DIAM-DIAM MENIKAH

DIAM-DIAM MENIKAH
Berpura pura demi kebaikan


__ADS_3

...****************...


Meysha mulai menggerakan jari tangan yang diinfusnya tanpa sepengetahuan razu, karena pria ini terlelap. Gadis ini mulai merespon. Seiring itu matanya terbuka secara pelan pelan, ketika ia menggerakan tangan kanannya tiba tiba membuat razu terbangun.


“meyhsa?” panggil razu seketika saat mendapati sang istri sudah siuman. Karena itu razu langsung menekan bell pada kepala tempat tidur pasien tersebut. “meysha kamu bisa melihat aku bukan?” tanya razu ketika itu meyentuh kepala meysha dan memeluknya.


"Ada yang sakit nggak?, apa yang sakit?. Mey kamu dengar aku bukan?" tanya razu tampak sangat khawatir dengan sang istri.


Namun meysha malah memilih untuk pura pura tidak melihat dan tidak mendengar kan razu.


Dokter pun datang, razu di suruh untuk menunggu diluar, meski sempat terjadi cekcok sebentar karena razu tidak ingin pergi dari ruangan tersebut. Namun pada akhirnya razu pun keluar dengan keterpaksaan. Diluar razu dikejutkan dengan kehadiran carissa dan bimo yang ternyata masih disini menunggu sang putri siuman.


“mah, kak, Kalian masih ada disini sejak kapan?"tanya razu seketika.


"Kami baru datang, tadi kami melihat kamu tertidur mangkanya kami tidak masuk." jelas Carissa.


"Mmmm


“bagaimana dengan meysha?” tanya carissa kepada razu.


“ meysha sudah sadar mah, aku berharap semoga saja meysha baik baik saja.” Do’a razu berharap sekali.


"Amiin" jawab keduanya juga sangat berharap.


“razu” panggil bimo melihat sang adik ipar dengan serius. “tentang keguguran meysha. Aku mohon tolong jangan dikatakan kepadanya dulu ya. Biarkan ini berlalu seperti tidak terjadi apa apa. Apakah bisa?” tanya bimo.


Razu melihat bimo dan carissa bergantian. Lalu ia menunduk dan mengangguk.


“terimakasih, ini juga demi kebaikan meysha.” Tutur bimo.


“i_iya kak” sahut razu dengan berat hati.


Setelah itu dokter keluar,seketika ketiganya langsung berkerumun. “keadaan pasien benar benar sudah sangat stabil, tapi kita akan lihat selama 24 jam dulu. Nantik baru kami akan memutuskan apakah pasien sudah boleh pulang atau tidaknya.” Jelas dokter.

__ADS_1


“terimakasih dok.” Ucap ketiganya. Karena dan bimo seketika langsung masuk dan razu juga hendak masuk,namun tiba tiba saja ia meras takut. Sehingga menghentikan langkahnya dan hanya melihat ketiganya dari kejauhan.


Carissa memeluk meysha dengan menangis. “mama takut banget, bahwa kamu akan meninggalkan kita semua.” Tutur carissa terisak.


“kakak yakin kamu adalah orang yang sangat kuat. Buktinya kamu bisa melewatkan ini bukan.” Puji bimo membuat meysha tersenyum tipis lalu menggeleng lemah.


Bimo yang tiba tiba menyadari tidak ada kehadiran razu pria ini langsung melihat razu ternyata masih diluar mengintip mereka. seketika bimo langsung menyusul razu keluar. Ketika bimo keluar razu pun mundur dari pintu tersebut.


“kenapa tidak masuk bro?” tanya bimo merangkul leher razu. “apakah kamu tidak kengen mendengar suara istrimu?” tambahnya.


“aku tidak ingin memperburuk suasana kalian” sahut razu. "Karena aku takut meysha masih marah kepada ku." ujar Razu gemetaran.


“lah kenapa?, aku yakin meysha juga sangat merindukanmu.” Ledek Bimo memberikan semangat kepada adik iparnya tersebut.


“maa, yang lain mana?” tanya meysha.


“papa lagi ada urusan kantor sayang, dan kakak kakak mu juga ada urusan mendadak. Disini Cuma ada mama kakak dan suami mu yang menjagamu semalaman.” Tutur carissa membuat meysha langsung teringat dengan kejadian kemarin, dimana razu menariknya dengan sangat kuat sampai dia tidak sadarkan diri lagi.


