DIAM-DIAM MENIKAH

DIAM-DIAM MENIKAH
Pulang kerumah


__ADS_3

...****************...


Di kampus, meysha keluar dari ruangan bersama teman temanya kemudian duduk menikmati pemandangan dari atas balkon kampus.


“sha, lo kelihatan tak fokus kenapa?” Tanya Sonia.


Sedangkan meysha masih memikirkan apa yang terjadi pagi tadi. Kemudian ia menatap ketiga temannya dengan tatapan serius. “teman teman, kalian kan lebih besar dari aku, kalian pernah minum?” Tanya meysha.


Teman teman mereka terkekeh. “minum?. Ya pernah lah” tutur Sonia.


“apakah itu pertanyaan serius sekarang. Semua manusia pasti minum lah.” Tutur dian.


“maksud gue itu, minum bir wine soju atau minuman beralkohol lainya loh.” Jelas meysha.


“oh itu. pernah. Lagian itu adalah tren banget. Bagaimana mungkin anak muda seperti kita ini tak pernah meminumnya.” Jawab dian.


“emang generasi rusak” umpat meysha.


“kalau kita hebat minum, itu berarti kita keren. Emang kenapa lo Tanya gitu?” tutur febi menambahkan keterangan.


“Apakah lo juga ingin mencoba?, ayo sini kita ajarkan.” Tutur dian.


“no!, jangan merusak bayi kita.” Ujar Sonia meledek. Karena meysha adalah yang paling kecil dari grub ini. “kalian ini, benar benar ya.”


“setelah minum minum itu apa kalian melupakan segalanya. Maksud gue, apakah kalian ingat apa yang telah kalian lakukan setelahnya tidak.?” Tanya meysha.


“tergantung banyaknya. Dan tergantung tubuh kita.” Jawab Sonia.


“kalau terlalu mabuk, pasti tidak akan ingat apa apa yang bakalan terjadi.”


“emang kenapa sih?”


“razu!


“razu?. Kenapa bg razu?.


“no!. gue lihat razu tuh.” Tunjuk meysha melihat kebawah. Ia melihat razu yang tengah berjalan sepertinya hendak ke laboratorium.


Arghh. “ini benar benar mengganggu!” rungut meysha frustasi.


“kenapa?. Arghh kenapa kamu aneh sih dari tadi.” Ujar teman temannya ikut frustasi juga.


“meysha!” suara itu membuat ke empatnya berputar kebelakang.


PLAK


Satu tamparan halus langsung melekat dari tangan bella kepada meysha membuat semua orang berteriak. “ apa apa an sih lo.” Bentak Sonia saat itu. ia mendorong bella sampai gadis ini jatuh kelantai.


Meysha masih terkejut karena ditampar mendadak begitu. “kenapa kamu menamparku?” ucapnya setelah itu. Meysha menatap sinis kepada bella.


“lo pantas mendapatkannya.” Ketus bella berdiri. “bahkan gue ingin menghancurkan mata aneh lo itu. Murahan!” bentak bella.


“eh ada apa dengan lo!” teriak Sonia.


“kenapa lo tidak Tanya saja kepada teman lo ini!” bentak bella.


“meysha, gue peringatkan lo ya. Kalau lo hanya main main dengan razu, sebaiknya lo lepaskan dia!. Dia tidak pantas bersama lo. Wanita serakah!” ketus bella menahan suaranya.


“ada apa dengan mu hah?” ketus meysha.


“Gue tau lo jalan dengan alfano kemarin.” Ketus bella.


“gue jalan dengan dia. Emang hubungan nya apa dengan lo?. Dia kan pacar gue. bukan pacar Lo!”


“ck. Nggak tau malu. Lo benar benar serakah. Di Satu sisi lo ingin razu,disisi lain lo juga ingin alfano. Apakah lo semurah itu?” Teriak Bella benar benar kehabisan akal.


“eh, jaga mulut lo ya.” Bentak Sonia.


"Lo nggak usah bela in teman pelacur Lo ini." ketus Bella menunjuk meysha namun matanya melihat Sonia.


Meysha menghela nafas kasar. “Ck, aku tau kau dicampakkan bang razu. Kamu kesal, bukan?. Terus kamu melampiaskannya kepadaku. Apakah seorang bella mahasiswi terbaik dikampus ini serendah ini?” ucap meysha menaikan alisnya.


“ Awalnya aku hanya diam, karena aku sudah memutuskan untuk mengalah. meski aku sudah bersamanya selama 7 tahun. aku mengalah karena aku kira kau adalah orang yang pantas untuk nya…tapi setelah gue lihat kejadian tadi malam. gue sadar ternyata kamu adalah wanita serakah!" omel Bella berteriak dan teriak membuat semua orang berkumpul melihat pertengkaran mereka.


