
...****************...
Malam kemudian. Bell hotelnya berbunyi membuat dia membuka pintu dan melihat sosok yang datang. Razu pun masuk dengan membawa paper bag. Ia melihat meysha masih mengenakan tank top dan celana shot. Lekuk tubuh gadis ini sangat menyegarkan mata.
“kamu belum siap?” Tanya razu mencoba melihat kearah lain.
“aku lagi mengeringkan rambut.” Balasnya sangar.
“ aku membelikan gaun ini untukmu.” Ujar razu memberikan paper bag.
“ oh ya.” Sahut meysha meraih paper bag itu kemudian mengeluarkan kotaknya dan sekali gus membuka. “wah ini sangat cantik sekali.” Ujarnya mengelus.
“pakailah,. Apakah kamu akan tetap seperti itu. aku sudah cukup menahannya, bila kamu masih begitu mungkin kita bisa terlambat untuk ke pesta temanku.” Tutur razu menunjuk penampilan meysha yang menggerakkan sesuatu didalam tubuhnya.
“rambutku masih basah. Aku harus mengeringkannya. Butuh setengah jam untuk manual.” Sahut meysha.
“biar ku bantu pake pengering rambut. Tapi tutup dulu tubuh mu dengan handuk.” Perintahnya.
“apakah kau tidak bisa menahannya?” Tanya meysha menggoda. “ baru lihat semangka berkulit saja, kamu sudah tak tahan. Dasar lemah.” Ledek meysha.
“anindya meysha!”
“kalau kamu mau bantu, lakukan saja.” Ketus meysha segera duduk didepan meja rias. dasar posesif, pemarah. egois.
Razu pun mendekati meysha dan meraih pengering rambutnya. Pria ini terpaksa berusaha sabar agar tidak menggagalkan rencananya untuk menghadiri pernikahan temannya. “ah panas.” Rintih meysha.
“so_rry.” Razu pun kembali mengatur panasnya.
Setelah selesai. Razu pun menjauh dan meysha memasang gaun yang dibawakan oleh suaminya tersebut. setelah itu mereka pun pergi. Didalam mobil razu hanya hening seperti sedang banyak pikiran. meysha pun melihat razu, “kenapa dia diam saja, apa yang sedang dipikirkannya?” batin meysha.
“ini yang menikah bukan mantan mu atau pujaan hatimu bukan?” tutur meysha. Membuat razu berpaling melihat meysha.
“tidak. Emang kenapa kamu bertanya seperti itu?” Tanya razu mengerutkan keningnya.
“iya masalahnya kamu terlihat banyak beban seperti orang yang lagi patah hati.”
“ owh.” Sahutnya kembali fokus menyetir mobil.
Akhirnya sampai, razu turun dari mobil dan ia menyambut tangan meysha. Meysha pun lebih rileks meraih tangan pria ini. ia turun dengan sangat agun sekali. Mereka pun disambut oleh keluarga pengantin.
“ah itu razu dan bell.. eh itu bukan bella. siapa dia?” tutur temannya melihat sosok yang berbeda.
“ hy bro.” sapa razu.
“ayo.. gabung sama kami.” Tutur teman temannya mempersilahkan razu.
“mmmm, oh ya perkenalkan, ini istri gue. Anindya meysha.” Ujar razu.
“istri?. Kamu sudah menikah duluan?” Tanya temanya.
“mm, begitu lah.”
“kalian menikah diam diam?, atau kamu tidak mengundang kami?” Tanya teman ceweknya.
“ sorry, gue tidak bisa mengundang kalian karena sangat terdesak.” Sahut razu. “oh ya titip istri gue bentar ya. Gue mau ke toilet bentar.” Ujar razu.
“oke”
“sayang, kamu disini bentar ya.” Tutur razu.
“iya.” Sahut meysha sembari duduk. Setelah razu pergi mereka menatap meysha begitu dengan sangat sombong.
“Apakah kamu benar istrinya razu?” Tanya teman satunya.
“iya.” Sahut meysha dengan anggun.
“ kamu sangat cantik. Ketemu razu dimana?” Tanya temannya satu lagi.
