
...****************...
"Aku pernah melakukan ini untuk seseorang yang bukan istriku. Lalu kenapa tidak aku lakukan untuk istriku.juga” Tutur razu tanpa melihat bella. namun ia melihat alfano yang terpaku juga melihat razu.
“tapi ini situasinya beda razu.”
“sama aja. Lagian ini bukan urusan mu. kenapa kamu harus peduli dengan ku?” ketus razu dengan datarnya.
“aku peduli dengan masa depan mu, aku peduli dengan mimpimu. Bila kamu dikeluarkan dari sini bagaimana bisa kamu menggapai impian mu.”
“itu mimpiku Bukan mimpi mu. Aku tidak suka orang asing ikut campur dengan impianku.”
“orang asing katamu?. Apakah secepat itu kau melupakan semuanya hanya karena junior yang baru kau kenal. Bahkan disaat kamu seperti ini dia tidak ada disini untuk mengobati luka di wajahmu itu.” ketus bella benar benar marah.
“razu!. kamu pernah mengatakan bahwa aku adalah bagian dari mimpimu. Tapi mengapa aku menjadi asing sekarang?. Kenapa aku menjadi asing oleh pria yang bersama ku tujuh tahun lalu.”
“razu aku mencintaimu. aku masih menyayangimu. Aku ingin kita bersama seperti dulu lagi.”
“tapi aku tidak mencintaimu lagi, tapi aku mencintai gadis tersebut. mungkin kamu merasa tidak percaya bahwa aku begitu cepat mencintainya, tapi itulah yang terjadi. Tak ada alasan aku tidak jatuh cinta kepada gadis secantik itu apalagi dia tinggal bersamaku selama 2 bulan ini.”
“Coba lah sejenak lihat dirimu sendiri, kamu tidak mencintainya tapi kamu hanya nafsu dengannya. razu…”
“apapun yang kau katakan aku tidak peduli, dan mulai detik ini berhentilah menggangguku!”
Betapa sesaknya batin bella saat pria itu mengatakan “berhenti menggangguku”. Padahal dahulu dia adalah pria yang sangat manja kepada dirinya. Disaat junior dan teman temannya mencap dia sebagai orang kejam dan tak punya hati. Namun bella adalah satu satunya yang tahu bahwa razu adalah pria yang paling manja yang pernah ia temukan.
“alangkah baiknya kak bella sadar diri juga, bahwa pria itu bukan lagi milik kakak. Tapi dia adalah milik seorang perempuan yang berstatus sebagai istrinya.” Tutur alfano berdiri dihadapan bella dengan tatapan datar dan marah.
Tangis yang sejak tadi ditahan bella langsung berderai. Seketika tatapan alfano langsung sendu saat melihat air mata seniornya tersebut. “ setelah apa yang terjadi ku harapkan kak bella sadar bahwa bang razu tidak lah mencintaimu.” Alfano benar benar menatap bella dengan sangat serius.
Bella menggenggam tangannya begitu kuat. Matanya seperti hendak membunuh siapa yang ada di otaknya. Tak lama dari itu pria ini pun pergi meninggalkan nya. Benar saja bella pergi dengan emosi yang membara mencari sosok yang ingin ia temui.
Tiba dikelas FMIPA022 seketika ia berjalan cepat menuju seseorang yang tengah duduk menyudut disudut ruang tersebut. Bahkan bella membanting kursi yang menghambat jalannya.
Plak
Seketika mata meysha langsung membola sempurna karena mendapat tamparan yang begitu mengejutkan begitu juga dengan penghuni kelas tersebut yang terkejut.
“apa lagi yang terjadi?”teriak meysha. Karena sangat geram sekali.
__ADS_1
“kenapa dia selalu mengintai meysha?”bisik yang lainya.
“kau adalah wanita murahan!”pekik bella.
Meysha pun tersenyum miring. “tamparan untuk apa ini?” tanya gadis ini pelan sekali.
“kamu tidak merasa bersalah kepada razu sedikitpun?”bella melotot melihat meysha. “Dia akan di DO dari kampus karena telah melakukan kekerasan terhadap dosen.” Teriak bella.
Meysha langsung terdiam dan begitu juga orang orang terkejut akan hal itu. “melakukan kekerasan? di DO?. Lalu apa hubungannya dengan ku dengan kekerasan yang ia lakukan.? Kenapa kau marah tak jelas kepadaku!” teriak meysha diakhir kalimatnya.
Sekali lagi bella menampar gadis ini membuat gadis ini tertegun dan menyentuh pipinya yang terasa panas sebab gesekan dari tamparan tersebut. “kau benar benar tak tahu malu ya, dia memukul dosen karena kau!. Dia melakukan itu karena kau!. Jal@ng!” pekik bella.
“jaga ucapanmu, anj*ng” teriak sonia langsung menarik rambut bella dan membalikkan tubuh gadis ini dengan kasar agar berhadapan dengan nya . “berani sekali kau menyentuh sahabatku dan mengatakan dia jal@ng!. Apakah kau ingin mati hah?” ketus sonia kemudian menghempaskan bella kelantai.
Bella tak tinggal diam. Ia langsung berdiri dan tak terima direndahkan. “kau sudah tau betapa murahannya dia bukan?, tapi kau masih membelanya. Apakah kau bodoh?!” ketus bella menantang sonia.
