DIAM-DIAM MENIKAH

DIAM-DIAM MENIKAH
Cinta,Tapi saling menyakiti


__ADS_3

...****************...


Selang beberapa waktu razu selesai masak dan meletakannya pelan pelan dihadapan meysha. Pria ini juga meletakan obat rasa sakit untuk meysha dihadapan meysha. “habiskan semuanya. Agar kamu makin ada tenaga untuk melawanku. Cepat sembuh” ucap razu mengambil kursi dan duduk didekat meysha.


Meysha hanya melihati makanan tersebut. razu pun meraih sendok nasi dan meletakan nasi tersebut diatas piring kemudian menuangkan sup kuah bening tersebut keatas nasi. Lalu pria ini meraih sendok.


“kamu mau makan sendiri, atau aku yang menyuapi?” tanya razu kembali.


Meysha merebut sendok tersebut dan mulai memakannya. Baru beberapa sendok meysha menyudahi makannya.


“habiskan” suruh razu seketika dengan dinginnya.


“aku sudah kenyang”


“perlu aku paksa.” Ketus razu.


“cukup bang razu, jangan memaksaku begini!” teriak meysha.


“habiskan!” bentak razu tak beduli menjadi sangat menakutkan saat ini.


Meysha kembali mengambil sendok ditangan razu. kemudian meyendok nasinya kembali. Gadis ini memasukan nasi kemulutnya tanpa henti seketika pipinya menjadi gembul. Setelah itu meysha menelannya. Razu memberikan air putih dan meysha meminumnya lalu memberikan obat. Dengan patuh gadis ini meminumnya.


“ahhh, perutku. Rasanya ingin meledak” rungut meysha setelah terakhir meminum susu paginya. Setelah memastikan meysha menghabiskan semuanya razu pun beranjak dari sana pergi kekamar.


Meysha melihat punggung razu sampai menghilang dari matanya. Sedangkan razu di kamar mandi menatap dirinya dari cermin. Pria ini terdiam melihat ekpresi wajahnya yang mungkin saja sangat menyeramkan bagi meysha. Dikamar mandi pria ini menyentuh dadanya.


“nggak papa razu!. nggak papa. Kamu harus kuat. Jangan pernah tersenyum atau jatuh cinta lagi kepada wanita. Jangan menjadi orang baik lagi. Razu kamu harus kembali menjadi kejam dan harus ditakuti agar keberadaan mu dianggap.Harus lakukan itu razu.” ujar razu berulang kali meyakinkan dirinya. Begitu juga nafasnya, pria ini berulang kali mengatur nafasnya yang terasa memburu karena perasaan yang bercampur aduk tersebut.


Sedangkan meysha terduduk dikursi tempat makan, gadis ini makin kecewa kepada razu. tak sadar air matanya jatuh begitu saja, sehingga gadis ini segera menghapusnya. “kenapa aku harus menangis. Bukankah ini bukan apa apa?” rengek meysha menutup kedua wajahnya.


Satu jam kemudian razu keluar kembali dari kamar, ia sudah rapi dan sudah menyandang tas kuliahnya, ketika pria ini keluar ia masih melihat meysha duduk dimeja makan namun dalam ke adaan wajahnya sudah menempel dimeja. Pria ini menghampiri dan menyibakkan rambut gadis ini, ternyata dia sudah tertidur.


Pria ini pun meletakan tasnya kembali dikursi kemudian menggendong meysha, memindahkanya kedalam kamar. Meysha tertidur karena efek obat yang sengaja razu pilih yang mudah tertidur karena meysha gadis yang sering begadang membuat tugas. Setelah pria ini membereskan meja makan lalu pergi kekampus.


Dikampus


“bang razu” panggil sonia dan teman temannya mengikut sonia. “bagaimana keadaan meysha?” tanya razu.


“dia baik baik saja” jawab razu dengan tatapan dinginnya.


“kita boleh menengoknya tidak?” tanya sonia.


“nggak” jawab razu sekilas.


Seketika sonia langsung cemberut dengan teman temannya. Razu pun tak merespon.

