DIAM-DIAM MENIKAH

DIAM-DIAM MENIKAH
Pertemuan angkatan ll


__ADS_3

...****************...


Setelah kejadian tersebut akhirnya semua angkatan II dikumpulkan kembali dalam membahas karakter dan etika dalam menghargai seniornya. Semua angkatan fisika dikumpulkan di lapangan FMIPA Pukul 4 sore sampai selesai. Terkait ini semua.


Meysha dan teman temanya datang sehingga membuat bella dan teman temannya yang lain melihat mereka yang masih tampak angkuh. Diparkiran lapangan razu melihat meysha dan teman temanya tersebut. ia sudah tau bahwa anak anak itu lah yang mencari perkara.


“komting komting suruh mereka berbaris per kelas. Dalam 2 menit sudah berbaris.” Tutur razu.


Setelah semuanya berbaris. Senior senior tersebut tampak angkuh dan berkuasa berdiri didepan. Danto salah satu senior tersebut membuka pertemuan ini. Tak jauh beda dari pertemuan sebelumnya. Lagi lagi mereka membahas yang sama membuat semua orang orang bosan mendengar kan ocehannya yang menurut mereka tak bermanfaat sama sekali.


“dasar haus hormat.” Kutuk Sonia berbisik bisik.


“minta dihargai tapi tak menghargai. Siapa itu?”


“bella dan kawan kawan.”


Tak lama masing masing komting disuruh menerima hukuman yang tak mereka lakukan. Meysha benar benar tak tahan melihat semua ini. Ia berdiri. Membuat semua senior melihat kepada meysha.


“diakan orang itu?”


“yang menghilang sama razu bukan?”


“lihat betapa sombongnya dia.” Tutur bella.


“izin senior. Izin teman teman semua” Ujar meysha memulai percakapan.


“Pertama saya meminta maaf kepada teman teman semua karena masalah yang saya buat kalian semua harus dikumpulkan dan akhirnya harus mengganggu jam istirahat kalian yang pendek ini. Kedua saya meminta maaf kepada komting angkatan dua. dengan alasan yang sama. Kemudian saya juga meminta maaf kepada kakak dan Abang Abang senior yang harus menindak lanjuti kasus yang sama setiap saatnya pada angkatan kami." Meysha berbicara gemetar karena semua orang melihat nya.


Gadis ini menghela nafas panjang beberapa kali ini mengendalikan dirinya. "Oleh karena itu Maka izinkan saya yang bertanggung jawab untuk kasus ini dan saya akan menerima hukuman apa saja yang akan kalian berikan kepada saya, Karena saya!.. Mungkin bukan hanya saya tapi teman teman disini pasti juga tidak tega melihat komting kami harus dihukum.. Karena komting kami sudah melakukan yang terbaik kok. Dan teman teman saya sudah mematuhi aturan kalian semua kok. Jadi izinkan saya mengatakan ini HUKUM SAJA SAYA,KARENA HANYA SAYA YANG MEMBANGKANG KAK BELLA DAN KAWAN KAWANNYA kemarin.” Ujar meysha yang memiliki keberanian setipis tisu itu sekarang angkat bicara dan semua orang tak percaya ini.


“meysha?..


“benarkah meysha.”


Bisik bisik yang lain. Ada yang melihat meysha dengan tatapan tidak suka dan ada juga yang mensuport keberanian gadis ini untuk mengakui kesalahannya sendiri.


“ TIDAK, KAMI YANG AKAN Menerima HUKUMAN INI.” ujar ketua angkatan II alias alfano. “Aturannya MEMANG SUDAH TERTULIS BEGITU. JADI JANGAN MEMPERKERUH SUASANA. SIAPA PUN ITU PELAKUNYA. KAMI SEMUA KOMTING YANG BERTANGGUNG JAWAB” tegas alfano karena mengetahui kondisi meysha tidak sedang baik baik saja.


Razu yang melihat alfano membela meysha pun berdecak kesal. “ Kalau anda tau, akibatnya bakalan memberatkan komting anda. Kenapa anda membuat masalah ini.” ketus razu membentak meysha.


"Saya, Memang salah tapi tak sepenuhnya saya salah." jawab meysha melawan Razu.


“ apakah anda tidak ada rasa kasian kepada mereka.” Bentak danto ikut ikutan.


Meysha benar benar sudah pucat,tubuhnya berkeringat dingin. “baiklah, kerena anda mengakui perbuatan anda. Maka kami akan mengurangi hukuman ini kepada komting kalian semua.”