__ADS_1
“di hutan,” sambung cewek lain yang ternyata itu adalah bella.
“bella.”
“hy semuanya. Sorry aku telat.” Tutur bella duduk disamping meysha.
Meysha pun berdecak kesal melihat gadis ini duduk disampingnya. “
“kamu begitu terlambat, padahal kamu sahabat pengantin..
“sangat begitu telat.”
“ ai so sorry banget. Tadi terjadi sesuatu dijalan.”
“owh,,”
“maksudnya kamu tadi itu?” Tanya si cewek.
“oh itu. gue hanya bercanda kok.” Sahut bella sambil tersenyum sinis.
“ Dimana razu?” Tanya bella.
“kau ini, ngapain Tanya razu. istrinya ada disini. Berani sekali kamu bertanya.”
“istri?. Oh iya aku lupa.” Sahut bella menutup mulutnya. “istri yang tak dianggap ternyata disini ya.” Tutur bella tertawa kecil sehingga semuanya ikut tertawa.
“nona bella. sepertinya kau salah paham. Bagaimana mungkin istri secantik dia tak dianggap?” tutur teman razu satu lagi dengan nada mengejek.
“bahkan dirinya didandani sedemikian rupa. dia pasti dapat perlakuan yang sangat baik oleh razu.” tutur nya kembali.
"Razu tadi juga dengan bangganya memperkenalkan istrinya kepada kami."
“benar sekali” sarung razu. sambil membawa kursi dari meja lain kemudian mengambil tempat disamping meysha. “ bagaimana bisa aku menyia nyiakan berlian sebagus ini dengan perlakuan buruk coba.” Tutur razu menepikan rambut meysha ke telinga gadis ini. Teman temanya langsung terdiam.
“ kelihatannya kalian semua tak bisa memperlakukan istri ku dengan baik jadi sebaiknya kita pulang saja” tutur razu kepada teman temannya. “ayo kita pulang.” Ajak razu kepada meysha
“razu!, bagaimana kamu pulang secepat itu. kita belum melepaskan rindu masing masing.”
“razu!. kita sudah berteman dekat sekali. Masa kamu gitu sih. Demi orang yang baru datang.” Tutur bella. “dahulunya kamu tak seperti ini.”
“iya. Kita semua hanya bercanda kok.” Tuturnya lagi.
“ cukup!. Aku datang kesini bukan untuk kalian. Tapi aku datang untuk menghadiri pesta temanku.” Ketus razu menarik tangan meysha dengan lembut kemudian pergi membawa meysha ke singgasana temanya tersebut.
Setelah itu razu melewati mereka tanpa menyapa lagi. Sedangkan bella begitu sangat kesal sekali melihat kepergian mereka. “apa an sih” ketusnya ikut pergi dari sana karena sangat malu dan marah. Semua orang pun hanya terpaksa diam.
Di Mobil razu pun menyetir dengan emosi. “ kenapa kamu begitu emosi. Dia hanya menghinaku.” Tutur meysha.
“dia menghinamu. Berarti dia juga menghinaku!. Aku tidak menyangka saja teman teman yang ku anggap baik ternyata menghinamu begitu.” Tuturnya sangat kesal.
“itu bukanlah masalah besar lagi. Orang kelas rendah seperti mereka memang seperti itu. kamu tahu dulu.” Tutur meysha.
“mulut mu, sayang. Jangan mengatakan orang itu kelas rendah.” Ujar razu.
“tapi iyakan?” sahut meysha mengerutkan keningnya.
“tidak.” Tegas razu. “ sepertinya dirimu ini harus diajarkan berkata yang sopan juga seharusnya ini.” ketus razu menyipitkan matanya.
“kok kamu malah marah kepadaku sih. Eh bg razu. aku itu benar loh.”
“kamu menghina orang benarnya dimana?”
“aku tidak menghinanya. Aku hanya..
“stop!. Stop meysha!” teriak razu.
“whaayy.” Meysha juga berteriak tidak suka. “oh apa jangan jangan karena disitu ada mantanmu?” Tanya meysha.
