Dia Yang Ku Cinta

Dia Yang Ku Cinta
Bab 42


__ADS_3

"Vi, bantu aku untuk keluar rumah donk. Alex ingin bertemu dengan ku. katanya ini penting. Please.. Vi. Mama ga akan ngizinin kalau aku bilang mau ketemu Alex. " bujuk Tiara pada Via yang ikut mengerutkan keningnya bingung.


"Memangnya apa yang mau di bicaraain sih Ra, kan bisa lewat telpon.." Via menatap lekat wajah sahabat serasa saudaranya itu.


"Alex pengen ngomong langsung sama aku Vi. Please, ya.. bantu aku " Tiara mengatupkan kedua tangannya dengan tatapan menghiba yang mau tak mau membuat Via luluh juga.


"Hem. Ok, bentar aku izin dulu.. " Via pergi meninggalkan balkon lantai atas menuju ruang tengah di mana mama Mariana sibuk menghitung souvenir.


"Ma, aku mau izin keluar buat ngajak Tiara ke salon. Boleh ga ? " ujar Via setelah duduk di sebelah Mariana. Via memang memanggil Mama pada Mariana sejak dia di buang oleh keluarganya dahulu, baginya Mariana sudah selayaknya orang tua baginya. Yang mau menampungnya, bahkan membiayai persalinan juga memberi modal padanya setelah menikah.


Mariana menoleh, meletakkan bingkisan sauvenir yang memang sengaja dia kerjakan sendiri. " Kan nanti di hotel ada Vi, sehari sebelum nikah Tiara bisa nyalon dulu "


Tiara yang berdiri di tangga atas semula merasa briliant saat mendengar ide Via untuk izin keluar. Tapi kali ini dia kembali galau, karna ternyata Mamahnya mematahkan angannya.


"Aku yang mau nyalon Ma, juga mau motongin rambut Maira " Meski gugup karna kebohongannya, tapi tetap Via lakukan dan juga tidak tega melihat Tiara bersedih.


Lama diam memikirkan akhirnya Mariana mengangguk. " Ga lebih dari 2 jam ya.. " Mariana mengerling tajam yang artinya sebuah peringatan.


"Makasih Ma. " Via langsung mengangkat Maira untuk di bawa ke kamar berganti baju. Tak lupa memberi kode dengan matanya saat berpapasan dengan Tiara di lantai 2 .


Tiara tak kalah senangnya karna di izinkan keluar setelah sudah 4 hari hanya di kurung di dalam rumah.


Ya, sejak 4 hari yang lalu, Mariana meminta Tiara cuti kerja guna mempersiapkan pernikahannya. Padahal segala sesuatunya Marianalah yang mengurus semuanya.


"Ingat ya.. cuma 2 jam.. " kembali Mariana mengingatkan saat ketiganya pamit.


"Iya Ma.. "


"Iya Na.. "


jawab keduanya serempak sebelum salim untuk pamit.


Dengan di antar supir Mariana keduanya menuju sebuah salon. Tentu dengan tatapan saling mengingatkan rencana mereka saat tadi berbenah.


"Pak.. Bapak cuci mobilnya ya, ini agak bau. " tutur Tiara memulai aksi.


"Tapi ini baru di cuci Non, masih bersih. " terang pak Irul, supir mamanya.


"Bagian dalemnya bau pak " Tiara menutup hidungnya agar pak Irul yakin.


"Tapi kata ibu saya musti nungguin Non berdua " ujar pak Irul lagi.

__ADS_1


Tiara melirik Via setelah mendengar jawabapan pak Irul.


"Ga papa pak, bapak nyuci dulu mobilnya. Nanti setelah siap langsung jemput kita lagi. Kan kalau 2 jaman nungguin kita nanti bapak juga jenuh. " bujuk Via kalem. Karna tak mau membuat pak Irul curiga .


"Baiklah kalau begitu Non "


Jawaban Pak Irul membuat kelegaan pada keduanya. Tiara bahkan mengulurkan uang 400 ribu untuk mencuci mobilnya, di luar jumlah yang biasa.


"Buat jajan pak, ngopi " ujar Tiara sebelum masuk ke salon.


"Buruan kamu telpon Alex, udah nyampe mana dia " titah Via setelah melihat mobil pak Irul pergi.


"Bentar lagi nyampe katanya.. " Tiara menunjukan chatnya pada Via.


"Ok, inget jangan lama, jangan sampe keduluan pak Irul. Aku mau potongin rambut Maira juga rambutku. Takutnya kalau aku ikut kamu, mama curiga karna ga ada perubahan di rambut Maira " tutur Via yang di angguki Tiara.


"Aku malah ga nyanpe mikir gitu haha.. otak ku dah tumpul Vi. Nih pake kartu aku aja" Tiara mengulurlan Debit Silver miliknya yang diterima Via.


"Pin nya Pin.. ?" tanya Via saat melihat Alex keluar dari mobilnya yang berhenti tepat di depan salon.


"Aku WA nantin. bye.. dia dah datang " Tiara berlari begitu saja dari dalam salon menuju di mana Alex berhenti dan tampak memegang ponselnya. Mungkin untuk menghubunginya .


"Hai.. " sapa Tiara sambil senyum malu-malu saat beberapa langkah lagi sampai di hadapan Alex.


"Sayang.. Hai.. Ayo.. " tangannya terulur yang di sambut Tiara dengan rasa yang membuncah.


