DIAM-DIAM MENIKAH

DIAM-DIAM MENIKAH
Pertengkaran Hebat


__ADS_3

...****************...


“dari pada kau jadi pela**r diclubku. Mending nggak usah aja. Aku bisa mengalah kok.” Sahut razu. “aku mohon jangan datang kesana lagi” ketus razu kemudian pergi dari sana.


“mulut mu kotor banget sih?” ketus meysha. namun razu tak mengubris gadis ini ia tetap pergi masuk kamar. karena ia benar benar kecewa pada wanita yang ia kasuh dengan sungguh sungguh kini sudah berani menyentuh dunia malam.


Meysha yang tidak terima diabaikan menyusul razu dan ketika sampai gadis ini langsung melemparkan kantong berisi permen tersebut mengenai punggungnya membuat razu berbalik arah langsung meraih leher gadis ini dan menghempaskannya ke atas tempat tidur.


“aku sudah memperingati kamu. Jangan kasar kepada orang!” ketus pria ini menekan nadi meysha membuat meysha memberontak. Beberapa saat kemudian pria ini langsung melepaskan dan dengan refleks menutup wajahnya.


Sedangkan meysha menangis ketakutan. Ia menarik selimut dan menutup seluruh tubuhnya. Razu dengan tangan yang gemetar meraih selimut tersebut. “sayang, aku minta maaf” ucap pria ini dengan suara yang serak seperti sedang menahan sesuatu.


“sayang,.. sayang maafkan aku.” Razu berusaha membuka selimut yang menutupi kepala sampai badan gadis yang terisak tersebut. karena benar benar ketakutan membayangkan tangan suaminya hampir saja melemparkan dia dalam kematian yang konyol.


“aku benar benar minta maaf. hiks hiks” Razu memeluk meysha dan menangis.


Ketika pria ini berhasil membuka selimut tersebut dan melihat wajah istrinya. Mata istrinya sudah bengkak dan merah begitu juga lehernya yang ada jejak kemerahan jejak jari jari razu yang menempel.


“maafkan aku” pinta razu penuh penyesalan.


“aku nggak mau melihat bang razu, bang razu hari ini sangat jahat. Bang razu ingin membunuhku.” Isak meysha terus terusan menangis.


“maafkan aku, aku mohon tolong maafkan aku. Kamu boleh pukul aku. Pukul saja” pinta razu meraih kedua tangannya lalu meletakan kepipinya. Namun meysha menarik kedua tanganya, lalu pergi turun dari tempat tidur.


“sayang kamu mau kemana?” tanya mesyha.


“aku mau kerumah orangtuaku saja” ketus razu.


“aku mohon, jangan tinggalkan aku. Aku mohon meysha.” isak razu memohon menyusul meysha yang baru saja hendak keluar dari kamar tersebut.


“bang razu, bukan aku yang ingin mengingkari janji bahwa akan mengusir sifat tentramen burukmu itu. tapi kalau seperti ini aku tidak bisa menahannya bang.” Ketus meysha berteriak teriak. “sebentar baik, sebentar jahat. Kemudian baik lagi, lalu jahat lagi. Aku benar benar tak bisa menghadapi pria berkepribadian ganda sepertimu.” Isak meysha benar benar emosi dan kehilangan kesadaran.

__ADS_1


“aku janji, aku akan menahan emosi ku.” Pinta razu. “tapi jangan meninggalkan aku. Aku benar benar mencintaimu.” Sambung razu memohon.


“Bila kamu benar benar mencintaiku. maka kamu tidak akan kasar kepadaku, maka kamu tidak akan berbicara kotor tentang diriku. Tapi kau. Kau terus terusan kasar kepadaku, kau terus menerus menyakiti batinku. Fisikku. Laki laki yang benar benar mencintai pasangannya itu pasti akan menjaga dan melindungi pasangannya. dia akan menjadi rumah ternyaman bagi pasangannya. APAKAH KAU SUDAH MELAKUKAN ITU?.. kau memang menjadikan aku ratu, tapi ratu yang tersakiti.!” Oceh meysha benar benar kesal mendengar kalimat sang suami.


“aku tau aku salah, aku benar benar minta maaf.”pinta razu.


“aku capek dengar perkataan maafmu!!” pekik meysha.


“aku hanya mau didengar! Dan tidak suka dibohongi!!” razu balik membentak. Akhir akhir ini entah kenapa pria ini terlihat sangat tentramen dari pada sebelumnya. Makin kesini makin kelihatan. Pria ini sangat mudah meledak, sensitif terhadap sesuatu, posesif, kasar,Mudah tersinggung dan cemburuan banget.


“baru saja kau minta maaf, sekarang kau membentak ku kembali?” cicit meysha benar benar tak menyangka.


“kamu tidak boleh kerumah orangtuamu!” kekang pria ini kembali menarik meysha dan mengunci pintu kamar.


“bang razu!!”.


“jangan membentak ku!!” teriak razu hampir saja akan menampar gadis ini untuk kedua kalinya. namun pria ini langsung terdiam bak patung. Hanya matanya yang bergerak melihat wanita yang hendak melindungi kepalanya yang mungkin saja akan dipukul setelah dicekik.