Bimo masuk dengan razu, seketika senyum lemah meysha langsung luntur. Fiksnya senyum itu langsung menghilang total. Seketika carissa langsung heran begitu juga dengan bimo.


Bahkan tak hanya bimo yang paham tapi razu juga paham hal itu. hanya carissa yang tak menyadarinya.


"Hmmm... nggak kok kak" sahut meysha tersenyum paksa.


“aku izin ketoilet sebentar.” Izin razu.


Namun bimo malah mendekati mamanya. “ma, sebaiknya kasih mereka privasi sebentar dulu.” Ujar bimo.


“mama disini aja, meysha masih kangen dengan mama” ucap meysha makin membuat razu sadar bahwa meysha benar benar menghindarinya. Dan tak menginginkan kehadirannya sama sekali saat ini.


“kalian lanjut saja, aku akan kembali” tutur razu akhirnya keluar dari sana.


“meysha ada apa?, suami mu juga sangat merindukan mu. bahkan dia tak berhenti hentinya menangis. Menunggu mu sadar kembali.” Tanya carissa.

__ADS_1


“tidak papa mama, bang razu sangat dekat dengan ku. Sedangkan aku sama mama hanya sekali kali bertemu. Aku pun pasti setelah ini juga pulang ketempatnya toh.” Tutur meysha.


“kamu nggak boleh gitu meysha. Razu itu menunggu kamu siuman. Tapi kamu malah mengabaikan dia. Dia pasti sangat hancur dan pasti merasa bersalah.” Nasehat bimo.


“iya nak. Bicara lah kepadanya.” Pinta carissa.


“iya ma, nanti meysha akan bicara dengan dia” tutur meysha tersenyum menyembunyi kan sakitnya.


“oke, ma ayo kita keluar.” Ajak bimo. "ingat ya meysha. Jangan berlebihan kepada suami mu. karena suami mu juga sakit karena kamu terbaring seperti itu." tutur Bimo memperingati meysha agar tidak melukai hati adik iparnya. "Ayo mah kita pergi dari sini."


“iya. mama pergi ya sayang " tutur Carissa.


Carissa dan bimo pun keluar dari sana, tak lama razu masuk bergantian dengan keduanya. Pria ini berjalan dengan pelan dan lama untuk sampai kehadapan mereka. “M_maafin aku sha.. aku benar benar tak sengaja.” Lirih razu.


Meysha memalingkan wajahnya kemudian melihat bimo yang ternyata melihati mereka dari luar sana. Seketika meysha melihat razu kembali, namun kini dengan tatapan yang berbeda. Karena kali ini tatapan itu seperti tatapan penuh kebencian kepada razu.


“aku mohon kepadamu. jangan membahas ini. sampai kita keluar dari rumah sakit.” Ketus meysha menatap razu dengan tajam.


“bisakah kau berpura pura tersenyum kepadaku?. Seolah kita bahagia didepan mereka?. karena mereka menyayangimu” pinta meysha kejam seperti ke rasukan hantu wanita kejam yang tinggal disini.


“mey,, ak..” Razu berusaha untuk menjelaskan namun bibirnya terasa sangat berat.


“aku mohon, aku lagi tidak ingin bicara denganmu” pinta meysha dengan senyum manisnya,namun kata katanya menyakitkan hatinya.


Seketika razu terdiam. “jadi, kamu ingin kita berpura pura baik baik saja didepan keluarga?” tanya razu dengan rasa sakit yang ia tahan.


“ya, lakukan itu, beraktinglah seperti tidak terjadi apa apa dengan kita itu berguna untuk melindungi bella agar tidak masuk penjara bukan?. Jadi ini demi kebaikan dia juga.” jelas meysha.


“meysha, Aku tau kamu kesal karena aku menyela....”


“...bisakan, tersenyum seperti biasanya didepan keluarga ku?” tanya meysha memotong kembali penjelasan Razu. Razu menunduk dan mengangguk tunduk kepada gadis ini.


"Kalau itu yang kamu inginkan baiklah.. tapi setelah ini aku mohon kita bicara baik baik ya?. Aku ingin menjelaskan kejadian yang sebenarnya." tutur Razu.

__ADS_1


Namun hanya memalingkan wajahnya tanpa menjawab pertanyaan Razu. Entah kenapa bila ia teringat kejadian hari itu ia langsung bergidik ngeri dan perasaan nya sakit sekali saat suaminya menolong gadis tersebut.


Bersambung:)


__ADS_2