
...****************...
Meysha melabrak bimo yang sedang berkumpul dengan istri dan anak anaknya dibalkon,“kak bisa tidak sih jangan asal masuk kekamar orang?” ketus meysha tiba tiba saja.
“lah, kenapa?” tanya bimo sambil meluk sang putri imutnya. “biasanya kan aku selalu kesana.” Ujar bimo. Tiara juga melihat meysha yang tampak sangat kesal itu
“iya aku tau kak, tapi sekarang kakak tau kan posisi ku. Aku ini sekarang sudah menikah kak.” Jelas meysha. “privasiku itu sudah berbeda.”
“lalu?...”
“ayolah kak.”
“iya iya. Maaf ya kakak lancang.”
“ternyata adik kita ini sudah besar ya.. biasanya kalau nggak ditidurkan sama bimo dulu nggak mau tidur.” Kata bian menyambung ternyata dari tadi menyimak pembicaraan meysha dan bimo. “sekarang malah sudah berani memberi batas kepada sang kakaknya.”
“dan lo juga bim, jangan ganggu privasi adek lo. Apa lagi disini ada suaminya.” Tutur bian memperingati sang adik laki laki.
“iya deh kak, iya.” Sahut bimo.
“ingat ya kak, ini privasi. Apa yang kakak dengar tadi. Itu adalah untuk terakhir kalinya okey.” Tegas meysha.
“haha. Iya bawel” jawab bimo. “tapi kalau kakak boleh kasih saran dengan kamu.ya” bimo terdiam sesaat. “jangan terlalu galak dengan suamimu.” Ujar sang kakak. “apalagi kalau suami mu meminta sesuatu kepadamu. itu namanya durhaka.” Ujar bimo.
“lo dengar apa?” tanya biam ternyata jiwa keponya meronta ronta pula. “razu minta apa?” desak bian.
“bukan apa apa” ketus meysha kemudian pergi dari sana. “Punya kakak ternyata gila semua” rungut meysha sangat kesal sekali.
“aku tidak gila” tiba tiba satu lagi kakaknya menyaut bilang dirinya tidak gila.
“iya, tapi setelah kakak berkumpul dengan kakak kakak ku yang lain maka kakak juga akan gila” ketus meysha pergi dan sangat betek melihat semua kakaknya.
“seterah kau saja” baim pun datang ketempat saudaranya yang lain.
“lah habis tuh. Bergosip lah sudah” ketus meysha melihat sekumpulan kakak kakak tampannya tersebut.
Dikamar meysha langsung duduk ditepi ranjang gadis ini mengangkat kedua kakinya dan bersila diatas tempat tidur. Razu melihat gadis ini tampak menrucutkan bibirnya bersamaan dengan pipinya merah merona.
__ADS_1
“Sayang, kenapa?. Apakah kakak sayang membuat sayang kesal lagi?” tanya razu. mata meysha langsung tajam melihat razu. razu mengerutkan keningnya. “kenapa sayang?” tanya razu dengan raut wajah ngeselinnya.
“kamu juga membuat ku kesal ah.” Ketus meysha melipat tanganya di dadanya.
“aku salah apa sayang?” tanya razu mengiba.
“bang razu, panggil nama aku aja bang. Nggak usah pake sayang sayangan aku geli dengarnya” ketus meysha.
“nggak mau. Aku nggak mau manggil sayang dengan sebutan nama. Karena pasti mantan sayang juga manggil nama sayang ke sayang bukan?” ujar razu makin membuat meysha pusing dengan kata kata suaminya ini.
Gadis ini hanya menghela nafas panjang.
“sayang, kenapa sayang diam saja sayang. Sayang marah sama sayang ya?, sayang bikin sayang kesal sama sayang ya?”
“auk ah gelap.” Ketus meysha masuk kedalam selimut dan berkelumun.
Razu pun terkekeh, melihat kekesalan sang istri yang makin nampak gemas dimatanya.
“sayang mau tidur?. Sayaang.” Rengek razu.
Meysha langsung menyibakkan selimutnya dan bertanya. “bang razu mau apa?” tanya meysha. “katakan, habis itu bang razu harus tidur dan berhenti mengganggu ku oke.”tutur meysha.
