
Setelah mengantarkan Tiara pulang, Alex langsung mengemudikan mobilnya menuju cafe yang di sebutkan Naina tadi. Tak sampai 30 menit dia sudah sampai. Alex tau tempat ini hanya bagian bawah saja yang memang cafe. Bagian atas adalah Club yang biasa dia kunjungi bersama teman-temannya.
Begitu masuk, Alex mengedarkan pandangan kesuluruh meja mencari keberadaan Naina. Seorang Wanita dengan pakaian ketat melambai ke arahnya, dan Alex membalas lambaian dan berjalan menuju meja wanita itu.
"Udah lama? " tanya Alex sembari menarik kursi untuk dia duduk .
"Ga juga, baru kok.. aku baru aja pesen minum. Kamu mau minum apa? "tanya Naina sambil mengangkat tangan memanggi Waitress.
"Saya pesan Latte aja mbak " ujar Alex pada waitress.
"Baik apa ada yang lain mas? " tanya Waitress dengan sopan.
"Itu cukup.. " jawab Alex dan Waitress pun berlalu.
"Jadi gimana Naina? " tanya Alex langsung. Naina menyunggingkan senyum manisnya "Buru-buru banget, apa kamu sibuk? "
"hehe.. ga juga, aku hanya sedikit lelah seharian menemani Tunangan ku Fitting baju " Ujar Alex yang membuat senyum Naina memudar.
"Jadi kamu udah Tunangan.. ?" tanya Naina yang di angguki Alex.
"3 minggu lagi aku nikah " terang Alex dengan wajah berbinar.
"Wahhh... selamat, ga nyangka udah mau Sold out. Aku kira masih Free... " kekeh Naina " ekhem, kira-kira aku di undang enggak ?"
Percakapan mereka terhenti saat Waitress mengantarkan pesanan mereka.
"Kamu kirimin alamat mu aja, nanti aku kirim undangannya.. "
"Serius.. ?" tanya Naina lagi yang tidak menyangka.
"Serius donk, tapi acaranya agak jauh. Kamu yakin mau datang.. ?" Alex mulai menyeruput minumannya sambil menunggu respon Naina.
"Memangnya di mana.. ?" tanya Naina lagi.
"Pesisir.. Karna impian weddingnya kita di tepi pantai.. " terang Alex dengan senyum lebarnya.
__ADS_1
"Oh. God . Itu pasti impian semua orang. Aku pasti datang. Asal dapat undangan.. " Jawab Naina mantap.
Mereka baru saling kenal. Tapi pembawaan keduanya yang memang asik. Membuat keduanya mudah akrab.
"Jadi gimana..?" tanya Alex sekali lagi.
"Tentang ponsel ? udah akh. . lupain aja. Asal kamu mau nemenin aku malam ini. Aku anggep impas lah.. "
Alex mengerutkan keningnya " Temenin apa maksutnya.. ?"
Naina tak kehabisan ide, meski sedikit kecewa karna pria yang dia kagumi ternyata akan menikah. Tapi dia ingin memanfaat kan waktu yang ada. Itung-itung selingannya saat bosan dengan Bara.
"Naik yuk, mau kan.. ?" tanya Naina ragu-ragu.
Alex terkekeh , ternyata gadis di depannya bukanlah sosok polos seperti kekasihnya "Kamu biasa ke atas.. ?" tanyanya drngan telunjuk terangkat.
"Ga selalu juga, kadang-kadang. Lagi pengen hiburan aja. Suntuk.. " Terang Naina.
"Okey, Let's Go.. !" Alex lebih dulu melambai meminta bill.
"Aku juga lagi butuh hiburan.. " Jawab Alex dengan senyum lebarnya yang mampu menghipnotis wanita di depannya.
Keduanya beriringan menuju lift atas . Ada senyum kepuasan di hati Naina karna berhasil menjerat lelaki di sampingnya. Sedang bagi Alex tidak ada salahnya mencari hiburan di tengah kerumitan yang sedang dia hadapi.
Mereka duduk bersisian di bar dengan meneguk minuman alkohol ringan. Di selingi canda tawa. Tak lama bersama-sama melantai di iringi dentuman musik yang memekakkan telinga.
######
Di rumahnya, Tiara mulai menyusun ketas undangan yang dia akan kirim ke beberapa kenalan serta temannya.
Dering ponselnya mengalihkan fokusnya.
"Iya Via... " jawabnya sambil menulis nama pada undangan.
"Aduhh.. sibuknya calon pengantin.. " tawa kecil terdengar dari ujung talian yang membuat Tiara ikut mengulas senyumnya.
__ADS_1
"Kapan kesini.. ?" tanya Tiara " Aku udah kangen sama Maira..! "
"Minggu depan, semoga saja ga mundur lagi. ." terang Via lewat telpon.
"Kenapa lama banget.. " desah Tiara sambil merebahkan tubuhnya di ranjang .
"Kenapa, lo lagi mikirin apa. Kayaknya nada bicara lo berat banget? " tanya Via lembut .
"Aku bingum Vi, Alex belum juga resmiin masuk agama kita. Padahal tinggal 3 minggu lagi. Mama nanyain terus, aku jawabnya udah biar ga jadi fikiran. Aku merasa ada yang di tutupi Alex, tapi apa ya..? " desahnya lagi.
"Coba bicarakan baik-baik,Ra. Pas kamu tanya dia jawab apa? "
Pandangan Tiara menerawang kejadian kemarin saat ia bertanya pada Alex, yang bahkan tak di jawab lelaki itu.
"Udah ga usah mikir macem-macem, anggap ini ujian sebelum nikah " Saran Via yang di angguki Tiara, yang mungkin Via juga tidak tau.
"oh iya. Apa Nino kamu undang juga? " tanya Via setelah beberapa saat hening.
"Iya. Tapi dia lagi tugas di bandung. Dia bilang akan di usahain buat dateng.Kalau dapat izin cuti " terang Tiara.
"Ga nyangka tu anak yang culun bisa jadi anggota polisi." kekeh Via.
"Tapi sekarang dia dah ga kayak dulu Vi, sekarang gagah rupawan.." Tiara tertawa sendiri mengingat Nino sahabatnya.
"Iya-ya.. dah lama kita ga ketemu.Hoamm..."
"Udah sana tidur, jangan lupa bawain oleh-oleh kalo kesini " ujar Tiara di selingi tawa kecil.
"Mau boboin bapaknya Maira dulu, kasian dah seminggu puasa hehe.. "
Tiara malu sendiri mendengar ucapan sahabatnya yang sudah menikah. "Reseeee lo, gue masih gadis.. makkk... !!"
"Hahaha... biar lo makin penasaran sama rasa yang bisa bikin melayang dan ketagihan Ra.. " ledek Via sambil tergelak "Ra, inget ya jangan keras-keras nanti desahnya. Malu di dengar orang di luar kamar.. "
"Udah ah. gue matiin. Bye.. " Tiara cepat-cepat memutus panggilannya. Tubuhnya meremang mengingat ucapan Via.
__ADS_1
"Ahh rese Via nih, aku kan jadi takut.. dan penasaran.. " ujar gadis itu sambil berguling-guling di atas ranjang.