
Razu pun lanjut membuka switernya kemudian setelah terbuka, ia hanya mengenakan singlet putih. “ pake ini.” suruh razu memberikan switer yang ia kenakan. “sebelum gelap,kita harus keluar dari sini. Ayo pake lah.”
“astaga! Apa ini!." Tiba tiba datang segerombolan orang orang dengan berbagai senjata tajam.
Membuat meysha langsung ketakutan dan seperti seseorang yang trauma melihat benda tersebut. Gadis ini langsung memeluk razu dan menempelkan wajahnya di dada bidang senior tampannya ini.
“astaga” membuat orang orang makin heboh.
“apa yang sedang kalian lakukan ditempat ini?”
“Apa ini!?.”
“astaga, ini benar benar diluar dugaan.”
"Ada orang mesum dikampung kita." Sorak mereka beramai-ramai.
“maaf!, ini.. ini bukan seperti yang kalian pikirkan.” Jelas razu segera berdiri dan meysha ikut berdiri namun tak melepaskan pelukannya terhadap pria tersebut. Meski razu udah berkali kali minta dilepaskan, namun meysha justru makin mengeratkan pelukannya
“apa yang kalian lakukan dilingkungan kami?, kalian akan dikutuk.” Bentak mereka marah besar.
“maaf, tolong dengarkan penjelasan kami dulu pak.” Ujar razu kepanikan.
“ayo bawa mereka kebalai desa.”
"Dasar anak muda tak punya harga. berani sekali membuat sial dikampung kami!"
Mereka berdua diarak dengan kesalahan yang tidak mereka perbuat. Meysha hanya bisa bersembunyi dipangkuan razu. Awalnya hanya ada 4 orang yang menemukanya kini menjadi lebih karena setiap jalan mereka bertambah mengarak keduanya.
"Telanjang Kan saja mereka" teriak mereka bersorak sorai seperti paduan suara.
“benar, telanjangkan!” teriak mereka kompak membuat keduanya makin merinding
Razu hanya pasrah, karena dirinya benar benar bingung dengan kejadian ini. Dirinya tak menemukan jalan berjam jam bersama meysha tapi tak taunya, tiba tiba 4 orang itu menemukan mereka di sana setelah itu tidak beberapa langkah ada jalan untuk menuju ke desa bukankah itu aneh?. Tiba tiba meysha pingsan.
“hey, hey! Dek.. junior. aishh” Razu tak tau nama gadis ini. "aduh Lo kenapa pakai pingsan segala sih". Razu pun berhenti kemudian menggendong gadis ini. Sepanjang jalan dirinya diteriaki bahkan dilempari. Mereka diperlakukan seperti binatang dikampung ini. “tega lo ya, ninggalin gue.” ketus razu merungut. “mana tubuh lo berat lagi!”
Setelah sampai di balai desa. Razu membaringkan tubuh meysha yang masih tak sadarkan diri di tikar yang sudah disediakan tersebut. Ia menahan rasa malunya kemudian melihat semua orang yang menatap dirinya dengan hina tersebut.
“baiklah, saya tau. Sebanyak apapun saya bercerita kalian tidak akan percaya. Tapi, sekarang ini benar benar butuh bantuan jadi saya mohon tolong saya…” razu menyatukan kedua tangannya dan memohon. “tolong saya, mohon bantuannya, tolong panggil dokter.”
“tidak perlu dokter.” Sorak seseorang yang wajahnya belum dapat ditemui.
“what?, kenapa tidak?”
Sosok itu kemudian muncul. “ disini dokter tidak berguna. Karena roh gadis itu sudah disembunyikan oleh penunggu tempat itu.”
Sontak razu membelalakkan matanya tak percaya. “no!. hal hal yang seperti itu tidak mungkin ada. Itu hanyalah Mitos” kekeh razu. Lagian itu tidak lah masuk akal sama sekali bagi seorang sains seperti razu dan meysha. “ jika kalian tidak ingin membantu, baiklah. Saya sendiri yang akan melakukannya.” Ketus razu.
Saat dirinya hendak mengangkat tubuh meysha namun dihentikan oleh nenek tersebut. “jangan keluar dari desa ini,sebelum anda menikahi perempuan tersebut.”
“what?. menikahinya?. Kenapa kami harus menikah. kami tidak ngapa ngapain pun kok.”
