DIAM-DIAM MENIKAH

DIAM-DIAM MENIKAH
Pertengkaran meysha dan sonia


__ADS_3

...****************...


Air laut berdesir, ombaknya terus menghantam terumbu karang. Kicauan burung laut juga merdu berputar kesana kesini menikmati alam bebas tanpa hambatan. Sonia duduk di antara bebatuan yang ada dipinggir laut. Terkadang percikan ombak mengenainya.


“Sonia?” panggil meysha.


Sonia melihat kaki gadis yang memanggilnya ini. kemudian ia berdecak kesal dan berpaling. “kenapa selalu kau yang menemukan tempat persembunyian ku!” ketus Sonia tampa melihat meysha.


“karena kita sahabat.” Sahut meysha ikut duduk disamping Sonia.


“iya. Tentu kita sahabat. Itu sebabnya selalu kamu yang mengalahkan ku. Baik itu kepintaran bahkan cinta.” Ketus Sonia.


“apa maksud mu begitu?. Aku tidak pernah mengalahkan mu.”


“meysha!. Bisakah kamu pergi dari ku. Aku lagi tidak mau bicara denganmu.” Ketus Sonia.


Meysha menatap Sonia. Mata gadis ini berkaca kaca kemudian meysha tersenyum dan memeluk sahabatnya ini. “aku tahu, kamu marah. Aku mengerti kenapa kamu marah kepadaku.”


Sonia mendorong meysha. “jangan coba mengatakan bahwa kamu mengerti masalahku. Kalau kau mengerti aku, kau akan tau sebelum dikasih tau!” bentak Sonia. “bila kau mengerti aku. Kau sudah tahu dari sejak awal!” pekik Sonia berdiri membuat meysha langsung mendongak melihat gadis ini. “ jadi mulai sekarang aku mohon jauhi aku!.” Pinta Sonia menyatukan kedua tangannya memohon kepada meysha.


“sonia.” Meysha pun berdiri. “coba sekali saja kamu mengatakan kepadaku, tentang perasaanmu yang sebenarnya. Mungkin dengan itu aku bisa mengerti dirimu lebih cepat.” Tutur meysha tak disangka meneteskan air matanya.


“ bagaimana aku bisa memberi tahumu, bila kau hanya sibuk dengan urusanmu. Ketika aku berbicara denganmu. Kau selalu membandingkan nasib mu. ketika aku mulai mengatakan sesuatu kau tiba tiba menghilang. Apakah itu salahku.”


“aku minta maaf, mungkin aku bukan sahabat yang baik untuk mu.” tutur meysha mengakui kesalahannya. “tapi tolong, setidaknya bisakah kamu mendengarkan penjelasanku, son.” Ujar meysha memohon. “tentang perasaanmu kepada bang razu.. aku..


“apa hubungan mu dengan bang razu?” Tanya Sonia memotong kata kata meysha. Meysha langsung terdiam. Sonia langsung terkekeh. “kau tidak bisa menjawab pertanyaan itu bukan?. Kau selalu menghindar membahas hubunganmu dengan bang razu. sampai kapan kau akan menutupi hubungan mu dengan kata saudara. Adakah saudara berciuman begitu mesra, adakah saudara sampai meraba raba seluruh tubuh saudaranya. ADAKAH!. Berhenti berbohong!” pekik Sonia.


“kau merebut bang razu dari bella bukan?” ketus Sonia menuduh meysha. “aku sudah tau segalanya!. Hanya karena kau menyukai bang razu, kau rela melakukan apa yang dia mau. Kau rela diraba raba seperti wanita murahan.”


“Sonia dengarkan aku dulu!” teriak meysha.


“jangan berteriak kepadaku!” bentak Sonia menunjuk meysha dengan jari telunjuk kirinya yang begitu gemetar. “aku sudah cukup mentolerir sikapmu!. Aku marah kepadamu bukan hanya karena aku cemburu dengan mu dan razu. tapi juga marah karena melihat sahabatku ternyata semurahan itu. setelah aku melihat video itu dari bella. aku benar benar malu mengakui kau adalah teman polos dan sangat baik ku!” teriak Sonia.


