
...****************...
Hari ini meysha sampai dikampus. Meysha dikejar sama teman temannya. “meysha apa apa berita itu?” tanya dian mengubris baru meysha. Saat sampai dihadapan temannya ini.
“gila banget. Lo bilang razu itu sepupu lo. Tapi tak taunya ternyata dia suami lo. Kenapa lo nggak bilang sih” celetuk Febi tak menyangka berita sebegitu heboh nya dari kalangan konglomerat.
Razu pun lewat membuat semuanya terdiam, razu tak mempedulikan pandangan orang lain. Ia justru menarik meysha menjauhi mereka semua. Dilorong kampus razu melepaskan tangan meysha.
“kamu nggak papa?” tanya razu.
“kenapa kau masih disini?, bukankah kamu di DO?” tanya meysha.
“nggak jadi, lagian apakah kamu sangat berharap sekali aku di DO hah?” tanya razu menaikan alisnya.
“OH”
“apa yang harus kita lakukan dengan berita ini?” tanya razu.
“biarkan saja” tutur meysha dengan santai. Ia memilih tidak mempedulikan berita tersebut. “semua sudah tersebar pun. Aku tidak bisa memisahkan racun dari segelas susu. Jadi menurutku membuang segelas susu itu lebih baik.”
“aku juga berpikir begitu.” Sahut razu mengangguk. “lalu bagaimana dengan hubungan kita?” tanya razu menatap mata cantik gadis ini. meysha pun menurunkan matanya lebih memilih dada pria ini.
“aku tidak tau, orangtuaku juga tidak mau membantu” tuturnya.
“lalu bagaimana?”
“ya gimana?”
“gimana?”
“maunya gimana?”
“mau mu gimana?”
“ya gimana?”
Akhirnya keduanya sama sama tidak masuk kelas karena sibuk gimana gimana. “bolos aja, lagian udah setengah jam juga. Ayo kita bicara ditempat yang lebih nyaman.” Ajak razu memegang tangan meysha. Meysha pun mengangguk dan menuruti langkah razu.
Tangan mereka berpegangan sepanjang jalan, mereka banyak diperhatikan orang orang namun razu dan meysha tak mempedulikan hal itu. mereka tetap berjalan sampai parkiran diparkiran razu membukakan pintu mobil untuk meysha. Kemudian ia menyusul masuk dan meninggalkan kampus tersebut.
Tiba disebuah tempat yang asri. “dimana ini?” tanya meysha melihat sekeliling karena penuh dengan pepohonan yang rimbun.
“ini adalah tempat ku. Aku selalu disini untuk menenangkan diri” ujar razu sambil melihat keatas. Mesyha ikut melihat kaatas ternyata ada rumah pohon.
“luar biasa. Naiknya gimana? Manjat?” tanya meysha karena tak melihat tangga atau pun di sana.
Razu pun menyentuh pohon besar itu dan tiba tiba saja sebuah tangga turun untuk memberi jalan agar bisa naik ketempat tersebut. meysha pun menganga dan menatap sangat takjub.
“waw kerennya.” Ujar meysha.
“naik lah” ujar razu.
“tapi ngapain kita sini?” tanya meysha begitu ragu.
“bikin anak.” Ketus razu. “yaa, menyelesaikan masalah yang telah terjadi dong sayang.” Tibal razu setelah itu menatap meysha gemas.
Mereka berdua sama sama naik. Setelah tiba diatas tangga itupun langsung melipat dan terletak disisi semula.
__ADS_1
“masuk lah”
Meysha masuk dan melihat isinya. Wah tempat itu benar benar sangat bagus. Meski hanya rumah kecil tapi isinya sudah seperti mall. Meysha pun duduk, razu juga duduk dihadapan meysha. Mereka saling bertatapan.
“apa?” tanya meysha menaikan alisnya.
“aku ingin kamu” ujar razu lirih.
“ingin aku?” meysha pun mengerutkan keningnya kemudian menggelengkan kepalanya. “katakan yang jelas bang razu. bang razu ingin hubungan kita ini bagaimana?” tanya meysha.
“aku hanya ingin kamu selalu ada di sampingku, boleh?.”tanya razu dengan serius. “Kamu hanya istriku. Istriku. Aku tidak mau mengganti istri. Aku nggak mau bercerai denganmu. Nggak mau”
Meysha berkaca kaca melihat keseriusan razu yang sesungguhnya. Pernikahan mereka memang pernikahan dadakan. Tapi meski begitu hubungan mereka sah dan diakui oleh hukum dan agama. Apalagi razu tak sengaja jatuh cinta kepada gadis ini begitu dalam. Meysha pun memeluk razu untuk pertama kalinya dengan perasaan terharu. Disitu mereka sama sama menangis. Tak lama keduanya sama sama menghapus air matanya.
