
...****************...
Setelah mereka selesai makan meysha merapikan tempat tersebut. Razu mencuci jejak makan mereka dan meysha menyusun sesuai tempatnya.
“bg razu” panggil meysha.
“iya”
“Kenapa bang Razu cuek banget ke junior junior dan Kenapa bang Razu sangat kejam. padahal ya kalau aku tengok bang Razu tak sekejam itu loh” Ujar meysha bercerita.
Razu langsung melihat meysha. Mereka saling pandang. “Nggak tau”
“Bang razu sangat mencintai kak Bella ya?.”
“Pertanyaan bodoh apa itu?”
“Bisa nggak sih tinggal jawab. iya atau tidak kan tanpa bertanya ulang.” sewot Meysha.
"Kamu sendiri?. Apakah kamu sangat cinta dengan alfano?" tanya Razu.
"Aku... ya dong. sejak aku duduk disekolah Menengah pertama aku sudah mencintai nya juga."
"ooh"
"Kok ooh aja sih" ketus Meysha kesal.
“Lalu kenapa kamu menangis semalam?.. apakah kalian bertengkar? sehingga karena itu kamu menangis semalam”
“Nggak kok.. cuma aku sedih aja gitu karena apa yang terjadi pada kita. membuat kita membohongi pasangan kita sendiri. apalagi kita sangat mencintai nya, tapi kalau kita bercerai…”
Razu membenturkan sendok dengan gelas. Ting. Sudah dipastikan kalau dia tak ingin mendengar perkataan meysha lebih lanjut lagi.
“aku akan mengurusnya, bg razu hanya tinggal tanda tangan. Semua pasti tidak akan rumit. Percaya lah denganku.” Bujuk meysha.
Razu tak menjawab, justru ia melanjutkan mencuci gelas dan meletakkannya sendiri. “bg razu punya pacar, bg razu cinta kak bella bukan?, aku mencintai alfano. Apa susahnya kita bercerai sebelum semuanya tau tentang hubungan kita?” nasehat meysha.
Kini razu mencuci tangannya dan mengacuhkan meysha yang berbicara. “ Bg razu, ini adalah solusi yang sangat baik.”
Seketika Razu mengangkat tubuh meysha dan mendudukkannya diatas estafet membuat meysha kaget dan matanya langsung membola sempurna.
"Apa yang ingin bang Razu lakukan?" pekik Meysha saat Razu menyentuh paha meysha. dan wajah pria ini sangat dekat Dengan wajah gadis yang sedang ketakutan ini.
“Bisakah kamu putus dengan alfano?” Tanya razu menaikan alisnya. "Aku putuskan juga bella, Agar kamu tidak membahas perceraian dengan ku, lalu kita lakukan hubungan suami-istri dan punya anak." ujar Razu membuat meysha gemetar.
"Maaf,bila kata kataku menyinggung bang razu." jawab meysha menjauhkan wajahnya dari wajah tampan Razu.
"aku sudah katakan aku tidak mau bercerai.” Tekan razu. Setelah itu mengangkat tangannya dari paha gadis ini. Kemudian melanjutkan aktivitas yang sempat tertunda beberapa saat.
Sedangkan meysha mengatur nafasnya yang menggebu, karena terasa sensasi yang diberikan pria ini sangat berbeda. Baru kali ini ia merasakan sensasi Yang aneh itu disaat tangan Razu yang basah itu merem*s pah*nya jadi terasa sangat dingin sekali.
"Putus kan pacar mu, kita akan punya anak" perintah Razu.
“Nggak mau!. aku sudah berjuang bertahun tahun hanya untuk mendapatkan alfano. aku cinta banget sama dia. bg razu dengan kak bella bukanya udah 7 tahun. kalau putus bukankah sia sia. dan itu sangat menyedihkan juga bukan?"
“HUBUNGAN KAMI SUDAH SIA SIA, Karena aku menikahi dirimu anindya.” Ketus razu berbalik badan kemudian menunjuk meysha.
“kalau bang razu mau bekerja sama semuanya tak akan menjadi begini.” Tutur meysha kali ini membentak razu.
Razu malah terkekeh setelah dibentak oleh meysha. Tapi entah kenapa nadanya sangat mengerikan untuk didengar oleh telinga siapa aja yang bersamanya saat ini. “ Ku kira dengan cara yang tadi kau akan kapok membahas ini.. tapi ternyata enggak... kalau dipikir-pikir apa ya yang bisa membuat perempuan mau bertahan dengan cowoknya?... ” tanya razu.
