
...****************...
Mereka pun meninggalkan apartemen tersebut. Tiba di mall mereka begitu romantis. Bahkan razu memanjakan bella dan membelikan barang barang yang dia mau. Namun ternyata disitu ada 8 mata yang memerhatikan keduanya yang romantis bahkan peluk pelukan.
“mah,itukan adek ipar?” tunjuk menantu satu Carissa.
“mana?” Carissa ikut menengok arah tunjuk menantu satu istri dari baim.
“iya itu dia loh. Tapi kok nggak sama adik ipar” tutur menantu tiga istri dari bimo.
“oh iya benar.” Tutur istri dua dari bian.
“apakah itu pacarnya?”Tanya Carissa melihat ketiga menantunya,
“kalau mesra seperti itu, bisa dikatakan iya deh mah.” Sahut menantu tiga yang paham dunia modern sekarang lumayan parah dari sebelum sebelumnya.
Razu dan bella yang sedang bergandengan tangan seketika lepas saat razu tiba dihadapan mertua dan kakak iparnya tersebut. Dengan anggun Carissa tertawa dan melihat keduanya. Jantung razu cepak ceder karena ketahuan membawa orang lain padahal istrinya adalah putri dari ibu awet muda tersebut.
“ma_ma
“mama?” Tanya bella mengerutkan keningnya. “kok beda”
“siapa sayang?” Tanya Carissa.
“dia bella,mama” jawab razu cepat seperti orang yang sudah kepergok melakukan kesalahan.
“apakah dia pacarmu?”
“hah?” razu membelalakkan matanya dengan penuh keraguan dia antara mau menjawab atau enggaknya.
“aku melihat kalian berdua berpelukan, kalau tidak pacaran apa itu namanya?” tanya Carissa.
“iya”jawab bella.
“tidak, kami tidak berpacaran” jawab razu begitu cepat dan sangat gugup membuat bella tidak menyangka razu mengatakan itu.
“ tidak berpacaran?, lalu mengapa kalian berpelukan? Ngapain hayo?” ledek Carissa membuat semua menantunya tertawa kecil.
“eh..hmm” razu pun hanya bisa mendehem.
“oooo.. meysha mana?.”Tanya Carissa kembali sambil melihat kanan kiri tapi melihat sosok putri cantiknya tersebut.
“meysha siapa mah?” Tanya razu.
“what? Anak mama dong!” jawab Carissa dengan nada terkejut karena Razu tak mengenali putri bungsunya tersebut.
“oo anindya. Anindya pergi bersama teman temannya.” Sahut razu malu banget.
“ooo, baik lah. Jangan merasa bersalah begitu. Mama paham kok. Meysha juga udah pernah menjelaskan.” Tutur carisa “tapi, saran mama. Sebaiknya jangan main main.” Tutur nya sedikit mengintimidasi.
“kita permisi bye bye.”
Mereka pun pergi, razu hanya bisa menanggung malu karena kepergok ibu mertuanya. Ia mengusau rambutnya frustasi. “argghh.
“apakah itu mama anindya?” Tanya bella.
“iya” sahut razu.
__ADS_1
“kenapa kamu se gugup itu ketemu dengan mamanya?” Tanya bella.
“pleace jangan banyak bertanya bella. sekarang aku antar kamu pulang oke.” Tutur razu. “semuanya sudah kamu dapatkan bukan?” Tanya razu.
“Heii Razu, matamu jelas sekali kebohongan!. Sebaiknya katakan saja deh SIAPA ANINDYA ITU?, katakan razu” ketus bella benar benar tak tahan lagi.
“ kalau aku bilang. Apakah kamu akan mempercayaiku? Dan apakah kamu bisa berjanji tidak akan marah kepadaku. Tidak.. pasti kamu akan marah kepadaku. Tapi bisakah kamu berjanji tidak mengatakan kepada siapapun dia.” Tanya razu.
“katakan saja siapa dia!?” bentak bella sehingga pengunjung lain menengok kearah mereka semua. “kamu tidak pernah berat mengenalkan diriku kepada orangtuamu teman teman mu dan lain lainya sebagai pacar mu. Tapi kali ini kamu tidak mengakui ku. Aku tidak tahan lagi!. Katakan saja yang sebenarnya razu!”
