DIAM-DIAM MENIKAH

DIAM-DIAM MENIKAH
Perubahan teman temannya


__ADS_3

...****************...


Hari ini meysha mengeringkan rambutnya sendiri, meski usahanya tidak maksimal ia tetap melakukanya sendiri. Kemudian menyikat rambut sendiri dan mengikatnya juga sendiri. Gadis ini pun keluar setelah itu dan melihat makanan yang ada diatas meja. Namun ia tak memakan makanan tersebut.


Ia membawa kunci mobil dan meninggalkan apartment tersebut. Tiba dikampus ia masuk kelas. Dikelas ia ketemu teman temannya kecuali Sonia. “mana Sonia?” Tanya meysha.


“dia belum datang.” Sahut dian sedikit cuek.


“oh.” Meysha pun duduk disebelah dian.


Tak lama Sonia masuk. Gadis ini duduk disamping febi. Meysha merasa tidak ada yang beres dengan teman temannya. Ia pun tersenyum melihat ketiganya. “apakah kalian marah dengan ku, karena tidak bisa ikut jalan jalan kemarin?” Tanya meysha.


“marah?. Buat apa kami marah. Kamu memang biasanya susah diajak jalan. Karena kamu kan sangat sibuk mengasuh keponakanmu.” Semprot febi.


“maaf.” Meysha pun lebih baik meminta maaf dari pada melanjutkan perdebatan tersebut. takutnya bila dilanjutkan akan menjadi sebuah masalah.


Jam berlangsung dan habis dalam waktu tiga jam. Sonia berdiri lebih dulu meninggalkan kelas. “hari ini dia tidak menyapaku atau pun menjawab sapa an ku. Kenapa dia?” Tanya meysha berbisik kepada dian.


“jujur saja, lo itu ada hubungan apa sama bang razu sih?” Tanya Febi.


“kenapa lo nanya begitu?” Tanya meysha mengerutkan keningnya.


“lo tau kan Sonia itu menyukai bang razu?” Tanya Febi memutar duduknya menghadap meysha. Meysha pun mengangguk. “ Kalau lo tau, bisa dong lo buat Sonia dengan bang razu dekat. Kan bang razu sekarang nih sudah jomblo nih a.” tutur Febi membuat meysha terdiam.


“apakah Sonia benar benar suka dengan bang razu?” Tanya meysha sedikit ragu. Karena Sonia tipikal orang sering bercanda jadi meysha menganggap Sonia itu hanya bercanda bila dia suka razu.


“ kita sudah berteman sejak dini. Tapi kau belum paham dengan teman temanmu. Kau payah sekali meysha.” Tutur febi berdiri. “yok dian. Kita pergi.” Ajak Febi kepada dian.


“Kenapa mereka tiba tiba memusuhi ku, apa yang telah terjadi?” meysha bertanya Tanya kepada dirinya sendiri. Karena teman temannya pergi meysha pun pergi dari sana sendiri. Ia berjalan di koridor kampus tak senagaja berpapasan dengan alfano.


“hay anindya” sapa alfano.


“hay” balas anindya tersenyum.


“kamu sendiri aja?, temanmu mana?” Tanya alfano melihat kanan kiri.


“mereka udah duluan. Kamu mau ke kelas ya?”

__ADS_1


“iya. Aku duluan ya.”


“oke..." meysha melihat alfano. Tumben dia menyapaku, bukannya dia udah mengatakan tidak akan menyapaku.


Alfano pun pergi. Meysha pun melanjutkan perjalanannya. Tiba tiba ia bertemu bella. seperti biasa dimana seorang junior yang harus menunjukan rasa hormatnya kepada senior yang berpapasan, meysha melakukannya. Namun bella menghentikan gadis ini.


“anindya meysha?” tutur gadis ini bernada mencemoohkan dirinya.


Meysha pun memicingkan matanya kuat kemudian membukanya dengan memiringkan kepalanya melihat bella. “aku lagi tidak ada tenaga untuk bertengkar denganmu” tekan gadis ini menajamkan matanya.


“aku juga tidak ingin bertengkar dengan mu. bagaimana rasanya jadi istri dari senior mu?” Tanya bella.


Meysha langsung melihat kanan kiri memastikan semua orang tidak mendengar yang diucapkan oleh senior perempuannya ini. kemudian gadis ini melihat bella dengan tajam. “aku peringatkan dirimu, jangan pernah macem macem denganku bila itu terjadi. Aku tidak tahu apa yang bakalan terjadi disini. Jadi hati hati.” Tutur meysha mengintimidasi bella.