“meysha lo aman?”Tanya Sonia menyentuh tangan meysha sedingin es kutub.


“meysha duduk lah.” Suruh alfano. "Biarkan kami yang menyelesaikan masalah yang terjadi ini." tambah alfano melihat meysha.

__ADS_1


"aha, udah sha. mending Lo duduk aja. jangan ikut campur sha." ujar Dian membujuk meysha.


Namun meysha menggeleng dan tetap mengotot ingin menerima hukuman ini. “orang yang membenci akan puas bila orang yang dibencinya mengaku kalah. Bila tidak, dia akan melakukannya lagi. Kemudian menyalahkan yang dibenci lagi.” Tutur meysha. "MASALAH TAK AKAN SELESAI BANG RAZU"


"SIAPA KAMU?. KENAPA KAMU PULA YANG MENENTUKAN MASALAH TAK AKAN SELESAI" ketus Razu melihat meysha dengan tatapan tajam dan benci.


"Karena Orang itu ingin mempermalukan aku,bukan orang lain." tegas meysha.


“wah, lihatlah dirimu. Sudah salah masih saja menyalahkan orang lain.” Ketus wira membentak meysha.


“itu berarti dirimu menyalahkan kami?, kamu baru saja mengatakan senior senior kalian ini membenci kalian hah?” tambah bella makin memanaskan suasana.


“saya tidak menyalahkan mu kak bella. Tapi tolong masalah pribadi jangan disangkut pautkan dengan angkatan kami. Kita berdua bermasalah kenapa harus membawa angkatan. Apakah dirimu terlalu pengecut melawanku!” bentak meysha membuat suasana ittu semakin panas.


“ANINDYA MEYSHA!” BENTAK RAZU DENGAN SANGAT KERAS MEMBUAT SEMUA ORANG MENATAP NGERI.


“JANGAN MEBENTAK KU!, KAU TIDAK ADA HAK BERTERIAK KEPADAKU!” TERIAK MEYSHA MEMBALAS RAZU.


"Tutup mulutmu, Anindya!" bentak Razu akhirnya suasana tempat tersebut memanas.


“SEBELUM KALIAN MENYALAHKAN KERATER KAMI, ADAKAH KALIAN MELIHAT KERATER KALIAN?, KALIAN KIRA KALIAN TERBAIK HAH. BERCERMIN, ANGKATAN KALIAN ADALAH ANGKATAN PALING BURUK DISINI.!” BENTAK MEYSHA.


“ Aku katakan sekali lagi! JAGA MULUT MU!” razu berkali kali memperingati meysha.


Meysha pun keluar dari barisan kemudian berjalan ke depan. “KALAU AKU TAK MAU DIAM, APA YANG BISA KAU LAKUKAN?” Tanya meysha dihadapan razu. “ AKU DISINI KULIAH MEMBAYAR, APA HAK MU DAN KALIAN SEMUA MENGATURKU?.”


“ANINDYA HENTIKAN SEMUANYA.” Pinta alfano.


"Kenapa kau ingin memukul ku sekarang?. Pukul jika kau mau!!. Biar sekalian pacar mu ini tidak terus mengganggu ku!!" ketus meysha menunjuk Bella dengan kasar.


Meysha langsung didorong senior cewek lainnya. "Kau memang nggak ada otak ya.. udah salah masih berani kasar. Kepada Razu pula. sekuat apa kau hah!" teriak kakak itu.


"Yuhan." danto menarik tangan yuhan karena sudah kasar.


"Tolong kau perbaiki tingkah kau itu. atau tidak teman teman kau disini akan menjadi kena akibat nya karena ulah kau sendiri." ancam senior yang dipanggil yuhan itu.


"Haha.. Apakah kau baru saja mengancamku hah?" ketus meysha menaikan alisnya. seketika meysha langsung ditampar oleh yuhan membuat semua orang menganga tak menduga hal ini.


Meysha menyentuh pipinya yang panas karena tamparan kuat dari seniornya tersebut. "Junior brengsekkk kek Lo ini harus di kasih pelajaran agar kapok.!" bentak yuhan hendak melayang kan tangannya kembali namun tangan yuhan ditarik oleh Razu.


"Gue nggak menyuruh Lo untuk menamparnya ya!!. Lo akan diskors selama sebulan dari urusan Hima." ketus Razu memberikan keputusannya langsung karena nggak terima meysha ditampar oleh yuhan.


Yuhan langsung terdiam. Razu pun mengkode yuhan untuk pergi dari sana. Yuhan pun mundur dengan perasaan malu benci dan segalanya kepada meysha dan yang lainnya.


