
...****************...
Dikampus. Teman teman Razu sudah menunggu pria ini datang.
“Lo udah hubungi razu?”tanya bella.
“udah, katanya akan datang dalam 15 menit lagi.” Ujar danto.
Tak cukup 15 menit, terlihat razu buru buru menghampiri danto. “gimana?, bapak masih ada?” tanya razu.
“ada kok. Yok masuk” ujar danto.
Razu menghela nafas panjang, “sorry, gara gara gue kalian bimbingan diundur.” Tutur rahul.
“nggak papa, sans and selow ae. Kita tau kok lo lagi sibuk dengan masalah pribadi mu.” ujar danto merangkul temannya tersebut.
“seharusnya bisa dong membedakan urusan pribadi. Capek tau nunggu” ketus bella.
Razu melihat bella dengan tajam, namun danto mengode razu untuk tidak mendengarkan bella bicara apa. Mereka pun masuk. Tiga jam kemudian mereka keluar kembali, “zuu, nonkrong bentar lah yok?” ajak danto. “udah lama banget kita nggak nongkrong bareng.” Ujar danto.
“hmm sorry, gue harus buru buru pulang. Soalnya gue udah meninggalkan meysha tanpa sepengetahuannya. Gue duluan ya.” Ujar razu. setelah itu langsung pergi.
“wah liat, dia lebih mementingkan wanita itu dibandingkan istrinya sekarang.” Ujar bella yang melihat razu berlari keparkiran.
“tentu dia mementingkan wanita itu dari pada temannya. Karenakan wanita itu istrinya bukan pacarnya” ujar danto kemudian meninggalkan bella.
Razu melaju motornya dengan kencang, seperti ia pergi tadi begitu juga ia sampai diapartmentnya. Saat ia membuka pintu, razu langsung disambut oleh meysha dengan wajah ketekuk.
“sayang.” Razu beru hendak mencium pipinya, meysha pun langsung menghindar dan pergi. Razu pun mengerutkan keningnya. “ada apa?. Kamu marah kepadaku?” tanya razu mengikuti gadis ini dari belakang.
“… aku tidak berhak marah.” Tutur meysha membelakangi razu.
“aku minta maaf, karena aku pergi begitu saja tadi. Tapi ini benar benar mendesak. Soalnya aku ada sidang jam 4 Itu dan aku sudah telat 15 menit. Sehingga membuat semua teman temanku menunggu. Jadi aku tidak sempat mengabarimu.”
“aku tidak bertanya,..” ujar meysha.
“ Terkadang aku lebih memilih untuk tidak menjelaskan apapun karena pada akhirnya akan disalahkan juga.” tutur razu kemudian mendahului meysha dan pergi kekamar kemudian meletakan tasnya ditempatnya.
Lalu ia masuk kamar mandi untuk bersih bersih, karena badannya terasa sangat lengket karena keringat. Sedangkan meysha memilih duduk si sofa. Hampir satu jam akhirnya razu keluar dari kamar.
Razu melihat meysha yang sedang bermain game. Pria ini duduk disamping gadis ini. meysha pun tak acuh dengan kehadiran razu. “kamu masih marah denganku?” tanya razu.
Meysha hanya diam saja dan tetap sibuk dengan push ranknya. Dia benar benar betek karena diacuhkan oleh razu tadi. Udah ditinggalkan begitu saja lalu pulang tau taunya malah ikut diacuhkan karena dirinya ngambek.
“meysha?, kamu dengar aku bicara bukan?” tanya razu lagu.
Namun meysha tak bergeming dengan pertanyaan razu. Razu pun memohon kepada meysha untuk melihat dirinya dan merespon. “meysha, please jangan marah” pinta razu memohon dengan sangat penuh penyesalan.
__ADS_1
“malam ini aku tidur disini.” Tutur meysha masih sibuk mengedalikan lawan dalam game onlinenya.
