DIAM-DIAM MENIKAH

DIAM-DIAM MENIKAH
Jangan mengetes kesabaran ku


__ADS_3

...****************...


“kau bilang tidak nyaman dengan ku. Okey aku akan keluar. Tapi kalian malah mengatakan aku membuat drama. Kalian juga menggunjingkan ku bahwa aku anak orang kaya yang bebas dan kotor. Kalian mengatakan ku murahan dan banyak lagii yang kalian katakan dibelakang ku. Tapi apa?. Aku hanya diam sebab aku tidak ingin membuat suasana kelas ini buruk”


“tapi cukup ya.. kalian itu keterlaluan. Kalian lah yang membuat perbedaan diantara kami!. Lalu kenapa kalian menyalakan sikap kami disini?. Sebelum menyalahkan orang lain apakah kalian tidak melihat diri kalian yang juga sangat buruk kepada kami.”


“adakah kalian mengajak kami dalam belajar dan keikutsertaan dalam kelas ini?. nggak ada kan?. Lalu kenapa kalian mengatakan kami susah diatur.?. kalian itu selalu menyalahkan kami. Sedangkan kalian tidak melihat diri kalian yang sebenarnya. Pas kerja sama kelompok ketika kelompok diatur oleh dosen adakah kalian melihat kami. Kalian justru mengucilkan kami dalam kelompok.”


“benar”


“kalian membuat kelompok satu dengan ada dian lalu setelah itu kalian membuat kelompok baru tanpa dian? Kata lo gue nggak tau hah?. Gue maupun dian febi dan sonia nggak ngomong apa apa karena kami tidak ingin membuat masalah ini menjadi makin lebar kemana mana. tapi sepertinya apa yang kita lakukan tidak ada gunanya dikelas ini. kalau begitu kami berempat tidak akan pernah menhargai kalian lagi. Kami nggak akan ada rasa toleransi lagi. Kami manusia yang punya kesabaran juga.”


“nah iya benar tuh”


“meysha kenapa sih masalahnya harus dikaitkan kemana mana?” ketus mimi.


“karena kalian yang membuat kami mengatakannya.”


“kalau lo nggak nyaman dikelas ini karena ada kita berempat. Maka dari itu lo aja yang keluar” ketus meysha melihat rahma dengan tajam.


Rahma pun hanya merungut tak jelas sehingga menundukan kepalanya.


“aku berniat baik, tapi kebaikan ku kalian anggap buruk. Maka dari itu jangan sekali kali kalian menyalahkan ku lagi” ketus tegas meysha.


“iya, kami tidak ingin ikut campur atas kelas ini lagi.”


“seterah kalian” ketus febbi


“kita tidak peduli lagi” ujar dian membolakan matanya kemudian pergi dari situ. “yok pergi guys”


Febbi pun keluar dari sana bersama dian. Sonia juga ikut keluar dengan membawa meysha dari sana. Diluar kelas mereka sangat sebal banget dengan semua orang disitu.


Sedangkan pak ketua hanya menggeleng melihat semua orang orang yang egois tersebut. termasuk cowok cowok yang lain melihat semua yang ada diruang itu.


“keputusan mu, benar benar tepat sekali. Gue kira lo benar benar keluar dari sana hanya untuk mereka yang tidak peduli dengan kita.” Tutur febbi.


“sebenarnya iya. Gue merasa tidak enak sama sekali melihat kelas ini harus dikucilkan oleh senior. Jadi gue berinisiatif sendiri. Tapi gue nggak nyangka ternyata mereka begitu kepada gue.”


“oh iya… lo kenapa nggak pernah cerita kepada kita?. Kalau lo dan bang razu itu sudah menikah?” tanya febbi.


“gue?... sebenarnya gue nggak serius dengan hubungan ini. mangkanya gue nggak berani bicara dengan siapa pun” jawab meysha merasa sangat sedih.

__ADS_1


“apakah kamu bahagia dengan pernikahan itu?” tanya sonia. Meysha pun hanya terdiam. “kau tidak pernah terlihat bahagia sejak kejadian PKM itu. kamu banyak merenung dan malas.” Ujar sonia.


