DIAM-DIAM MENIKAH

DIAM-DIAM MENIKAH
Ketemu senior berstatus suami


__ADS_3

Seminggu berlalu setelah kejadian KL tersebut. Meysha menuruni anak tangga, karena ini adalah hari pertama ia kuliah sebab meysha setelah kl ia sakit, jadi tidak masuk kuliah.


"Ma.. aku berangkat ya" sorak meysha.


"iya sayang, Hati hati." jawab Carissa juga bersorak.


"Dek jangan lupa temui Suamimu. Bagaimana pun kalian sudah menikah" sorak kakak iparnya kepada meysha dengan senyuman kemayu


"oh iya, kakak mu benar itu" tutur Carissa baru ingat bila anaknya sudah menikah.


"Aku berharap nggak pernah ketemu." Tutur meysha.


"Kalau gitu kamu nggak bisa menikah untuk selamanya." tutur kakak iparnya.


"arghh" Meysha pun keluar dari rumah mewah tersebut.


Kantin kampus.


Meysha dan teman temannya bercanda gurau. Seperti tak terjadi apa apa seminggu yang lalu. Bahkan sepertinya memang tidak terjadi apa apa seperti mimpi saja. Senyuman ayu itu menutupi semua rahasianya.


Sedangkan ketiga teman meysha sibuk membicarakan ketampanan senior seniornya.


“meysha?,lo suka siapa Diantara gerombolan senior tersebut?”Tanya Febby.


“ALFANO.” Seketika temannya bernama dian langsung muncrat menghamburkan minuman jusnya ke wajah meysha membuat meysha berteriak kaget.


“dian!


“so_sory cantik aku..a…aku tak sengaja” teriak dian kemudian menarik febi dan Febi menarik Sonia sehingga meninggalkan meysha yang sangat emosi.


“awas kalian ya!”teriak meysha berdiri kemudian mengejar teman temannya tersebut. Meysha mengejar teman temannya dengan sangat cepat tanpa rem. Teman temannya juga begitu lari begitu kencang sehingga meninggalkan meysha dalam keadaan marah besar.


Meysha berlari dan terus berlari mengejar teman temannya. "Berhenti kalian semua,, bangsatttt!!!.. pengecut" teriak meysha yang terus berlari. “aku akan memisahkan kepala dengan badan kau itu!”


Dari sisi yang berlawanan ada seorang pria yang berjalan sambil memainkan ponsel bobanya dengan gaya satu tangan masuk saku celana. Pria itu sangat coll.


Karena sama sama tidak memerhatikan akhirnya meysha menabrak laki laki tersebut "Bugh Bugh". Sehingga ponsel laki laki tersebut terbang dan jatuh ke lantai. Tank. meysha menganga sesaat saat melihat ponsel tersebut jatuh. Kemudian gadis ini langsung meminta maaf.


“so,sorry… hah?.. bang ?...” meysha terdiam sesaat ketika melihat razu yang menatapnya juga.


Sedangkan teman-teman meysha langsung bersembunyi saat melihat razu yang bertabrakan dengan meysha. “astaga,kenapa harus bg razu si” rungut dian gemas.


“ih parah nih” ujar Sonia ikut cemas melihat sahabat nya tersebut kini berada dikukungan Razu.


“bagaimana ya” ujar Febi menggigit jarinya.


Razu melihat sekeliling kemudian sedikit menunduk karena gadis ini terlalu pendek untuknya. “ini adalah perguruan tinggi,bukan taman kanak kanak. Jadi buat lah diri mu agar cocok sebagai mahasiswi. Jangan sampai hal seperti kemarin terjadi lagi.” Tekan razu membuat meysha menciut. Dengan santainya razu meniup wajah meysha. lalu berbisik ketelinga meysha. “istriku” kemudian Razu mengambil ponselnya yang layarnya pecah tidak parah tersebut.


"Nih hp gue!. Lo ganti rugi layarnya yang pecah tersebut. oh ya layarnya ini asli ya bukan anti gores. awas nggak Lo ganti." ketus Razu memberikan hp tersebut ketelapak tangan Meysha lalu pergi dari sana.


“dasar pria galak. sarap sinting. goblok.kejam” Teriak meysha menghentakkan kaki nya, razu hanya tersenyum kecil sambil berlalu tak lupa menatap teman temanya yang ketakutan tersebut.


Setelah Razu pergi meysha pun dihampiri lagi oleh teman temannya. "Lo nggak papakan?"tanya Sonia.


"Ada yang luka nggak?. maafin kita ya gara gara kita kamu jadi kena sial begini." ujar Dian merasa bersalah kepada meysha.


"Nggak papa kok. Ya udah yok lah ke kelas. gue capek ngejar kalian semuanya." ujar meysha.

__ADS_1


Mereka pun sama sama berjalan. "Bang Razu bilang apa tadi?. kenapa dia seperti membisikkan sesuatu kepada mu?"tanya Sonia.