Razu menarik tangan bella untuk keluar dari tempat tersebut ke mobil. Didalam mobil iya melihat bella dengan lekat. “kamu harus berjanji tidak mengatakannya kepada orang lain, termasuk itu wira sahabat dekat mu.”
“apa!,katakan saja.” Pekik bella.
“anindya adalah istriku. yang sebentar ini adalah mertua ku dan kakak kakak iparnya anindya.” jelas Razu.
“hah” Seketika Bella langsung menganga.
“dia adalah ISTRIKU. Kami menikah sebulan yang lalu.”tutur razu mengulangnya kembali.
Jantungnya seperti runtuh dan tak berdetak lagi. Apakah aku akan mati serangan jantung karena mengetahui ini. batin bella. air mata gadis ini langsung keluar.
“maafkan aku bell, tapi ini diluar kemampuan ku.” Tutur razu benar benar menyesal. "Aku dan Anindya menikah karena di paksa." jelas razu.
“ kenapa kamu membohongi ku?, kamu bilang dia hanya saudaramu.”
“karena aku hanya tidak ingin orang tau. Kami hanya akan menyimpannya berdua. Termasuk pasangan kami. Karena aku rasa itu tidak penting untuk diceritakan juga.”
“heii! Kamu anggap apa aku selama ini sih hah?.. kamu berbohong kepadaku. Kamu memarahiku hari itu, bahkan kamu hampir menamparku. Hanya karena aku mengintrogasi mu. Hanya untuk menutupi kebenaran yang sebenarnya yang ku curigai itu benar kau melakukan serendah ini.” Ketus bella begitu tajam menatap razu.
“aku minta maaf.”
“maafkan aku.”
“apakah ini perjodohan yang dikatakan ibumu kepadaku?, kalau aku tau mama mu serius kenapa kamu tidak bilang. Kalau kamu harus menikah. Apakah harus kamu menikahi wanita lain. Kalau kamu bilang aku mungkin setuju.” Bental bella.
“ini tidak ada hubunganya dengan orangtua ku meminta mu menikah denganku. Kami menikah karena insiden memalukan.”
“insiden?, alasanmu saja. Sebut saja kamu memang tidak mau terikat dengan wanita miskin sepertiku. Aku hanya seorang anak pelayan. Sedangkan dirimu anak konglomerat. Anak sendok emas. Aku tau kok.” Tutur bella benar benar kecewa sekali.
“benar ya yang dikatakan anindya. Percuma berbicara dengan orang seperti kamu. kamu tidak peduli apapun yang kita katakan. Karena kamu hanya percaya dengan apa yang kamu percayai.”
“bagaimana aku bisa percaya dengan omongan kalian, bila kalian itu membuat alasan itu tidak logis dan tidak masuk akal.” Pekik bella marah besar.
“bell…
Bella melihat langit langit mobil karena benar benar terluka mendengar kenyataan yang pahit ini. “Aku ga bisa melanjutkan hubungan ini lagi. Sekarang kita akhiri saja semuanya.”
“bisakah kamu berpikir untuk sesaat dahulu sebelum memutuskan sesuatu begitu.” Bentak razu.
“wah bahkan sampai akhir. Kau benar benar tidak ada otak.” Ketus bella. “ KITA PUTUS” teriak bella kemudian keluar dari mobil dan meninggalkan semua barang belanjaannya disitu.
“PUTUS!. OKE!. KITA PUTUS.” Teriak razu membanting stir nya kemudian pergi dari sana.
Razu tiba di apartemennya kembali. Saat itu ia juga menemui meysha yang juga sudah pulang di garasi.
“bg razu?. Tahan liftnya bang. aku mau masuk!!” Panggil meysha berlari menghampiri razu yang sudah menekan lift.
__ADS_1
Seketika ia masuk kemudian pintu lift tertutup. Meysha mengintip wajah razu yang basah. “apakah dia habis menangis.” Ucap meysha pelan pelan sekali.
“aku memberi tahu bella tentang hubungan kita.”
“apa?, aku sudah tau kok.” Jawab meysha dengan santai tetap mengulum gula gulanya.
“kalau kita sudah menikah.”