“mmm. Awalnya begitu karena aku belum bisa menerima kenyataan bahwa aku adalah istri dari seorang senior sekejam itu.” ujar meysha sedikit terkekeh. “tapi… setelah aku tinggal bersama, aku baru merasakan bahwa ternyata dia tidak sekejam itu dan dia adalah orang baik. Tidak tau entah kapan aku merasa nyaman dengan nya. Setelah kejadian itu, aku merasa aku takut kehilangan dia.”


“kamu jatuh cinta dengannya”


“itu tidak mungkin, karena aku hanya mencintai alfano.”


“tidak, kamu menyukai razu”


“sonia benar meysha.”


“tanpa sadar kamu telah mencintainya”


Teman temannya meyakinkan bahwa sahabatnya ini benar benar memiliki perasaan lebih kepada seniornya. Meysha menatap sonia. “bagaimana dengan mu?”tanya meysha dengan mata berkaca kaca. “apakah kamu masih marah dengan ku?” tanya meysha lagi.


“sans and selow.”’ Tutur sonia. “yuk pergi”


“ayoo” ajak dian.


Saat mereka pergi berempat tiba tiba saaj segerombolan mahasiswa datang menghadang mereka semua. “oh jadi ini,yang diberitakan di TV. Yang katanya dia adalah istri dari senior razu.”


“aduuh,kok bisa nikah sih?.apakah jangan jangan dibobol dulu ya? Lalu minta tanggung jawab?”


“nggak tau malu dan nggak tau diri banget sih jadi orang”


“diakan emang nggak tau diri” jawab bella.


“udalah guys, kita cabut aja dari sini. Lagian nggak ada gunanya berdebat dengan orang stress kek mereka.” ajak sonia. Sonia menarik tangan meysha untuk menjauh dari situ.


Mereka tiba ditempat biasa mereka nongkrong. Disitu meysha langsung duduk dan menghela nafas.”ini benar benar menyakitkan” ujar gadis ini menangis. Seketika teman temannya mengusap punggung meysha, sedangkan sonia menghubungi razu agar datang ketempatnya.


Tak lama razu datang kesana. “ada apa?, kenapa meysha menangis?” tanya razu melihat sonia.


“dia diganggu sama teman teman bella.” jawab sonia.


Seketika razu langsung menunduk, dan memeluk gadis ini. Seketika jiwa jomblo teman temannya langsung meronta ronta melihat keromantisan mereka.


Razu mengusap punggung meysha. “sayang, jangan nangis,ya.” Tutur razu menghapus air mata gadis ini. “cup cup. Cup”


“Aku mau pulang” rengek meysha.

__ADS_1


“mmmm… aku telepon sopir aja, soalnya aku ada kelas, sayang.”


“biar kita saja yang ngantar bang.” Ujar sonia.


Razu melihat sonia. “benar nih?, apakah nggak ngerepotin?” tanya razu.


“seloww aja bg. Kek nggak tau siapa kita aja.” Ujar febbi.


“mmm. Okey la. Aku titip meysha.”


“iya bang”


Razu pun jongkok kembali, ia melihat meysha. “sayang, nggak papakan?” tanya razu.


“mmm” meysha mengangguk.


“okey”


“hati hati ya.”


Meysha dan kawan kawannya pergi. Razu pun juga pergi, ia tak lama bertemu dengan bella. seketika razu menghentikan bella.


“bell, gue ingin bicara dengan lo” ketus razu.


“masalah apa zu?” tanya bella berhenti dengan pedenya.


“gue peringatkan lo, berhentii mengganggu istri gue?” peringat razu menunjuk wajah bella.


“apa maksudmu?, aku tidak paham.” tanya bella pura pura tidak tau.


“udah lah bella, nggak usah pura pura tidak paham. Gue peringatkan lo sekali lagi, berhenti mengganggu istri gue.”


Razu pun langsung pergi, bella langsung mengepalkan kedua tanganya karena sangat kesal. “wanita itu, pasti sudah mengadu kepada razu. pengadu banget sih!” rungut meysha menggeeram. Kemudian ikut menyusul razu yang masuk kedalam ruang kelas.


Sedangkan meysha diantar teman temannya. Tiba diapartemen. Meysha turun kemudian melihat teman temanya. “kalian nggak singgah dulu?” tanya meysha.


“nggak sha. Lain kali aja” jawab dian.


“baik lah.”


“bye meysha”

__ADS_1


Tutur mereka melambaikan tangan. Meysha ikut melambaikan tangan. Setelah teman temanya pergi


__ADS_2