
...****************...
Di Kampus meysha mencari cari keberadaan razu. Namun dirinya tak ketemu dengan pria ini. Selang pencarian iya juga memeriksa terus ponselnya sebab Pesannya tak dibalas balas oleh pria ini.
“razu!,kau telah menghancurkan hidupku!” meysha terus mengomel sambil memasang jas labnya sebelum memasuki laboratorium. “orang gila,bagaimana mungkin dia adalah suami ku dan aku adalah istrinya. Senior gilakk.. aaaa."
“kenapa belum masuk?” Tanya seseorang dari belakang meysha yang tidak lain adalah razu mengagetkan meysha.
“ah, iya ini baru mau memasang jas lab loh” jawab meysha sinis. “eh bang razu?,Dari mana aja aku udah mencari mu kemana mana loh.. Tapi kamu malah ngilang dan tidak membalas pesan ku.” omel meysha kesal.
“apa yang membuat mu mencari ku, setelah kau menolak ku dan menghinaku dirumah mu tersebut?” tanya pria ini kini berdiri sepenuhnya menghadapi sang Junior alias istrinya juga.
"Aku tau aku salah, Tapi andai bang razu tau. aku tidak akan berbicara seperti andai kan mamamu tidak memancing ku." ketus meysha kesal juga.
"Nantik aja kita bahas ini. gara gara ngurus hal nggak penting begini kelas Lo gagal praktikum pula ntar." tutur Razu hendak meninggalkan meysha.
Namun meysha menghentikan langkah sang senior dulu. “bang razu sendiri ngapain disini?, bang razu, Ngulang mata kuliah ini ya?" Tanya meysha.
“Ntah.”
Sambil memasang kancing jas lab. "Bang razu, tunggu aku. Aku ingin bicara denganmu!!" sorak meysha.
“Aku rasa tidak ada yang harus kita bicarakan lagi” ujar razu kemudian pergi begitu saja. “ suruh siapa menolak ku.”
Razu pun masuk kedalam terlebih dahulu.
“dasar senior gilakkkk, suami goblokkk... Gue sumpah kan lo diputuskan pacar lo...” umpat meysha menghentakkan kakinya dua kali. Lalu gadis ini terdiam. "Eh nggak jadi deh, Gimana kalau dia beneran di putuskan pacar nya?, lalu dia bakalan fokus dengan satu wanita?. dan wanita itu adalah aku..nggak deng nggak.. amit amit cabang bayi. ih gue sumpah kan Lo langgeng sama ayank Lo ya." ucap gadis ini menarik kata katanya kemudian mengganti kalimatnya. Setelah mengumpat ia pun langsung masuk dengan memeluk modul praktikumnya.
Didalam semua sudah duduk dengan sangat rapi. Mereka semua tampak siap untuk melakukan kuis sebelum praktikum. “silahkan kumpulkan modul kalian ditengah, nomor satu…” tegas razu.
“bentar bang” ujar meysha segera melangkah mengambil kursi dan mengambil posisi didekat temannya. Gadis ini berbisik kepada Dian. "Sejak kapan asisten dosen kita diganti, Dian?" tanya Meysha.
"Gue nggak tau"sahut Dian sambil merobek bukunya untuk kuis.
“kamu didepan saja” ujar razu menunjuk meysha. Meysha pun melihat kebelakang padahal nggak ada siapa siapa lagi kecuali dia yang paling barisan belakang. aihs dia pasti menunjuk gue.
“saya bang” tunjuk sonia kepada dirinya yang kebetulan memperhatikan ketampanan razu dan berdiri didepan meysha.
“bukan, tapi kamu anindya” titah razu membuat bola mata meysha seketika membola.
"Bang, sini aja la bang. disini ada tempat bang, sedangkan disitu nggak ada bang" protes meysha nggak mau didepan.
"Ada nih ada, kamu dibelakang pasti ingin curang bukan?" tebak Razu.
"Gila!. Aku ini kalau masalah belajar insyaallah bersih ya bang,nggak pernah kotor atau curang dalam belajar karena itu adalah dosa besar bang dosa." ketus meysha menceramahi Razu dan membuat beberapa orang tersindir.
