
...****************...
Razu pun menghidupkan motornya kemudian mengambil surat itu yang sudah tergeletak di pasir tersebut. Razu membuka isi maps tersebut yang ternyata belum ditandatangani oleh penggugat. Oleh karena itu Razu pun mengurungkan niat nya kembali kemudian keluar dari tempat tersebut. Ia pergi ke apartemennya tiba disitu ia melemparkan kertas tersebut kemeja kemudian pergi keruang pribadinya.
Dia tidak tau siapa yang sedang ada dirumah tersebut. Alira ibu dari razu itu tertegun saat melihat putranya seperti anak gembel dan terlihat sangat frustasi. “ada apa dengannya?” tanya alira sambil meraih maps coklat tersebut. “pengadilan agama?. Apa!. Mereka benar benar akan bercerai?” batin alira sangat syok melihat isinya.
Tak lama ponsel nya berbunyi dan alira segera mengangkat.
“hello. Apa yang terjadi dengan razu?” tanya alira.
“razu akan di DO dari kampus”
“bagaimana mungkin itu terjadi?”
“suratnya sudah diajukan, saya tidak bisa membantunya lagi. Karena kalau razu tidak di DO maka masalah ini akan dibawa ke pengadilan oleh dosen yang ia pukul.”
“tapi kenapa melakukan itu?. kenapa!” teriak alira benar benar gemetar menerima sebuah pernyataan yang menyakitkan itu.
“akibat tuan muda razu marah besar, kabarnya dosen itu memukul nyonya muda meysha. Saat proses belajar berlangsung.”
“perempuan lagi. Hari itu ia membuat malu karena kekasihnya sekarang ia membuat malu karena gadis tak tahu diri itu. Razu!!” pekik alira membuat sosok orangnya datang dengan sangat terkejut. Mata razu meneliti tangan sang mama dan melihat sekarang surat itu ada ditangan mamanya dan kertas itu sepertinya sudah remuk karena genggaman sang ibunda.
Alira melihat putranya dengan amarah yang memuncak. Sedangkan razu menatap sang mama dengan tatapan sendu. Ia sudah menduga mamanya pasti sudah tau apa yang telah terjadi pada putra malangnya itu.
“maah, maafkan razu. karena tidak bisa menjadi anak yang baik untuk mama dan papa. Razu benar benar minta maaf.”
“kenapa kamu melakukan ini!. kenapa kamu harus membuat mama dalam kesulitan.” Pekik mamanya menangis memecah ruangan itu. “mama hanya minta kamu belajar sampai lulus.” Mamanya menggeleng geleng tak terima dengan ini semua. “ apakah sulit untukmu belajar,sehingga kamu bikin kekacauan ini!” teriak alira terus memukul razu dengan kedua tangannya.
“maafkan razu maaa” isak razu berlutut kepada ibundanya.
“apa yang akan ku katakan kepada papa mu. papa mu pasti sangat marah bila mengetahui semuanya ini.”
“Maafkan razu maa.” Tak ada kata lain selain minta maaf atas kekacauan yang telah ia perbuat.
“dimana perempuan itu?” tanya alira lirih.
“dia?. Ini bukan salahnya ma. Razu….”
__ADS_1
Alira tak mendengarkan penjelasan razu, ia pergi dari sana dengan membawa surat tersebut.
…
“aku akan bercerai dengan bg razu ma,pa,kak. Kami tidak bisa melanjutkan hubungan lagi.” Tutur meysha dengan mata yang berkaca kaca.
Papanya menghela nafas berat. “sha, keputusan ada ditangan kalian. Kita semua tak bisa memaksa apapun. Soalnya razu juga sudah mengatakan bahwa dia tidak bisa bertahan dengan mu.”
"Tapi sebenarnya kalian bisa menyelesaikan ini dengan baik. kenapa sih sedikit cerai cerai cerai terus." tutur Baim.
“jadi bang razu datang kesini?” tutur meysha mengabaikan kata kakaknya.
“iya”
“dia minta pendapat kepada kami”
“sebenarnya apa yang terjadi?. Kenapa razu seperti itu tadi?” tanya bian.
“aku tidak tahu, tapi aku dengar dia memukul seorang dosen. Dia memukul dosen itu karena ak…
Dari kejauhan keributan demi keributan terdengar memekakkan seisi rumah. Itu adalah suara ibu yang tak terima apa yang menimpa anaknya. “keluar kau anak tak tahu diri!”
Plakk
“mah!” razu seketika berteriak saat tangan mamanya sudah melayang ke pipi sang istri.
Seketika carissa berdiri paling depan. “kau menampar anak saya?. Berani sekali kau!” teriak carissa membuat rambut alira seakan berangin angin terbang.