Bella menelan ludahnya, kemudian mengumpulkan keberanian yang sempat hilang sejenak efek dari kata kata meysha yang mengintimidasi. “ Aku tidak pernah takut denganmu. Tapi aku hanya tidak ingin kamu malu. Tapi jika kau masih tidak menghargai ku, jangan salahkan aku bila semua orang tau tentang kau dan razu. oh iya kamu mau lihat video pertujukan ini nggak?.” Ancam bella.


Bella memamerkan HP nya namun tak melihatkan isinya. “didalam ponsel ini, ada sebuah bukti dan bisa membuat kau malu bahkan bisa di drop out dari kampus ini.” tutur bella.


“apapun isinya. Aku tidak takut denganmu. Billa aku di DO sekali pun aku tak peduli karena masa depanku sudah dijamin. Lalu bagaimana dengan mu?” meysha berpaling dan sejenak menghela nafas singkat kemudian menatap bella dengan seksama. “Jangan lupa, billa aku di DO kamu juga akan di DO. Bukan kah perjuangan mu sudah hampir mencapai finis. Kalau kau selesai sebelum mendapatkan gelar mu, bagaimana kamu bisa mengangkat derajat orangtuamu dan bagaimana bisa kamu mengalahkan ku. Apakah kamu tidak berniat menjadi orang besar seperti ku bg razu, Sonia Febi dian dan yang lainya. Menjadi orang besar itu enak tauk.” Tutur meysha.


“kau sangat sombong!” ketus bella.


Sedangkan bella menggeram begitu sangat kesal. “aku akan menghancurkan mu!” ketus meysha menghentakkan kakinya berkali kali.


“kamu kenapa?” Tanya wira yang melihat sahabatnya itu begitu sangat geram.


“wanita sialan itu, tidak ada takut takutnya dengan siapa pun.” Ketus bella kesal.


“ mahasiswa angkatan 2 itu?” Tanya wira.


“ia siapa lagi!”


“pasti ada kelemahannya. Tidak mungkin dia tidak memilki kelemahan.” Tutur wira. “jadi kamu sabar dan jangan gegabah. Bisa jadi akan merugikan dirimu sendiri ntar. Bila kamu buru buru begini.” Nasehat wira.


“kenapa sih kamu mengusiknya?, apa sih hubungan mereka?” Tanya kely.


“bukan apa apa.” Sahut bella.

__ADS_1


“bella katakan saja bell. Agar kita juga bisa membantumu bell.” Bujuk wira ingin tahu juga.


“suatu saat kamu akan tahu.” Sahut bella kemudian pergi dari sana membuat teman temannya kebingungan.


Belum jauh bella sudah dihambat oleh razu. “berikan ponselmu!” ketus razu memintanya.


“untuk apa?” Tanya bella mengerutkan keningnya.


“berikan saja bella.” mintak razu.


“nggak mau”


“kamu jangan macam macam.”


“ooo sepertinya istrimu sudah mengadu masalah ini.” tebak bella.


“bell. Aku meminta ini dengan baik baik. Jangan sampai aku menggunakan tenaga ku untuk merebutnya.” Ketus razu. “berikan!.” Pinta razu dengan keras. Tidak ada pilihan bella terpaksa memberikan ponsel tersebut. razu mengambilnya kemudian membuka sandinya. Setelah itu ia menghapusnya.


“jangan lakukan ini lagi. Ini tidak layak.” Ujar razu memberikan ponselnya kepada bella kembali.


“apa yang kalian lakukan disitu, sungguh menjijikkan.” Tutur bella.


“ apapun yang kami lakukan kemarin, itu halal.”


“aku tahu!. Kalian memang suami istri. Tapi apakah pantas kau melakukan begitu ditempat umum?” ketus bella menekan suaranya.


“kenapa tidak!. Resor itu milik keluargaku. Kita pun hanya berciuman tidak berhubungan intim. Apa masalahnya?” Tanya razu mengangkat satu alisnya. “bahkan kita juga sering melakukannya disitu bukan?”


“ apa yang kamu lakukan dengan dia dan apa yang kamu lakukan dengan ku itu jauh bedanya razu!.” ketus bella.


“apa bedanya.!”


“aku melihat kau… arghh, lain kali lakukanlah ditempat tertutup. Dengan begitu kau bebas menyentuhnya disitu”


“Itu wajar saja. Kau saja yang berlebihan.” Ketus razu. “oh ya, jangan coba coba kau melakukanya. Bila itu terjadi, sama saja kau menghancurkan masa depanmu. Sebab kau tau bukan meysha itu keras nya gimana. Dia lebih keras dari Sonia. Jika Sonia mampu membuatmu berlutut, apalagi dengan meysha.” Tutur razu memperingati bella.


Bella pun pergi meninggalkan razu. razu pun juga pergi meninggalkan tempat tersebut.

__ADS_1


...****************...


Bersambung:)


__ADS_2