Alex membukakan pintu untuk kekasihnya, lalu bergegas mengitari mobil untuk segera melajukan mobilnya.


"Kamu makin cantik sayang.. Poni'nya bikin kamu tambah imut " puji Alex tulus dengan tangan terulur mengusap penuh sayang kepala Tiara. Dandanan Tiara hari ini lebih feminim dari biasanya, rambut ikal tergerai, dengan poni model baru juga dress warna mustard menambah kesan bersih dan segar pada kulitnya yang memang berwarna putih.


"Kamu bisa aja gombalinnya, aku jadi malu.. " Gadis itu sedikit menunduk menyembunyikan tona wajahnya.


Alex tertawa melihat tingkah Tiara, tangannya terulur bergantian mengenggam tangan Tiara yang terasa dingin. Sedikit banyak itu membuat dia tenang akan kegugupan yang dia rasakan.


"Baru 3 hari ga ketemu, rasanya kangen banget sama kamu Ra, ga sabar pengen cepet-cepet sah. Biar bisa bareng terus "


Tiara ikut mengulas senyumnya, dia pun merasakan hal yang sama. Bahkan justru merasa begitu sangat berdebar saat melihat Alex tadi.


"Aku kayak ngerasa jatuh cinta kesekian kalinya lagi sama kamu " ucapnya sambil menatap lekat wajah Alex di sampingnya.


"Serius..? " Alex tersenyum lebar, dia juga merasa kekasihnya lebih mudah merona sedari tadi. Buru-buru di tariknya tangan Tiara untuk mendekat, dan ciuman singkat seperti curian dia berikan di pipi Tiara saat lampu lalu lintas berwarna merah.

__ADS_1


"Alexx.... " pekik Tiara melotot.


"Mau lagi ? " Alex langsung mencium sisi satunya yang membuat pipi Tiara kembali memanas. Bukan rasa marah seperti biasanya saat Alex menciumnya tapi yang di rasa sekarang, justru jantungnya memompa keras menerima perlakuan Alex.


Belum juga siap dengan sikap tiba-tiba Alex, lelaki itu kembali mencium keningnya lembut. Membuat mata Tiara memejam, begitu menghayati rasa bibir Alex di atas dahi berbalut poni barunya.


"I Love You Mutiara " bisik Alex sebelum membenamkan bibirnya pada bibir Tiara. Rasanya begitu kaku, Tiara tak bisa menolak saat Alex mencium sekilas bibirnya. Dan gadis itu baru tersadar kembali saat Alex mulai melajukan mobilnya kembali membelah jalanan.


"Ekhem..oh iya, kita mau kemana? dan katanya mau ngomong penting? " Tiara malu-malu menatapl ke arah lelaki yang terlihat sangat tampan dengan kemeja pendek warna Navi.


"Nanti kami juga tau sayang.. " ujar Alex dengan sesekali menoleh ke arah kekasihnya itu.


Mereka tiba di gerbang tinggi sebuah bangunan besar. Security membukakan palang pintu masuk setelah Alex memberikan kartu miliknya.


"Gereja? " Tiara mengerutkan keningnya memandang Alex meminta penjelasan .


Alex tidak menjawab dan memilih segera memarkirkan mobilnya di bawah rindangnya pohon .


"Alex, kenapa kita kesini? " tanya Tiara, dia butuh penjelasan.


Alex meraih kedua tangan Tiara, membawa gadis itu untuk saling berhadapan.


"Sayang, apa kamu mencintaiku?? " tanya Alex lembut dengan tatapan lekat pada mata Tiara.


"Iya, aku mencintaimu Alex, tapi kenapa kita.. " Tiara kembali menatap ke arah Gereja.


"Sayang tatap mata ku " Alex lebih dulu mengintrupai sebelum Tiara menyelesaikan kalimatnya.


"Maukah kamu menikah dengan cara agama ku? " tanya Alex saat kedua mata mereka bertemu.


"Apa maksut kamu Lex.. ?" Tiara menarik tangannya, tapi Alex menggenggamnya lebih erat lagi.


"Tiara, dengarkan aku bicar dulu. Jangan menyelanya. " Ujar Alex kali ini dengan mimik serius.


"Sayang, keluargaku menentang pilihanku untuk masuk agamamu. Aku di anggap bukan lagi marga mereka jika aku keluar dari kepercayaan ku sekarang. Maaf, aku menyembunyikan semua kenyatan ini dari mu selama ini. Dan mereka tetap mau melamarmu meski saat itu menentang pilihanku. Karna pada akhirnya aku menjanjikan kamu mengikuti kepercayaan yang aku anut pada mereka. Aku tau aku pengecut karna tak bisa tegas memilih, tapi aku merasa ga mampu apa-apa tanpa keluarga ku Tiara. Apa lagi aku anak lelaki satu-satunya. "


Alex terlihat menghela nafas panjang, sedang Tiara tampak syok mendengar penuturan Alex.


"Jadi maukah kamu mengalah demi cinta kita Ra, mau kan masuk ke agama ku? " bujuk Alex kali ini dengan menatap lekat wajah Tiara yang tampak pias.


"Ra... " Alek menciumi kedua tangan Tiara dengan mata yang mulai basah.

__ADS_1


"Aku sayang sama kamu, cinta sama kamu Ra..Aku ga mau kehilangan kamu, please.. mau kan kamu nikah dengan agama ku sekarang ? "


__ADS_2