DIAM-DIAM MENIKAH

DIAM-DIAM MENIKAH
Apakah aku terlalu murahan


__ADS_3

...****************...


Meysha tiba di apartemen disitu ia menangis sejadi jadinya. Ia benar benar sesak melihat kebencian dari orang yang dianggap saudara itu. Ingin rasanya mengatakan pa yang terjadi tapi setiap ia ingin mengatakannya ia selalu tidak mampu karena bibirnya begitu berat. Rasa percayanya kurang kepada mereka karena dulu ia pernah dikhianati oleh sahabatnya.


Orang terdengar masuk,meysha segera menghapus air matanya kemudian pura pura membereskan buku belajarnya. Razu masuk membawa bahan belanjaan dan melihat meysha yang berkemas sambil duduk dilantai.


“meysha, kamu masih marah kepadaku?” Tanya razu mendekati gadis ini. namun meysha tak menyahut dan pura pura tak mendengarkan. “jangan marah lagi. Aku minta maaf dengan masalah kemarin aku juga sudah menyelesaikan masalah video itu dengan bella jadi jangan khawatir lagi. Oh iya tadi aku menelepon mama menanyakan makanan yang kamu suka. Akan ku buatkan makanan kesukaanmu. Bahan nya sudah ku beli juga.” tutur razu mengoceh sendiri.


Meysha tetap diam. Razu pun menyentuh bahu meysha. “meysha, apa yang harus ku lakukan agar kamu tidak marah lagi?” Tanya razu.


Meysha langsung berdiri membuat razu mundur satu langkah karena terkejut. Gadis ini menatap prianya dengan tatapan marah. “kamu ceraikan aku!” ketus meysha. Kemudian pergi dari situ. Gadis itu masuk kamar dan razu langsung terdiam saat mendengarkan permintaan gadis bertubuh mungil itu.


Razu menghela nafas kesal kembali. “dia mulai lagi mengungkapkan kata itu. apakah dia gadis bodoh!. Bagaimana dia terus meminta ku menceraikannya ketika kita sudah melakukannya, juga.” ketus razu mengepalkan tangannya. “katanya perempuan akan mempertahankan hubungan nya bila dia sudah di.. arghh. Dia benar benar membuat ku gila!” teriak razu benar benar kesal sekali.


Sedangkan meysha dikamar mandi menguyur seluruh tubuhnya dengan shower tanpa membuka bajunya. Sehingga semuanya basah kuyup. Sekali kali ia memejamkan matanya kemudian teringat dengan kata Sonia. Murahan!. Kata itu benar benar menusuk jantungnya. Merebut bang razu dari bella. tidak. Tidak ada yang merebut razu dari bella. semuanya berakhir seperti aliran air. Tidak ada yang merebut atau pun merebut.


Tok tok tok… tok tok tok..


“meysha, kamu benar benar mandi atau ngapain?” tutur razu dari luar kamar. “kalau mandi kenapa tidak membawa handuknya”sorak razu.


Air pun mati. Pintu terbuka. Meysha berdiri dengan basah sekujur tubuhnya. “ada apa denganmu?” Tanya razu melihat gadis ini dari ujung kaki sampai ujung rambut. Bahkan pakaiannya menepak pada tubuhnya.


“Aku murahan.” Lirih meysha.


Razu mengerutkan keningnya. “kenapa kamu mengatakan itu?”


“kenapa mereka membenciku?. Apa aku berbuat salah hanya karena berciuman dengan suamiku sendiri, kenapa aku menjadi murahan ketika aku berciuman dengan suamiku sendiri. Kenapa aku murahan karena suamiku meraba tubuhku?” lirih meysha menitikkan air matanya. Air matanya bercampur dengan air mandinya dan menyatu membasahi tubuhnya.


“NO. kamu tidak murahan. Siapa yang mengatakan itu kepadamu?. apakah bella?” Tanya razu.


“aku pikir itu juga bukan salahku. Tapi dia mengatakan aku selalu mengalahkan dia di segala sesuatu. dia menyesal berteman dengan ku.” Gadis ini terisak. “sekarang aku berpikir, sepertinya semuanya memang salah ku. Salah ku karena terlalu pintar. Sehingga tanpa sadar aku membuat dia kehilangan kesempatannya untuk menjadi nomor satu. Aku hanya manusia biasa, aku hanya belajar. Bagaimana mungkin aku tau bila dia merasa terkalahkan aku bukan dukun yang bisa membaca pikiran orang, bagaimana mungkin juga aku bisa menentukan siapa yang harus mencintaiku dan siapa yang tidak boleh mencintaiku. Kan bang razu?” tutur meysha melihat mata razu.

__ADS_1


“iya.”


“lalu kenapa dia menyalahkan ku karena dia tidak dicintai oleh pria yang dia cintai. Kenapa dia menyalahkan ku karena dia tidak bisa mengalahkan diriku?. Kenapa dia menyalahkan ku karena dia selalu ditekan orangtuanya karena tidak mampu menaikan nilainya.”


