DIAM-DIAM MENIKAH

DIAM-DIAM MENIKAH
Rapat penting


__ADS_3

...**************...


Hari ini meysha dan teman temannya yang membuat masalah dengan seniornya dikumpulkan setelah diperintah kemarin kemarin sore.


Setelah kegiatan kampus, jam 04.00 sore. Ruang HIMAFI semua anggota sudah berkumpul. Hanya tinggal menunggu komting angkatan II. Tak lama komting mereka juga berkumpul. Terakhir datang rombongan meysha. Yaitu Sonia febi dan dian.


Sebelum masuk ruangan meysha sudah diperingati alfano terlebih dahulu agar kejadian kemarin tak terulang dan bagaimana pun senior itu memiliki peran penting selama kita kuliah disitu. Kalau bukan kepada mereka kita bertanya lantas kepada siapa?. Mereka yang tau semuanya.


“iya” jawab meysha.


Mereka pun masuk kemudian duduk ditempat yang sudah disediakan setelah menyapa semua orang. Meysha melihat razu yang sepertinya enggan melihat kumpulan meysha yang mengerikan.


“KALIAN MULAI SAJA, SAYA KELUAR. MALAS SAYA HARUS MELADENI KRIMINAL TAK TAHU SOPAN SANTUN SEPERTI MEREKA INI.” Ujar razu berdiri hendak pergi namun ditahan oleh danto.


“zuu nggak gitu caranya.” Ujar danto dengan sabar membimbing temannya ini.


Padahal meysha baru saja hendak menjawab razu,namun terhenti karena danto lebih dahulu berbicara. Razu seketika melihat meysha. Meysha pun memalingkan wajahnya dengan tatapan benci.


“ BAIK BISA KITA MULAI.” Tanya danto.


“BISA” Jawab mereka serentak.


“ ANINDYA, BISA JELASKAN MASALAH KALIAN DULU.”


“BAIK KAK” Jawab Anindya melihat danto kemudian melihat bekla.


“SILAHKAN”


Meysha mulai menceritakan mula mula bella berubah terhadapnya. Dia sudah menjelaskan beberapa kali namun bella tak percaya. Dia juga menuduh meysha menggoda razu. Sampai kemarin dimana bella mendatangi kelasnya karena jam kosong. Disana bella mengatakan dirinya berhutang,lalu meysha menjawab.


“bukankah kamu berhutang kepadaku?” Tanya bella


“hutang?.. mmm maaf kak.?” Jawab ku


“Apa kamu lupa dengan hutangmu?” kak bella bertanya kembali kepadaku.


“Kalau boleh tau hutang saya berapa ya.?” Tutur ku. Ia sih aku jawabnya lepas. Karena rasanya aku malu dituduh berhutang.


Kak Bella tersenyum tipis kepadaku, lalu perlahan kak bella melangkah mendekatiku. “bagaimana bisa lupa?, Hutang itu harus dibayar bukan.”


Sebenarnya aku lumayan kesal dan aku pun diam. Lalu Sonia berkata kepada kak bella


“seorang anak konglomerat berhutang, bukankah itu aneh…ya nggak guys” ujar Sonia keteman teman yang lain. Teman teman yang lain menjawab. “iya”


Begitu kak ceritanya.


“BENARKAH?, BELLA BILANG KAMU MENGHINA MEREKA KARENA BELLA DAN YANG LAIN MEMPERINGATI KALIAN.” Ujar danto.


“kami tak menghina kak bella ketika memperingati kami, tapi kak wira dan kak bella menghina meysha sebagai anak kolong jembatan dan anak petani miskin. Dia juga mengatakan karena berteman dengan ku membuat mereka semua sombong.” Ujar Sonia angkat bicara.


“BELLA?,APAKAH ITU BENAR?” Tanya danto..


“Kalau Sonia tak ikut bicara maka semuanya tidak seperti ini. kalian duluan lah yang menghina kami.” Ketus wira membela diri.


“jangan menyalahkan teman ku.” Ketus meysha.


“dia juga ingin mengeluarkan kita. Karena kita hanya orang miskin. Dia juga memamerkan kekayaannya itu dengan sombong.” Tutur bella.


"Wah!!.. Itu nggak benar sama sekali ya" ketus meysha melihat Bella dengan tajam.


"Kemarin dia merendahkan kamu dengan melempar uang yang mereka miliki. Jika tidak percaya CCTV bisa membuktikan kejadian itu. " Tutur Wira membela bella.

__ADS_1


"Ya, Mending lihat saja CCTV, CCTV akan membuktikan siapa yang salah lebih duluan." usul meysha.


"Gue udah lihat CCTV dan disini terlihat yang salah itu kau bocah tengil." ujar Razu mengatakan meysha.


"kau mengatai ku bocah tengil?..agak lain kalau ku tengok kau nampaknya mah.. Bela aja kesayangan alay kau ini." cerewet meysha melihat Razu dengan intens.


"Beraninya kau mengatakan aku alai!!" ketus Bella menggerogoti.