“bagaimana?” tanya razu berharap meysha menerima permintaanya tersebut.
Meysha mengangguk malu. Seketika razu langsung tersenyum lebar dan sangat bahagia. “Makasi sayang.” Tutur razu. razu hendak mencium kening meysha namun meysha langsung menahan dada razu.
“bang razu mau ngapain?” tanya meysha.
“kiss”
“hah?, nggak mauu.”
“aaa” razu merengek. “satu kecupan aja” minta razu memaksa.
“nggak boleh” tutur meysha.
“aaa.. sekali aja”
"Sekali ajakan?"
“ya udah,” tuturnya pasrah memberikan wajah comelnya. “hanya boleh pipi dan kening. Oke”
“oke.”
Razu memegang kepala meysha dengan kedua tangannya. Seketika meysha menutup matanya.
“buka matanya. Tatap aku sayang.” Pinta razu.
“nggak mau”
“kalau nggak mau aku minta lebih”
“aaa” rengek meysha membuka matanya dengan tatapan marah. Tak tinggal diam razu langsung menekan kedua pipi meysha membuat meysha memoyongkan bibirnya. Disitu razu langsung mengecup benda kenyal itu membuat meysha memberontak. Namun razu tak melapaskanya beberapa saat.
“bang razu!!” teriak meysha langsung memukul bahu razu menatap sangat kesal setelah razu melepaskan tautannya.
“haha” razu malah tertawa puas melihat istrinya marah tersebut.
“heh apaan sih.. ngeselyn banget sih. Dasar senior mesum.” Celetuk meysha merajuk.
“maaf ayank” ujar pria ini memeluk sang istri karena sudah merajuk marah lagi. “ayank nggak boleh marah marah ya..kelihatan sangat jelek banget.”
“biarin jelek.” Ketus meysha.
“aku nggak suka cewek jelek ah.”
__ADS_1
“bodo amat”
“aaaa.. ayank”
“najissss.”
“aaaaaaa”
Razu merengek manja banget.
“aku mau pulang aja”
“pulang ke apartemenku?” tanya razu.
“nggak dong.”
“terus pulang kemana?” tanya razu mengerutkan keningnya.
“kerumah lah…”
“tapi kerumah kitakan, sayang” ujar razu berharap istrinya mengiyakan. Meysha pun diam. “ya, sayang. Kerumah kita ya.”
“apakah mamamu akan menerima ku lagi?” tanya meysha tiba tiba teringat mertuanya memaki maki dirinya.
“tentu. Kalau bukan karena dia takut kehilangan mu. mengapa dia membuat kekecauan ini. meski cara mamaku salah. Tapi yang dilakukan mama ku itu karena dia takut kehilangan menantunya.”
“ayo pulang. Antar aku kerumah.”
“kamu nggak mau pulang kerumah kita?”
“kita tidak punya rumah. Itu hanya rumahmu.” Tutur meysha.
“tapi itu juga rumahmu. Pulang kerumah oke.”
“bang razu jangan manja. Aku harus pulang kerumah. Kasih aku waktu ya. Untuk memikirkan kembali kerumah mu kembali.”
Razu terperangah, ia menghela nafas berat. “iya” jawabnya singkat kembali menegluarkan tangga otomatis tersebut. mereka pun segara turun.
Dirumah anton.
“papa tidak menyangka membuat masalah sejauh ini.!” ketu anton kesal kepada alira.
“aku hanya ingin mengumumkan putra tunggal ku sudah menikah apakah itu salah papa?” jawab alira.
“salah!” ketus anton.
“salahnya dimana?”
“salahnya mama melakukan itu hanya untuk menghancurkan meysha dan keluarganya.”
“mama mana sih yang tega melihat anaknya, hancur oleh orang lain. Mama mana sih yang tega melihat anak tunggalnya gila karena perempuan yang dia cintai mengakhiri hubungan dengan nya.. nggak ada pah.”
“razu mencintai meysha?” tanya anton tidak yakin.
“meski razu begitu, tapi dia mencintai gadis itu pah. Mama melakukaan ini hanya untuk kebahagiaan razu pah.”
“tapi adakah mama memikirkan bagaimana dengan meysha?. Mah jangan hanya memikirkan kebahagiaan putra kita. Tapi lihat juga orang yang bersamanya?. Bahagiakah meysha bersamanya?. Bahagiakah?”
__ADS_1
“itu hanya mesalah waktu.!!” Teriak alira sangat kesal sekali. “papa tidak tahu apa apa tentang razu. mama tidak peduli dengan anak itu. mama hanya ingin putra mama bahagia itu aja.” Ketus alira kemudian pergi dari sana dan menutup pintu dengan keras.
Bersambung;)