DIAM-DIAM MENIKAH

DIAM-DIAM MENIKAH
Dilabrak dong


__ADS_3

...****************...


Meysha yang tengah bercanda canda dengan teman temannya disamperin sama salah satu teman kelasnya


"Meysha lo dicari kak wira tuh” ujar teman kelasnya sembari berlalu begitu saja.


“kenapa dicari in.?” tanya meysha yang penasaran kenapa tiba tiba seniornya mencari apalagi siwira.


“nggak tau.” jawab temannya menaikan kedua bahunya.


“aku disuruh menemuinya?” tanya meysha lagi


“nggak kok,Cuma dicariin aja.”


“ooo baik lah.”


Orang yang dibicarakan muncul. “selamat sore semuanya.” Sapa Wira. Wira datang tak sendiri dia datang bersama Bella dan temannya yang satu lagi bernama Kelly yang terkenal sangat lemot.


Ada yang menyahut ada yang nggak. “anindya meysha.” Panggil bella membuat meysha melihat bella.


“ya kak.” Jawab meysha yang merasa namanya dipanggil. Perasaan nya juga ikut merasa pasti ada hal buruk yang bakalan terjadi bila namanya dipanggil oleh wanita yang penasaran dengan hubungan nya dengan Razu.


“bukankah kamu berhutang kepadaku?” Tanya bella membuat semua orang melihat meysha.


“hutang?.. mmm maaf kak." jawab meysha sedikit bingung dengan pertanyaan yang tidak logis tersebut dari bibir wanita ini.


“Apa kamu lupa dengan hutangmu?”ulang Bella menghampiri meysha dan meletakkan tangannya diatas meja dihadapan meysha.


“Maaf kak,katakan yang jelas kak saya tidak mengerti dan rasanya saya tidak pernah kekurangan uang,jadi untuk apa saya berhutang?” Tutur meysha jawabnya lepas. Karena dia sudah tau karena Bella juga sempat menghubungi nya masalah razu.


Bella tersenyum tipis, “bagaimana bisa lupa?, Hutang itu harus dibayar bukan.”


“seorang anak konglomerat berhutang, bukankah itu aneh.” Ujar sonia yang lebih berani dari yang lain. Semua orang terkejut, saat sonia berkata begitu. “ya nggak guys” ujar Sonia ke teman temanya yang dua lagi.


“iya”


“iya”


Jawab kedua temannya kompak.


“eh bella jangan macam macam deh lo. Lo cemburukan melihat kedekatan bg razu dengan teman gue?” semprot Sonia membuat bella kesal banget.


“Eh begundal, dari sejak pertemuan awal kau lah orang yang selalu membuat masalah. apakah karena kau merasa sangat kaya. sehingga semena mena kepada senior kau. disini tempat kuliah bukan tempat pamer harta. Jadi semuanya disini sama rata.” Semprot wira.


“ Tau nih. Kau terlalu berani dengan kami. Apa kau ingin dipersulit disini.” Ketus Kelly angkat bicara.


“ck.. basi.. ancaman kalian itu basi.” Ketus Sonia. “keluar dari kelas gue,sebelum gue patahkan tulang kalian.” Bentak Sonia.


“saya datang kesini bukan untuk ribut. Tapi saya hanya ingin berbicara dengan temanmu.” Ujar bella hampir kena mental.


“kalau mau bicara, kenapa tidak ngomong dari tadi.” sinis Sonia memandang bella


“saya sudah mengajaknya berbicara tapi dia menghindari saya.” Ketus bella akhirnya berteriak.


“jangan berteriak kepadaku, pelayan.” Pekik Sonia paling tidak suka diteriaki.


"Udah, Sonia jangan main emosi disini. Ntar kelas kita kena lagi. kasian ketua kelas kita dihukum" tutur Meysha meraih tangan Sonia.

__ADS_1


"Itu kau tau... Lalu kenapa tidak dari tadi kau datang menemui ku hah.." cetus Bella melihat meysha dengan tajam.


"Aku sudah katakan kepada kakak bahwa aku sibuk. Dan aku tak merasa itu penting. jadi untuk apa aku menemui kakak." jawab meysha.


"Tidak penting katamu.!" bentak Bella benar benar naik pitam menghadapi junior junior nya yang membangkang ini.


“masalah yang kakak tanyai, sebaiknya kakak tanyai kepada pacar kakak sendiri. Aku tidak punya waktu untuk mengulangi penjelasan yang tidak akan kakak percayai.” Ujar meysha sembari mengemasi buku bukunya.


