DIAM-DIAM MENIKAH

DIAM-DIAM MENIKAH
Berdebat lagi


__ADS_3

...****************...


“aaa. Lepaskan aku. Gila!” pekiknya. “ bg razu, hampir saja membuat ku serangan jantung karena naik itu. jadi jangan membuat ku kesal lagi oke!” tegas meysha.


“Febbi. Lo dari mana aja sih.” Tanya dian menemui febi masih diposisi itu meski keduanya sudah pergi dari sana. “feb!” teriak febi sampai febi terkejut sekali.


“Sonia. Sebaiknya lo kubur perasaan lo untuk bg razu. razu itu playboy” ketus febi begitu geram.


“ada apa emang?” Tanya Sonia mengerutkan keningnya.


“bukan apa apa. Tapi gue rasa lo harus membuang perasaan itu.” tutur febi.


“lo habis lihat bang razu dengan meysha, ya?” Tanya dian.


“kalian sudah melihatnya?” Tanya febi balik dengan syok.


“ya, kami melihatnya bermain jetpack air terbang itu.” sahut Sonia. “lagian siapa bilang gue benar benar suka dengan bang razu.” tutur Sonia sambil tersenyum.


“ jangan berbohong. Matamu mengatakan sebaliknya.” Tutur dian. “lagian aku yakin mereka hanya bermain sebagai kakak dan adek sepupu.” Ujar dian menghibur Sonia.


“benar benar tuh.” Sahut febi ikut mengangguk angguk.


“siapa cewek yang bersama razu itu, mereka mesra banget.” Tiba tiba orang menceritakan keduanya disamping mereka.


“kalau dilihat dari mereka berciuman pasti itu pacar barunya.” Tutur yang lain.


Syhena ikut bergabung dengan mereka. “kalian menceritakan apa sih?” Tanya syhena.


“syhena, lo udah liat razu hari ini?.” Tanya temannya. “kita melihat razu dengan perempuan barunya sedang. Itu..” tambah temannya.


Febi menarik Sonia, namun Sonia malah bersigigih tetap di sana mendengarkan mereka semua.


“ gadis itu paling mainan sementara untuknya. Dia kan memang suka gadis montok.” Tutur syhena. “ aku tau segalanya tentang razu. gadis itu hanya boneka baru yang baru ia dapatkan .” syhena melirik dengan licik.

__ADS_1


“gue rasa tidak begitu.” Sahut teman yang lain.


“apakah bella sudah tau ini?. kalau dia tau pasti ini sangat menarik banget bukan. Wanita sombong itu pasti akan menangis histeris.” Tutur syhena sambil tertawa licik.


“yok kita pergi.” Ajak Sonia dengan geram.



“cukup!” ujar meysha mendorong tubuh razu pelan. Pipinya merona gadis ini hanya menunduk malu benget setelah apa yang telah mereka lakukan berdua ditempat umum ini meski sedikit sepi orang berlalu lalang. Tapi tetap saja ada yang bakalan melihat keduanya.


Razu malah tertawa. Kemudian ia mengelap bibirnya sedikit. “ayo” ajak razu menyatukan jari jemari mereka dan pergi dari sana. “mari kita jajan.” Razu melihat makanan makanan sederhana yang ada disitu.


“pak terlur gulungnya 10 ribu ya.” Pinta razu.


“siap den.” Sahut sipenjual.


“kamu mau jajan apa?” Tanya razu.


“oke. Kamu tunggu disini aku belikan disitu ya. Mau rasa apa?”


“coklat stoberry”


“oke”


Razu pun pergi, meysha melihat razu dari kejauhan. Pria itu sangat tampan bahkan begitu menawan. Dia bisa melakukan apa saja. Dia tak kalah multitalenta nya dari alfano.


Iya alfano pria yang dipuja puja meysha karena memilki segala kepandaian. Alfano adalah orang yang bisa melakukan segalanya. Pria itu meski berasal dari keluarga tak mampu namun ia memilki bakat yang sempurna.


Razu pun mendekat kearah meysha dengan es krimnya. “ini, sayang” ia memberikannya kepada meysha kemudian duduk di kursi yang tersedia itu.


“ini den.” Penjual itu juga memberikan pesanan razu.


“makasi pak” sahut razu.

__ADS_1


“sama sama.”


Razu pun juga menikmati santapannya. “kamu mau?” Tanya razu.


“mau” sahut meysha membuka mulutnya minta di suapkan. Razu pun menyuapkannya dan mengelap tepi bibir meysha karena sedikit kena saus dari telur gulung itu. meysha setelah menelan nya lalu pun mencicipi es krimnya.


“terakhir kali aku jajan di pedagang kaki lima itu waktu aku kelas 6 SD. Hari itu aku beli bola bola kecil, apa ya namanya. Rasanya itu sangat enak sekali. Eh tak taunya mama ku marah karena aku makan makanan begituan. Sejak itu aku tidak lagi makan makanan dipinggir jalan.” Tutur meysha.


“mmm. Apa bedanya dengan ku. Aku juga tidak pernah makan makanan seperti ini. tapi setelah aku pacaran dengan bella. aku jadi tau betapa enaknya makanan seperti ini dibandingkan makanan di restoran.” Tutur razu tiba tiba teringat kenangan nya bersama bella disini.


“sejak kapan kalian pacaran?” Tanya meysha degan nada tak suka. Namun razu tak sadar dengan gadis ini. ia justru mengingat momen nya bersama bella ditempat ini. “bang razu!” ketus meysha.


“ah!” razu terkejut melihat meysha karena tiba tiba ia meninggikan suaranya. “ I am so so sorry sayang.”


“kamu memanggil ku sayang sayangan tapi di otakmu ada kenangan bersamanya.” Ketus meysha menelan suaranya. Meysha membuang es krimnya kemudian pergi meninggalkan razu dari sana.


“mey.. meysha!” panggilnya namun tidak didengarkan oleh meysha. Razu pun membayar jajanannya. “kembaliannya untuk bapak aja” tuturnya setelah itu pergi menyusul meysha yang sudah jauh dari sana.


Saat razu mengejarnya, meysha pun berlari dan langsung naik taksi. “ jalan pak”


“mey!” razu pun menggusau rambutnya frustasi. Setelah itu ia mengambil motornya.


Tak lama meysha sampai di apartemen dan razu juga sampai. Ia melihat meysha jalan kaki memasuki apart. Pria ini meminta satpam untuk memarkirkan motornya ditempatnya kemudian menyusul meysha. Tiba didalam razu menarik tangan meysha membuat wanita ini langsung berbalik menghadap dirinya. “kenapa kamu terlalu sensitif. Aku hanya tak sengaja menyebut namanya.” Tutur razu.


“bukannya minta maaf, bg razu malah mencari alasan.” Ketus meysha sangat kesal.


“kenapa aku harus minta maaf. Aku tidak salah!” ketus razu. “bella itu mantanku. Kami baru putus setelah tujuh tahun bersama. Ya wajar saja aku menyebut namanya tanpa disengaja.” Jawab razu kesal juga.


“iya. Wajar saja.” Tutur meysha sambil menarik tangannya dari pegangan razu. ia pun meninggalkan razu.


“seterah kamu!. Aku tidak akan meminta maaf. Aku tidak salah.” Teriak razu,tak jauh dari egoisnya juga. “dasar, egois. Sensitif.” Caci makinya..


Bersambung:)

__ADS_1


__ADS_2