“tutup mulutmu!” bentak sonia.
“biarkan ini menjadi urusanku” tutur meysha menarik tangan sonia yang hendak menampar bella.
“urusanmu juga urusanku.”
“jika kau tak terima kenyataan bila kau ditinggalkan oleh pacarmu, kau katakan kepadanya bukan hanya menyerang orang yang lemah.” Tunjuk sonia.
“aku tidak akan melakukan itu, karena aku tidak segila dirimu” ketus sonia.
“kau tidak akan mengerti apa yang saat ini ku rasakan karena kau tidak tahu apa yang terjadi. Jadi berhenti mengkritik diriku!”
“lalu, bagaimana denganku?. Kalau kau berada di posisiku. Kau juga tidak akan kuat dengan pria seperti bang razu!.” teriak meysha.
Meysha menatap emosi kepada bella. “Kau mengeluhkan akan perasaanmu, lalu bagaimana denganku? bisakah kau membayangkan bagaimana jadi aku?. Disini bukan hanya kamu yang terluka. Tapi aku juga terluka!. Disini kita semua sama sama terluka!. Jadi stop mengeluh dan mengeluh!” teriak meysha kemudian menarik tasnya dan pergi dari sana.
Meysha menuruni anak tangga begitu gesit dan berjalan terburu buru ke parkiran mobilnya. Sampe di mobil ia melemparkan tasnya di kursi sebelah kemudian mengemudi.
Sepanjang jalan gadis ini terus menangis. Sesak. Banget. Semua orang mengeluh dengan penderitaan nya sendiri tapi tak satupun dari mereka memikirkan perasaan terluka gadis cantik ini.
Ting
Paranoid
__ADS_1
temui aku di alamat ini
Meysha membaca pesan tersebut kemudian membuka maps yang diberikan razu tersebut. Meysha kembali menyetir mobilnya menuju alamat tersebut. tak jauh dari itu meysha sudah melihat razu sedang duduk bertengger di motornya. Meysha pun memarkirkan mobilnya kemudian mendekati razu. razu melihat gadis ini sampai tiba dihadapannya.
“apa yang ingin kamu katakan?” tanya meysha.
“pipimu kenapa?. Apakah kamu habis ditampar?. Oleh siapa?. Bella kah?”
“jangan pedulikan itu. katakan saja apa yang ingin kamu katakan. Dan segera pulang obati luka mu.”
“justru aku yang ingin bertanya. Apa yang kamu inginkan?”
Meysha tak menunggu lama untuk menjawab. “kamu tanda tangani saja surat itu. dan aku akan membantu mu agar kamu tidak di DO dari kampus” tutur meysha.
“jangan melakukan apa pun agar aku tidak di DO. Aku akan tanda tangan surat itu dan kita akan bertemu di pengadilan.” Tutur razu lancar bagaikan jalan tol. Begitu rata tanpa ada rasa keberatan. “dimana surat itu?” tanya razu.
“ada di mobil ku” jawab meysha menunjuk kearah mobilnya.
“bawakan surat itu.” sahut razu sambil membuka resleting tasnya. Namun meysha tak bergerak ia justru memandang razu dengan lekat dan kecewa.
Pria ini mengeluarkan penanya kemudian melihat meysha yang ternyata masih ada dihadapannya. “kenapa kamu masih berdiri?”
“apa kamu benar benar mencintaiku?” tanya meysha membuat razu langsung tersentak.
“ambilkan saja surat itu. aku akan tanda tangan sebelum aku berubah pikiran.” Tutur razu menyuruhnya.
“atau karena kamu sudah mencoba tubuhku?. Lalu kau merasa sudah puas dan akhirnya membuang ku.” Tanya meysha dengan santainya. Razu pun tak menjawab ia hanya melihat mata gadis ini dengan tatapan mengisyaratkan bahwa dia sebenarnya tidak ingin bercerai dengan nya.
“kamu tidak menjawab, berarti itu benar? Kau hanya penasaran rasa tubuhku. Setelah tubuhku kamu cicipi akhirnya kamu melepaskan ku.”
“iya. Memakai mu dua kali untuk menghilangkan rasa penasaranku tentang **** itu sudah lebih dari cukup.” Jawab razu dengan santai dan berlagak dengan wajah kurang ajar.
“what?. Jadi semua itu benar?” tanya meysha
“iya.”
“kau ambil surat itu di mobilku. Aku malas balik lagi kesini.” ketus meysha pergi dari sana tanpa sadar gadis ini meneteskan air matanya. Dengan segera gadis ini menghapusnya. Ia masuk kedalam mobil kemudian mencari berkas yang sudah lama ia sembunyikan dalam brangkas pribadinya yang berada didalam mobilnya tersebut.
Meysha melemparkannya keluar dan razu melihat dari jauh maps itu dilempar dari mobil tersebut. Sedangkan meysha pergi meninggalkan tempat itu bersama mobilnya.
__ADS_1
Cukup lama razu terdiam melihat wanita itu pergi membawa mobilnya begitu ngebut. “jaga dia tuhan, agar dia baik baik saja sampai tujuan” batin razu melihat mobil gadis itu yang berlalu dan menghilang begitu cepat dari pandangannya.
Bersambung:)