DIAM-DIAM MENIKAH

DIAM-DIAM MENIKAH
Balik senyum yang indah, ada luka yang terpendam


__ADS_3

...****************...


Pagi pagi meysha bangun dari tidurnya, ia hendak mandi. Baru hendak mengetuk pintu razu langsung keluar dengan tampang sangarnya tersebut. Razu tampak sangat cuek dan dingin dari biasanya melihat meysha.


“bg razu?, udah siap siap” sapa meysha.


Namun razu mengacuhkan meysha sambil berlalu. Ia menyandang tasnya. Pasti hendak kekampus. Meysha tersenyum paksa sambil menarik nafas dalam dalam. “dia ngambek dengan masalah semalam. Dasar!” rungut meysha dalam hati.


Tak lama meysha setelah mandi langsung memasang pakaiannya kemudian memakai bedak bayi dengan satu lip tin. Setelah itu ia pergi membawa tasnya juga. Tiba dikampus meysha buru buru masuk laboratorium karena hari ini ia praktek.


Meysha berlari dengan rambut yang gusau membuat teman temanya menganga. “astaga meysha apa apa an ini.” tutur Sonia segera merapikan rambut meysha yang berantakan.


“bahkan rambutmu masih lembab. Apakah pengering rambutmu rusak. Astaga.” Ujar febi prihatin melihat sahabatnya tersebut.


Meysha tak mempedulikan hal tersebut ia hanya fokus dengan mengeluarkan selembar kertas dan pena kemudian menyusul razu ke depan. “bg razu, maaf saya telat. Saya belum kuis. Bolehkah saya minta soal kuis nya.” Titah meysha ngos ngosan.


“apakah kamu benar benar tidak bisa mengeringkan rambut dengan benar hah?” tekan razu menahan suaranya.


“saya butuh, soal. Tolong sebutkan aja soalnya bg” Tutur meysha.


Razu hanya berdecak kesal kemudian menyuruh meysha duduk dan membacakan soalnya. Seperti biasanya waktu 5 menit dengan soal 5. Meysha pun langsung mengerjakan soalnya dan waktu habis ia hanya mengerjakan 4 soal karena semalam tak sempat belajar.


“terimakasih bg.” Ujar meysha kemudian masuk kelompoknya.


Didalam kelompok meysha benar benar blank untuk pertama kalinya ia tak bisa fokus melihat rangkaiannya. “udah lo duduk aja, serahin sama gue aja.” Tutur Sonia mengambil alih.


“Lo kenapa sih?” Tanya dian. “ tumben banget rambut panjang lo ndak diikat mana basah lagi dapat hujan dimana coba.” Ledek dian.


“gue ketiduran tadi,jadi buru buru.”


“ ketiduran?, masih sempat keramas?” ledek Sonia.


“ayolah. Jangan terus meledek ah.” Kesal meysha.


Tiga jam berlalu, semua mahasiswa mulai keluar. Namun meysha terakhir keluar.


“anindya.” Panggil razu.


“iya, bg” ujar meysha melihat razu.


“kesini lah” panggil pria ini.


Meysha menghampiri razu, kemudian razu membalikkan tubuh meysha sehingga membelakanginya. Razu mengepang rambut meysha dengan rapi. Kemudian ia ikat dengan gelang karet yang ada di lengan nya.


“terimakasih bg.” Ujar meysha menunduk.


“sama sama.”


Meysha pun meninggalkan ruangan tersebut. tanpa disangka ternyata teman teman meysha telah bersembunyi menyaksikan razu dan meysha tadi begitu romantis. Sonia dan yang lainya terkejut melihat meysha nongol begitu saja.

__ADS_1


“Nga_ngain kalian?” ketus meysha.


“ki_kiki_ki ta nunggu in lo dong.” Tutur Sonia tersenyum.