"haha, bukan apa apa kok." cetus meysha kesal bila ingat Razu tersebut.


"Terus hpnya?" tanya Dian.


"Minta ganti rugi."


"Tengok gue?".


"Nih."


"Rusaknya nggak seberapa kok. malah minta ganti rugi. Curang banget dia." sewot febbi.


"Masalah nya yang pecah itu bukan layar anti gores nya. tapi layar asli. ya pasti minta ganti rugi la."ujar Sonia.


"Kok Lo belaan dia, OOO jangan jangan Lo beneran suka sama Razu ya?"ledek Dian.


"Gila!, nggak mungkin lah" ketus Sonia namun wajahnya merah pertanda dia malu malu kucing. Bila udah gitu itu berarti benar bukan?


Waktu kuliah berlalu. Meysha pulang sendiri saat hendak pulang tiba tiba ia melihat razu dan bella yang tengah bercumbu. “dasar pria nggak tahu malu, harus banget ya berciuman di kampus.”rungut meysha yang melihat keduanya sedang menikmati. Ingin rasanya ia melempar pasangan itu dengan batu. Tapi bodo amat lah. Meysha bukanlah orang yang kepo dengan urusan orang lain. Apalagi berurusan dengan anak organisasi seperti mereka. Paling anti.


“tapi aku harus bericara dengan bang razu, bagaimana pun aku sekarang adalah istrinya dan dia adalah suamiku.” Ujar meysha berpaling dari razu.


10 menit kemudian meysha kembali mengintip keduanya kembali,ternyata anak anak tersebut sudah menghilang. “astaga!,kemana mereka. aishh.”


“ngapain disini?,menguping?”


Deg


Sontak meysha terkejut karena suara yang tiba tiba muncul dari belakang,ketika dirinya berbalik badan meysha pun ke bentrok dengan dada pria ini yang kancing bajunya tak terpasang di dada. “kenapa dia begitu tinggi” cicit meysha melihat tubuh pria ini yang tegak dan bahunya lebar.


“what?, semut ak…. “ meysha pun menghentikan bicaranya,lebih baik menahan dari pada toxic. Kemudian meysha tersenyum Smitr lalu mendongak menatap seniornya ini. “aku ingin berbicara masalah ini, eh maksudnya masalah kita. Bagaimana pun kita terikat. Aku istrimu dan bg razu suamiku” Tutur meysha.


"HP gue udah Lo perbaiki?"tanya Razu malah mengubah topik.


"Belum, tapi akan aku perbaiki tenang aja." jawab meysha.


“okeh, kalau gitu pergi” ucap pria ini kemudian pergi namun tangan razu langsung diraih oelh meysha.


"kita harus bicara,.” Geram meysha.


“apa yang ingin kau katakan ha?” naikan dagunya.


“pernikahan kita. Kemarin aku menerima buku nikah dari pengadilan agama. Itu siapa yang mengurusanya ha??"tanya meysha.


"Gue." sahut Razu.


“kok bisa bang razu melakukan itu?” ketus meysha kesal banget.


“karena papa gue” sahutnya dengan santai.


"Kok bang Razu gitu sih. seharusnya kita kan cerai bukan malah membuat pengikatan yang lebih rumit. jadinya karena itukan kita harus melewati pengadilan dulu jadinya untuk bercerai." Rungut meysha kesal.


“kata siapa gue akan mau mengurus perceraian.” Udahlah kalau gini bakalan calon calon menyusahkan ini. apalagi berhubungan dengan razu aulia nugraha yang rempong nya seperti ibuk ibuk.


“Bg razu, mempunyai pacar yang sangat cantik. Aku punya crush yang sangat aku cintai. Jadi!..” meysha menghela napas sejenak. “….jadi untuk menghindari cinta segi empat, sebaiknya mari kita bercerai saja,meski sudah terlanjur terlanjur. Pernikahan ini bukan keinginan kita. Jadi menurutku tidak pantas untuk dipertahankan.” Ajak meysha

__ADS_1


“bagaimana dengan orangtua kita?”Tanya razu.


“gampang, lagian mama bg razu dengan mama ku tidak akur. Itu berarti kita tak cocok bukan?” ujar meysha dengan bangga. Ia nyengir “jadi perceraian itu sangat lah mudah. Banyak alasan kita bisa bercerai jadi jangan risau.” Ujar meysha memberikan saran yang cocok untuk perceraian mereka


“tapi papa ku Menyuruhku mempertahankan pernikahan ini,..”


“jadi..?”


“jadi?” razu kembali membalikan katanya. “ya, aku akan mempertahankanya lah?” jawab razu dengan santai sembari mengangkat alisnya gemas melihat meysha.