__ADS_1


“bang razu, kenapa kami tidak boleh melihatnya bang?” tanya dian.


“saya tidak mengizinkan siapa pun masuk ke apartemen saya, dan bahkan saya tidak mengizinkan dia berteman dengan siapa pun.” Tegas razu kemudian pergi.


Setelah meninggalkan teman meysha, kini razu malah bertemu dengan mantan meysha. Membuat razu berdecak kesal dan hendak berbalik namun alfano malah memanggilnya. Razu berhenti kemudian berbalik badan dan melihat alfano.


“bang razu, bagaimana keadaan anindya?” tanya alfano.


“untuk apa anda bertanya keadaan istri saya?” tanya razu balik dengan wajah kesalnya.


“aku bertanya baik baik kok bang, kok bang razu jawabnya kek gitu. Saya beratanya karena saya khawatir dengannya” ujar alfano.


“gue nggak suka, lo bertanya tentang dia. Dan berhenti mendekati dengan dia.” Ketus razu.


“bang razu, ada apa denganmu hah?, apakah anda salah makan?. Kenapa anda tiba tiba sensitif begitu?” tanya alfano seketika.


“ Lo, gue minta lo jauh jauh dari hidup istri gue. Jangan coba coba sekali pun mendekatinya. Bahkan jangan coba coba untuk menyapa atau meliriknya. Bila gue melihat itu, gue akan mencongkel mata lo itu, bukan hanya itu. gue akan menghukum dia juga.” ancam razu dengan emosinya.


“sarap” ketus alfano kemudian pergi.


Alfano bertemu dengan sonia dan teman temannya, “hay” sapa alfano.


“hay. Lo habis ngomong sama razu tadikan?, bagaimana ekpresinya?” tanya dian.


“iya loh.” Sahut dian. “kita juga dilarang berteman dengan meysha.” Ujar dian lagi.


“makin stres aja tu orang” ujar alfano.


Mereka pun berpisah setelah banyak bicara karena beda tujuan.


….


Meysha bangun dari tidurnya sudah melihat dirinya dikamar. Pasti razu yang memindahkan pikirnya. Kalau bukan dia lalu siapa lagi bukan.


Kalau dipikir pikir apa yang dilakukan razu itu benar benar melukai perasaannya. Namun kalau dipikir lagi lebih sakit menjadi razu yang tak diakui cintanya bahkan cintanya dibilang kebohongan.


Meysha mencari ponselnya kemana mana tapi tidak ia temukan, bahkan ia juga teringat dengan gelang yang pertama kali ia buat untuk alfano ternyata juga tidak ada ada. “arghh,,apakah semuanya jatuh disana?” tanya meysha mendumal sendiri.


Ketika itu meysha melihat foto sederhana pernikahannya dimana disitu terlilihat pose seperti tom and jerry. Meysha melirik wajah razu. “disatu sisi aku membencimu tapi disisi lain aku juga mencintaimu. Apa apaan ini?. hidup macam apa yang sedang kau berikan kepadaku ini tuhan?”


“bahkan aku malas melakukan apapun.”


Siang bertukar dengan gelap. Razu pulang sekitar jam 11 malam, tak biasanya pria ini pulang jam segitu. Meysha menghampirinya. Razu melihat gadis ini melangkah mendekatinya.


“apakah kamu belum tidur?” tanya razu. Namun razu terkejut dengan pisau ditangan meysha. “meysha, untuk apa pisau itu olehmu?” tanya razu seketika saat memandang wajah wanita ini seperti kerasukan.

__ADS_1


“perasaan baru baru ini kita bahagia dan mengumumkan pernikhan kita kemedia, namun semuanya berubah seketika hanya karena orang ketiga. Padahal kemarin itu kita berjanji akan saling jaga menjaga dan saling melengkapi, tapi kini kita saling melukai.”


“meysha, tarok pissau iitu” perintah razu.


