
...****************...
“Anindya!” Panggil alfano membuat meysha menoleh kebelakang dan melihat alfano. Alfano berjalan kearahnya. Namun tiba tiba ia terhenti saat melihat razu yang berjalan kearahnya dibelakang meysha.
Karena alfano berhenti meysha balik kebelakang dan melihat razu, razu menatap meysha sekilas kemudian tersenyum cool sambil berlalu meysha pun hanya menunduk kemudian balik badan kembali melihat razu yang kini didepan alfano.
Alfano dengan wajah kecewanya menunduk kan tubuhnya kemudian menyapa razu. Razu pun menjawab dengan senyuman. Ia sempat berhenti melihat alfano kemudian melihat meysha dan setelah itu ia berlalu dan alfano pun melanjutkan langkahnya mendekati meysha.
“Sayang” Sapa alfano.
“iya”
Tak lama razu lewat kembali tanpa mengacuhkan mereka. Alfano melihat meysha yang melihat razu acuh begitu.
“Ayok kita ke kantin.” ajak alfano.
“ayo”
Alfano jalan lebih dulu dan meysha mengikutinya. Tiba di kantin mereka duduk. Alfano meraih menunya. “kamu mau makan apa?”
“Ini sepertinya enak. Coba yang ini aja.” Ujar meysha menunjuk ayam geprek nya.
“baiklah kita pesan ini aja.” Tutur alfano.
Alfano pun memesannya. Tak lama pesanan mereka datang dan buk kantin meletakan dua ayam geprek dengan nasi didepan mereka masing masing. Mereka makan bersama. “bolehkan aku bertanya sesuatu kepadamu?” Tanya meysha membuat alfano menatapnya.
“iya”
“ kapan kamu mulai mencintaiku?, setelah kita bertemu dikampus. Atau sebelumnya.” tanya meysha.
Alfano terdiam. Kemudian ia tersenyum tipis. “aku menyukaimu, sejak awal kita bertemu. Jauh sebelum kamu menyukaiku terlebih dahulu. Namun aku hanya memendamnya karena waktu itu aku masih ragu dengan perasaanku. Dan waktu itu belum tepat” tutur alfano dengan lembut.
“sekarang?” tanya meysha lagi.
“sekarang…. Yaaa sekarang aku sangat mencintaimu dong. sayang” ucap alfano kemudian melanjutkan makannya.
“Apakah kamu masih mencintai ku,meski aku suatu saat membuat mu kecewa denganku?” tanya meysha dengan gugup
Alfano melihat gadis ini. "Kenapa kamu mengatakan itu?. apakah kamu berencana menyakiti ku ha?"canda alfano mencubit hidung meysha. Meysha pun tertawa gemas.
Tiba tiba ditengah tengah makan meysha dapat telepon. Alfano tak sengaja melihat hp meysha sebelum meysha mengangkat hpnya tersebut.
“hallo bg.”
“…”
“malam ini?”
“…”
“tapi aku ada pertemuan kelas. Gimana dong?”
“…”
Meysha beralih bertanya kepada alfano. “sampe jam berapa kita nantik?” Tanya meysha.
“nggak tau juga. soalnya komting yang atur bukan?” tutur alfano.
“…”
“sama alfano”
__ADS_1
“…”
“ya”
Ponselnya langsung mati. Meysha mengerucutkan bibirnya kesal membuat alfano bingung. Kenapa gadis ini terlihat kesal dan betek.
“kenapa?” Tanya alfano.
“tidak papa.. hehe.”
Mereka selesai makan pun pergi setelah membayar. “waktu berlalu dengan cepat ya.” Tutur meysha.Alfano pun langsung tersenyum.
Disela sela mereka berjalan berdua yang hendak ke tempat pertemuan tiba tiba meysha dikejutkan oleh Bella. Bella menatap meysha dengan tatapan sulit diartikan
“ Bukankah terlalu berat,..” ujar Bella mengajak meysha bicara
“apa Yang berat?” Tanya meysha mengerutkan keningnya melihat Bella tersebut. sama dengan alfano juga melihat Bella dengan serius.
“Terlalu berat ketika 2 orang yang saling mencintai namun dipaksa berpisah oleh keadaan.” Tutur bella. membuat meysha dan alfano kebingungan dengan makna kata tersebut.
"Kita sama sama mencintai. Dimana, Dua orang yang saling memendam perasaan kemudian bermimpi akan bertemu didalam titik terbaiknya mengikat hubungan. Setelah mereka bertemu dititik yang menurutnya baik. Namun, rupanya titik itu mejadi titik terbaik untuk perpisahan mereka yang belum sempat dimulai karena mereka hanya ditakdirkan untuk saling mencintai, bukan untuk saling memiliki. Cinta mereka terhalang karena salah satu dari mereka telah memilki pasangan." Setelah berkata kata Bella pun pergi.
“kenapa dia ngomong begitu?” gumam alfano dalam hati kemudian melihat meysha.
"Kenapa dia ngomong begitu ya?" tanya alfano langsung ke meysha.
"Lupakan saja. Mungkin dia lagi ada masalah" tutur meysha.
"Oh, okey yank" sahut alfano mengangguk, sedangkan Meysha melihat punggung gadis yang frustasi tersebut. Pasti sangat sangat berada diposisi Bella saat ini.
"Sayang?, Sayang..." ujar alfano melambaikan tangannya membuat meysha terkejut.
"Kamu mikirin apa si?"tanya alfano.
"oooo anu... mending ayo kita ke kelas." ujar meysha mengalihkan topik pertanyaan alfano begitu saja.