Razu menarik tangan mamanya dengan pelan untuk menghentikan pertengkaran yang telah terjadi.
“ tolong bawa ibu anda pulang sebelum saya lenyapkan dia disini!” teriak carissa.
“lenyapkan!. Sekalian kau lenyapkan saja aku!. Bahkan jika aku mati aku akan berterimakasih kepadamu. karena telah melenyapkan ibu malang ini.” teriak alira menangis membuat semuanya terdiam dan menatap alira begitu penuh rasa kasihan.
“maa,, jika mama marah, marah lah kepada razu. ini semua tidak ada hubungan nya dengan keluarga meysha. Ini salah razu. murni ini hanya salah razu.” lirih razu menangis dihadapan mamanya.
Meysha menyentuh pipinya, entah seberapa banyak orang orang menamparnya sejak kenal dengan sosok razu. begitu juga razu entah seberapa banyak air mata yang ia jatuhkan semenjak mengenal meysha dan jatuh cinta kepada meysha.
__ADS_1
“aku sudah katakan akhiri hubungan kalian dari sejak lama. Tapi apa?. Kau mengotot untuk mempertahankan hubungan ini dengan wanita tak tahu diri ini.” tunjuk alira kepada meysha. Meysha menelan ludahnya.
Razu menatap meysha yang masih diam tanpa kata-kata. “keluarga ini begitu dermawan katanya. Tapi apa?. Padahal kalian itu hanya keluarga toxic. Dan hanya mementingkan diri sendiri.” Teriak alira.
“maa ayo kita pulang.” Tutur razu menarik pelan sang mama.
“atas apa yang kamu lakukan kepada putraku. Kau akan menerima akibatnya. Wanita tak tahu diri. Kau harus ingat, kamu harus ingat kata kata ku ini. aku mengutuk mu. Jika kau bercerai dengan putraku. Kau akan dalam penderitaan yang sangat kejam oleh siapa pun yang bersama mu kelak. Aku akan mendo’akan mu setiap hari semoga kau tidak bahagia dan…”
“mama”
“….semoga hidupmu menderita, seorang ibu berdo’a sepenuh hatinya untuk wanita yang telah menyakiti putranya!”
“tutup mulut, jangan mengutuk anakku!”
“kau juga seorang ibu. Kau akan merasakan apa yang aku rasakan.” Teriak alira menantang carissa dengan tatapan benci.
“mama”
“eh, anak tak tahu diri. Tatap mataku!” teriak alira membentak meysha membuat semuanya terkejut. Meysha menaikan kepalanya melihat sang mertua seperti yang diperintahkan nya. “kau menangis?. Yang seharusnya menangis itu putraku!. Dia kehilangan masa depannya dan dia kehilangan kepercayaan dari seorang ayah!” ketus alira kesal sekali melihat menantunya menangis.
“maafkan aku” tutur meysha lirih.
“maaf, pantat kau!” teriak alira histeris sampai sampai ia melemparkan kertas pengadilan itu ke wajah meysha. “setelah kau menghancurkan masa depannya, kepercayaan ayahnya, mimpinya dan hatinya. Kini kau minta maaf!. apakah kau tidak punya hati hah!!!” teriak alira.
“lalu aku harus apa!?” pekik meysha kini berteriak. “putramu yang memintaku memberikan surat itu. Dia hanya tau perasaannya yang telah dikhianati. Salah dia sendiri mengapa jatuh cinta kepada wanita yang tak punya hati!” ketus meysha.
"Berani sekali kau menyalahkan anakku.. sebenarnya kau lah perempuan tak tahu diri. bodoh! tak berperasaan. Hanya karena dia meniduri mu kau meminta dia menceraikan mu. Didunia ini hari kali ini aku menemukan manusia sebodoh dirimu!"
"kau!!!" saat meysha hendak membungkam mulut mertuanya ini.
Tiba tiba saja“MEYSHA!!!” teriak baim. Sehingga menggagalkan rencana meysha yang hendak mencakar wajah sang mertua karena Sakin cerewet dan menjijikan sekali.
“maafkan aku kakak tapi dia benar benar keterlaluan .” Tutur meysha melihat sang kakak yang baru saja berteriak kepadanya.
“aku sudah katakan ini salahku.” Sahut razu.
“stop berpura pura baik. Kau membuatku terlihat buruk dimata orang lain.” Teriak meysha menggeram. “dunia ini penuh dengan orang orang yang mementingkan dirinya sendiri. Aku muak. Ini…. benar benar sulit untukku.”
__ADS_1
Setelah itu meysha keluar dari rumah tersebut. Razu langsung menyusul meysha. “sha. Anindya. Meysha tunggu aku.”
BERSAMBUNG:)