DIAM-DIAM MENIKAH

DIAM-DIAM MENIKAH
Hilang sudah Citra meysha sebagai mahasiswa pintar


__ADS_3

...****************...


HARI INI


“ma, aku berangkat kekampus.”ujar meysha pamit kepada orangtuanya.


“iya sayang hati hati.”kemudian cerissa beralih menatap razu. “razu,mama mohon jaga banget anak mama ya” pesan saang mertua.


Razu mengangguk ramah. “aku akan menjaganya dengan segenap jiwaku mah” sahut razu.


“kita pergi ya ma”


“hati hati”


Mereka pamit.


##


Meysha berjalan dikoridor kampus hendak memasuki ruanganya. Saat itu tiba tiba saja tiga orang mahasiswa menghampirinya.


“hy meysha?” sapa mereka membuat meysha berhenti dan tersenyum ramah kepadanya.


“ternyata kamu sangat cantik ya. Pantesan saja” tutur mahasiswa tersebut sedikit meremehkan.


Meysha yang menyadari pujian itu tidak tulus pun berusaha tersenyum agar terlihat anggun dan baik baik saja. “makasi atas pujiannya” sahut meysha kemudian pergi dari sana.


“lihat lah, dasar murah!”


“pasti menikah karena telah berzina”


“ih dasar murahan.”


“jijik”


Semua orang menjauhi meysha karena kasus tersebut. Bahkan teman teman kelas nya ikut menjauhi meysha karena takut terkena dampaknya. Meysha pun tersenyum tipis untuk ini saat melihat teman temannya makin jauh darinya.


“menjauhlah, lagian kalian bukan circle kami. Berlian tak berteman dengan serpihan debu seperti kalian.” Tutur sonia tiba tiba saja. Membuat semuanya jadi terdiam. Meysha pun berbalik kebelakang dan melihat sonia.


Namun sonia terlihat cuek saja. Meysha pun tersenyum saat melihat sahabatnya ini. sudah lama mereka ta bertutur sapa sejak kejadian dilaut itu. “terimakasih sudah membelaku”

__ADS_1


“aku tidak melakukannya untuk mu. aku hanya melakukan apa yang membuat ku terasa nyaman saja. Lagian aku tidak nyaman duduk dikelilingi debu yang dapat membuat wajahku berjerawat.” Ujar sonia.


Meysha pun duduk didepan sonia. Tak lama teman dian dan febi datang juga. mereka terkejut melihat tempat duduk yang benar benar sepi. Hanya ada sonia dan meysha dibagian kanan, sedangkan dibagian kiri penuh.


“apa ini?” tanya febi.


“apakah sudah menunjukan mana yang kelas rendah dan kelas tinggi?” tanya dian. “bahaya sekali dunia perkuliahan ini ya” sambungnya.


“duduk lah kalian” suruh sonia. “jangan hiraukan mereka semua.” Ketus sonia.


“oke. Lagian siapa peduli, dari sejak sejak dulu kita juga dikucilkan” tutur febi sambil duduk disamping sonia dan dian disamping meysha.


Tak lama seorang dosen pun masuk. Suasana pun menjadi hening dan tenang seketika. Para laki laki yang jumlahnya sekitar 10 orang itu secara serentak berpindah kesisi kanan untuk memenuhi tempat agar terasa seimbang.


Kuliah berjalan seperti biasanya. Kali ini mata dosen itu menuju pada meysha, apa kali ini. Akan kah meysha akan diisebut sebagai mahasiswa pintar lagi, atau nama itu akan hilang. Yah benar nama itu hilang dengan melihat cara dosen itu menghindari kontak mata tersebut.


Meysha pun sedikit terkekeh. “ternyata ini bukan akhir yang bahagia. Berita ini membuat banyak orang kecewa. Dan banyak juga yang memandang buruk tentang gue.. tapi bodo amat. Gue hidup bukan untuk memikirkan dia”


Tak lama jam kuliah berakhir. dosen tersebut juga pergi. Meysha langsung berdiri “tunggu teman teman semua. Saya ingin berbicara.” Tutur meysha berdiri didepan.


Sehingga semuanya kembali duduk dengan malas sebab jam mereka telah dipake. Meysha pun melihat semua teman temannya. Kemudian gadis ini menunduk dan meminta maaf dengan gerakan tubuhnya.


