DIAM-DIAM MENIKAH

DIAM-DIAM MENIKAH
1. HADIAH KULIAH LAPANGAN (Tersesat)


__ADS_3

...****************...


Universitas Z dari fakultas matematika dan ilmu pengetahuan alam,jurusan fisika. Hari ini selesai melakukan pengabdian kuliah lapangan di desa X. Para panitia penanggung jawab kelancaran acara ini mulai mengumpulkan junior junior yang ikut KL per bus. Kepulangan mereka ditemani warga sampai bus itu meninggalkan desa mereka. Selama perjalanan semua anak anak bergembira termasuk bus 10 yang tak kalah ramai nya dengan tingkah kocak mereka masing masingnya.


Meysha yang memiliki nama lengkap Anindya Meysha Anak dari pasangan Carissa dan Dino. Anak perempuan satu satunya dalam 4 bersaudara. Iya memiliki 3 orang kakak laki laki yang sekarang sudah sukses dan juga sudah berumah tangga.


Meysha terkenal gadis pintar periang dan paling heboh di tahun angkatannya. Dia tak sesempurna putri dalam dongeng dan dia tak sepintar albert Einstein dan tak secantik bidadari khayangan. Ya meysha hanya gadis yang bawel heboh yang tinggal disebuah istana keluarganya. Gadis yang manja dan tidak bisa melakukan apapun kecuali hanya bisa makan dan belajar.


Namun hari ini teman temannya tak menemui sifat tersebut. Bila gadis ini banyak diam tentu sesuatu yanga hebat telah terjadi pada dirinya bukan?. Tapi apa?. Apa yang membuat gadis ini seperti itu?. siapa yang berani mengubah moodnya yang sangat baik tersebut?


Sonia yang duduk disampingnya adalah sahabat meysha dari sejak kecil. Karena Sonia melihat sang besti yang diam dari sejak tadi pun mengerutkan keningnya sesaat.


“ Sha, apa yang sedang kamu pikirkan?, apakah ada yang mengganggu mu?.” Tanya Sonia. Namun meysha tampak larut dalam lamunannya melihat ke depan. Sehingga ia mengabaikan pertanyaan dari sahabatnya tersebut.


“ waktu gue mengemasi barang, gue dengar gosip tentang lo sama bang razu. katanya kalian menghilang selama 24 jam.” Tanya Sonia lagi melihat gadis ini tak merespon dirinya bertanya. “namun anehnya, kenapa orang orang tak mencari lo.”


Meysha dan bang razu tidak pulang dari jam 10 pagi setelah pengabdian lingkungan dari jam 7 sampai jam 10 pagi kemarin. Mereka menghilang begitu saja. Kemudian tidak taunya mereka kembali jam 1 siang ke lokasi diantar oleh mobil silver sampai penurunan ke masuk lokasi KL Hari ini.


“ Sesuatu telah terjadi semalam.” Ucap meysha lirih menjawab Sonia namun matanya mengarah kepada seorang cowok yang tak jauh dari depannya sedang duduk dan juga memperhatikan dirinya dari kaca spion mobil.


Cowok itu adalah seniornya, seorang ketua dari kepanitiaan KL ( Kuliah Lapangan ). Dia bernama Razu Aulia Nugraha. Razu adalah putra tunggal dari pasangan alira dan anton. Di Kampus, razu dijuluki senior terkejam oleh junior juniornya. Karena sifat yang dingin dan suka marah dengan hal kecil. apalagi kesalahan itu berasal dari juniornya. Maka pria ini akan memaki maki bahkan tega memukul.


Pria ini memiliki kulit putih dan bersih,ditambah bibir merah natural. Pria ini adalah pangeran didalam dongeng yang terdampar ke dunia nyata karena sakin sempurnanya. Tapi ingat tak ada yang sempurna disini ya. Karena sayangnya meski tampan tapi memilki tentramental yang buruk.


“what?, apa yang telah terjadi?,apa lo kenal bg razu? Atau lo dekat dengan bg razu? Kok bisa satu mobil?” tanya sonia setelah mendengar jawaban mesyha tersebut secara brutal.


“stopp!, Sonia!.” Bentak meysha sehingga membuat mata yang bisa melihat posisinya langsung perpaling kearah meysha dan Sonia. Termasuk razu yang memutar tubuhnya melihat keduanya.