“jika kamu masih ingin keluar,silahkan. Tapi kamu hanya akan membawa jasad wanita ini.” tutur neneknya.
"Tidak ngapain ngapain tapi kau telanjang. Apakah itu bisa disebut tidak ngapain-ngapain?"
"Saya tidak telanjang tapi saya masih memakai celana saya dengan utuh dan singlet saya juga utuh. apa kalian tak melihatnya hah?" ketus razu melotot tidak terima dituduh macam macam.
"Kamu harus menikahi gadis ini, sebelum gadis ini dinikahi oleh makhluk gaib di dunianya." tutur nenek nenek itu.
Razu benar benar frustasi. “Saya tidak peduli apa kata kalian?, mau dinikaki apapun itu bukan urusan saya, karena saya tidak mengenalnya.” Pria ini berdiri dan menentang pernikahan.
"itu seterah anda. Tapi kami hanya ingin memberi tahumu. Bila tidak ingin kalian mati menggenaskan nantinya." Ujar seorang pemuda yang sedang memegang parang tajam tersebut.
"Tapi kenapa!!?”
“karena kalian sudah melanggar peraturan kampung ini.”
“peraturan apa yang saya tantang, saya sudah jelaskan bahwa saya tidak melakukan apapun padanya?”
“kamu serius tidak terjadi apa apa?” tanya mereka meyakinkan razu sekali lagi.
“iyah..?” bentak razu.
__ADS_1
“hey anak muda!,. jangan berbohong lagi. Tidak ada yang selamat disini karena tak mendengarkan kami. Jika kalian ingin selamat maka lakukan saja.”
“ck, apakah itu benar benar ada?” tutur razu. Mengangkat satu alisnya.
“anak muda, itu seterah anda.”
“ Pacar anda tidak akan selamat, begitu juga anda.”
“emang anda tuhan?” sela bertanya begitu tiba tib amereka dikagetkan ole pekikan meysha yang baru saja sadar.
“aku nggak mau mati!!” pekik meysha tiba tiba terbangun dan panik seperti seolah olah melihat hantu.
“eh.. kam, kamu kenapa? Apa yang kamu lihat?.” Ucap razu memegang tangan meysha yang sangat gemetaran dengan panik juga.
“aku tidak mau mati. Aku tidak mau mati, bang razu. Aku tidak mau mati. Aku tidak mau mati.” Isaknya menangis sejadi jadinya memeluk razu. “aku takut. Aku takut! Aku tidak ingin mati. Dia ingin aku mati.”
“tidak ada yang akan mati, tenang lah.”
“tapi dia ingin membunuhku.”
“dia siapa?”
“dia” tunjuk meysha menunjuk yang menurutnya Nampak namun orang tak melihatnya. “dia terus menatap ku. Hik hiks.. bang razu aku takut.”
“apa yang kamu lihat,itu hanya ilusi, dek.”
“noooo.. dia menatap ku. Dia membawaku ketempat yang sangat gelap dan disana sangat menyeramkan ” Pekik meysha makin mejadi jadi. Bahkan dirinya benar benar terlihat seperti ke hilangan akal.
“hey… tenang tenang.” Razu akhirnya memeluk gadis ini dengan erat dan sampai meysha benar benar tenang. Setelah tenang razu menatap meysha dengan seksama.
“Siapa nama mu?” Tanya razu.
“An$%#dya m.@..2..ha.” Jawab meysha pelan hampir tidak terdengar oleh siapa pun.
“siapa?”
“AN_NIN_DYA MEYS_HA” eja meysha dengan tangan bergetar.
“telepon orangtuamu, anindya.” Suruh razu memberikan ponsel karena meysha tak membawa ponsel karena aturan yang ditegakkan.
“kita akan menikah sesuai permintaan mereka.”
Meysha langsung membelalakkan matanya. “bang razu?, aku tidak salah dengar bukan?.”
Razu pun tak menjawab. Ia pun lebih dulu menelepon orangtuanya. Cukup lama akhirnya diangkat oleh sang papa.
“hallo razu?,”
“hello pa, papa bisa datang ke desa terkutuk ini.” mulut razu langsung kasar mengatai kampung tersebut.
“desa terkutuk apa?, dimana itu?” tanya papanya terdengar panik didalam sana.
“desa W. aku akan menikahi seorang gadis atas permintaan mereka. Karena aku tertangkap sudah melakukan perzinaan.”