__ADS_1
Razu pun diam. Dia tidak ingin melanjutkan pembahasan ini. karena sudah kemana mana. meysha pun mengerucutkan bibirnya kecewa dengan razu. “oik..”
“oik?” ketus razu melihat meysha.
“kamu masih mencintai kak bella?” Tanya meysha.
“kenapa kamu bertanya?”
“ya.. aku hanya ingin bertanya saja. Apakah itu salah?” ketus meysha.
“kalau iya mengapa dan kalau tidak mengapa?” Tanya razu balik bertanya menatap gadis ini.
“fokus saja menyetir” ketus meysha kesal karena tidak mendapatkan jawaban yang dia inginkan.
Razu pun menyetir mobilnya. Tak lama tiba di apartemen. Meysha masuk lebih dahulu sedangkan razu menarik koper gadis ini. karena hari itu meysha sempat kabur dari rumah setelah kejadian yang tak mengikhlaskan si pemiliknya itu.
Meysha pun duduk di sofa. “aku akan tidur disini lagi. Argh sangat menyiksa.” Ketus meysha merajuk.
“tidur lah dikamar bersamaku.” Tutur razu.
“what”, apakah aku tidak salah dengar.?” Tanya meysha mengerutkan keningnya.
“tentu tidak.”
“ no!, bagaimana kalau kamu tidur di sofa dan aku tidur dikamar.? Itu rasanya lebih baik dari pada kita tidur bersama.”ujar meysha menegosiasi.
“aku tidak bisa tidur di sofa.” Tolak razu. “lagian apa masalahnya kita tidur bersama?, kamu kan sudah menjadi milik ku seutuhnya.” Ucap razu menggoda meysha. “apalagi yang kamu takutkan dariku?”
Meysha langsung mengepalkan kedua tangannya hendak memukul razu. namun gadis ini menahannya dan mengerutkan kening. “aku takut kamu akan menyentuhku sekali lagi. Pokoknya aku tidak mau tidur dengan mu di ranjang yang sama. Lebih baik aku tidur di sofa aja.” Ketus meysha berpaling.
“aku sudah menyentuhmu. Lagian aku yakin benihku juga sudah berenang didalam sana.” Tutur razu dengan mulut somplaknya itu.
“tentu saja tidak akan terjadi!. Mereka semua sudah mati olehku.” Ketus meysha. Melipat tangannya di dada.
“kau yakin?” Tanya razu mengerutkan keningnya.
“yakinlah. Aku pun sekarang lagi halangan.” Tutur meysha. “ oh ya. Aku peringatkan dirimu itu. jangan coba macem macem denganku!. Cukup sekali itu saja kau mencurinya, lain kali aku tak akan memaafkan mu lagi!” tegas razu.
“ ketika kamu tidur, aku akan merangkak dan melakukannya.” Tutur razu.
“hey!.” Teriak meysha menunjuk razu dengan telunjuk kiranya. “kau.. oh fu*k” ketus gadis ini kali ini menukar tunjuknya dengan jari tengah.
“kalau begitu tidurlah dikamar, bersamaku.” Tutur razu.
“aku tidak mau!”
“kalau begitu aku akan melakukannya.”
“fu*k.”
“lakukanlah?” ancam razu.
“apa maumu?” ketus meysha.
“tidur dikamar denganku.” Jawab razu.
“selain itu tidak ada bukan?” Tanya meysha.
“tidak ada.”
“oke”
Meysha pun meninggalkan razu disana kekamar. Setelah itu razu mengikuti gadis ini. didalam kamar meysha menatap razu dengan tajam. “jangan macam macam kepadaku. Karena aku sedang halangan.” Ketus meysha.
“oke” sahut razu tersenyum. “ kalau halangan mu selesai bolehkan?” Tanya razu.
“bang razu!!!” bentak meysha.
__ADS_1
“iya iya bercanda kok. Itu aja marah” Dia galak banget kayak induk ayam kemarin yang mengejar gue di komplek tempat tinggal Anton.... eh Anton kan bapak gue.. Anto maksudnya.
Bersambung:)