DIAM-DIAM MENIKAH

DIAM-DIAM MENIKAH
Ketulusan


__ADS_3

...****************...


Dua hari berlalu meysha akhirnya pulang. Tiba di apartemen gadis ini duduk di sofa, razu meletakkan pakaiannya keruang pakaian yang terpisah dengan kamarnya. Kemudian kembali lagi keruang tengah dimana meysha duduk.


“ kamu mau makan apa?, sejak dari rumah sakit kamu hanya minum air saja. Mau ku buatkan makanan? Bagaimana dengan makanan kesukaanmu?.” Ujar razu menyentuh kepala meysha dan menepikan rambutnya.


“aku tidak lapar” sahut meysha dengan singkat.


“tapi kamu belum mey, makan ya”


“aku nggak lapar bang razu!!!” pekik meysha membuat razu terkejut.


“meysha, harus kah kamu membentak ku.” Lirih razu benar benar tak menduga istrinya akan membentaknya sekejam ini.


“kau masih cinta dengan mantanmu bukan?” tanya meysha tiba tiba saja. “jika kamu masih cinta kenapa tidak kembali kepadanya?” suruh meysha dengan santainya menaikan alisnya.


“meysha, aku bisa jelaskan. Aku tau aku salah, karena aku kita harus kehilangan…”tiba tiba razu teringat kata kata bimo untuk tidak memberi tahu meysha tentang wanita itu pernah hamil lalu keguguran. “ karena.. karena aku menolong bella.”


“jangan sebut nama wanita murahan itu dihadapanku!. Seperti kau tidak ingin mendengar nama alfano. Dan aku juga tidak ingin mendengar nama wanita menjijikan itu ditelingaku.” Ketus meysha melotot.


“oke!. Aku salah meysha. Aku salah karena menyakitimu sampai kritis dirumah sakit. Seharusnya aku yang terbaring dirumah sakit itu. tapi andai kamu tahu aku melakukan itu tidak sengaja meysha. Aku tidak sadar karena…


“karena orang yang kamu cinta tersakiti. Mangkanya kau menarikku dengan kuat sampai aku terhempas?” teriak meysha memotong ucapan razu.


Razu menggeleng dan bahkan matanya sudah berkaca kaca. Meysha pun melihat langit langit raungan tersebut. “apakah bang razu pria cengeng hah?. Berhenti mengiba begitu!” teriak meysha. Karena ia akan tahu bahwa suaminya ini pasti akan menangis kembali. “biasanya perempuan lah yang banyak menangis, tapi baru kali ini aku menemukan laki laki secengeng bang razu tau ndak sih!” bentak meysha.


“aku sangat lelah, aku lelah menjelaskan semuanya yang tak pernah kamu percaya. Hanya ini yang bisa ku lakukan, karena ucapan dari bibir ku tak pernah kau percayai!. Jadi ku berpikir bila dengan air mata mungkin kau bisa melihat kesungguhan ku” jelas razu memukul dirinya sendiri menahan air mata.

__ADS_1


“dengan menangis pun, aku tidak percaya, karena mata mu itu berbohong.” Pekik meysha menangis. “katakan saja bahwa kau masih mencintainya. Bila kau tidak mencintainya mungkin kau tidak akan sepanik itu, bahkan setelah kau mendorongku sejauh itu lalu dengan sadar kau melindunginya.. brengseeekk!!” ketus meysha memukul razu berkali kali. “aku melihatnya.”


“mataku?, kau melihat mata ku berbohong. Kenapa?. Kenapa kamu hanya melihat mataku berbohong?, mata seperti apa yang kau inginkan agar bisa kau lihat ketulusan orang dari matanya?” tanya razu meraih kedua lengan meysha. “sepertia apa mata orang jujur itu?, tunjukan kepadaku?. Seperti apa meysha.” Tuturnya mengguncang tubuh meysha. “aku mohon katakan seperti apa?”


“jika kau jujur, katakan sejujurnya. Katakan sebenarnya.” Suruh meysha.


Razu terhenyak, pria ini menutup matanya beberapa lama, kemudian membukanya. “bagaimana caranya, kamu bisa mempercayaiku?. bagaimana caranya agar kamu bisa melihat ketulusan hatiku padamu?. Hubungan kita baru saja baik. Tapi kenapa sekarang berulang kacau kembali?” lirih razu.


“itu karena kamu sendiri yang mengacaukannya!. Berhenti berpura pura bang razu.” pinta meysha terus kokoh dengan pandangannya.


Razu kali ini belutut dikaki meysha, seketika harga dirinya hancur sehancurnya. Pria ini benar benar mata meysha yang berlinang dengan air mata tersebut. “meysha. Aku razu aulia nugraha putra satu satunya dari anton dan alira, aku bersumpah demi kedua nyawa orangtua ku mengakui perasaanku benar benar tidak pernah berpura pura kepada anindya meysha putri satu satunya dari berempat saudara putri bungsu dino dan carissa. Aku benar benar mencintai anindya meysha.” Tutur pria ini mengatakan kalimat tersebut dengan menatap mata gadis yang ada dihadapannya tersebut tanpa bekedip.