Meysha melihat razu, razu menggerakkan alisnya kemudian menghadap ke depan lagi. Sedangkan Sonia langsung mengerutkan kening setelah menyaksikan sifat razu seperti sudah mengintimidasi sahabatnya dari jarak jauh.


“apa yang terjadi diantara mereka?” gumam Sonia dalam hati.


Pria itu pun beranjak dari duduknya menghampiri bangku meysha dan Sonia. "Permisi dek,bisa tukar posisi. kamu duduk di depan saja?.” Suruh razu kepada Sonia. Sedangkan meysha terlihat cemas.


Sonia malah terdiam,Bukannya merespon sang senior. Rau pun kembali berkata “saya butuh bicara dengan teman kamu,jadi saya minta tolong sebentar aja.” Tutur razu lagi.


“ah oke bang” Sonia pun berdiri kemudian duduk didepan.


Razu pun duduk disebelah meysha yang tak mampu menatap dirinya. Bahkan meysha memilih memalingkan wajahnya dengan melihat ke luar jendela sehingga angin masuk dan menghembus rambut cantiknya.


“ Gue minta maaf atas apa yang telah terjadi, gue juga minta maaf atas perkataan orangtua gue. perketaan mereka memang menyakitkan. Tapi bukan berarti orangtua gue salah.” tutur razu pelan sehingga tak satu pun yang mendengar kecuali meysha.


Meysha pun bersikap tak peduli, namun dibalik itu sebenarnya ia menahan air matanya. Karena ia tak ingin menangis bahkan tak rela untuk mengeluarkan air mata saat dirinya benar benar dipermalukan didepan orangtuanya dan orangtua razu.


“ Apakah ini hadiahmu, untuku?, aku nggak menyangka dapat hadiah yang sangat menakjubkan ini” ucap meysha melihat mata razu membuat pria ini langsung mengalihkan pandangan karena tiba tiba saja gugup.


“hadiah?, Hadiah apa?” tanya razu mengerutkan kening dengan melihat kesembarang tempat.


“hadiah setelah kuliah lapangan. . Karena aku menang dalam permainan kemarin?” Ujar meysha sambil tersenyum miris kemudian kembali melihat ke jendela.


“gue tidak tau maksud lo. Tapi yang jelas,, lo harus bisa menjaga rahasia tentang ini. anggap saja ini adalah mimpi. Lo mimpi menikahi gue. gue juga akan begitu. Gue mimpi menikahi lo” Tutur razu mengingatkan meysha.


Sejenak meysha diam tak berkutik. Mudah banget ya kalau berkata kata. Gadis ini menghela nafas kasar. “yah benar, emang harus begitu.” Ujarnya tersenyum. “lagian siapa yang mau mengalami kejadian seburuk itu secara nyata. Apalagi itu sebuah aib. Tidak mungkin aku membongkar rahasiaku sendiri” Tambah meysha kini kembali menatap razu.


“kenapa lo menatap gue begitu?” ketus razu heran dengan reaksi meysha yang membuat dirinya tak nyaman. Apalagi mata gadis tersebut membuat bulu ramangnya naik saja.


Meysha kembali memalingkan wajahnya. “ternyata kuliah lapangan ini, menyenangkan juga ya” ujar meysha kembali membuat razu benar benar menatapnya kembali. Namun meysha tidak.

__ADS_1


Semua berawal dari, hari itu di mana meysha dan teman temannya membersihkan tempat demi tempat. Sedangkan razu dan bella mengawasi mereka dari kejauhan.


Razu melihat para perempuan tersebut. kemudian matanya terdiam melihat kharisma wajah gadis beranbut panjang dan memilki tubuh benar benar montok. Gadis itu terlihat bersinar dari yang lain. "Yang rambut panjang itu kok baru nampak ya. Anak kelas mana itu say.?" Ujar Razu melihat Bella yang sedang melipat tanganya di atas dadanya


"Dia dari FISB kalau Ndak salah, kenapa emang?." Jawab Bella lumayan kesal melihat sang kekasih.


“montok banget. Cantik lagi.” Ujar razu sembari membuat bella cemburu.


“mata keranjang” ketus bella kesal.


Tak lama razu melihat meysha tiba tiba ditinggalkan teman temannya sendiri.


“bella, kamu lihat anak anak yang lain kemana mereka itu?” suruh razu menunjuk rombongan meysha tiba tiba saj pergi.


“okey” sahut bella kemudian pergi. Bella ini gimana sih bodoh atau gimana. Masa ia malah meninggalkan razu sendiri dengan bocah yang jelas jelas razu tertarik dengannya.