“apalah arti nilai di dunia perkuliahan ini. tidak ada perangkingan. Kenapa harus bersaing.” Tutur razu menyentuh bahu meysha.


“tapi baginya itu sangat berarti. Dia sahabatku. Sahabat yang paling aku sayangi. Tapi aku tidak menyangka dia menghinaku hanya karena aku bermesraan dengan suamiku sendiri. Dia marah kepadaku hanya karena kita bermesraan di resor kemarin. dia mengatakan aku MURAHAN karena mau diraba raba. Dia menghina sahabatnya karena dia mencintaimu. Aku tidak menyangka karena cinta kepadamu, dia mampu mengatakan semua yang dia pendam. Tapi… itu bukan masalah.. sebab… berkat itu aku tahu perasaan dia ketika bersama ku. Ternyata dia tak sebahagia itu saat bersama ku”


Razu benar benar tak menyangka bila ada orang lain yang mengetahui masalah ini. “siapa dia?, aku akan bicara dengannya.” Tutur razu.


“nggak perlu. Kita sudah selesai. Aku akan keluar dari sana. Karena orang murahan tidak bisa bergabung dengan orang suci. Aku pergi!. Aku berhenti!” ucap meysha sudah putus asa. “aku tidak mau berada dimana dia berada.” Tutur meysha. Meysha melihat handuk yang dipegang razu. “ini handukku bukan?” tuturnya menunjuk handuk itu.


“iya”


“oke”


Meysha menariknya kemudian pergi dari sana tanpa menutup pintu. Razu pun menutup pintunya. Pria ini meraih ponselnya kemudian mencari nomor Sonia. Saat melihat nomor tersebut ada 50 pesan tak terbaca satu tahun lalu.


SONIA ANGKATAN DUA.


Hari ini


Razu ingin mengetik namun tidak jadi sebab ia merasa tidak ada gunanya bicara. “ini urusan mereka bersahabat, aku juga tidak tahu dengan siapa meysha bertengkar. Tapi berani sekali mereka mengatakan murahan kepada temannya sendiri.” Tutur razu kesal.


Pria ini menutup aplikasinya kembali. Kemudian melihat kamar mandi. Dia terlihat sangat khawatir dengan keadaan wanita lemah tersebut. pasti rasanya sangat sakit apalagi yang mengatakan itu adalah orang yang sangat dia sayangi.


“bagaimana kalau dia bunuh diri” tiba tiba saja terlintas dibenaknya hal yang konyol itu. oleh sebab itu pria ini segara berdiri dan menghampiri pintu kamar mandi kembali. Saat hendak mengetuk akhirnya pintu tertarik dari dalam sana.


“Ngapain bang razu disini?” Tanya meysha. Melihat wajah pria ini terlihat sangat khawatir.


“hm, nggak ada. Aku hanya mau masuk aja. Kebelet soalnya.” Tutur razu segera kedalam. Sedangkan meysha pergi dari situ menuju ruang ganti.

__ADS_1


Razu dikamar mandi melihat dirinya di kaca. “kenapa aku gugup” tuturnya membayangkan tingkahnya tadi. Arghh, jangan gugup razu. Razu berusaha mengendalikan dirinya sendiri. Setelah merasa baikan pria ini menghidupkan shower untuk menyiapkan mandinya.


Waktu berlalu, mereka makan malam. “kamu tidak marah lagi kan?” Tanya razu. Meysha hanya menggeleng. “kalau gitu tidur dikamar lagi ya, malam ini.” Tutur razu sambil tersenyum manis.


“hm.” Meysha hanya mendehem singkat.


“apa yang terjadi hari ini, Aku meminta maaf. karena andai saja hari itu aku tidak memaksamu melakukannya mungkin kamu tidak akan memilki kesulitan seperti hari ini.” tutur razu melihat gadis ini.


“ini tidak sepenuhnya salah karena video kita itu kok. Tapi dari sejak dulu Sonia sudah menahan semuanya. Cuma aku aja sebagai sahabat yang begitu buruk sehingga aku tak menyadari bila sahabatku sendiri terluka karena ku.” Tutur meysha tersenyum paksa.


“jadi Sonia?” Tanya razu.


Meysha melihat bang razu seketika. Ia menutup mulutnya. Karena sudah keceplosan. “bang razu, lupakan saja.” Tutur gadis ini.


“aku akan bicara dengannya.” Ujar pria ini berdiri.


“bang, jangan lakukan itu. Sonia hanya ingin tahu hubungan kita. Kalau dia bertanya apa hubungan kita apa yang bakalan kita jawab.” Jelas meysha.


“kita katakan seadanya. Biar kalian tidak salah paham” tutur razu.


“nggak!. Aku tidak mau mereka tau tentang kita.”


“apa sih masalahnya!.”


“pokoknya nggak,cukup alfano dan bella yang tahu ini. semakin banyak orang yang tau maka semakin banyak juga resiko hubungan kita terbongkar.”


“seterah saja”


Razu pun pergi menjauh dari meysha.


Bersambung:)

__ADS_1


__ADS_2