Tempat itu benar benar tak berpenghuni dan yang tau tempat itu hanya meysha dan Sonia. Suara Sonia benar benar menggelegar bahkan seperti suara petir disiang bolong. “pantesan saja kau melupakan alfano. Karena kau sudah jatuh cinta dengan senior rupanya.”


“melupakan alfano tidak ada hubungannya dengan bang razu. aku melakukan itu hanya karena kita tidak bisa bersama. Karna aku dan….”


“dan karena kau dan bang razu sudah pacaran atau sudah unboxing bersama?.” Lanjut Sonia.

__ADS_1


“ Aku telah melihatnya. Bahkan bella mengatakan akan menyebarkan video itu sehingga membuat mu malu dan di DO dari kampus.” Ketus Sonia. “apa yang kalian lakukan itu, sungguh menjijikan.”


“aku tidak menyangka kamu mengatakan hal yang sangat menyakitkan ini kepadaku, Sonia.” Tanya meysha.


“itu karena aku muak dengan mu!. kamu tahu apa yang paling aku takuti bila aku berbicara disaat aku marah. Aku takut menyakiti perasaanmu kenapa, karena kita sahabat. tapi kau selalu saja memancing kemarahanku..” Tutur Sonia tak berhenti hentinya menangis. “Kata sahabat itu benar benar menyiksaku!, Lain kali bisakah kau yang mengalah hah?.


“ternyata kau begitu benci denganku.


“iya, dari pada sakit hati lebih baik aku kehilangan sahabat seperti dirimu. Karena bagaimana pun kamu itu tidak pernah ingin tahu. Kamu hanya ingin melakukan apa yang kamu mau!. kau hanya mengacaukan kesempatan orang lain.” Ketus Sonia berpaling mengatakannya.


“satu hal lagi, aku mencintai bang razu, tapi aku menahan perasaanku karena aku tahu dia adalah pacar bella. tapi aku benar benar tak menyangka kau yang merebut bang razu dari bella!. itu berarti kau lagi yang merebut cintaku!, aku tidak masalah bila perasaan ku tidak terbalas tapi setidaknya jangan KAMU lagi orangnya yang bersama orang yang kucinta”


“ dari awal aku tidak merebut fiko arya dan dennis tapi mereka yang menyukaiku, kalau aku ingin mereka aku pasti sudah menerima mereka. tapi tidak!. masalah juara! Bukan aku juga yang merebut juara mu dan aku tidak pernah Bersaingan dengan mu. TIDAK PERNAH SONIA. Tapi semuanya yang mendekat dengan ku! Aku juga tidak merebut bang razu dari bella. tapi..” meysha pun sekali lagi terdiam. Sebenarnya ia ingin mengatakan hubungannya dengan razu tapi bibirnya selalu berat ingin mengatakannya.


“tapi apa?... tapi kalian hanya saudara. Basi! Pembohong.” Teriak Sonia kemudian pergi dari sana.


“Sonia!”panggil meysha namun Sonia tak menjawab. “Sonia aku tidak mencintai bang razu!” pekik meysha.


Sonia itu pergi dengan tatapan benci kepadanya. Meysha pun hanya bisa pasrah saat itu. “aku tidak bisa mengatakan apapun. Karena aku tidak ingin banyak orang tahu tentang hubungan kami.” Ujar meysha melihat punggung Sonia yang makin jauh dari sana.


Sedangkan Sonia dijalan mengemudi mobilnya “ Jika kamu menganggap ku benar benar sahabat. Maka kamu tidak akan pernah takut berbagi cerita denganku. Tidak mungkin kamu tidak mempercayaiku. saat kau menangis lalu mengatakan tidak terjadi apa apa. Itu sungguh sulit bagiku sampai aku merasa bahwa aku adalah sahabat paling bodoh karena tidak bisa membantu mu. sedangkan dirimu selalu membantuku,baik kepadaku dan selalu menyelesaikan masalahku.” Tutur Sonia menangis sejadi jadinya.


“Apa yang terjadi?” Tanya dian kepada febbi.