Dalam sekejap mata Razu pun tanpa sadar ikut kehilangan meysha. Pria ini melihat sekeliling nya sambil berjalan ketempat gadis itu berdiri. Saat itu ia menemukan jejak kaki seseorang yang mengarah ke hutan. Karena ia yakin bahwa itu meysha, pria ini pun menyusulnya.


Tak lama dan tak jauh dari lokasi razu melihat perempuan alias juniornya itu tampak ke bingungan. Razu pun menghampiri nya “ehem ehem, ngapain kamu disini?” Tanya razu.


“ bg razu?!” Awalnya meysha terkejut melihat pria ini. Namun setelah itu ia menghela nafas lega melihat seniornya ini didepan mata. Meysha benar benar bersyukur melihat pria tampan ini ada dihadapannya. “Aku kira aku akan menghilang untuk selama lamanya. Aku bersyukur banget ketemu dengan bang razu.” Ujar meysha benar benar bahagia.


Razu pun melihat sekelilingnya. Ia baru sadar kalau mereka bukan lagi ditempat perdesaan tapi malah di hutan belantara. Bukan hutan,tapi ini adalah semak belukar dan bukan lagi tempat kemah mereka.


Melihat razu tampak panik,meysha pun mengerutkan keningnya. “ Bg razu?, ada apa?. Bg razu pasti tau jalan pulangkan?” Ujar meysha tersenyum. "Taukan ya. tau?" dendangnya.


“aku tidak tahu, perasaan aku baru tiga langkah dari tempat kamu berdiri sebelum ini. Tapi kok...” Tutur razu tiba tiba saja terdiam karena terpaku melihat gadis ini yang basah kuyup entah dapat hujan dari mana.


Ketika dirinya menurunkan matanya betapa terkejutnya razu melihat pemandangan dada gadis ini. seksi banget. Baju putih yang basah itu melihatkan isi dalam dari tubuh gadis ini. tapi untung nya gadis ini memakai bra.


"Aaaa!!" pekik meysha seketika menutup dadanya dari pandangan razu.


“dasar mesum” teriaknya.


“shuuuit,maaf. nggak sengaja..” ketus razu memalingkan pandangan. “tapi… apakah kau tidak memakai singlet atau tank top gitu?” Tanya razu membuat meysha benar benar membelalakkan matanya.


“arghh ,, pantaskah kamu bertanya begitu hah?” ketus meysha mengerucutkan bibirnya nya kesal.


“eh, apa?. Yaa. Kamu kan cewek!. Pantas nggak sih berpakaian begitu? Mana baju putih tipis begitu. Itu mu jelas banget tauk. Atau jangan jangan kamu sengaja untuk menggoda senior senior tampan disini.” Tanya razu menunjuk dada razu dengan santai.


“waah.. kamu benar benar ya., Ganteng dari mananya?. Senior di kampus ini bukan seleraku!” Ketus meysha mengerucutkan bibirnya kesal.


" Tapi kamu berselera dengan ku bukan?" goda razu.


"Parah!"


“udah lupakan saja. Kenapa kita malah ribut dengan hal nggak penting.” Ketus razu kesal.


Mereka pun mulai berjalan kembali mencari jalan untuk keluar dari tempat tersebut. Meysha mengikuti razu dari belakang. Ia seperti ekor yang terus memegang switer yang dikenakan oleh pria ini. Berputar berputar dan berputar. Mereka sudah berputar lebih dari sepuluh kali namun mereka tetap masih ditempat yang sama. Meysha yang sudah tak tahan berjalan lagi akhirnya duduk disemak semak itu.


“sepertinya kita sudah masuk ke dunia lain.” Ucap meysha membuat razu menatapnya. “tempat ini hanyalah sebuah semak bukan hutan. Tapi bisa bisanya kita tersesat. Apakah kita mati?”


“please deh, jangan berbicara aneh.!” Bentak razu. “lagian ini semua gara gara lo, ngapain coba lo pergi hah?” ketus razu sangat kesal.


“kenapa malah menyalahkan ku!. salah bang razu sendiri ngapain mengikuti ku.” ketus gadis ini Sewot. “mana ngikutin aku sendirian lagi, ntar menjadi fiknah pula sama pacar bang razu itu.” cerewet meysha.


" Gue ini penanggung jawab. Kalau gue nggak susul Lo, bisa saja Lo hilang. Kan repot kalau Lo hilang" ketus razu.

