Dia Yang Ku Cinta

Dia Yang Ku Cinta
Bab 22


__ADS_3

Sesuai kesepakatan pagi tadi, Alex benar-benar datang menemui Mariana. Ini adalah ke 2 kalinya Alex datang untuk menanyakan perihal keseriusannya.


Saat ini ketiganya yaitu Alex, Tiara dan Mariana sedang duduk berbincang di ruang tamu.


"Jadi apa yang ingin nak Alex bicarakan dengan tante malam ini..? " Tanya Mariana setelah cukup berbasa basi.


Alex terlihat menghela nafas pelan, menatap lurus pada Mariana.


"Tante, saya ingin kembali berunding tentang hubungan saya dan Mutiara.." Alex berhenti sebentar demi mengatur rasa nervousnya.


"Kami sepakat untuk melajutkan ke jenjang lebih serius, apa kali ini tante memberi Izin.. ?"


Mariana menatap putrinya yang tampak memelas, sedang lelaki sebelahnya terlihat sangat gugup.


"Tante tak masalah jika kalian ingin serius, itu lebih baik.. " Mariana mengangguk pelan.


"Yang jadi masalah kan hanya satu, tentang keyakinan kalian. "


"Kalau bagi tante, tentu apapun yang bisa membuat Tiara anak tante bahagia, tante akan mendukung. "


"Jadi tante akan merestui hubungan kami..? " tanya Alex langsung.


"Apa kamu bersedia Alex jika tante meminta kamu mengikuti agama kami sebagai syarat dari tante. ?" tantang Mariana akhirnya.


Alex tampak gelagapan, dari awal memang dia berencana mengajak Tiara pindah pada keyakinannya.


"Tante tau, semua agama pasti mengajarkan kebaikan.Walau dulu tante adalah Nasrani sebelum bertemu dengan bapaknya Tiara. Tapi tante tidak pernah berharap anak tante akan pindah kembali ke anutan tante dulu. " terang Mariana.


"Kalau Tiara mengikuti agama yang Alex anut, lalu bagaimana jika nanti mamah sudah meninggal, siapa yang akan mendo'akan mamah.. " kali ini Mariana menatap sendu pada putrinya.


"Mama... jangan ngomong gitu donk.. " Tiara langsung mendekat pada mamanya.


"Mama akan hidup lama. menimang cucu mama.. "tambahnya hampir menangis .


Alex merasa serba salah, tapi dia juga tak mau kehilangan Tiara. Dia sangat mencintai kekasihnya itu.


"Saya bersedia mengikuti kepercayaan tante dan Tiara. " ujarnya mantap.

__ADS_1


Tiara dan Mariana langsung menatap Alex, keduanya tidak menyangka pada akhirnya Alex memilih keputusan itu.


"Apa kamu yakin Alex..? " tanya Mariana.


"Saya yakin tante, untuk itu saya datang malam ini. Sekiranya tante bisa memberi peluang lagi untuk saya.. "


Mariana mengangguk, sedang Tiara menangis haru. Perjuanganya yang hampir 3 tahun tinggal selangkah lagi menuju halal. Gadis itu menangis bahagia.


"Bagaimana dengan keluarga mu.. apa mereka tidak keberatan..?" kembali Mariana bertanya, karna tidak merasa yakin.


"Orang tua saya pasti tidak keberatan tante .." jawab Alex enteng, meski sebenarnya lelaki itu bahkan belum berunding bersama keluarganya.


"Baiklah.. " Mariana menghela nafas panjang, laku kembali menatap Alex.


"Jadi kapan orang tua mu akan datang .. ?"


"Secepatnya tante. secepatnya.. "Alex tersenyum lega, setelah mendapat lampu hijau.


Tiara tak kalah bahagianya. Mereka saling menatap sana lain, merasai jebahahiaan atas restu Mariana.


Setelah berunding, akhirnya acara pertunangan akan di adakan setelah Mariana kembali dari tanah suci. Baik Alex dan Tiara sama-sama tak sabar menunggu hari itu tiba.


"Aku lega banget Lex... " ujar Tiara tak kalah senangnya, senyum manis tak pernah surut dari wajah gadis itu sejak mamanya memberi restu untuk keduanya.


"Jadi sekarang kita udah bisa donk berunding tentang bagaimana pernikahan impian kita.. " ujar Alex yang langsung di angguki Tiara.


"Aku ingin resepsinya di tempat yang terbuka Lex, dekat dengan pantai gitu. Di buat semeriah mungkin, dengan hiasan bunga warna putih.. " terang Tiara sambil menatap awang-awang.


"Bagaimana kalau hujan sayang..,? "


"Iya-ya, akh kita perlu pantau cuaca sebelum hari H kayaknya .. " ujar Tiara polos.


Alex terkekeh dengan tingkah kekasihnya itu.


Hingga tak tahan pria itu maju mencuri ciuman di pipi Tiara.


"Alexxxx... !!!" Teriak Tiara murka.

__ADS_1


"Sorry-sorry. Aku gemes banget sayang, ga bisa tahan buat ga cium kamu. Please jangan marah. Aku ga akan gitu lagi.. "


Tiara memberengut kesal sambil memegang pipinya. "Udah sana pulang " usirnya kemudian.


"Iya-iya, jangan ngambek donk.. aku janji ga akan lagi.. " bujuk Alex.


"Pulang sekarang atau aku tambah marah.. " ancam Tiara.


Alex menghela nafas panjang, lalu mengangguk lemah.


"Ya udah aku pulang.. " tangan Alex membelai lembut rambut Tiara. Lalu melangkah ke dalam untuk pamit pada Mariana.


Tiara baru kembali masuk setelah menghantar Akex pulang, gadis itu mengunci pintu. Agar lebih aman.


"Tiara sayang... " panggil Mariana dari arsh ruang tamu.


"Iya ma.. " gadis itu bergegas menyusul mamanya.


"Ada apa ma. .? " tanyanya setelah mendaratkan bokongnya di sofa sebelah mamanya.


"Apa kamu sudah merasa mantap pada pilihan kamu sayang..,? " Tanya Mariana sambil membelai pipi putrinya.


Tiara mengangguk dan merapatkan diri di pelukan mamanya.


"Aku udah lama kenal Alex ma, sejauh ini dia begitu penyayang, perhatian, mengerti aku . Dia juga ga madalah walau selama kita pacaran kita cuma pegangan tangan. Kecuali tadi, dia berani nyuri ciuman. ."


Mariana langsung menghentikam elusan tangannya di rambut putrinya. Sedikit menjsuh untuk melihat wajah Tiara.


"Dia udah berani? mentang-mentang mama udah ngasih lampu hijau..? Bagaimana jika mama cabut izinnya.. "


Tiara langsung bangkit dan meraih tangan mamanya.


"Jangan donk ma, aku bakal patah hati kalau ga jadi nikah sama Alex. . "


Mariana hanya mencebikkan bibirnya.


"Maaaaa.... " rengek Tiara yang langsung dapat tepukan di pahanya.

__ADS_1


"Makanya jangan nakal.." ancam Mariana.


"Mamaaaa....!"


__ADS_2