Razu pun menurunkan tangannya. “maaf” kata itu lagi yang keluar dari bibirnya. “entah kenapa akhir akhir ini aku sangat sensitif.” Ujarnya lirih. “aku benar benar bingung sama diriku sendiri entah kenapa semakin kesini, aku semakin sensitif mudah cemburu, mudah marah. Pokoknya aku bingung meysha.” ujar pria ini melihat istrinya seperti orang kebingungan.


“meysha.” pria ini meraih tubuh gadis ini. namun gadis ini mundur seperti tidak ingin dientuh oleh pria tersebut. “baiklah, aku akan tidur diluar saja” ujar razu akhirnya pergi dari sana.


Setelah razu pergi meysha langsung menjatuhkan dirinya kelantai. Karena seluruh tubuhnya hilang seperti tidak ada lagi tulangnya. Gadis ini benar benar sesak nafas bila terbayang wajah suaminya dalam keadaan marah. Razu yang ia kenal dua bulan yang lalu akhirnya berubah menjadi razu yang pernah ia kenal sebalumnya. Dimana sifat kasarnya kembali.


Dialah senior yang sering diceritakan meysha dan teman temannya. Yah seorang razu aulia nugraha kembali lagi dalam sisi terkejamnya.


….


Ting tong


Ting tong

__ADS_1


Karena suara bell pagi membuat razu terjaga. Pria ini segera membuka pintu, ketika itu razu langsung menaikan alisnya. “mama?” ucap razu saat melihat carissa ada didepan rumahnya sepagi ini.


Tak lama meysha datang dengan kopernya. Membuat razu tak kalah terkejutnya. “sayang.” Ucap pria ini benar benar bingung.


“mama, akan membawa anak mama kembali” tutur carissa menarik koper sang putri memberikannya kepada pengawalnya.


“nggak mah, razu sangat sayang dengan meysha.” tutur razu memeluk istrinya agar tak meninggalkan dirinya. Namun carissa tetap menarik anaknya sampai mereka benar benar terlepas.


“selamat tinggal bang razu” ucap meysha tertawa melihat wajah razu yang berantakan.


“meysha jangan meninggalkan ku. Aku mohon jangan meinggalkan ku sendiri. Aku mohon!!” histeris razu seperti orang kerasukan.


“argh” pria ini langsung tersintak tubuhnya berkeringat dingin bahkan peluhnya menitik kesekujur tubuhnya. Seketika ia langsung melihat meysha dikamar ternyata sudah terlelap.


Gadis itu tampak tidur dengan pulas, tidak seperti dimimpinya dimana gadis itu pergi seperti dengan suka ria dan mencampakkannya untuk selamanya. Dan ia juga melihat betapa bencinya ibu mertuanya padanya. Mimpi itu membuat dia sesak dan tidak bisa berkata kata lagi, sehingga pria ini kembali menutup pintu kamar lalu pergi kedapur dan menuangkan air putih untuknya kemudian meminumnya.


Dada razu benar benar sesak. Dia benar benar tidak terbayangkan bila mimpi itu adalah nyata. Entah bagaimana ia akan menghadapi hidup ketika cintanya sudah pergi meinggalkannya. Setelah minum pria ini pun masuk kamar dan naik ke atas tempat tidur dengan hati hati, kemudian ia mencium kening gadis ini.


Membuat gadis ini menggeliat. Dan menyentuh keningnya tersebut. razu memandang gadis ini dan mengusap rambutnya dengan lembut. “maafkan aku, pasti kamu sangat takut. Bukan?” tutur pria ini menyentuh leher meysha.


Meysha yang merasa ada yang menyentuhnya. Gadis ini mulai menggerjapkan matanya beberapa kali kemudian membukanya meski masih terasa sangat berat. Seketika meysha langsung menginsut karena takut.


“bang, bang bang razu ngapain?” ketus meysha seketika.


“aku ingin tidur denganmu, ayo tidur sini lagi” ajak razu merentangkan tanganya minta dipeluk. Namun meysha seperti orang ketakutan, membuat razu hanya cemberut dan. “ baiklah, kamu masih takut dan belum memaafkan aku ternyata. Kalau gitu aku akan keluar.” Ujar razu lebih baik pergi dari pada membuat meysha lebih tertekan lagi.


Meysha pernah mendengar pengakuan razu karena semenjak dia tidur dengan meysha entah kenapa dia tidak bisa tidur lagi kalau bukan dengan meysha. karena teringat hal tersebut. “bang razu, mau tidur dipeluk bukan?” tanya meysha.


Razu berbalik badan. “mmmm, tapi kalau kamu masih takut, nggak papa kok. Aku akan tidur diluar saja.” ujar razu tersenyum hambar.


“sinilah” ajak meysha yang kini merentangkan tanganya. Dengan langkah terharu razu menghampiri gadis ini dengan merangkak dari tepi ranjang tersebut kepulakan meysha. meysha pun memeluknya. “tidur lah.” ucap meysha pelan menepuk nepuk bahu suaminya ini.

__ADS_1


Gadis ini memeluk tubuh razu membiarkan razu sampai terlelap. Air matanya tak disangka menetes namun meysha segera menghapusnya. “Bagaiamana caranya aku bisa mengontrol dirimu, karena aku juga memiliki sifat yang sama denganmu. Aku juga seorang yang pemarah dan paling sensitif” batinnya terus megusap rambut razu.


Bersambung


__ADS_2