“aku harap kamu mempercayaiku” ujar razu.


“meysha!!” pekik wanita tua diujung pintu mengejutkan keduanya.


Seketika alira menghampiri meysha dan menarik rambut meysha dengan sangat kuat membuat meysha meringis kesakitan dan razu beteriak histeris saat istrinya dijambak oleh sang mama.


“kamu ini!!.”


“ma tolong lepaskan meysha, aku mohon. Dari baru sembuh. Aku mohon mohon aku mohon” pinta razu memohon memutar duduknya seperti menyembah sang mama. Seketika alira melepaskan jambakan tersebut dan menghapus air matanya, karena tidak tega melihat putra satu satunya memohon seperti tidak punya harga diri lagi.


“kamu ini!. apakah tidak ada rasa kasihan dihatimu itu. sehingga begitu teganya kau membiarkan putraku berlutut kepadamu. sesalah apa dia hah??. Haruskah saya yang memohon dan mencium kakimu itu, untuk berhenti menyakiti suamimu sendiri. Putraku tidak salah apa apa, kesalahannya hanya satu, jatuh cinta kepadamu” pekik alira.


“dimana letak kesalahan putraku hah, sehingga begitu dinginnya perasaan mu!!” pekik alira membentak meysha.


“kesalahannya karena dia masuk kedalam hidupku!” jawab meysha melihat alira. “awalnya hidup ku selalu indah, tapi setelah bertemu dengan nya putramu, hidupku menjadi menderita. Kau tau itu?” pekik meysha.

__ADS_1


“meysha?/?”


“lalu bagaimana dengan putraku?. Apakah kau tau penderitaan putraku?. Semenjak bertemu denganmu..


“mama aku mohon jangan ikut campur dengan urusan rumah tangga ku. Aku mohon.” Pinta razu memohon kepada ibunya untuk berhenti.


“… hidup putraku juga hancur! Apakah kau tidak sadar hah?. Ngaca!” teriak alira lebih kencang.


“kenapa kau malah menyalahkan ku?. Andaikan saja putramu dari sejak awal mau diajak kerja sama, mungkin kehncuran ini tidak terjadi. Apakah kau juga tidak berkaca hah?. Hah. Oh iya.. jangan lupa juga. kekacuan ini disebabkan juga karena kau. Cuma saja kau mempublish hubungan kami. Mungkin hari itu kami sudah bercerai, jangan lupa kau juga menghancurkan ku dan mimpi anak mu!” ketus meysha.


Razu berdiri. “kalian tidak akan berhenti?” tanya razu pelan. “kenapa kalian tidak bisa akur?. Kenapa kalian selalu bertengkar!!!” teriak razu menghantam meja kecil itu hingga belah dua dan kaca kacanya langsung berserakan. Tangan razu seketika berdarah.


“dan mama, berhenti ikut campur dengan urusan pribadiku!, berhenti membuntuti ku. Aku sudah dewasa mah. Jangan memperlakukan ku seperti anak kecil. jangan urusan percintaanku. Jangan ikut campur dengan rumah tanggaku. Apapun yang mama lihat tolong tutup mata dan tutup telinga mama. aku terlihat seperti pecundang karena mama selalu ikut campur dengan urusan pribadiku.” Ujar razu lirih.


“mama seperti ini karena mama sayang dengan mu” ujar alira menyentuh pipi razu.


Sedangkan meysha melihat tangan razu makin banyak darah yang menitik. Gadis ini menelan ludahnya sendiri.


“aku ingin, mama keluar dari apartemenku. Ini adalah terakhir untuk mama menginjakkan kaki sebelum memberitahu ku bila mama ingin datang kesini. Aku mohon jika mama ingin berkunjung tolong beritahu aku. Biar aku bisa mempersiapkan situasi yang layak untuk mama disini.” Pinta razu memohon. “maafkan razu ma, karena razu menjadi durhaka kepada mama” ucap razu.


Alira pun putar balik karena diusir oleh anaknya. Namun wanita tua ini berbalik kembali melihat razu. “jika kamu tidak tau mau kemana, maka ingatlah jalan kerumahmu. Dimana kamu dibesarkan. Maka disitu pintu terbuka lebar dan banyak makanan.”tutur alira lalu pergi.


Setelah ibunya pergi. Razu menatap meysha, “jika kamu belum bisa memaafkan ku, aku akan keluar dari sini terlebih dulu. Tapi jika kamu sudah merasa baikan, jangan lupa hubungiku. Karena aku suamimu. Yang selalu mencintaimu.” Lirih razu.


Meysha tak berkutik, gadis ini terlalu fokus melihat luka yang ada pada tangan razu. bahkan tangan meysha telihat ingin meraih tangan razu namun pria ini sudah terlanjur menjauh meninggalkan dirinya sendiri. Pria tersebut hendak keluar dari apartemen. Seketika meysha langsung terjatuh kelantai.


“maafkan aku"

__ADS_1


Bersambung:)


__ADS_2