja saat dia memarkirkan mobilnya.


"Kamu di mana, aku nyusul kamu di resort "


Tulisnya di pesan untuk Bara yang hanya trrlihat centang satu.


Bingung akan masuk ke mana, Naina memilih turun. Angin pantai menerpa rambut lurusnya hingga terayun mengikuti laju angin.


Karna tidak ada balasan dari Bara, dia putuskan sedikit jalan-jalan menyusuri pantai. Suasana senja yang amat indah di manfaatkan untuk membuat Live sosial media .


Setelah langit menggelap, Naina kembali ke resort untuk chek-in. Dia memilih menginap semalam karna lelah mengemudi.


"Kamar 105 ya mbak.. " Resepsionis memberikan kunci padanya.

__ADS_1


"Thank you. " ujarnya. Sebelum mengikuti room boy yang menghantar ke kamarnya.


Tepat saat Naina ingin menghubungi Bara kembali, dia justru melihat siluit Bara yang duduk di depan kolam sambil tertawa. Pandangannya menggelap saat tahu di depan Bara terlihat seorang wanita berkrudung yang tak terlihat wajahnya karna duduk membelakangi. Rasa penasarn dan kesal membawanya membelok menuju tempat di mana Bara duduk.


"Mbak, kamarnya ke arah sini " ujar room boy saat melihat Naina justru membelok ke arah kolam.


"Nanti saja, saya ada perlu " jawabnya dengan mengangkat tangan pada room boy dan terus melangkah mendekati Bara.


"Oh wow...!!" ucapnya sambil bertepuk tangan yang membuat tawa Bara terhenti bahkan wanita di depannya ikut menoleh menatap seseorang yang baru datang dari arah belakangnya.


"Naina.. ?" Bara pun ikut terkejut melihat kehadiran wanita itu di sana.


"Apa kamu sibuk sekali sayang, sampai-sampai ga angkat telpon ku, bahkan ga sempat baca pesan aku " ucap Naina sambil menatap tajam ke arah keduanya bergantian. " Hwbat sekali... " Kembali dia bertepuk tangan dan menelisik penampilan seseorang yang tadi tampak akrab berbincang dengan Bara, bahkan Bara bisa tertawa lepas menanggapinya. Wanita bermata sipit dengan lesung pipit dan krudung labuh itu jadi bingung karna keadaan yang terjadi.


"Siapa Dia? pacar baru kamu? " cerca Naina dengan tatapan tajamnya.


"Bukan urusan kamu" Bara berdiri lebih dulu " Ayo Bil.. " ajaknya pada gadis di depannya.


"Siapa kamu hah ?" Naina mencekal lengan gadis yang ikut berdiri.


"Naina, jangan bicara macam-macam.. " Bara melepas kaitan tangan Naina di lengan Nabila.


Segera di tariknya tangan Naina menjauh dari hadapan Nabila .


"Kamu apa-apaan sih? " ucapnya sambil menghempas tangan Naina.


"Kamu yang apa-apaan. Ga ada kabarnya semingguan trus malah enak-enakan liburan sama cewe kampungan itu! " teriak Naina.


"Jangan mengata-ngatai dia '' tegas Bara.


"Kenapa ? kamu ga terima. Apa karna dia kamu minta kita break? jawab Bar ? " tanya Naina berapi-api.


Bara meraup wajahnya kasar, sebisa mungkin mengendalikan emosi yang tiba-tiba menggunung.

__ADS_1


"Apa hebatnya gadis kampung itu? " kembali hinaan itu di lontarkan begitu saja.


"Aku sudah bilang jangan libatkan dia, kita break karna ulah kamu sendiri Nai.. " Bara menatap datar wanita di depannya.


"Emangnya aku berulah apa Bar, aku cuma minum. Cuma minum. Kenapa di besar-besarin sih " kembali Naina mengotot tidak terima.


"Bagaimana kamu akan sadar kalau yang kamu lakukan salah, sedangkan kamu selalu merasa benar sendiri." luah Bara.


Naina yang tidak terima akan jawaban Bara memilih berbalik menghampiri gadis bernama Nabila itu.


"Heh, ******.. ga guna kamu pakai krudung labuh kalau kelakuan kamu kayak gini " ucapnya sambil menarik paksa krudung milik Nabila, meluahkan kekesalannya pada Bara.


"Aduhh... lepas mbak.. " rintih gadis itu.


Bara segera melerai tarikan tangan Naina di krudung Nadia.


"Lepas Nai, kamu apa-apaan..! "


"Gak! aku ga terima kamu mutusin aku cuma gara-gara gadis kampungan ini! "


"Naina.. !!" bentak Bara ahirnya di ikuti terlepasnya tarikan Naina di krudung gadis itu karna terkejut nendengar teriakan Bara.


"Aku sudah bilang, Nabila ga da hubungannya sama kita. Kamu mau tau kenapa aku mutusin buat break? " Bara mengeluarkan ponselnya mengetik beberapa saat hingga terdengar notif di ponsel milik Naina yang langsung di buka olehnya seketika itu.


Naina membekap mulutnya tidak percaya, foto itu menampilkan dirinya yang menari erotis dengan Alex, bahkan foto berikutnya terlihat mereka berciuman, berpelukan di tengah kerumunan orang yang ikut melantai. Sedang video terakhir menapilkan ciuman panas Alex dan dia di sisi Bar yang agak sepi. Bahkan ciuman itu cukup panas karna Alex membuka salah satu asetnya.


Dia tidak mengingat semua kejadian itu, karna mabuk berat.


"Ini.. ini... editan Bara " elaknya.


"Aku kira kamu sudah cukup paham.. " Bara meraih tangan Nabila dan membawanya berlalu. Terlihat beberapa orang memperhatikan kegaduhan mereka dan memilih bubar saat Bara menatapnya.


Sedang Naina berdiri kaku memandangi video terakhir yang berhasil dia buka. Terlihat sekali video ini di rekam jarak jauh, karna beberapa titik tampak blur. Tapi jelas pakaian yang dia kenakan sama persis dengan yang ia pakai malam itu. Bahkan wajah Alex juga jelas terlihat saat menikmati kedua aset di dadanya.

__ADS_1


"Ohh.. Shiit... " umpatnya geram..


"Siapa yang ngrekam, gimana bisa Bara tau tentang malam itu " ujarnya bingung sendiri, membolak balik kan badannya. Sambil mengigit jari tangannya.


__ADS_2