"Kau menyiram ku, kemarin!" ketus meysha. "Sampe sampe teh es komting kami yang enak itu habis, padahal dia belum sempat minum sampai setengah." tutur meysha.


“ak.. iya benar sih." jawab komting fis B


"Itu karena kamu memancing ku." bantah Bella. "Aku memang datang kesana,tapi aku kesana datang baik baik, dia yang menganggap candaan ku dengan buruk." jelas Bella karena hampir saja menunjukkan sisi jeleknya.


"Kau!!.. eh anak kelas kami bisa menjadi saksi, bahkan CCTV itu juga bisa membuktikan kali ya.. mana wajah bercanda dengan wajah ngajak ribut." ketus Sonia. disitu membuat danto dan Razu hanya menggeleng kepala melihat perdebatan mereka bersama.


"Apa karena aku anak pelayan dari rumah mu, sehingga kami tega banget memfitnah ku begini. Aku benar-benar tidak memiliki perkara dengan kalian. kalian saja yang mencari perkara dengan kamu. " ujar Bella menangis.


"Akuu...


“SIFAT MU MEMANG BEGITU Anindya.” Tutur razu membenarkan bila meysha memang orang yang sombong. Sehingga meysha langsung menelan kata kata yang hendak ia ucapkan. “kau mudah marah, mudah berkata kasar dan sangat sombong. Kamu akan menghina orang dibawah kamu bila kamu tersinggung. Jadi katakan saja masalah utamanya. Berhenti saling menyalahkan.” ketus Razu membuat meysha terdiam.


“BERARTI BG RAZU DEKAT DENGAN ANINDYA. SEHINGGA BG RAZU MENGENALI SIFAT ANINDYA.” Tutur alfano.


Seketika semua mata melihat alfano yang dari tadi hanya tapi kini dia angkat bicara sehingga membuat semua orang juga beropini setelah mendengar pertanyaan singkat tersebut.


“TENTU, AKU SANGAT DEKAT DENGANNYA. BAHKAN KAMI BERDUA SANGAT INTIM.” tutur razu menatap tajam kepada alfano karena merasa pembicaraannya terpotong.


“se INTIM APAKAH?” alfano mengerutkan keningnya. “agar masalah ini selesai. Bukankah akar dari masalah ini. KAK BELLA MENCURIGAI ANINDYA SELINGKUHANMU?”


“ BUKAN HANYA BELLA YANG Mencurigai Ku. AKU RASA DIRIMU JUGA SEDANG MENCURIGAI KITA SAAT INI?. Aku rasa kau juga sedang tidak mempercayai pacarmu” tutur razu menembak alfano langsung. Membuat Alfano langsung mati kutu.


Suasana ruangan itu menjadi seram dengan pertanyaan yang baru saja keluar tersebut. Meysha cemas Dengan hubungan yang bisa bakalan ketahuan. Sedangkan Razu benar-benar sudah gatal untuk mengatakan yang sebenarnya saja. Ia benar-benar ingin mengatakan bahwa wanita itu adalah istri sahnya.


“bella, apa benar kamu mencurigai anindya berselingkuh dengan razu?” Tanya fadlan.


“iya” jawab bella pasrah.


“apa ada bukti?” Tanya fadlan.


“ Saya rasa ini hanya urusan aku dan bella. jadi jangan ikut campur. Saya memohon” tutur razu. “ Organisasi berguna untuk himpunan mahasiswi fisika dan tempat menyelesaikan masalah yang berhubungan dengan himpunan. Jadi masalah kita berdua tak cocok dibahas disini.” Tutur razu sebagai ketua hima disini.


"Tapi razu, Inti dari masalah ini adalah kalian berdua. Hubungan apa yang kalian miliki? apa yang telah kalian lakukan sehingga Pasangan kalian harus berargumen bahwa kalian selingkuh. dari situ baru kita bisa menyelesaikan masalah ini. agar angkatan kita dengan angkatan lain nya nggak cekcok hanya karena urusan pribadi." jelas Fadlan


"lagian ini udah basah kok.. mending basah basahan aja sekalian." ujar danto turut setuju.


“sekarang begini saja. BELLA KAMU MINTA MAAF KEPADA ANINDYA?” suruh razu.


“aku tidak salah.” Bella menolak untuk meminta maaf. “Katakan dulu apa hubungan mu dengan dia?” ketus bella menangis.


“benar!, mengatakannya bukan kah itu lebih baik.” Tutur danto.


Semuanya mengangguk. Razu melihat meysha dan meysha hanya menunduk tanpa melihat siapa pun saat ini. Masalahnya cukup banyak, ditambah lagi masalahnya dengan seniornya.


“DIA…” Dia adalah istri ku. Rasanya ia hendak sekali berkata begitu, karena pria ini sangat benci dengan kebohongan. Namun melihat raut wajah meysha yang menandakan dirinya tak ikhlas bila razu mengakui hubungan itu pun menarik katanya kembali. “haruskah aku katakan?”Tanya nya kepada yang lain.


