
...****************...
Tak lama razu juga keluar dari sana. Saat razu keluar ia bertemu dengan danto dan teman temannya yang lain.
“eh zu, habis ngapain lo. Baru baru ini gue lihat si anindya yang keluar. Kalian berdua didalam?” tanya danto dengan tatapan mesumnya itu.
“apa yang lo pikirkan?” tinju pelan razu ke bahu danto.
“haha… istri lo ada urusan apa dengan bella?. tumben mereka akur?” tanya wira membuat razu menaikan alisnya.
“apa lo bilang?. Meysha dengan bella berduaan?” tanya razu kembali untuk memastikan bahwa dirinya tidak salah dengar.
“iya. Baru aja pergi.” Sahut wira menunjuk arah kebelakangnya. Seketika razu langsung berlari untuk menyusul namun kehilangan keduanya.
….
“lo gantel banget sih, jadi cewek!!” meysha mendorong baru bella sehingga tubuh bella terhuyung ke kiri.
“apa apa an lo!” teriak bella. "Kasar banget loh!!"
“lo yang apa apaan murahan!” pekik meysha lebih keras.
“eh jaga ya mulut lo,, pelakor!” pekik bella tak kalah kerasnya. Gadis ini mendorong meysha sekali dorong saja meysha langsung jatuh, beda dengan meysha yang mendorong bella berkali kali tapi tidak jatuh jatuh.
Meysha berdiri, awalnya ia melihat lantai tak beberapa lama kemudian melihat bella. saat melihat lantai tersebut meysha terkekeh karena dipanggil pelakor.
“gue pelakor?. Lo tau nggak arti pelakor itu apa?” tanya meysha.
“lo udah merebut razu dari gue!.” Ketus meysha.
__ADS_1
“gue?. Gue merebut razu?. lo nggak ngaca hah?. Atau lo hilangan ingatan. Lo itu dicampakkan oleh dia.” Jelas meysha.
“eh!, awalnya hubungan kami baik baik saja, tapi karena lo. Hubungan kami jadi berantakan. Kalau bukan pelakor terus apa?” tanya bella menunjuk meysha dengan keras.
“pelakor itu merebut laki orang. Tapi gue nggak merebut laki orang. Bang razu itu belum menikah kok saat menikah dengan gue. Disini gue adalah istri pertama dan terakhirnya. Jadi letak gue pelakor itu dari mana… kalau.. hmmm.. kalau perempuan gantel seperti lo ini baru bisa disebut pelakor. Upss. Mantan gagal mov on” ledek meysha memiringkan wajahnya dengan miris sekali.
“lancang mulut lo ya, anj*ng.” pekik bella menarik rambut meysha membuat meysha langsung meringis kesakitan. Gadis ini menggapai rambut bella smapai dapat. Lumayan susah untuk mendapatkanya tapi akhirnya dapat juga. setelah dapat bella langsung berteriak kesakitan
“sakit anj*ng, lepaskan rambbut gue!!” teriak wanita ini tak sadar juag dengan dirinya yang telaah menarik rambut meysha.
“mampus lo,,, gue akan membunuh lo!!” pekik meysha teriak histeris terus menjambak rambut bella meski rambutnya telah dilepaskan bella.
“lepaskan gue.” Pekik bella.
Namun meysha malah menyeret bella dengan keadaaan tanganya yang menarik rambutnya itu ketepi gedung tersebut. “gue akan membunuh lo!!!!!!!!!!” pekik meysha hendak melemparkan bella dari atas gedung tersebut kelantai dasar.
“lo gila hah!!” pekik bella menangis sejadi jadinya mati ketakutan melihat ketinggian tersebut.
“lepasin gue, lo akan menedekan di sel tahanan. Bila lo berani membunuh gue. Anj*ng.”
“gue nggak peduli.”
Disisi lain razu pun berlari dan terus berlari menaiki tangga untuk kelantai paling atas. Tiba di pintu lantai tersebut pria ini mengambil nafas lalu membuka pintu. Saat membuka pintu ia langsung melihat meysha dengan bella sudah bergulat seperti anak kecil kembali.
“aku akan membunuh mu!!!” pekik meysha tak berhenti dari empat kata itu yang dia ucapkan sejak tadi.
Razu menghampiri kedua duanya dengan ngos ngosan. “kalian ini nggapain?” tanyanya dengan pelan namun tidak didengar karena mereka sibuk saling menyerang satu sama lain.
Razu menghela nafas kasar untuk berapa kali, “berhenti, kalian. BINATANG!” bentak razu membuat keduanya tertegun dan melihat sosok pria yang berdiri tegak sangat sangar menatap keduanya.
__ADS_1
“aku ini capek, aku capek ngajar, aku capek kuliah. Aku ini capek!!. Kalian malah bergulat disini!. Otak kalian dimana hah!?” bentak razu. "Apakah kalian merasa masih seperti anak kecil hah?." ketus Razu melihat sudah banyak luka lebam pada tubuh mereka akibat gesekan demi gesekan.
“apakah kalian tidak malu dengan diri kalian hah?, sebagai mahasiswa!”
“bukan aku yang mengajak ribut duluan, justru dia yang membawaku kesini alih alih ingin bicara baik baik denganku. Dai menyerang ku razu!” isak bella yang sudah urak urakan seperti orang gila tersebut.
Meysha pun hanya diam. Razu melihat meysha karena kediamannya tersebut. “kau tidak membantah?” tanya razu menaikan alisnya.
“nggak” ketus meysha seperti sedang menahan sakit. Tentu dia menahan sakit karena tubuhnya luka luka karena gesekan kasar lantai meski tak separah keadaan bella.
“jadi emang benar kamu mengajak bella kesini?, lalu menyerangnya?” tanya razu lagi.
“tidak” sahut meysha singkat.
“lalu siapa yang menyuruh kalian kesini hah?, lalu melakukan tindakan binatang ini.” bentak razu membuat keduanya ketakutan.
“dia yang mengajak ku datang kesini.” Tunjuk bella kepada meysha. “dia.. ingin membunuhku, dan kamu bisa melihat nya tadi bukan,kalau kamu tidak datang mungkin aku sudah meninggal ditangan orang gila ini."
“aku memang mengajak kau datang kesini ingin bicara, tapi kau emosi duluan.” Ketus meysha membelalakkan matanya.
“siapa sih yang nggak emosi, kau teriaki aku cewek gatel.” Ketus bella menjawab pertanyaan meysha.
“kan emang kau gatel!, kau tauka bang razu ini suami aku. Kenapa kau berani menciumnya hah?. Murahan pelakor.” Teriak meysha.
“kau!!.
“apa!” teriak meysha langsung menarik kaki bella membuat bella langsung tertelantang. Dan naik diatas tubuh bella kemudian mencekik bella. “lebih baik aku masuk penjara dari pada harus menahan diri untuk tidak menyerang mu!” pekik Meysha.
“meysha!” bentak razu, namun meysha sudah kehilangan akal. “meysha!!, lepaskan bella mey!!” teriak razu menarik tangan meysha dari leher Bella. “meysha!. Hentikan!!”
__ADS_1
“kau harus mati!!” teriak meysha sangat keras.
Bersambung:)