“entahlah. Sepertinya mereka habis menangis.”


“semoga aja tidak terjadi perpecah belahan persahabatan kita.” Do’a dian.


“amin.”


Kelas berlangsung dan selesai begitu lancar. Ketika semuanya telah keluar meysha melihat Sonia. “kalau lo merasa gue adalah saingan. Gue minta maaf. Gue akan keluar dari persahabatan kita.” Ujar meysha.


“eh apa apa an sih lo.” Ketus dian tak terima. “jangan kayak gitu napa.”


“sorry kawan kawan. Aku tidak bisa menjadi sahabat yang baik buat kalian. Sebab aku terlalu egois.” Tutur meysha.


“kita tau kamu orang yang sangat egois. Tapi kami semua bersahabat denganmu merasa sangat senang. Karena kamu selalu memberi kami nasehat dan dukungan yang selalu memotivasi. Jadi kami tidak peduli dengan keegoisan itu.” tutur dian.


“tapi salah satu dari kita tidak senang denganku dan merasa dirinya tersaingi olehku.”

__ADS_1


“bisa tidak kita bicara baik baik saja. Massa ia hanya karena cowok kita bisa hancur begini.” tutur febbi.


“biarkan saja dia pergi.” Ketus Sonia.


“Sonia!. Jangan bicara begitu. Kamu dan meysha itu sangat dekat dan kedekatan kalian berdua melebihi kami. Masa ia Cuma gara gara ini kita harus pecah.” Ketus febbi kesal sekali.


“kalau kau ingin bersamanya pergilah.” suruh Sonia.


“Sonia, tolong jangan bilang seperti itu. kita pasti bisa menyelesaikan salah paham ini.” pinta febbi.


“meysha. Lo juga sha. Jangan ada yang ditutup tutupi.” Tutur dian.


“ Jujur saja kami kemarin melihat mu bermain bersama bang razu di wahana danau. Terus kami mendengar sedikit gossip tentangmu dengan bang razu ditempat ganti pakaian sedang…” tutur febbi. “gue sendiri melihat dan mendengar bang razu memanggil lo dengan sebutan sayang. Gue memang nggak merasa hubungan kalian jauh dari saudara. Tapi dengan apa yang digosipkan itu gue antara ingin percaya atau tidak juga sebenarnya apa yang terjadi antara kalian berdua. Coba lo jelaskan sebenarnya itu ada apa sha?” Tanya febbi.


“iya sha. Ada apa?” Tanya dian.


“jadi kalian mempermasalahkan video itu?.” Tanya meysha balik.


“video?” dian mengerutkan keningnya.


“video apa?”begitu juga febbi melihat meysha.


Saat bibir meysha hendak menjawab tiba tiba saja teleponnya berbunyi membuat meysha terkejut dan segera melihat ponselnya kemudian mengabaikan yang lainnya. Sonia pun berdecak seperti biasanya. Dia akan melakukan apa saja yang menurutnya penting.


Sonia menghela nafas pendek “kita itu tidak penting olehnya” ketus Sonia membuat meysha terdiam.


Meysha segera mematikan ponselnya dan ingin bicara. lagi lagi ia diganggu oleh seseorang yang tidak lain kini adalah razu yang datang langsung ke kelasnya. “kenapa kamu tidak mengangkat teleponku.” Tutur razu. Razu melihat meysha yang menitikkan air matanya.


“aku minta maaf.” Tutur meysha kemudian pergi meninggalkan razu.


Razu melihat ketiga teman meysha. “apa yang telah kalian lakukan kepadanya?” Tanya razu.


“bang razu!, apapun hubungan mu dengan meysha. Kalau kau bermain main dengan nya, maka aku akan menghancurkan dirimu itu.” ancam Sonia kemudian ikut keluar dari ruangan tersebut.


“hey!.”


“permisi bg razu” tutur yang duanya lagi menundukkan kepala kemudian pergi lari terbirit birit.


“Apa yang terjadi?. Kenapa dia mengancam ku begitu?. Memang nggak ada etika pada seniornya.” Rungut razu. kemudian juga pergi dari sana.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2