“razu, katakan saja agar bella tau dan anindya tak dituduh juga. memang kalian ini memilIki hubungan apa? Saya pun sempat ingin bertanya saat dirimu dengan meysha pulang setelah menghilang siang malam saat KL. Mungkin bukan hanya saya. Tapi banyak orang berargumen kalian itu ada apa apanya karena kalian itu aneh.” Tutur fadlan.


“kami tidak memiliki hubungan apapun.” Ujar razu singkat.


“Lalu bagaimana dengan chat kalian?. Kami menerima kabar bahwa kamu memaksa meysha untuk tinggal diapartemen mu. apa itu?" tanya Fadlan meletakkan print nan chatting Razu dan meysha.

__ADS_1


"Kami..." Razu pun menghentikan kata katanya sejenak. "Saya menyuruh nya tinggal diapartemen saya. karena orangtuanya menitipkan dia ke saya. Orangtuanya tidak membolehkan dia tinggal di kos karena orangtuanya takut bila terjadi apa apa kepada nya." jelas razu


"Kalau begitu hubungan kalian lebih bukan?" tanya Fadlan lagi.


"Yaa.. dia adalah saudara ku." jawab Razu. "Dia anak Tante saya" jawab Razu.


“jangan membohongiku.” Isak bella.


"Aku tidak berbohong Bella., Dia... dia sepupu ku." ketus Razu.


"Apakah pria yang benci dengan kebohongan kini bakalan menjadi pembohong?" tanya Bella membuat Razu terdiam.


Meysha menghela nafas kasar. “percuma berbicara dengan orang seperti dia. Dia tidak peduli apapun yang kita katakan. Karena dia hanya percaya dengan apa yang dia percayai.” Tutur meysha.


"Aku bukannya tidak percaya tapi....


"tapi apa??


“Karena kamu tidak mau disalahkan dan tidak mau meminta maaf. Baiklah aku YANG MEMINTA MAAF KEPADAMU. MAAFKAN JUGA TEMAN TEMANKU.”


“KAKAK ABANG YANG ADA DISINI SAYA JUGA MEMINTA MAAF GARA GARA MASALAH INI, MEMBUAT PERSELISIHAN ANTARA Angkatan TAHUN DUA DENGAN TAHUN 4. KAMI MOHON MAAF SEBESAR BESARNYA.”


“ALFANO MEWAKILKAN SEMUA TEMAN TEMAN JUGA MEMINTA MAAF ATAS KETIDAK Kesopanan KAMI KEMARIN KAKAK DAN Abang Abang SEKALIAN. KAMI SEMUA PERMISI.”


Setelah itu mereka pergi. Setelah semuanya pergi, razu pun melihat bella. “kita harus bicara!.” Tutur razu membawa bella keluar dari ruangan tersebut.


Mereka berdiri di belakang labor karena tempat tersebut sangat sepi. Disitu razu melepaskan tangan bella dengan kasar. “Puas lo sudah membuat gue malu?.” Ketus razu.


“kok lo gue an sih yank.”ujar Bella mengerutkan keningnya.


Razu menghela nafas, melangkah sedikit mendekat kepada bella. “7 tahun kamu bersamaku. Kamu masih mencurigai ku?. Wah kamu benar benar membuat ku terkejut bel” tutur razu frustasi.


“aku melakukan itu,karena aku takut kehilangan mu, sayang.” Bella memegang tangan razu namun razu menarik tangannya. "Karena semenjak selesai KL itu kamu berubah drastis kepada ku. kamu lebih banyak menghabiskan waktu mu dengan ponsel." Isak Bella.


“aku kecewa dengan mu.”


Bella terdiam. Perlahan dirinya memeluk razu. “maafkan aku. Aku tidak akan mengulanginya lagi. Sayang.” Bella memejamkan matanya.


Razu tak membalas pelukan tersebut,namun membiarkan bella tetap memeluk tubuhnya. Banyak orang mengagumi razu namun dari banyak orang itu juga banyak sekali yang menjatuhkan dirinya. Tidak terasa air matanya turun begitu saja.


“aku akan antar kamu pulang.” Tutur razu.


“mmm” masih Dalam isak tangisnya.


“Ayo.”


Mereka pun pergi dari sana.



"Kenapa kamu tidak bilang bahwa bang Razu saudara sepupu mu?"tanya alfano.


"Karena aku nggak mau aja. yank. bang razu dan orang yang sangat ditakuti oleh semua orang di sini jadi menurutku kalau aku memberitahu kamu atau yang lainnya nanti aku tinggalkan dan teman teman kemudian malas berteman dengan ku" jelas meysha.


"Ya udah. lain kali jangan ada rahasia rahasia an lagi ya" tutur alfano memegang tangan meysha. "Aku nggak mau kesalahan pahaman ini berulang lagi."


"Maaf ya."


"iya sayang. jadikan ini pelajaran untuk kita." tutur alfano.


"iya."

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2