“wah lihat lah ketidak sopan nan mu ini.”ketus bella. Bella menahan tas meysha. “kau suka razu?” Tanya bella seketika. "Apakah kau bertujuan untuk merebut nya dari ku hah?."


"Kakak itu salah paham, Aku tidak pernah menyukai bang Razu. Apalagi sampai merebut dia dari kak bella." tutur Meysha menarik tasnya dari tangan Bella secara kasar.


"Pokoknya aku peringatkan kamu ya... baik baik disini jangan gatel ke cowok orang." peringatan Bella menunjuk meysha dengan kasar.


"Mentang mentang Lo cantik dan bahenol begitu, Berani sekali Lo menggoda Razu. Itu trik terlalu murahan tau." ketus Kelly.


"Tutup mulutmu ya!" ketus Sonia.


"Sonia, biar aku aja." tutur meysha menahan Sonia kembali karena tidak tahan dengan mulut Kelly yang pedas sekali.


"Kak aku mohon dengan kakak.. Untuk tidak menggangu kami. karena kami tidak ingin membuat keributan dengan kakak dan teman teman kakak." ujar meysha memohon.


"Lo ngatain kita tukang bikin masalah gitu.. eh justru Lo yang mencari masalah dengan gue. Gue yakin Lo duluan yang menggoda Razu bukan. kan Lo dan teman teman Lo sering mengintip Razu." celoteh Bella.


"Wah.. parah. Eh, seganteng apa si cowok Lo itu. Sehingga kita harus mengintip dia. Ada seganteng bias kami tidak hah?. Pacar Lo seperti monster itu aja dibanggakan." celoteh Sonia


"Tapi bang Razu memang ganteng loh." tutur dian.


"Iya sih" jawab Sonia berbisik sambil memperbaiki rambut nya.


"Gue nggak ada, urusan dengan Lo ya Sonia. jadi gue harap Lo diam!!" ketus Bella menunjuk Sonia.


"Bulshit... Aku ingin kau mengatakan semua yang terjadi selama kau dan Razu menghilang. kemana kalian hari itu?" Tanya meysha benar benar penasaran akan hal tersebut.


"Aku kan sudah jelaskan bahwasannya aku dan bang razu hari itu ada urusan dikantor wali desa dan kami terkurung disana bersama. Apakah penjelasan itu tidak memuaskan kakak juga?."


"Cerita kau itu palsu!!. Razu bilang kalian tersesat dan masuk ke kampung orang. Apa yang kalian lakukan disana!?" ketus Bella akhirnya menyiram meysha dengan teh es komting yang sedang minum menyaksikan pertengkaran mereka karena meysha tak kunjung mengakui tapi malah berbohong.


"Apa apaan sih kak!. Kok malah menyiram aku!" ketus meysha segera mengelap wajahnya yang kena teh es. begitu juga bajunya.


"Lo itu harus dikasih pelajaran! Pembohong!. Biar kapok dan berhenti gatel ke senior senior dikampus ini." ketus Bella.


"Kalau bang Razu udah menjelaskan kenapa kakak masih bertanya hah?" ketus meysha akhirnya mengeluarkan emosinya yang sempat masih ia tahan tahan.


"Karena aku ingin dengar cerita versi dirimu!!" bentak Bella ngotot tetap ingin mengetahuinya. "Tapi yang ku dengar malah kebohongan belaka. Oooo apa jangan jangan sesuatu telah terjadi diantara kalian di desa itu?" tebak Bella sudah mulai menerka nerka.


"Apa sih yang ingin Lo dengar keluar dari mulut gue?" tanya meysha melipat tangannya didada kemudian mengangkat dagu sedikit angkuh.


"Semuanya.!" ketus bella.


"Apa ingin dengar gue berbuat mesum dengan razu disana hah?!!!" pekik Meysha membuat semua orang syok dan kini melihat meysha. "Atau Lo ingin dengar kita diarak sekeliling kampung, Karena sudah berbuat mesum lalu kami dinikahkan?. Apakah itu yang ingin kau dengar!?" desak meysha habis kesabaran menghadapi seniornya yang bersifat kekanakan Kanakan ini.


"Apakah itu benar terjadi?" tanya Bella kini memelan kan suaranya dari biasa karena sempat syok dengan kenyataan dari meysha.