“stop ya!” bentak meysha memotong perkataan bella. “jangan meneruskan kata katamu jika kau tidak ingin ku permalukan disini.” Ancam meysha.

__ADS_1


“kamu lihat saja, aku akan merebut razu kembali menjadi milik ku.” Tekan bella setelah itu pergi.


Setelah bella pergi teman teman meysha bertanya. “ada apa dengan dia.?”


“apakah dia putus dengan razu?” tanya sonia


“iya” jawab meysha. “ karena itu dia sangat kesal denganku.”


“hubungannya dengan lo apa? Kenapa dia ingin merebut bg razu darimu. Mana ada di dunia ini seorang pacar bisa merebut kakak dari seorang adik.” Tutur febi.


"Apa sih hubungan Lo sama Razu?, Apakah benar Razu itu sepupu Lo?. kenapa gue merasa tidak yakin banget ya. kalau kalian itu saudara." ujar Dian menyipitkan matanya melihat meysha dengan penuh keraguan.


"Apa an sih Dian. Gue dan bang Razu tidak memiliki hubungan apa apa kok. jangan berpikir aneh deh." elak meysha namun tak berani menatap mata sahabat sahabat nya ini.


"Meysha tatap mata gue?. Katakan apa benar Lo sepupunya bang Razu?" tutur Sonia memutar tubuh meysha menghadap dirinya.


Meysha menatap Sonia,namun itu tidak bertahan. Yang artinya meysha sedang menyembunyikan sesuatu.


"Meysha??"


"Nggak semua urusan pribadi ku, kalian semua harus tau." tutur meysha mempertegas kata katanya membuat semua teman temannya terkejut bahkan Sonia yang memegang bahu meysha langsung turun seketika.


"Okey, Kita tidak akan bertanya lagi. maaf" ujar Sonia menerima nya.


Meysha malah makin tak fokus. “masalah masalah dan selalu masalah.” Ketus meysha benar benar lelah hari ini. “gue harus pulang.” Tutur meysha.


“tapi masih ada kelas lo sha” ujar dian


“gue malas masuk, nggak mood gue.” Ketus meysha,


“sha, meysha!”


Meysha berlari meninggalkan teman temannya. Ia pergi kerumah orangtuanya. Sebelum dia masuk mobil ia membuka ponselnya kemudian mengirimkan serangkaian kata.


PARANOID


Aktif 20 menit yang lalu


...Hari ini...


^^^Jangan menghubungiku, sampai aku menghubungi mu kembali.^^^


Setelah itu meysha memblokir kontak whatsapp razu kemudian memasukan ponselnya kedalam tasnya kembali. Dan ia melempar tas tersebut ke seberang bangku duduknya dan ia menyetir mobil meninggalkan kampus setelah mengirim satu kalimat itu kepada razu.


Dari kampus tak butuh waktu 1 jam untuk sampai ke rumahnya kembali. Ia sampai dirumah langsung masuk rumah sambil menjinjing tasnya. Tiba didalam ia membanting tasnya di sofa ruang tengah.


“meysha” sapa liona kakak ipar pertama meysha. “kamu kenapa?” Tanya liona.


“mama dimana kak?” Tanya meysha.


“mama lagi di dapur bersama kaka ipar yang lain mey. Kamu kenapa kok betek gitu?” Tanya liona.


“nggak papa kak. Aku pengen ketemu mama saja.” Tutur meysha meninggalkan liona untuk menuju dapur.


Meysha tiba di dapur, ia melihat malaikat tak bersayapnya ini begitu sibuk untuk menyiapkan makan malam sepertinya. Meysha pun berjalan kemudian memeluk mamanya dari belakang.


“meysha sangat merindukan mama. Muachh” meysha mencium pipi mamanya.


“sayang. Kamu kapan datang.?” Tanya mamanya seketika melihat sang putri.


“barusan ma.” Sahut meysha.


“hello kakak.” Sapa meysha melihat kedua kakak iparnya yang lain. “keponakan comel aku mana nih?” Tanya meysha.


“ada mereka lagi bermain di kolam renang sama bimo.” Sahut tasya.


“meysha?, pipi mu kenapa?. kamu habis ditampar siapa ini?” Tanya sang bunda melihat pipi anaknya yang merah.


“ah_itu ma. Aku habis nepuk nyamuk.” Jawab meysha ngeles.


“razu tidak main tangan denganmu bukan?” Tanya tiara kakak ipar ketiga meysha.


“ah. Nggak dong kak. Bg razu bukan begitu orangnya.” Sahut meysha tersenyum.


