DIAM-DIAM MENIKAH

DIAM-DIAM MENIKAH
konferensi pers


__ADS_3

...****************...


Pagi, razu sudah rapi-rapi. Sedangkan mesyha masih tampak terlelap didalam tidurnya, pria ini menghampiri gadis ini dan mencium pipi gadis ini membuat sang istri mengeliat dan berputar menghadap dirinya.


“selamat pagi, sayang.” Sapa razu dengan senyuman paginya.


“apakah sudah pagi saja?” tanya meysha belum membuka matanya.


“ayoo, buka matanya. Mandi, hari ini kita ada konferensi pers.” ujar pria ini duduk disamping gadis ini lalu mengusap rambut gadis ini dengan pelan.


“nggak mau, aku nggak mau menemui orang orang jahat itu.” rengek meysha melepaskan tanganya dari lengan razu kemudian menarik selimutnya.


“kamu nggak mua ikut?” tanya razu.


“nggak mau” geleng meysha.


“baiklah. aku saja.”


“tapi tidak papa kan?” tanya meysha.


“alangkah baiknya kamu ikut juga, sayang.”


“mmm begitu ya?”


“iya”


Meysha pun memaksa dirinya untuk duduk kemudian memandang razu dengan stail kerennya membuat meysha menjadi terkikik.


“kenapa kamu tertawa?” tanya meysha.


“bukan apa apa, kamu terlihat culun banget wkwkwk " ledek Meysha padahal suaminya secool dan sedewasa itu dibilang culun.


"Wah kamu, parah banget sumpah. suami sendiri dibilang culun." sanggah Razu mencubit hidup sang gadis.


"Hahahaha . ya udah kalau gitu aku mandi dulu. Bentar ya.” ujar meysha bangkit dari sana sambil kekamar mandi gadis ini terus terkikik.


Waktu berlalu, sekarang mereka pergi kelokasi. Baru sampai disitu mereka disambut oleh kedua orang tua mereka. Razu menggenggam tangan meysha,sedangkan kamera terus mengambil gambar mereka berdua.


Ketika keduanya mendekati orangtuanya. Secara serentak carissa dan alira bertanya tentang anak anaknya membuat mereka saling pandang kemudian membuang muka. Sedangkan yang lain terkekeh melihat kedua ibu ibu yang tidak akur ini.

__ADS_1


“ayo masuk” ajak sang kakak.


Mereka pun masuk bersama, seketika semua langsung berdiri ketika pasangan konglomerat itu masuk kedalam ruangan.


“CEO dino dengan istrinya, presdir anton dengan istrinya, kemudian bersama dengan narasumber kita hari ini yaitu pengantin baru,tuan muda razu dengan istrinya anindya meysha. Memasuki ruang untuk mengumumkan pernikahan dan akan mengklarifikasi tentang rumor yang beredar.” Ucap MC dari acara tersebut.


“hah?. Apakah sebarat itu masalahnya sampai mengadakan konferensi pers?” tanya papa sonia melihat sonia. Yang kebetulan keluarganya sedang berkumpul menonton berita.


“sepertinya ia pah, soalnya meysha dibuly dikampus dan dihina.” Tutur sonia.


“menakutkan sekali”


“emang ceritanya gimana sih, son?” tanya sang mama.


“sonia juga tidak tau pasti ma, lebih baik kita lihat saja.”


Orangtuanya menunggu ditempat yang sudah disediakan,sedangkan meysha dan razu naik kepanggung untuk memberikan salam kepada semuanya.


“saya, razu aulia nugraha bersama dengan istri saya, anindya meysha.” Keduanya menundukkan tubuh secara serentak. Sekilas razu melihat mesyha. “apakah kamu baik baik saja?” tanya razu berbisik. Meysha pun mengangguk.


Setelah itu mereka duduk dan semuanya juga ikut duduk. “yang pertama, semua rumor tentang pernikahan saya dengan nona anindya meysha putri dari mama carissa dan papa dino secara diam diam dikampung itu, itu memang BENAR. Namun rumor kejam tentang saya menikahi anindya meysha karena dia hamil atau karena kami membuat perilaku yang tidak senonoh dalam tanda kutip zina dikampung orang. Semua tidak benar. Itu adalah kesalah pahaman antara saya dan anindya meysha dengan penduduk kampung tersebut.” jelas razu tentu membuat semuanya menulis pernyataan tersebut.


Razu pun berdiri kembali,begitu juga meysha. Sekali lagi mereka menundukkan tubuhnya memohon maaf sebesar besarnya.


“dengan di adakan konferensi pers ini, saya berharap tidak ada lagi hal hal seperti sebelumnya terjadi apalagi itu terhadap istri saya. Saya tidak mengizinkan istri saya disentuh baik secara fisik maupun mentalnya oleh mereka yang tidak bertanggung jawab. Bila kedapatan saya akan menindak lanjuti kasus itu.” tutur razu diakhir kalimatnya.


“cukup sekian konferensi pers ini, saya dan istri saya mengucapkan terimakasih dan juga memohon maaf sebesar besarnya.”


“permisi, bisakah kami mengambil gambar kalian berdua terlebih dahulu.” Minta awak kameramen.


“tentu”


Razu membimbing meysha untuk ketempat yang lebih lapang, disitu mereka berfoto. Mereka yang menonton menjadi sangat iri kepada pasangan baru ini.


“lihat ke kamera?”


“cerialah”


“boleh ganti pose… bagus. Sekarang tersenyumlah.” Banyak potretan romantis mereka yang mungkin akan mengisi artikel minggu ini. Begitu juga keluarga besarnya ikut foto setelah itu.

__ADS_1


Akhirnya masalahnya selesai dan mereka bisa bernafas dengan lega.


“apakah sudah ada rencana untuk program hamil?” tanya salah satu repoter perempuan itu membuat menggelitik telinga keduanya.


“do’akan saja secepatnya” ujar razu dengan nakal, semua orang terkekeh sedangkan meysha langsung mencubit razu membuat razu menggelinjang.


“tentu itu akan terjadi secepatnya.” Tutur alira. “tunggu aja info terbarunya.” Ujar alira lagi tersenyum manis namun ketika melihat meysha ia Cuma berpura pura.


“kami ingin fokus kuliah dulu, jadi jangan terlalu berharap” tutur meysha baru mengeluarkan suaranya. Untuk pertama kalinya sejak konferensi pers tadi.


“waahh,, sepertinya akan dilema.” Canda perempuan tersebut.


Setelah itu mereka keluar, akhirnya bisa jalan dengan tenang dan bangga. Ketika diparkiran alira mendekati razu. “kamu nggak mau pulang kerumah?” tanya alira.


“aku akan kesana mah, tapi mungkin hanya berkunjung.” Sahut razu.


Alira pun menjinjit. “segera, berikan kita cucu.” Bisik alira.


Razu pun hanya tersenyum. “kalau gitu kita duluan” tutur alira.


“kami duluan, tuan dino, nyonya carissa dan yang lainnya” tutur anton.


“baik, hati hati dijalan.”


Mereka pun pergi.


Kini giliran keluarga dino yang pergi karena 4 mobil mewah sudah berderet disitu ditambah 2 mobil pengawal dibelakang satu dan didepan satu.


“hati hati ma pah dan kakak” ujar meysha.


“kamu juga hati hati” tutur bimo dengan wajahnya nakalnya menatap razu sekilas.


“apa sih kak, gentel banget.” Ketus meysha merungut.


“haha”


“yok, sayang” ajak razu ketika semuanya sudah pergi, dan kini gilaran mereka yang pergi.


“iya”

__ADS_1


Bersambung;)


__ADS_2