"Kau ingin jawaban apa?." tanya meysha mengangkat alisnya. "Iya, atau iya?" tanya meysha lagi. "Jawabannya iya!" meysha pun sedikit hening. "Apakah jawaban itu puas untuk mu,agar kau bisa berhenti berpikir negatif tentang ku bersama pacar mu di desa itu hah?. Itukan yang ada di otak mu! Kalau kau mempercayai otak mu ya udah percayalah. Gue nggak akan membantah kejadian halusinasi orang gila."


"Kau sangat murahan!." sumpah bella.

__ADS_1


“Aku menghargai kau sebagai senior disini, Pelayan. Tapi kau malah makin keterlaluan Saja kepada teman ku!" bentak Sonia menarik rambut Bella


"auu lepaskan gue!!" pekik Bella. "Gue nggak ada urusan dengan Lo,tapi mengapa lo harus ikut campur sih dengan urusan gue dengan teman Lo!!" ketus Bella


“Pelayan??. Jadi pacar anak tunggal pemilik perusahaan Terkenal. seorang pelayan" tutur dian menutup mulut nya tidak menyangka.


“owhh, ternyata kakak seorang anak pelayan toh.” Ujar febi mencemoohkan Bella.


“lalu mentang mentang anak pelayan kenapa?” tantang bella


“bukan masalah. Bik inah itu orang baik. Aku menyegani dia aja. Kalau tidak udah ku keluarkan kau dari sini. Karena makin kesini makin menjadi jadi dirimu.” Ketus meysha tak tahan melihat bella.


“tau apa kau tentang ibu ku hah?” ketus bella.


“ck, coba kau Tanya pada ibumu. Mama meysha itu siapa?” ujar meysha kini berdiri menyandang tasnya." Aku lah yang membayar kuliah mu disini!" Ketus meysha akhirnya menyombongkan dirinya.


“ternyata berteman dengan orang kaya membuat mu juga merasa angkuh dan sombong ya.” Ketus bella. “jangan lupa kau hanya anak tani miskin. Sejak kapan pula kau bisa membayar uang kuliah ku."


“wah,,,parah. Nggak tau dia Sonia. Siapa meysha.” Tutur dian juga sudah geram dengan bella.


“ beginikah sifat senior ke juniornya?. Mana sifat berwibawa mu. Ini seperti murahan tauk. Ngomongnya aja keras lu ha.” Ujar febi. "Tapi banci."


“kak bella sebaiknya minggir,jangan menghalangiku. Oh iya bila aku berutang kepada mu. Aku bayar kok.” Meysha mengeluarkan dompetnya ia melihat isi dompetnya lumayan banyak uang karena baru dia ambil tadi pas jalan ke kos. “kebetulan aku ada uang.” Ujar meysha menarik beberapa lembar kemudian menarik tangan bella dan meletakkannya ditelapak tangan bella.


“kalau aku tak berhutang, anggap aja aku bersedekah padamu.” Ujar meysha kemudian menabrak bahu bella.


“gue juga punya nih.” Tutur dian juga menumpukan uang tersebut.


“gue juga ada.” Tutur febi.


“dasar anak pelayan tak tahu malu!, ibumu banting tulang bekerja buat kau sukses kelakukan kau disini kayak Dajjal. Dasar murahan.” Ketus Sonia menghamburkan uang kepada bella. "Lain kali berterimakasih lah kepada meysha karena kalau bukan tanpa dia. Bik Inah tak dapat apa apa."


Setelah itu dia ikut menyusul teman temannya. Seketika muka bella merah karena menahan malu.


“aaa” pekik bella meremas semua uang tersebut.


"Awas saja kalian!!"


"Berani sekali dia melawan seniornya disini."


"Anak angkatan sekarang memang nggak ada akhlak."


"Bella, benar kah Lo berpikir sejauh itu kepada Razu dan junior itu?"tanya Wira. "Kalau iya,gue nggak sangka Lo segitu nya Bella." tutur temannya tak percaya.


"Pasti kebanyakan nonton drama mah... jadinya ngaur nggak jelas gitu kamu." ujar Kelly.


Mereka mengomel ngomel sendiri kemudian pergi dari sana, Tanpa mengemasi uang yang berserat serak serakkan tersebut. Sedangkan komting nya masih termenung.


"Yah sayang Teh es gue, habis. padahal kan masih banyak" Tuturnya memonyongkan bibirnya.


"Lah uang ini gimana?. Mana banyak banget lagi berserakan dilantai." ujar mimi.


"Kemasi aja Ndak si.. ntar kasih ke mereka lagi."


"Iya si"


"Buat jajan aja."

__ADS_1


"Gila lu ya ."


Bersambung;)


__ADS_2