“iya_ kalau razu kayak gitu. Pasti kamu telah melakukan kesalahan besar. Sehingga pria selembut razu menamparmu.” Tutur ibundanya melanjutkan memasak kembali.

__ADS_1


“hahaaa_ iya mama.” Sahut meysha. Kemudian ia melihat tiara.


“kak sibuk nggak?” Tanya meysha.


“kerja an kakak sudah selesai. Emang kenapa tu?” Tanya tiara.


“aku mau nanya in sesuatu sama kakak. Tapi nggak disini.” Tutur meysha sedikit ragu dan malu.


“katakan saja disini. Siapa tau kita juga bisa membantumu.” Ujar liona yang membawa gelas.


“ah_nggak. Ini sangat sensitive. Jadi ini tidak bisa diceritakan kepada siapa pun kecuali kak tiara.”


“iya lah iya”


“pergilah tiara”


“permisi.” Ujar tiara.


Mereka berdua langsung meninggalkan dapur. Di Kolam renang meysha langsung disambut oleh 5 keponakan yang kecil kecil. ia memilki keponakan dari kakak pertama kembar cowok. Dari kakak kedua 1 anak laki laki dan dari kakak ketiga sepasang kembar.


“kakak mau bicara dulu dengan bibi tiara. Nantik kita main oke.”


"Baik bunda muda" sahut mereka serentak.


Sudah jauh dari anak anak meysha menghela napas berat membuat tiara bertanya. “ada apa denganmu?” Tanya tiara.


“ Aku ingin bertanya sesuatu tentang hubungan suami istri kepada kakak” tutur meysha tanpa ragu membuat tiara langsung tercengang. “alasan ku bertanya, karena aku Cuma bisa terbuka dengan kakak. Kakak adalah temanku.” Tutur meysha.


“tanyakan saja mey, aku akan menjawab pertanyaan mu dengan yang aku tahu.” Jawab tiara dengan menggoda.


“ah ini,, ini sangat membuat ku kesal.” Ucapnya mengusau rambutnya.


“tenang lah katakan saja.”


“kakak janjikan jangan bilang siapapun?”


“iya mey.”


“semalam aku mabuk…” meysha menceritakan semuanya tanpa tersisa. “…. Pertanyaannya sekarang.” Meysha berkali kali menghela napas karena begitu ragu sekali akan bertanya. “kak, bagaimana rasanya setelah melakukan itu?” tanya meysha.


“hah?,.” tiara langsung mengerutkan keningnya. Wajahnya begitu merah saat itu.


“apakah kaka juga tidak merasakannya?” Tanya meysha. Karena sang kakak terkejut. “kak tolong katakan sesuatu kalau tidak aku bisa gila hanya memikirkan ini. usiaku yang masih delapan belas tahun ini. harus berakhir seperti arghh. Tolong lah kak” desak meysha.


“mmm, bagaimana ya. Kakak juga tidak tahu cara menjelaskannya.” Jawab tiara.


“setelah bangun apa yang kakak rasakan waktu itu?” Tanya meysha.


“Rasanya.. rasanya.. lumayan perih di bagian situ.” Jawab tiara.


“benar bukan?. Aku malah tak merasakan apa apa. Berarti dia tidak melakukan apa apa kepadaku.” Jawab meysha merasa lega.


“kalau tidak melakukan apa apa. Kenapa kamu mengatakan darah ditempat tidur?” Tanya taira.


“apa?, darah tempat tidur?” teriak bimo kakak laki laki meysha yang paling terakhir.


“kakak”


“bimo”


“darah_darah apa?” Tanya kakak kakaknya yang lain entah sejak kapan sudah disitu.


“bukan apa apa ah.. ngeselin sekali kak bimo ah.” Ketus meysha merajuk. Kemudian meninggalkan tempat tersebut.


“kamu ah.!” Ketus tiara ikut merajuk.


“sayang, apakah itu meysha?” sorak bimo.


Meysha langsung masuk kamarnya karena kata katanya kepergok oleh kakak laki lakinya. Ia duduk ditepi tempat tidurnya. “arghh, sial. Ini sangat sangat mengganggu ku sekarang. Astaga!. Aku menyesal karena telah bercerita. Sebaiknya aku pendam aja sendiri. Arhh” ia menepuk tempat tidurnya dengan sangat kesal sekali.


“non, kami akan menyiapkan bak mandi mu.” Ujar pelayan dari diluar.


“masuk lah.” Sahut meysha.


Dua orang pelayan pun masuk untuk menyiapkan air mandi gadis ini.

__ADS_1


Bersambung;)


__ADS_2