Razu pun mengambil jarak. Ia tak menjawab lagi. Namun ia meraih ponselnya kemudian membuka aplikasi wattsapp. Ia melihat notifikasi fitur status pada wattsapp. Pria ini melihat status yang dibuat istrinya sendiri baru 45 menit yang lalu. Isinya
“kasih kabar itu penting,menyempatkan diri untuk berbicara dengan pasangan itu juga penting walaupun hanya sedetik. Kamu berpikir dia marah karena hal sepele. Menurutmu iya itu hanyalah sepele. Tapi yang menurutmu sepele itu belum tentu sepele olehnya. Terkadang hal yang sepele itu adalah sangat menyakiti untuknya.”
Seketika razu tersenyum miris saat melihat kata kata yang dikarang sendiri tersebut. “kamu marah tanpa alasan begini?. aku hanya meninggalkan mu selama 3 jam. Dan aku ada alasan nya. Kamu itu lagi mandi,sedangkan aku sudah ditunggu oleh dosen pengujiku. Untung ditunggun gimana kalau aku gagal sempro hari ini cobak. Jadi Aku tidak mungkin menunggu meysha. Aku benar benar buru buru.” Jelaas razu.
“coba kau lihat pelacur diluar sana?.” Ketus meysha menutup ponselnya kemudian menjatuhkan nya kelantai.
“kenapa aku harus melihat pelacur?” jawab razu mengerutkan keningnya tak mengerti.
“coba bandingkan aku dengan pelacur itu. dia dibeli, lalu ditiduri. Kemudian ditinggalkan oleh kliennya setelah kliennya itu puas. Dengan apa yang kamu lakukan hari ini. bukan kah itu sama?” teriak meysha.
“anin!” bentak razu.
“sama bukan?”
“tentu tidak!. Aku sudah mengatakan alasannya bahwa aku sangat terdesak.”
“apakah kau tidak punya pikiran, sebanyak itu cara mengabariku. Apakah kau tidak kepikiran sampe kesana hah?. Bahkan sambil jalan saja kau bisaa cetingan dengan kekasihmu, lalu kenapa kau nggak bisa mengabari ku seperti kamu mengabari kekasihmu itu..”
“anin, ini udah keterlaluan.”
“apa?, kamu bilang aku keterlaluan.?”
“maafin aku juga, aku terlalu mempermasalahkan hal yang sepele. Aku minta maaf” ujar meysha melihat wajah razu yang tidak melihat nya. Ketika mata razu melihat gadis ini, matanya langsung menunduk.
Razu menghela nafas singkat kemudian meraih tubuh sang istri kemudian memeluknya. “nggak papa sayang.” Meski mereka sering bertengkar bahkan itu hanya karena hal sepele, lalu baikkan kembali,dan saling meminta maaf itu adalah hubungan dewasa.
Meysha memandang wajah razu dengan lekat. “jangan menghilang lagi, teruslah berada disampingku
“ aku tidak akan menghilang lagi, aku akan disini selamanya.” Jawab razu mengusap rambut meysha.
Meysha pun mengalungkan tangannya dipinggang razu dan memeluk pria ini kembali. “bagaimana dengan sempromu?” tanya meysha.
“mmm, sudah selesai dong.” ujar razu.
“wah. Itu bagus banget. Suami ku memang hebat.” Puji meysha makin mempererat pelukannya.
“iya dong” balasnya dengan tertawa.
“dipuji malah terbang.”
“haha” Mereka sama sama tertawa. “jangan berubah ya,sayang?” pinta razu disela sela tawanya.
Meysha mendongak melihat wajah sang suami. Meysha pun mengukir senyum dibibir manisnya. Razu pun mengucup bibir manis gadis ini. membuat gadis ini memejamkan matanya sesaat.
__ADS_1
“kamu tau kenapa aku selalu ingin dekat denganmu?” tanya razu.