“razu.!”
Razu mematikan ponselnya. Kemudian memberikannya kepada meysha. Meysha benar benar bergetar. Kenapa rasa sakit yang meysha alami harus datang bersamaan. “aku tidak bisa mengatakan ini kepada orangtuaku. Papaku akan marah besar dengan ku. Aku tidak mungkin menjelekan citra orangtuaku.” Pekik razu.
“bang razu, kita akan keluar dari sini apapun caranya. Kita ini orang kota, orang kota tidak mempercayai hal seperti itu.” ujar meysha membujuk razu.
“kalau begitu, silahkan kalian keluar dari desa kami. Tapi bila terjadi sesuatu kami tidak akan bertanggung jawab karena kami sudah memberi kalian saran.” Tutur nenek tua tersebut. “ingat, anda sudah melihat sosok nenek tua tersebut bukan?, maka anda adalah targetnya yang akan menjadi tumbalnya karena anda sudah berani melakukan hal tak senonoh ditempatnya.” Peringat si nenek membuat razu merinding.
“dia hanya menakuti nakuti kita. Lagian kita tak ada melakukan hal yang buruk ditempat itu. Bagaimana mungkin kita dikutuk. Dasar penduduk aneh!” Ketus meysha. Meski sebenarnya ia melihat sesuatu yang tak seharusnya ia lihat. Namun gadis ini masih bertekad bahwa itu hanyalah ilusi seperti yang dikatakan sang senior.
“saya rasa, anda telah banyak mengalami hal hal aneh bukan?. Kutukan itu akan terlepas bila anda menikah.”
“bohong!, atau memang kalian yang mengguna guna kami?” teriak meysha membuat razu ikut mengiyakan.
“itu adalah fitnah, jangan memfitnah desa kami orang datang. Kalian datang ketempat ini membawa sial. Atas perbuatan yang kalian perbuat. Kami harus menanggung kemelaratan selama 6 bulan. Jangan membuat kericuhan lagi. Pilihan kalian hanya dua menikah atau mati."
“anda juga mengatakan bahwa dia tidak akan bangun sebelum aku menikahinya?, tapi apa? Dia justru bangun sekarang., apakah ini sebuah trik?” tutur razu mengingat kata kata orang orang tadi.
“itu bukan trik!, kalian harus menikah.” Tiba tiba seseorang yang tak lebih kerasnya mengatakan hal sedemikian.
__ADS_1
“papah!” razu langsung berdiri.
“tidak ada waktu lagi. Kalian harus menikah malam ini juga, dan kamu silahkan telepon orangtuamu.” Papa razu yaitu anton menunjuk meysha.
“what?, Kok ada ya orangtua ingin anaknya menikah dengan sembarang wanita." Tutur meysha sempat membuat Anton terdiam sejenak. Ia juga ya, tapi ini adalah sebuah kesempatan bagus untuk anton memisahkan razu dengan kekasihnya. Si anak pembantu tersebut.
“lakukan saja, setidaknya kamu ada untungnya menikahi putra saya. Karena dia pewaris satu satunya dari keluarga kami.” Ujar papa razu dengan sombongnya. “kami akan membuat hidup anda seperti ratu.”
"Saya tidak tergiur dengan harta." ketus meysha. "Lebih baik aku mati dibawa nenek nenek itu dari pada harus menikah dengan pria arogan dingin dan tak berperasaan seperti anak kalian." Tambah meysha dengan lancangnya.
"jangan Muna deh,kapan lagi kesempatan ini datang kepadamu." Tutur alira ibu dari razu. “emang apa sih pangkat keluarga kau, sehingga berani menolak putraku yang tampan ini dengan mulut kotor kau itu?
“ck. Kau ingin tau siapa aku?, kalau gitu kau cari tau sendiri. Nama ku ANINDYA MEYSHA ALDEBARAN.” Ujar meysha dengan sombonganya melihat alira, sehingga membuat alira ingin sekali meremas mulut gadis kecil ini.
“aldebaran?” alira pun menaikan alisnya. “carissa jhohandra istri dino aldebaran. Apakah itu ibumu?” tanya alira seketika melihat kedua mata gadis ini.
“intinya, saya tidak ingin menghabiskan hidup saya dengan pria seperti anak anda. Itu sungguh gila buat saya.”