“aish..” meysha sempat terdiam. Dan ragu karena perasaanya deg degan saat mendengar permintaan sang suami. Tapi kalau tidak dikabulkan sepertinya dia tidak akan diam, alias akan mengganggu dirinya sampai pagi.
“meysha beginilah. Bila kecantikan mu berhasil menjinakkan monster ini. maka dia akan menempel kepada mu selamanya.” Batin meysha.
Meysha memeluk razu. Razu memeluknya kembali seperti bantal karena dia sangat kecil. Razu merasakan jantung Meysha berdetak kencang.
"Kamu gugup?" tanya Razu.
"Tidurlah dengan tenang, mencoba untuk rileks " perintah Meysha.
"Tapi hatimu, sayangku. Didalam sana terus berdetak gencang loh. Aku khawatir nantik kamu serangan jantung karena aku" ucap razu menggoda gadis ini.
"aku ini hidup tentu jantungku berdetak lah. Sekarang bang razu tidur aja jangan banyak tingkah, kalau merasa terganggu mending tidurnya nggak usah pelukan" sanggah meysha.
"Ya, ya," kata Razu, akhirnya mengencangkan lengannya dan menutup matanya, sebelum senyum puas muncul di sudut mulutnya.
__ADS_1
Baru saja menutup matanya tiba tiba deringan ponsel Razu berbunyi. Membuat pria ini melepaskan pelukannya dan segera meraih ponsel.
"Siapa, Nelpon selarut ini. nggak sopan banget" rungut meysha.
"Tau nih ganggu kita senang senang aja." ujar Razu kemudian mengangkat si penelepon tersebut.
"Hallo.."
"Hallo... sayang" suara dari balik sana mengagetkan telinga Razu saat dipanggil sayang.
"Bella?. Kenapa kamu menelepon ku?" tanya razu dengan ketus langsung.
"Aku merindukan mu, Bisa kah kita bertemu. Aku ada ditempat mu sekarang. di klub." ujar Bella terdengar sedang mabuk berat.
"Aku tidak bisa datang, berhenti minum dan segera pulang." suruh Razu.
"Sayang,Aku mohon jemput aku. aku tidak tahu arah pulang lagi." ujarnya merengek.
Meysha yang mendengar Razu dan Bella menelepon sangat betek. gadis ini beranjak dari tempat tidur namun Razu menarik tangan Meysha ia melihat Meysha dan berbisik. "jangan pergi."
Meysha menarik tangannya kemudian tetap pergi begitu saja.
"Kamu lagi mana?"tanya Bella.
"Aku lagi bersama istri ku. Maaf Bella aku tidak bisa menjemput mu." ketus Razu.
"Istri?, Kamu sudah menikah?"tanya Bella kembali.
"Bell, seberapa banyak kamu minum hah?. Sampai sampai kau tidak sadarkan diri begini."
"Ah iya, Aku lupa.. kalau Razu bukan lagi pacar ku dan sekarang dia sudah menjadi suami junior kurang ajar itu ya." ujar Bella. "Maaf sudah mengganggu mu ya... aku tutup" tutur Bella bersedih dan menutup teleponnya.
Razu menatap layar ponsel nya, tiba tiba hati tersentak saat mendengar Bella berkata begitu. Entah kenapa hatinya terasa langsung sakit saat wanita mabuk itu sakit hati juga.
"Aku tau kamu khawatir dengannya. Jika kamu ingin pergi kesana. pergi aja. aku tidak papa kok." ujar meysha yang paham dengan raut wajah Razu.
Razu langsung menaikan kedua alisnya. "Nggak kok, dia pasti tau jalan pulang. Aku tiba tiba ngantuk. Yuk tidur." tutur Razu. Pria ini langsung membaringkan dirinya
__ADS_1
Sedangkan meysha tersenyum miris melihat kelakuan Razu, Aku tau kau masih memiliki rasa kepada dia. kenapa kamu malah menyusahkan dirimu sendiri hanya untuk menyembunyikan perasaan itu. batin meysha melihat punggung Razu.