Ketika mereka kembali lagi ke kelas ternyata sudah ramai. “masuklah.” Tutur komtingnya mempersilahkan keduanya “sini duduk, sha” ajak komting tersebut melindungi meysha agar tak terlihat dikucilkan. Karena bagaimana pun ia tau apa yang terjadi dengan anak anak tersebut sekaligus dengan meysha.
Karena sudah jam satu mereka mulai rapat kelas dan merencanakan berbagai bentuk kekompakan kelas tersebut. Ketika itu perkumpulan menghabiskan waktu sampai jam delapan malam hanya untuk membahas sifat sifat kita yang tak saling peduli tapi malah saling memojokkan.
“yang cewek cewek ini tolong ya, jangan pakai circle circle an. Kekompakan kelas ini sangat minus apalagi ada perkumpulan. Terutama kamu meysha.” Ujar zain menunjuk meysha membuat meysha menggerakkan alisnya.
“rombongan meysha benar benar susah sekali kalau ada pertemuan.” Tutur zain kembali.
“kalau ada pertemuan itu bisa datang bukan?” Tanya Aditya melihat meysha.
“bisa, tapi aku tidak tau dengan yang lain. Karena disini aku tak punya rombongan. Jadi stop bilang aku dan rombongan.. aku disini Cuma berdiri sendiri.” Ujar meysha memohon.
“iya, meysha hanya bersama gue.” Jawab komtingnya. “kalau meysha bisa kita andalkan kok.”
“pokoknya yang susah susah datang itu, bisa datang nggak sih. Ini demi kelas kita.” Tegas zain.
“iya hargai lah komting kita.” Tutur nadin.
Saat teman teman nya membahas. meysha melihat jam sudah lewat jam delapan. Sedangkan telepon meysha beberapa kali bergetar. Yang menelepon itu tidak lain adalah razu. Meysha pun berbisik kepada komtingnya. Bertanya kapan pulang.
“Sudah ku bilang dan yang lain juga bilang. Kalau mau bicara lah kepada kami.” Ujar zain membuat meysha menjadi tersudut kan.
“aku sudah ditelepon lebih 10 kali. Izinkan aku pulang.” Pinta meysha.
“kita semua juga mau pulang kok, sebentar lagi. Tahan ya.” Tutur Aditya.
__ADS_1
“oke!”
Setelah satu jam yang dibilang sebentar itu, akhirnya pulang juga. meysha langsung keluar paling pertama ia ke parkiran. Dan orang orang melihatnya. “mobil itu milik dia?” Tanya aditya.
“iya” jawab alfano.
“dia anak konglomerat.” Tutur mimi.
“iya kah?” jawab yang lain tak percaya.
“emang iya, kemarin itukan dia dan teman temannya yang dari FIS A lama yang menghajar kak bella.”
“udah jangan di cerita in.”
“pantesan dia tak mau ditumpangi. Tapi setidaknya nggak bisa menawarkan apa.” Tutur nadin.
“orangtuanya sudah nelpon makanya nggak sempat lagi.” Ujar alfano membela meysha yang sudah pergi dengan mobilnya itu.
Sedangkan meysha tiba di apartment pukul 10 malam. Setelah ia memarkirkan mobilnya iya pun keluar dan hendak masuk lift namun tiba tiba ia berhenti karena.
“heyy!” panggil razu yang juga baru keluar dari mobilnya.
“ Kenapa kamu tidak datang, malah pulang selarut ini?” Tanya razu sambil berjalan sempoyongan.
“anu.. tadi,
“ Apakah karena kau bersama alfano sampai lupa dengan suamimu ini?” Tanya razu.
“ Bg razu, tadi aku ada pertemuan kelasku. Aku Kan sudah bilang.” Ujar meysha.
“Itu bukan urusanku!, aku sudah menunggumu begitu lama.” Ketus razu. “kalau memang nggak mau datang bilang!. Jadi aku tidak perlu lama menunggumu.” Ketus razu akhirnya masuk lift.
“Emang ada apa kamu menunggu?”
“Kalau kau datang, kau akan tau. Tapi karena kau tak datang jadi tidak perlu kau tau.” Ketus razu sangat kesal. Bahkan berdiri saja sudah tak kuat. Entah berapa banyak ia minum karena sakit hati dengan wanita yang ia tunggu.
“bang Razu mabuk berat? Berapa banyak bg razu minum sih?!” ketus meysha karena aroma tak sedap ini.
“ wah kamu malah mengomeli ku. Apakah kamu sekejam ini hah?” razu melihat meysha dengan tajam. Bahkan di saat mabuk pria ini masih sempat nya melihat gadis ini dengan tatapan tajam dan tak berperasaan tersebut.
Ting
Pintu lift terbuka. “sini aku bantu.” Tutur meysha memapah tubuh razu yang sudah lemah karena mabuknya.
Razu mendorong meysha. “aah, Nggak usah!" Ketus Razu sok kuat
“kita akan bicara setelah kamu sembuh. Setelah pikiranmu normal kembali.” Ujar meysha. Kemudian sekali lagi mencoba memapah razu. Mereka sampai depan pintu, razu menekan kode pintu masuknya. Setelah itu meysha membawanya masuk.
Seketika tangan meysha diputar razu membuat meysha meringis kesakitan. “ apakah ada orang mabuk bisa menekan kode hanya sekali?”
“what?”
“ Kamu hanya memainkan ku kah?.” Tutur razu sungguh menyakitkan.
“ ah, bang Razu sakit bang" Meysha meringis kesakitan. “ Kenapa kamu posesif begini bg razu.”
“aku posesif katamu?. Baiklah. Lupakan semuanya. Sekarang aku paham seperti apa dirimu. CUKUP TAU.” Ketus razu kemudian pergi dari hadapan meysha dengan berjalan tidak lurus lagi mengarah ke kamarnya.
"Aneh banget tu orang." rungutnya.
Bersambung ;)
__ADS_1