Razu langsung menatap sinis kepada meysha. "Kau... Kamu kira aku juga ingin menikah dengan wanita seperti mu ini. Udah teledor berantakan lagi" hina Razu.
"Dasar munafik, Perempuan tak tahu malu. Berani sekali menolak putra pewaris kami." ketus alira kesal sekali melihat meysha. “ternyata sifat ibumu sama dengan sifat mu ya.”
Meysha yang hendak bicara Tiba tiba kembali ketakutan berserta tubuhnya kejang kejang sesaat sehingga membuat razu kaget. Setelah beberapa saat wanita ini terdiam lalu tak lama dari diamnya ia menyibakan rambutnya prustasi dan menarik tangan Razu sampai pria ini terjatuh ke tubuh razu dalam keadaan bibir mereka sama sama nempel.
Seketika meysha mendorong Razu karena terkejut dan sangat malu. Razu pun begitu. Betapa malunya dia saat berciuman dengan junior nya didepan orangtuanya dan orang banyak.
"Baik-baik, aku akan menikah denganmu!" Isak meysha menangis ketakutan sejadi jadinya. Gadis ini seperti telah di ancam oleh sesuatu yang mungkin saja sangat menakutkan di penglihatannya teresebut.
"Aku aku aku.. aku.. aku akan menelepon orangtuaku. aku akan menikah dengan mu. Nikahkan aku.. aku mohon." pintanya memohon kepada Razu. Razu pun jadi kebingungan sedangkan yang lainnya hanya melihat dengan tatapan datar dan biasa biasa aja.
Meysha pun mulai memasukan nomor ponselnya kemudian mendekati ponsel tersebut ke telinganya. Ia menelepon beberapa kali baru diangkat oleh mamanya.
“hello”
“hello maaa”
“siapa ini?. apakah kamu meysha?”
“iya ini aku”
“mama, Malam ini meysha akan menikah dengan senior meysha. Meysha harap mama dan papa datang ke alamat yang meysha kirim.”
“apa katamu?,jangan gila. Kenapa mendadak.”
“setelah mama datang kesini, mama akan tau ceritanya.” Ujarnya dengan suara menggetar.
Karena itu sudah sungguh sangat larut, jadi tidak mungkin pernikahan dilanjutkan, malam itu meysha dimandikaan dengan bunga kembang dan di ritualkan, katanya itu untuk melindungi meysha dari kekuatan gaib yang bisa saja cabut malam ini karena belum juga dinikahkan.
Aneh tapi ini nyata, untuk pengalaman senior dan junior tersebut. razu juga diritual kan setelah meysha. entah orang kota ini dibodoh bodohi atau memang ada ritual seperti ini. pokoknya aneh tapi nyata.
Paginya
SAH……
“Saahhhh”
Ruangan sederhana yang dihias seadanya itu menggema dengan satu kata sah. Pernikahan sederhana yang dilangsungkan berjalan lancar sesuai kemauan penduduk. Gadis cantik yang dibaluti kebaya putih lusuh dari peninggalan orang desa ini menatap razu yang tampak datar menghadap ke depan.
“silahkan pasangkan cincin pernikahanmu” bisik seorang wanita paruh baya kepada mempelai pria.
“haruskah saya melakukan ini” rungut nya sambil melihat kotak berbentuk hati yang dihiasi oleh sepasang cincin yang sangat cantik bersinar tersebut. Mereka mengambil cincin itu dan pria ini menghela napas kasar melihat gadis yang baru ia nikahi ini. Sedangkan gadis cantik ini hanya tersenyum pahit.
“saya tidak menyangka, menikahi putra saya dengan putri musuh saya sendiri” ujar alira mampu membuat carissa menatap dengan tatapan tajam.
“sungguh sialnya putri saya, menikah dengan putra kuntilanak ini” balas carissa pura pura menangis.
“adududu, kasian sekali putra saya haru menikah dengan putri kriminal ini.”
“adudududu kasiannya putri saya harus menikah dengan laki laki buruk rupa itu.”
“kalau ngajak bertumbuk bilang!!!” teriak alira seketika hendak meninju carissa. Untung anton orang yang cepat dengan tanganya segera menangkap alira dan membawanya menjauh dari carissa.
“ngajak ribut kau!!!”
__ADS_1
Razu pun yang melihat ibunya mengamuk menjadi malu.
Bersambung:)