"Saya tau anda pintar, makanya anda duduk di didepan meja asisten dosen ini. BURU!" pinta Razu,dengan Malas meysha akhirnya melangkah kaki beratnya kemudian duduk dimeja asisten Dosen tersebut. Razu pun berdiri disamping meysha.
"Saya akan bacakan soalnya."
“astaga kok bisa sih gue menikah dengan cowok paranoid kek dia hanya karena dia nolongin gue di semak belukar pembawa sial itu.” Batin meysha mengeluarkan buku dan penanya
Kuis berlangsung. Waktu lima menit dengan 5 soal. Dan waktu berlalu.
“waktu habis, 5 orang pengumpul pertama akan mendapatkan nilai tambahan 10 poin.”
Akhirnya si ambisius mulai berlarian dan meysha adalah termasuk orang yang sangat ambisius dari yang lain. Namun kali ini gadis ini hanya berjalan santai dan membiarkan teman temanya mengambil posisi yang sering ia tempati.
“sedikitpun aku tak bersemangat melihatnya” ujar meysha
“meysha buru la,,biasanya lo yang gesit” ujar dian.
“gue udah tau nilai gue bakalan seratus,jadi kalau tidak dapat nilai tambahan pun bukan lah masalah besar bagi gue.”
__ADS_1
“idih sombong.. mentang mentang pintar” rajuk febi menyenggol bahu Masya.
“haha”
Meysha meletakkan hasil kuis nya kemudian pergi kembali.
“okey,sekarang segera duduk dengan masing masing kelompok kalian dan mulai praktikum modul 5. kalau ada kendala silahkan ditanyakan”
“bg, kak rani kemana bang?” Tanya nisa.
“ Dia lagi sakit. Mulai.”
“bang tidak dijelaskan dulu nih?”Tanya seseorang dari belakang. “biasanya kak rani menjelaskan dulu bang.”
“modul nya kan ada, terus kemarin pak dosen udah ngejelasin pasti la kalian udah paham. Jadi tugas saya disini hanya memantau kalian dan jika kalau tidak tahu lalu bertanya kepada saya.” Ujar razu badmood aja.
“tapi kami tidak mengerti dengan bagaimana cara merangkainya bang” sambung yang lain.
“baik lah. Perwakilan kelompok silahkan kesini” ujar raju sehingga masing kelompok anggotanya maju satu persatu.
“maju aja salah satu dari kalian” ujar meysha met malas.
“lah lo?” Tanya febi.
“malas” sahut meysha tiada semangatnya melihat pria kejam tersebut.
“oooo oke la,biar gue maju” febi begitu semangat untuk ke depan.
Sonia melihat sahabatnya yang tak memiliki semangat hidup,karena memikirkan dirinya akan tinggal dimana.
“lo ada hubungan apa dengan bang razu?”Tanya Sonia mengagetkan dian juga.
“Nggak ada hubungan apa apa kok. Memang kenapa?” Ujar meysha tertawa tanpa suara
“boleh tengok nggak?,bukak bentar” ujar dian.
“perhatian,” razu menepuk tangan tiga kali agar semuanya fokus dengan praktikum.
Sehingga topik yang belum selesai itu, diselesaikan dengan pengabaian. Febi pun bergabung dengan mereka kembali.
3 jam kemudian
Praktikum selesai. Hasil kuis dibagikan untuk pertama kalinya meysha dibuat syok sama nilai nya karena dikasih nilai 95 sama asdosnya.
"sha,nggak salah nih?"tutur Febi dan yang lain juga syok melihat ini. Tentu ini salah besar meysha pun langsung menyusul sang senior dan bertanya dengan ngegas.
"Apa apaan ini!!"Bentak nya menghentakkan kertas nilai tersebut. Membuat teman temannya juga syok karena melihat sahabat nya membentak senior yang paling ditakutkan dikampus ini.
Sedangkan Razu malah pura pura tidak tahu,pria ini masih fokus membereskan barang-barangnya lalu ia masukkan kedalam tas.
"Bang razu, aku bertanya. ini apaan!!. kenapa nilai ku 95. Salah ku dimana?!!" komplain Meysha.
"Cari tau aja sendiri,gue duluan" jawab Razu menyandang tasnya kemudian pergi.
"Bang razu!!!.. Gue tau Lo marah sama gue.. tapi nggak kayak gini juga kali... anjenkkk" Teriak meysha.