“siapa?”Tanya razu muncul tiba tiba saja disamping meysha. Razu melihat mereka yang sudah tertangkap basah. “kenapa kalian masih disini?” Tanya razu.


“anu bg, kami kami lagi menunggu_menunggu meysha bg.” Jawab dian begitu gugup.


“lagian kamu kenapa marah begitu meysha. Apa yang kita lihat bukankah hanya bentuk kasih sayang kakak kepada adiknya?.Kita kan tau kamu manja banget.” Ledek febi membuat semuanya merasa lega.


Meysha pun tersenyum. “Tapi gue nggak suka aja diintip. Sorry y.” tutur meysha mendekati teman temannya.


“iya iya… kita juga minta maaf.” Tutur Sonia mewakili teman temannya. “ya udah yok pergi.” Ujar Sonia merangkul meysha.


Mereka pun pergi dan razu berjalan dibelakang mereka. Setelah itu mereka berpisah arah. Karena razu pergi ke tempat perkumpulan anak organisasi dan meysha bersama teman temannya ada kelas lain jadi ia pindah ke gedung terpadu.


Waktu berlalu hari ini meysha tiba di apartemen jam 10 malam kembali. “untung gue hapal sandinya” ujar meysha dengan hati hati membuka pintu. Ia pun masuk mengendap endap sebab lampu sudah dimatikan.


“aku harus hati hati agar aku tidak ketahuan.”


Saat menaruh tas ditepi sofa tiba tiba lampu menyala membuat meysha terkejut dan saat dia berbalik juga terkejut saat melihat razu yang duduk dengan tatapan tajam dengan sebotol wine diatas meja.


“bg, bg razu.


“lagi?!” tutur razu tersenyum sinis.


“Mau minum bersamaku?” Tanya razu mengajak.


“aku tidak minum bg.” Tolak meysha.


“kalau begitu, temani aku minum.” Tutur razu.


Meysha menelan ludahnya berkali kali.


“duduklah.” Pinta razu menepuk nepuk sofa agar meysha duduk disitu.


Meysha pun duduk disamping razu. Razu menuangkan isi botol tersebut ke gelas pertama kemudian ke gelas kedua. Gelas pertama ia tarok didepan meysha. Dan gelas kedua ia angkat.


“cobalah, kenapa kamu menolaknya. Ini adalah anggur termahal yang aku beli.” Tutur bg razu.


“aku_aku belum pernah mencobanya.” Sahut meysha.


“ini cocok untuk malam ini, coba saja.” Ujar razu kini mengambilkan gelasnya kemudian menyodorkannya kepada meysha.


Meysha pun dengan tangan gemetar dan perasaan bercampur aduk. Tak punya pilihan lain selain mengambil pemberian razu. Razu pun mengadukan bibir gelasnya dengan bibir gelas cantik meysha tersebut sambil tersenyum sinis.


Ting


“silahkan diminum. Rasanya sangat lezat.” Tutur razu, kemudian menelan semuanya.

__ADS_1


Meysha pun berusaha menerima nya dan meminumnya sampai habis juga. meski butuh waktu lama untuk menghabiskan nya. Setelah habis meysha meletakan gelas cantik tersebut disamping botol tersebut. batinnya berkata kata. Kenapa dia menyuruhku minum?, apa mungkin dia akan melakukan sesuatu pada diriku?.


“bagaimana rasanya?” Tanya razu.


“rasanya_ sangat enak.” Sahut meysha.


“kalau begitu. Tambah lagi dong.” Ujar razu menuangkannya kembali. “mari senang senang.” Ujarnya bahagia. Meysha yang awalnya hanya ragu. Tiba tiba sekarang dia ikut ikutan merasakan enaknya dari minuman tersebut. Bahkan ia berkali kali meminumnya. Saat tuangan terakhir ternyata sudah habis membuat dia mengerucutkan bibirnya.


“yah habis” ujarnya.