Sedangkan meysha masih memegang pipinya yang terasa panas tersebut. "Etika!!" Razu baru hendak bicara,meysha langsung melepas kan tangannya dari pipinya kemudian menatap razu dengan sangat tajam


“DIA MEMBENCI KU, DAN DIA Menyerang Ku KEMARIN KARENA DIA MENUDUHKU BERSELINGKUH DENGANMU!, APAKAH ITU PANTAS?... Lalu sekarang wanita itu menampar ku,seenaknya apakah itu disebut etika baik hah!!... AKU TANYA KEPADA KALIAN SEMUA PANTAS KAH MASALAH INI DIBICARAKAN DI SINI?. PANTAS KAH!”


Semua terdiam dan mereka menyembunyikan wajah mereka semua setelah mendengar pernyataan meysha.

__ADS_1


Langsung semua senior mengerutkan keningnya. Mereka terkejut saat mendengar masalah tersebut.


“JAUHI AKU, AGAR PACARMU TIDAK MEMBUAT KERIBUTAN INI. Satu lagi, suruh wanita tadi itu meminta maaf kepada ku, sebelum aku stop mimpi nya jadi sarjana dikampus ini.” Tekan meysha kemudian pergi dari sana. “yok guys pergi dari sini.” Tutur meysha ketiga temannya langsung berdiri menyusul semuanya.


“BELLA, KITA TUNGGU LO!” ujar Sonia dengan berani mencibir ke bella dan kemudian pergi dari sana. "Cewek murahan.."


"Udah jelek,pengadu domba. Udah kek b*b* aja kau." ketus dian.


"Jijik" tutur Febi.


“MOHON MAAF ABANG DAN KAKAK SEMUA. ALFANO JUGA HARUS MEMBUBARKAN REKAN REKAN.” Alfano meminta izin setelah mereka semua dibungkam oleh meysha.


“bella, kita semua harus berbicara dengan mu.” Tutur danto yang merasa malu sekali setelah pertemuan ini. Baru kali ini mereka terasa sangat dipermalukan. Bahkan tak satupun yang bersalaman dan menyapa mereka lagi.


Sedangkan alfano mengejar meysha. "Meysha tunggu aku" ujar alfano.


"iya.. ada apa?" tanya meysha berhenti. "Guys kalian duluan aja" suruh meysha


"Yakin nih kamu baik baik saja?". tanya sonia


"Yakin".


"Baik lah kalau begitu." Teman temannya pun pergi dari sana.


Meysha dan alfano saling berhadapan. Alfano melihat mata gadis cantik ini. "Apa yang terjadi sebenarnya?. kenapa kamu bisa dikatakan selingkuh?" tanya Alfano.


"Itu bukan apa apa. dia aja yang cemburuan tidak jelas, yank." jawab meysha.


"Sebenarnya aku tadi melihat mu ke lorong bersama bang Razu. apa yang kalian bicarakan disitu. Kenapa harus ketempat itu?. Aku melihat bang Razu juga sangat marah." tutur alfano mempertanyakan soal tadi karena dia benar benar penasaran.


"Yank, aku tidak suka dicurigai." tutur meysha dengan singkat.


"Aku tidak mencurigai mu, aku hanya bertanya Anindya"


"Kamu bertanya karena ingin tahu. Sebab kamu ingin tahu karena kamu curiga. jadi kamu mencurigai ku namanya itu" jelas meysha dengan pelan.


Tak lama pasangan Razu dan Bella lewat bersama teman temannya yang lain. Razu melihat gadis ini penuh dengan kebencian dan marah banget. Begitu juga Bella dan yang lainnya.


Razu berhenti. "Alfano kamu ketua angkatan dua kan?"tanya Razu.


"iya bang"


"Tolong bilang ke komting lainnya. Kita ada rapat dan sekalian bawa wanita ini. Kita akan menyelesaikan semuanya besok" tutur razu menunjuk meysha.


Meysha pun membuang muka sambil merungut. "Gue punya nama. anjir." rungutnya.


"Baik bang" sahut alfano, kemudian mengkode meysha untuk tidak bicara begitu.


"Dan loo.. Lo ingat dengan peringatan gue bukan?.. Jika Lo nggak mengindahkannya Lo akan terima akibatnya. gue nggak main main untuk masalah ini" ketus nya memperingati meysha dengan mata tajamnya tersebut.

__ADS_1


Bersambung;)


__ADS_2