“akhirnya sadar juga lo”


“saya memang anak orang kaya, tapi saya bukan orang jahat. Jadi kenapa kalian menghindari saya?. Saya tidak pernah membedakan teman teman semua. Kalian semua adalah saudara saya dikelas ini. bisakah kalian biasa saja melihat saya dan bisakah kalian berteman dengan saya. Kenapa kalian menghidari saya, sonia febi dan dian?. Kami bukan orang jahat.”


Semua orang terdiam.


“kalian membenciku, karena aku terlihat begitu pelit. Saya bisa terima itu karena saya memang keras dan pelit. Tapi saya tidak bisa menerima bila kalian memusuhi saya dan teman teman saya hanya karena saya dan teman teman saya terlahir menjadi orang kaya dan saya adalah istri seorang senior dikampus ini. saya tidak pernah bisa menerimanya.”


“jadi berita itu benar?” tanya mimi.


Meysha mengangguk. “semua itu memang benar” sahut meysha dengan percaya dirinya. “kami tidak mebencimu. Kami hanya merasa tidak nyaman.” Tutur rahma yang duduk dibelakang.


“apa hak kalian mengatakan itu?. apakah tempat ini tempat kau?. Kalau kau ingin nyaman maka tinggal lah dikamarmu” ketus sonia.


“sonia.” Panggil meysha sehingga membuat sonia melihat meysha langsung.


“apa yang harus ku lakukan agar kalian semua bisa nyaman dengan ku?” tanya meysha dengan berat hati melihat rahma.

__ADS_1


“tidak tau” jawab rahma dengan santainya.


“haruskah aku keluar dari kelas ini?” tanya meysha.


“meysha itu sungguh. Kenapa kamu harus memikirkan orang yang tidak memikirkan kita?” ketus sonia tak terima.


“kalau aku keluar kalian semua bisa bahagia dan bisa menghargai teman teman ku bukan?” tanya meysha.


“meysha”


“aku tidak suka,”


“meysha hentikan semua ini” kata siketua kelas. “disini kita itu saudara dan untuk kenyamanan kelas ini kita harus saling merangkul” tutur nya.


“aku benar benar meminta maaf karena sudah membuat kekacauan ini sampai berlarut larut. Kalau begitu aku akan pergi. Terimakaih atas waktunya.” Tutur meysha.


“meysha kita akan bicara”


“tidak ada lagi yang ingin dibicarakan pak ketua. Maaf selama ini saya menyusahkan mu dan mempersulit pekerjaanmu. Anindya meysha pamit mengundurkan diri dari kelas ini. saya akan mencari kelas lain untuk jadwal meysha. Terimakasih.” Meysha pun menundukkan tubuhnya kembali.


“udahlah, nggak usah membuat drama. Jangan membuat kelas ini makin kacau lah” ketus mimi membentak meysha. “dan mey, apa apa an sih gaya lo kayak gitu?. Lo ingin membuat kami terlihat sangat buruk hah?. Kelas kita udah buruk banget, terus lo nambah memperburuk keadaan dengan keluar dari sini? Mau lo itu apa sih sebenarnya. Caper banget!” mimi benar benar emosi.


“jaga mulut lo ya. Ini semua juga gara gara kalian tau ndak sih” ketu sonia menunjuk mimi.


“lo juga sonia, kami tau kami tidak sekaya kalian. Tapi kalian itu semena mena banget sama kami. Mulut lo itu kayak nggak disekolahkan tau nggak sih!.”


“iya. Kami tidak nyaman karena kalian seperti merendahkan kami.”


“kami menjauhi kalian karena kalian semua itu sombong.”


“kami sombong?, kami sombong karena kalian yang membuat kami membedakan kasta.” Ketus dian.


Kelas itu menjadi memanas. Dan sepertinya ketua kelas tersebut sudah sangat lelah dengan kelas ini yang tidak bisa dikendalikan dan sama sama egois sehingga pak ketua tersebut Cuma diam melihat perdebatan tersebut.


“kalian itu tidak tahu diuntung!” ketus dian.


“cukup!” pekik meysha membuat semuanya diam. “gue disini Cuma ingin menyelesaikan masalah agar semuanya bisa nyaman. Tapi kenapa kalian malah saling menuduh!” ketus meysha dengan mata tajamnya.


“kau bilang tidak nyaman dengan ku. Okey aku akan keluar. Tapi kalian malah mengatakan aku membuat drama. Kalian juga menggunjingkan ku bahwa aku anak orang kaya yang bebas dan kotor. Kalian mengatakan ku murahan dan banyak lagi yang kalian katakan dibelakang ku. Tapi apa?. Aku hanya diam sebab aku tidak ingin membuat suasana kelas ini buruk”

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2