“what. Kau gilak hha!” teriak meysha seketika terkejut. “kamu tau bukan bella itu..penyebar..
“kalau dipikir pikir, aku membayangkan bagaimana kalau kita tidak pernah bertemu dan tidak pernah menikah karena paksaan kampung terkutuk itu. pasti semuanya tidak begini bukan?” Tanya razu memiringkan kepalanya melihat meysha.
Ting
Lift terbuka.
“aku sudah katakan kita dibodohi orang kampung itu. kamu sih.” Ketus meysha sambil berjalan.
Razu menekan pin tersebut, kemudian masuk. “mau minum denganku?” ajak razu.
“minum?, minum air. Nggak deng aku nggak haus.” Tutur meysha.
“minum wine.”
“wine?” meysha berpikir sejenak. “no, aku tidak mau minum apapun. Kamu aja.” Tolak meysha. Kalau aku minum bersamanya bisa bisa kek di sinetron sinetron begitu, argh jangan sampai deng. Meysha merinding membayangkan itu.
Razu pun meninggalkan meysha keruang pribadinya. Dan meysha masuk kekamar razu untuk mandi dan siap siap. “hari ini aku nggak keramas dulu, kan udah tadi pagi. Lagian kalau aku keramas siapa ntar yang negeringin rambutku. Dia kan lagi frustasi.
“tapi apakah dia putus?, keknya nggak deng. Mana mau bella melepaskan bank berjalan itu.” ujar meysha.
Meysha sudah selesai. Ia keluar dari kamar razu tapi tidak melihat razu. “kemana dia?, apa masih disitu?” tutur meysha melihat satu ruangan lagi.
"Kenapa dia hobi banget diruang itu ya?, Emang apa yang ada disana?" tanya meysha bertanya tanya dengan tempat tersebut.
Meysha berjalan mendekati ruang tersebut dan membuka pintu yang ternyata tidak terkunci saat ia masuk kedalam ruangan itu ia langsung menaikan alisnya ia benar-benar takjub melihat pemandangan yang ada.
Desain modern ruangan berdinding kaca menghadap alam bebas dan disitu ada juga ada kolam berenang mini dengan kebiruan airnya yang cantik sekali.
"Wah ruangannya sangat cantik." ujar meysha menghampiri dinding kaca tersebut. Gadis ini menggeser pintu kaca tersebut kemudian keluar menghampiri kolam berenang.
"Ngapain kamu?"tanya Razu seketika membuat meysha terkejut dan langsung beranjak.
"No.. aku hanya ingin melihat alam bebas ini begitu sangat indah sekali." ujar meysha merentangkan kedua tangannya.
"Anindya" panggil Razu menyebut nama cantik gadis ini.
"ya" jawab meysha tanpa melihat Razu, karena merasa masih terpukau dengan keindahan yang sangat bagus tersebut.
"Apa maksud mu mencium ku tadi siang?"tanya Razu membuat meysha mengangkat alisnya. Meysha pun mengangkat bahunya berpura-pura santai namun sebenarnya pertanyaan itu membuat dia teringat kejadian memalukan itu.
"Anindya" sekali lagi pria ini memanggil nama gadis ini namun kali ini Razu meminum wine yang ia pegang lalu meletakkan nya dibandul tersebut.
Dengan ringan nya ia memutar hadapkan meysha kehadapan nya lalu pria ini langsung ******* bib*r gadis Kemudian mengalirkan wine yang ada dimulut nya itu. Sehingga membuat meysha terpaksa menelannya karena susah untuk menahannya.
Disaat meysha meneguk wine itu, tenggorokan nya terlihat menelan dan Razu mengecupnya membuat meysha makin mengencangkan remasan tangannya untuk menahan suatu yang terasa begitu berbeda.
Razu pun kembali berdiri tegak. "Itu adalah hukuman, bila berani memancingku." ujar pria ini kemudian mengambil gelas itu lagi lalu membawa nya masuk kedalam.
__ADS_1
Meysha masih terpaku, pikiran nya, perasaannya dan segalanya tiba tiba saja melayang layang. "apa tadi itu?." Apa yang keluar dari tubuh ku sebentar ini? kenapa suhu tubuhku menjadi panas dingin. yah begitulah saat ini yang dirasakan wanita ini.
Bersambung;)