__ADS_1


"Tapi apa?.. kita malah hilang bersama bukan?. arghh.." Kemudian gadis ini menghela nafas untuk mengendalikan nafasnya yang tiba tiba memburu.


“Kita tidak hilang,cuma sedikit tersesat. sekarang itu pikirkan bagaimana caranya kita keluar dari sini saja. Jangan ribut.” Ujarnya.


Meysha pun memeluk tubuhnya sendiri karena dingin. Bahkan bajunya belum kering kering, padahal kaos putih yang ia kenakan tipis. “rasanya ini benar benar tak masuk akal. Apakah jangan jangan kita disembunyikan disembunyikan setan?" tebak razu membelalakan matanya


“eh,kau!.” Bentak razu menunjuk meysha benar benar marah. “astaga!” razu benar benar sangat kesal. “aku sudah mengatakan jangan berbicara aneh aneh.” Ujarnya setelah menghela napas panjang.


“kalau bukan, terus ini apa?. Kita tidak bisa menemukan jalan pulang dan lihatlah tubuhku. Kita disini sudah berjam jam tapi aku tetep basah kuyup. Bukankah ini sangat aneh.” Akhirnya gadis ini menangis.


“lo basah begitu, karena keringat. Nggak ada yang lain. Jadi please jangan ngomong yang tidak tidak disini.” Tegas razu kembali. "lagian Lo kecemplung dimana sih?"


"Nah itu aku tidak tau,tadi itu aku ngikutin kucing hitam banget terus Kucing itu melompat kedalam Kali dan minta tolong terus aku masuk kedalam kali itu dan menyelamatkan nya." Jelas meysha.


"itu berarti kamu masuk kedalam air, bodoh!. Arghh ribet. Cantik dan seksi aja, tapi bodoh" ketus razu kesal. "lalu kemana kucing itu?"tanya razu kembali.


"Hilang,nggak tau kemana" sahut meysha dengan mudahnya


"Hilang?, bukannya Lo nolongin kata Lo tadi?."


"iya aku nolongin. Tapi kucingnya langsung hilang kek gitu aja... Apa jangan jangan kucing itu setan ya bg razu?, Dan baju ini basah karena kerjaan setan itu?"


" setan setan lagi, setan nggak akan mau menghampiri orang bodoh kayak kau!." jawab razu sudah mulai merinding namun tetap masih menyembunyikan nya dengan tampang palsu sok berani itu.


“aku tidak bodoh ya, ini pasti kerja an setan itu. kau pernah dengar kisah nyata kkn desa penari bukan?. Nah bisa jadi kita kek gitu juga.” pekik meysha tiba tiba saja berbicara tak masuk akal. “ aku yakin pasti kita sudah meninggal di dunia nyata.” Tuturnya membuat razu juga ikut panik.


“selain bodoh, kau juga goblok ya?. Itu hanya flm”kekeh razu.


“yah,,, ini nih contoh senior kuno. Ketinggalan berita!!” ketus gadis ini mengangkat sudut bibirnya.


Razu menutup wajahnya kemudian menghela napas barat,dirinya menatap kebawah kemudian menjongkokkan diri agar selaras dengan gadis ini.


“jangan gila kau ya, kita baik baik saja” tutur razu menatap mata berbola pirang tersebut. Tidak hanya itu, razu hendak membuka sweater nya, namun terjeda karena meysha berteriak.


“aaa! mau apa bang!”


Razu pun lanjut membuka switernya kemudian setelah terbuka, ia hanya mengenakan singlet putih. “ pake ini.” suruh razu memberikan switer yang ia kenakan. “sebelum gelap,kita harus keluar dari sini. Ayo pake lah.”


“astaga! Apa ini!.


“astaga”


“apa yang sedang kalian lakukan ditempat ini?”


“Apa ini.”


“astaga, ini benar benar diluar dugaan.”


“maaf!, ini ini bukan seperti yang kalian pikirkan.” Jelas razu segera berdiri dan meysha ikut berdiri setelah memasang switer nya.


“apa yang kalian lakukan dilingkungan kami?, kalian akan dikutuk.” Bentak mereka marah besar.


“maaf, tolong dengarkan penjelasan kami dulu pak.” Ujar razu kepanikan.


“ayo bawa mereka kebalai desa.”


"Dasar anak muda tak punya harga. berani sekali membuat sial dikampung kami!"

__ADS_1


Bersambung;)


__ADS_2