Meysha pun menggeleng tak tahu. “ kamu pernah dengar kata kata ini tidak. TERKADANG COWOK MERUSAK CEWEKNYA BUKAN KARENA GAK SAYANG TAPI AGAR CEWEKNYA BERTAHAN HANYA DENGAN 1 LAKI LAKI” ujar razu sedingin es.
“maksudnya bg razu?”
__ADS_1
“ bukan kah itu salah.?” Tanya razu mengangkat alisnya.
“iya” meysha mengangguk. “lalu apa hubungannya dengan kita. Kita suami istri.”
“Hubungannya ada ….KALAU MISALNYA AKU ADALAH COWOK ITU. BAGAIMANA?” Tanya razu. “TAPI AKU MELAKUKANNYA HALAL.”
“bg razu,berbicara apa?. Aku benar benar tak mengerti.” Ujar meysha makin bingung.
“kalau aku merusak mu!. Bukan merusak mu jatuhnya ya. Tapi AKU MENJADIKANMU ISTRIKU SEUTUHNYA. BAGAIMANA? AKAN KAH KAMU MASIH BERLARI DARIKU?” Tanya razu.
“istri seutuhnya, arghh.. bg razu benar benar berbelit belit. Katakan saja to the poin agar aku paham.” Ketus meysha benar benar kesal.
“BAGAIMANA KALAU KITA MELAKUKAN HUBUNGAN SUAMI-ISTRI.. APAKAH KAMU AKAN TETAP BERLARI? .” Ujar Razu kembali menatap gadis ini.
“WHAT?”
“INTINYA. KALAU KAMU MEMBAHAS PERCERAIAN ITU LAGI. AKU AKAN MERUSAK MU SEBAGAI SEORANG GADIS.” Bentak razu menghadapi istrinya yang lola tersebut. “AKU AKAN MEMPERK0S@ MU.” Razu pun pergi meninggalkan meysha.Mendengar nada peringatannya,seketika meysha terpaku diam.
“apakah segelap ini masa depanku.”
Meysha duduk di sofa. Perasaannya masih tidak aman saat razu berteriak hal tersebut kepadanya. Tiba tiba bunyi seorang seperti menekan sandi akan masuk berbunyi. Meysha melihat kamar tapi razu tak kunjung keluar. Mau disamperin tapi takut razu makin marah kepadanya.
Suara langkah kaki masuk, meysha pun langsung berdiri dan berbalik badan. Seketika betapa terkejutnya meysha saat melihat sosok bella. begitu juga bella yang terkejut saat melihat kehadiran meysha di apartment pacarnya.
“n_ngapain kamu diapartemen razu?” ketus bella.
“A_a_anu_aku.. aku tinggal disini.” Tutur meysha gugup.
“tinggal disini? Bersama razu?. Razunya mana?” Tanya bella dengan tajam.
“bg razu itu.. dia, dia dikamarnya.”
Bella pun langsung pergi dari situ dan langsung masuk kamar razu tanpa mengetuk. Apartemen itu seperti miliknya saja. Astaga. Tak lama keduanya keluar berdua an. Razu menarik tangan bella.
“kenapa datang nggak ngomong dulu.”
“sayang kamu sudah makan?, pasti belum kan?. Aku bawakan sesuatu untukmu nih.” Tutur bella mengeluarkan isi dari paper bag itu.
“aku sudah makan, tadi anindya masak.” Tutur razu.
“oh ya.. sekarang kalian tinggal berdua.?” Tanya bella.
“iya, dia akan membantu ku disini. Kan mama dan papa ku sudah pindah keluar negeri. Dia menyuruh anindya tinggal disini. Agar ada yang bisa memerhatikan ku. Jadi kamu nggak perlu repot repot membawakan makanan.” Jelas razu.
“mmm begitu, tapi aku bisa kok menjaga mu disini.” Tutur bella. “aku akan datang pagi pagi kesini untuk memasak.” Ujar bella.
“tidak usah sayang, kamu sudah sibuk. Masak ditambah lagi. Itu akan merepotkan mu. sayang”
“aku kan calon istrimu, jadi itu bukanlah hal yang merepotkan”
Meysha pun tertawa meledek, membuat keduanya melihat meysha, namun meysha pura pura tak tau karena kalau mereka berdua menengok meysha dengan tajam. Beberapa saat meysha mendapati pesan.
Ting
Sonia
“jalan jalan yok, mumpung libur.”
Meysha pun berdiri dan menghampiri mereka sambil senyam senyum. “sayang, eh bg razu maksudnya. Aku minta izin keluar dengan teman teman ku boleh?” Tanya meysha kepada razu.