“itu berarti?” meysha benar benar ingin mendapatkan jawaban yang pasti berharap telinganya salah dengar bahwa razu akan mempertahankan pernikahan tersebut.


“tidak ada perceraian, mari kita sudahi aja hubungan ini saling melupakan seperti mimpi.”


“terus, bagaimana dengan papamu?” tanya razu.


“papaku. dia hanya tidak ingin kita bercarai. Jadi kalau kita putus bisalah.” Ujar pria ini santai.


“bg razu!, kau bercanda hah?. Kata mama ku pernikahan kita bukan hanya diatas kertas tapi kita mempunyai sertifikat dan buku nikah yang diakui oleh Negara. oleh karena itu kamu tidak menceraikan ku maka aku tidak bisa menikah lagi. Karena wanita tidak boleh bersuami dua."


“itu derita mu sebagai wanita. Kalau aku mah bebas bisa punya istri berapa aja.” Razu mengalihkan pandangannya setelah mengatakan rangkaian kalimat yang siapa saja mendengarnya pasti itu sangat menyakitkan.


Meysha menarik nafasnya dalam dalam terlebih dahulu, kemudian menghembuskannya juga dengan pelan. meysha mempersempit ruang diantara mereka. “tanpa izin istri, suami tidak bisa mem poligami istri.!” Tekan meysha. “jadi.. mari kita bercerai bg razu. Lagian kita tak ngapa ngapain toh. Dan setelah menikah kita juga udah seminggu tak bertemu. Ayo bercerai yok.” Ujarnya kini tersenyum ayu.


Razu mendekati wajahnya pada wajah meysha. Sehingga membuat meysha manarik wajahnya makin kebawah. “aku tidak perlu izinmu. Satu hal yang harus kamu ingat, AKU TIDAK MAU BERURUSAN DENGAN PENGADILAN, mau sampai kapan pun. AKU SUDAH MENYUDAHI HUBUNGAN KITA. KITA PUTUS.”


Sialan, meysha darahnya berasa seolah naik karena efek kesal yang ditimbulkan pria gila ini. “apa kamu gila!, kita bukan pacaran yang hanya bisa diakhiri dengan kata putus, bg razu. Tapi kita adalah suami istri!”bentak meysha berteriak.


“gila kau yah!” tekan razu menahan suaranya mendekap mulut meysha yang berteriak kepadanya. “bagaimana kalau ada yang dengar?!!.”


“yaa aku sudah gila. Aku gila karena perangai mu gila kau itu!” pekik Meysha. “jika kamu tidak menceraikan ku, maka aku akan menyebarkan hubungan kita. Biar kau putus dengan pacar kau yang galak itu...” ancam meysha menujuk razu dengan tangan kirinya.


“silahkan saja, bila itu terjadi maka aku tidak akan rugi. Justru dirimu yang akan rugi. Karena bila kamu melakukannya kamu akan dipersulit disini dan aku akan menjadi kan mu istri ku seutuhnya. Kamu tau bukan?. Aku berkuasa ditempat ini. akan ku persulit semua urusan kuliah mu selamannya.”


“kau mengancam ku?” meysha mengerutkan keningnya tak menyukainya.


“mungkin begitu.” Sahut razu kemudian pergi dari situ meninggalkan meysha yang terpaku.


“arghh.. razu gila!” umpat meysha.


“anindya?” panggil seseorang dari belakang dan suara itu membuat pipi meysha memerah dan tersipu. Bahkan dirinya belum melihat sosok tersebut.


“iya.” Sahut meysha sembari memutar tubuhnya kebelakang dan melihat sosok pria tersebut. sudah bisa ditebak siapa yang memanggilnya dan dia juga hapal dengan suara itu.


“kamu ngapain sendirian mana mengomel nggak jelas lagi?” Tanya alfano sedikit tertawa. Dia adalah alfano Ferdiansyah pria yang sangat disukai oleh meysha dari sejak mereka sekolah menengah pertama.


“anggaaaak!, aku hanya melihat lihat awan yang sangat cantik itu. hehe” tutur meysha dengan cool ketika melihat crush nya ini.


Alfano pun melihat ke atas. “awan hitam begitu dibilang cantik, aneh sekali dirimu.” ledek alfano membuat meysha tersipu dan malu sendiri.


Pria ini hanya sekedar meledek karena sebenarnya ia tahu bahwa teman perempuannya ini tengah salting. “oh iya aku duluan ya, ada kelas soalnya.” tutur alfano


“okeh” sahut meysha tesenyum malu.


“bye anindya.”


“bye” sahut nya melambaikan tangannya.

__ADS_1


“aku sangat menyukaimu,hingga sangat sulit di jelaskan. Walaupun perasaanku tak pernah terbalas, aku akan tetap menyukaimu. Kamu adalah sumber semangat ku berdiri disini.” Ucap meysha melihat punggung alfano yang kian menjauh.


Bersambung :)


__ADS_2