“bang razu” bibir meysha bergetar, matanya menatap razu dengan lekat kemudian menaikan tanganya sejejar dengan dada razu seperti menampung sesuatu. lalu ia meletakan pisau ditelapak tanganya tersebut. “bunuh aku” lirih meysha meminta kepada razu.


Razu menggeleng. “kau kesurupan hah?” ketus razu.


Meysha tersenyum. “aku sadar kok. Bahkan seratus persen aku sadar. Ini adalah permintaanku. Ini adalah bentuk balasan untuk rasa sakit yang kamu terima kepadaku. Aku mohon bunuh aku” pinta meysha kembali.


“kau ingin mati?. Baiklah” razu mengambil pisau tersebut. ia mengangkat pisau itu lalu memutar tubuh meysha dan dengan kecepan super pria ini langsung mengarahkan mata pisau tersebut keleher meysha membuat mata meysha langsung terpicing rapat.


Seketika jantung meysha langsung sesak dadanya pun naik turun membayangkan akan disembelih oleh sang suami. Namun razu akhirnya melemparkan pisau tersebut sampai tertancap didinding cantiknya itu.


Bukan meysha yang lemah, namun razu langsung terjatuh kelantai tubuhnya merosot seperti kehilangan tulang tulangnya setelah membayangkan apa yang barusan ia lakukan. Razu berusaha berdiri dengan kaki gemetarnya. Ia kembali meraih pisau tersebut dan membawanya ke westafel kembali dan meletakan ketempatnya.


Disana pria ini menopang tubuhnya lemah tak berdaya, dengan tangan gemetar ia mencoba menghidupkan kran air. Dan segera mencuci muka. Meysha yang melihat razu seperti itu menangis. “maafkan aku, maafkan aku.” Pekiknya memukul kepalanya terus menerus menyesal karena tak tahan melihat sang suami yang terus menyiram wajahnya dan mengusapnya dengan sangat kuat.


“kenapa gue bisa jatuh cinta dengan wanita seperti loh hah?!!!” pekik razu. “apa yang telah lo lakukan kepada gue sehingga gue bisa suka sama dalam sekejab begini?” isak razu.


“maafka aku, maafka aku”


Meysha pun terus memukul mukul dirinya dan merusak rambut cantiknya. Ketika razu melihat gadis ini, seketika razu berlari langsung meraih kedua tangan meysha yang sudah banyak rambut nya yang putus karena ulah tarikannya. Gadis ini berteriak minta maaf dan minta maaf.


Pria ini langsung memeluk gadis ini sampai gadis ini diam dalam tangisnya. Benar terkadang adalah sebuah pelukan adalah obat untuk sebuah ketenangan. Terkadang kita hanya membutuhkan pelukan hangat dari dirinya. Bukan malah balik kekerasan atau malah mengabaikan.


Razu melepaskan pelukannya kemudian melihat wajah gadis ini kembali. Ia menyingkirkan rambut yang menutupi wajah meysha kemudian menghapus air matanya. “cukup, jangan nangis lagi. Jangan sampai rambut mu rusak.” Tutur razu.


“kamu membenciku?”tanya meysha lirih. Namun razu tak menjawab.


“udah minum obat?” tanya razu.


“kamu membenciku?” ulang meysha bertanya. “kamu pasti sudah membenciku bukan?” tanya meysha berkali kali membuat razu menggeleng. Namun ia tak berkata dari bibirnya tapi ia hanya menunjukan dengan gelengan kepala.


“minum obat, lalu tidur oke.” Perintah razu.


Pria ini memapah meysha untuk kekamar.


Lalu ia meraih obat kemudian mengeluarkannya dari kotaknya. “nih..” razu menyuapkan obatnya lalu meminumkannya. Setelah itu meysha disuruh berbaring kemudian razu menyelimutkannya.


Tak butuh lama setelah minum obat itu meysha pun menutup matanya dan tertidur. Razu mengusap rambut gadis ini dan mencium kening meysha. “good night. I am sorry because menyakitimu Actually, sebenarnya aku tidak tega melihat mu begini.”. Tutur razu sebelum beranjak dari tempat tersebut.



Bersambung:)

__ADS_1


__ADS_2