“pergi saja, kenapa harus meminta izin.” Ketus bella.
“kemana kamu akan pergi?”Tanya razu menghimpit ocehan bella.
__ADS_1
“Cuma,ke bali.”
“bali?”
Bella tercengang.
“pakai pesawat kok. Aku akan sampai disini jam 8 malam paling telat. Janji” tutur meysha.
“Apakah masih ada penerbangan jam segitu?” Tanya bella.
“ado dong, pesawat itukan milik ku. Hadiah ulang tahun orangtuaku. Tentu bebas dong” ujarnya pamer. Sebenarnya ia sadar pertanyaan itu tak nyambung dan tidak ada hubungan nya namun ia sengaja memanas manaskan bella.
Arghh bahaya kalau orang kaya. Jalan jalan saja pake pesawat pribadi. Lebih keren lagi orangtuanya karena menghadiahkan satu pesawat kepada seorang anak.
“boleh ya bg.” Bujuk meysha.
“nggak boleh.” Bantah razu membuat bella mencibir karena dilarang razu.
“baiklah. Tapi aku mau belanja sepuasnya menggunakan black card mu.” Ujar meysha merengek manja. “batas minimum hanya 200 juta.”
Razu pun berdiri membuat meysha mundur dua langkah. “aku akan mengasih mu! Tapi batas maximum 200 juta itu. bukan minimum.” Tegas razu.
“yeaaa” meysha langsung happy.
Seketika bella benar benar ternganga. Razu pun ke kamarnya. Ketika razu pergi ke kamarnya meysha melihat tampang bella yang sangat syok.
“apakah kau pernah dibelanjakan seperti itu?” Tanya meysha membuat gadis ini segera memperbaiki rambutnya.
“hm” bella mendehem singkat. “ gue bukan cewek matre. Jadi gue nggak akan belanja sebanyak itu. hanya cewek yang gila uang kayak gitu.” Semprot bella.
“oh ya.. yaa padahal seru. Ingat ntar jangan mengamuk lo ya.” Ledek meysha.
Pria tampan itu muncul kembali dengan tangannya memegang black card tersebut. “gunakanlah,tapi ingat jangan lebih dari 200 juta.” Ujar razu memperingati meysha.
“makasi sayang.. muachh” meysha mengecup ringan bibir razu dihadapan bella. membuat pipi razu merona dan mata pria ini besar begitu juga dengan bella seketika berdiri dan menatap tajam meysha.
“apa apa an kau ini!” pekik bella.
“dia saudara ku. Apakah aku tidak boleh mengecupnya?, kamu aja yang bukan siapa-siapa berani mengecupnya. Masa aku nggak boleh.” Ujar meysha kemudian pergi dengan tas kecil pake sandal jepit dan menenteng satu kunci mobil.
Sedangkan razu masih terpaku, sehingga tidak sadar bella berteriak kepadanya. Sedangkan meysha tiba diparkiran mobil ia membanting stir beberapa kali. “gila gila gila. Lo gila meysha. Kenapa lo melepaskan ciuman pertamamu kepada pria paranoid itu sih.” Berkali kali meysha menyesali perbuatannya.
“arghh,,, gila banget.” Ketusnya meysha berkali kali memukul kepalanya. Satu umpatan satu pukulan. Dia mengumpat 4 kali. Jadi ia memukul-mukul kepalanya juga 4 kali.
Ting
“kita udah di lokasi kamu dimana?”
Entah siapa pengirim meysha tak melihatnya. Ia pun langsung menuju lokasi. Dimana mereka memesan ruang VIP disebuah restoran mahal. Khusus untuk mereka berempat.
Kembali kepada razu yang kini sudah kembali dari langit, karena sempat melayang layang. Ia melihat bella begitu sangat betek.
“sayang kamu kenapa?”Tanya razu melihat bella.
“jangan dekat dekat aku. Kamu jahat razu” ketus bella merengek manja.
“maafkan aku.”bujuk razu. “ apakah kamu juga mau belanja, ayo kita belanja sesuka hatimu. Aku yang bayar.” Tutur razu agar bella melupakan kejadian yang tadi.
“Meysha itu saudara mu yang bagian mana sih?” Tanya bella. “bukankah kiss itu udah keterlaluan.” Ujar bella.
“dia_dia dia anak saudara papaku. Dia memang sangat akrab denganku. Dari sejak kecil.” Jelas razu. “lupakan saja itu, bagaimana kalau kita shoping dulu. Hari ini kamu puas belanja apa saja.” Tutur razu.
“oke”
__ADS_1
Bersambung:)