Tak lama gadis ini mulai berdiri dan berhalusinasi. “kenapa kamu banyak sekali.” Tunjuknya kepada razu. “keke kenapa kamu tersenyum.”


Sedangkan razu hanya menikmati mabuk gadis ini. “kamu hanya minum segitu sudah mabuk.” Tutur razu yang masih dalam kesadarannya. “Aku akan mengerjai mu malam ini.” Ujarnya tersenyum licik.


Tiba tiba meysha memanjat sofa. “ayo. Minum lagi. Kita bersulang lagi.” Tutur meysha merangkul razu.


“woi. Razu bangsatt. Kenapa kau jahat sekali. Kau sok tampan dan sok cool.” Razu langsung menganga.


“ Razu sok ganteng. Berikan aku satu botol lagi. Biar aku minum sampai habis.” Ucap meysha meminta. Kemudian tertawa.


“baik baiklah.” Ketus razu kesal karena juniornya mengatakan dirinya sok tampan dan semacamnya.


Razu pun menarik tubuh meysha dari pelukannya kemudian mengangkat tubuh gadis ini kedalam. Saat dalam kamar razu membaringkan meysha di ranjang. “astaga menyesal sekali aku membuat dia mabuk. Sangat merepotkan!” ketusnya melihat gadis ini tak diam diamnya.


Meysha bangkit dan berdiri diatas ranjang tersebut. kemudian melompat lompat kegirangan membuat razu makin pusing dengan kegilaan gadis ini. tujuannya tadi melakukan itu hanya memberi pelajaran buat nya tapi akhirnya dirinya sendiri yang direpotkan.


“BERHENTI AH!” bentak razu membuat meysha tertegun kemudian menangis.


“hiks hiks..kau benar benar pemarah!. Kenapa kamu pemarah!” pekik meysha.


“Aku tidak marah.. tapi hanya..


Hiks hiks. “kenapa orang orang selalu memarahi ku?, apakah aku ditakdirkan hanya untuk dimarahi kah?. Terus… Kenapa orang orang tak mau bermain denganku?. Mereka bilang aku pelit,padahal aku hanya ingin mereka berusaha. Tapi mengapa orang orang menilai ku orang pelit dan mengapa mereka menatap ku seperti menatap wanita gampangan! Hiks hiks.” Isak meysha akhirnya membuat razu terdiam mendengar suara hati wanita ini.


“mengapa hari hariku selalu melelahkan. Salahkah aku dilahirkan di dunia ini." tunjuk meysha kepada razu.


“berhenti bicara omong kosong, sekarang kau harus istirahat” ujar razu menarik tubuh meysha dan ia baringkan kemudian ia selimut kan.


“apakah dia memendam semua perasaanya dibalik senyuman indah itu?” tutur razu membuka kepang rambut gadis ini. “aku tidak tahu dia memiliki kisah sepedih ini. dibalik senyuman itu.”


Meysha membuka matanya, ia melihat razu dengan lekat. “jangan berlagak tahu semua tentangku. Karena akulah yang paling tahu mengenai perasaanku, bukan orangtuaku, bukan pula bg razu dan apalagi alfano. Kalian semua jangan mencoba sok tau tentangku. KARENA AKULAH YANG PALING TAHU MENGENAI PERASAANKU!” meysha mengulang ulang kalimatnya itu untuk beberapa kali.


“alfano aku mencintai mu, sangat mencintaimu. Aku ingin bersamamu.”


“Sudahlah, istirahat saja.”


Awalnya ngerja in berujung menjadi pendengar yang baik untuk istrinya. Setelah meysha tertidur razu pun menyelimutinya dan keluar dari kamar. Sekarang gentian yang tidur di sofa. “aku yang akan membuatmu melupakan alfano nantik. Sampai kamu tidak ingat lagi siapa itu alfano.” ujar pria ini mengusap rambut gadis ini secara lembut dan dengan berani mengecup bibir gadis ini.


Bersambung;)

__ADS_1


__ADS_2