"sha udah sha.. Gimana kalau ada yang dengar ntar jadi masalah juga." tutur sahabat nya.
"Untung gue baik,kalau nggak udah gue mutilasi tu orang stres" ketus meysha menghela nafas untuk menenangkan dirinya yang emosi.
Mereka bertiga keluar dari ruangan itu kemudian melepaskan jas labnya diluar dan melipatnya dengan rapi kembali.
“ayo kita ke kantin” ajak febi.
__ADS_1
Saat di kantin mereka memesan 4 porsi menu yang berbeda beda jenisnya. Meysha dan Sonia memesan seblak, dian memesan mie goreng dan febi memesan mie rebus kesukaannya dan minum 4 pop ice rasa coklat.
“habis ini langsung pulang kah?”Tanya dian.
“gue sih iya” jawab meysha sambil menyesap minumannya.
“eh meysha, lo kapelan sama bg razu ya?” Tanya febi menunjuk cincin meysha
Sekali lagi darah meysha berdesir oleh perihal yang sama yaitu cincin. Meysha menarik tangan nya. “Sama gimana?” Tanya meysha pura pura tak tau.
“iya lo…. Sama banget,kalian kek pasangan” ujar febi.
“haha,, ada ada aja lo.” Ujar meysha menepuk bahu febi “oh iya gue balik duluan ya. Ada urusan mendadak soalnya.” Ujar meysha kemudian berdiri.
“okeh”
Teman temannya mengangguk. Meysha pun pergi.
Sebuah pesan WhatsApp masuk dan itu dari sang ibu. “kalau ingin pulang,kamu harus pulang bersama suamimu.”
Ketika kehilangan arah meysha melihat razu dengan motornya sepertinya ia akan pergi.
“bg razu!?” panggil meysha.
Saat dirinya hendak menghampiri tiba tiba saja bella datang kemudian mengecup singkat bibir razu,membuat meysha langsung berhenti melangkahkan dirinya kesana.
“siang sayang.” Suara bella itu.
Tak lama motor juga berhenti dihadapan meysha. “mau pulang?”Tanya si pemilik motor yang wajahnya ditutupi helm.
“iya.”
“masih ada jadwal ke kampus tidak?” Tanya alfano.
“nggak” jawab meysha menggelengkan kepala dengan imut.
“ikut yuk sama ku?” ajak alfano.
“kemana?”
“kemana aja.” Sahut alfano. "Ada yang ingin ku bicarakan dengan mu" lanjut Alfano membuat meysha benar deg degan.
Meysha pun naik motor alfano. Saat meysha berboncengan dengan alfano,degup jantungnya seakan tengah berpesta, karena jantungnya berdetak cepat tak karuan. Ia benar benar tak menyangka bisa berboncengan dengan pria yang ia idam idamkan selama bertahun-tahun.
Setelah razu mengantar bella pulang ia pun memacu motornya, kemudian berhenti disebuah jembatan dan membuka hpnya.
Disitu ia melihat pesan spam meysha.
“dia mengirimiku pesan sebanyak ini tapi aku tak membacanya.”
Razu pun mulai memajukan motornya kembali. Setelah melihat story meysha ia tau dimana gadis ini sekarang berada. Ia pun datang kesana. Namun setelah ia sampai disitu apa yang dirinya lihat?. Mereka melihat momen yang sangat indah disitu.
Ia melihat alfano bertekuk lutut dengan memegang tangan meysha. “ Maafkan aku karena mengabaikan perasaan mu kepadaku. Tapi mulai hari ini, aku berjanji aku akan menjadi orang yang baik untukmu. Jadi MAUKAH KAMU MENJADI PACARKU?”
Tidak terasa air mata meysha turun begitu saja. “aku harus menjawab apa?, kamu juga tau bukan perasaanku.” Ujar meysha meraih tubuh alfano dan memeluknya. “aku benar benar tak menyangka dengan kejutan ini.” ujar meysha melepaskan pelukannya.
“bagaimana?”Tanya alfano.
Meysha mengangguk menerimanya, sedangkan razu sempat terpaku melihat istrinya tersebut menerima pria tersebut. Ia pun berbalik badan kemudian pergi dari restoran tersebut.
BERSAMBUNG:)
__ADS_1