Meysha menggeleng. Razu pun memegang kedua pipi gadis ini, lalu sedikit ia tekan sehingga bibir gadis ini mumengerucut. “karena aku jatuh cinta sama kamu.” Ujar razu kemudian kembali ******* milik gadis ini dengan lembut.
Setelah lepas. Meysha pun berbicara “bang razu, tau tidak?.”
“tidak tau” jawab razu terkekeh.
“aaa.. aku kan belum bilang” teriak meysha memukul dada razu dengan gemas.
“haha,, ia, kenapa?” ujarnya kini bertanya serius.
“aku pernah menduakan perasaanku kepada bang razu. karena aku melihat bang razu adalah pria yang tampan dan berkarisma waktu itu. aku sempat jatuh cinta kepada bang razu waktu itu.”
“benarkah?. Kapan itu?”tanya razu penasaran tak percaya. Razu pun merasa tidak aneh bila ada juniornya yang jatuh cinta kepadanya.
“waktu itu kita ospek, bang razu memarahiku. Hari itu karena aku telat 2 menit saja. Bang razu menghukumku dilumpur. Saat itu aku pun pura pura pingsan dan bang razu langsung berlari mengejar ku. Kemudian menggendongku dan segera membawaku ke UKS kampus. Disitu tiba tiba saja ku mengkhiati perasaan ku yang mencintai pria itu. untuk pertama kali aku mencintai dua orang sekaligus. Tapii setelah aku tahu bang razu adalah pacarnya kak bella. disitu aku pun nggak jadi menaruh perasaan lebih deh. Dan perasaan itupun hilang dalam sekejab” cerita meysha yang didengarkan penuh hati oleh razu. bahkan mata razu tak berkedip sedikit pun menatap mata gadis ini. sekali kali tangan pria ini menyentuh rambut gadis ini yang terus menggagu wajahnya.
“jadi kamu orang yang menguntipku itu?” ujar razu menerka, karena tiba tiba razu ingat. Ia ingat bahwa mantan pacarnya pernah mengatakan ada adek kelas yang terus menguntip kemana dirinya pergi. Jumlahnya tidak banyak tapi Cuma 4 orang. “jadi itu dirimu dengan teman temanmu?” tanya razu.
“hehe,”meysha pun terkikik gemas. “hanya sedikit kok” ujarnya mengaku.
“tapi aku merasa bersyukur, karena sempat dicintai oleh Gadis imut sepertimu ini. maaf karena tidak mengetahui mu dihari itu.” tutur razu langsung memeluk gadis ini.
“bang razu adalah orang yang sangat perhatian, bahkan hari itu kalau bukan karena bang razu mungkin aku sudah ketahuan kalau aku hanya pura pura pingsan.hehe” ujar meysha,sambil menjalan jari jarinya dileher pria ini.
“entah lah kok bisa ya, padahal aku adalah orang yang sangat galak dan terkenal kejam loh, tapi kenapa aku melindungimu ya?. Apa jangan jangan?” ujarr razu terkekeh kemudian membuat meysha penasaran.
“jangan jangan apa bang?”
“jangan jangan kita memang sudah dijdodohkan.” Kekehnya.
“ada ada ajaa. Bilang aja kamu menyelamatkan aku. Karena aku cantik.” Ujar meysha kepedean.
“pede banget, padahal saat itu aku tidak melihat maba itu cantik. Menurutku biasa saja” ledek razu.
Meysha pun kesal “ngeselin”, ia memukul lengan razu sampai membuat razu meringis sakit,meski hanya pura pura.
“haha, ia deh iyaa. Aku ketahuan.” Ujar razu akhirnya pasrah.
Meysha pun mengusap jejak pukulanya. “apakah sakit?” tanya meysha.
Razu pun langsung made manja. “aaa cakit buanget, hiks hiks.” Ujarnya terisak isak pura pura.
“aa.. maaf ya sayang.” Meysha pun meniup jejak pukulan nya itu.
Razu pun tersenyum bahagia melihat gadis ini.
__ADS_1
Bersambung:)