
...****************...
“kau harus mati!!” teriak meysha sangat keras.
"Meysha aku mohon lepaskan Bella kamu akan membunuhnya." teriak Razu berusaha untuk membuat meysha melepaskan tangannya dari leher wanita ini.
Meysha!!!. Razu menarik tubuh meysha dengan sangat kuat. Bugh! Tubuh meysha jauh terpental kedinding “aah” gadis ini meringkuk disana dan bella langsung bersembunyi dibelakang razu ketakutan.
“Razu aku takut!” isak bella menangis sejadi jadinya memeluk razu.
Sedangkan razu terpaku melihat meysha yang jauh terpental olehnya. Pria ini terduduk seketika melihat gadis tersebut yang meringkuk kesakitan. Sedangkan meysha meringis kesakitan dan dan darah sedikit demi sedikit mengalir dipanggul gadis ini sebelum membasahi panggulnya secara menyeluruh. Tangan mungilnya meremas perutnya dan matanya tertutup sangat kuat.
Meysha tak mengeluarkan suara, sedangkan razu masih terpaku dan tak tahu harus ngapain karena perasaannya benar benar menyesal saat manarik tubuh gadis tersebut dengan tenaga dalamnya.
“maafkan aku!” rintih pria tersebut masih terduduk disitu dengan menangis. Sedangkan bella menatap razu dengan kasian.
“razu, ini semua bukan salah mu.” tutur bella. “kamu melakukan hal yang benar. Jika tidak aku akan mati dan dia akan dipenjara razu. jangan menyalahkan dirimu.” Pinta bella.
“pergi lo dari sini.” Perintah razu.
“no.”
“pergi!!!” bentak razu membuat bella ketakutan. Gadis ini segara berdiri dan jalan mundur lalu berlari dari tempat tersebut.
“mey,, mey.” Razu berdiri dan mulai melangkahkan kakinya dengan kepala yang sangat pusing sekali. “meysha, aku benar benar minta maaf.” pinta razu menangis kepada gadis yang meringkuk tak bergerak tersebut
Ketika pria ini sampai dan melihat gadis tersebut, ia tiba tiba langsung terjatuh kembali karena sangat terkejut saat melihat genangan darah yang menyelimuti setangah tubuh gadis tersebut. “mey,, meysha!!!.. Meysha. Sayang.” Dengan tangan gemetar pria ini menyentuh tubuh gadis ini. ternyata gadis tersebut sudah pingsan.
“meysha!!!” teriak razu histeris “meysha kamu baik baik saja?” tanya razu entah bagaimana lagi. “meysha” pria ini menarik tubuh gadis ini ke pelukannya.
Seketika datang segerombolan orang dan seorang dokter bersama perawat rumah sakit. Dibelakang itu ada bella.
“tolong kasih jalan” pinta dokter tersebut.
Namun razu sudah sangat panik tidak mau melepaskan istrinya dalam dekapannya. Dipikirannya sekarang adalah istrinya sudah meninggal. Kerumunan orang menatap mereka dengan tatapan iba dan penasaran dengan kronologinya. Danto sahabat razu menarik temannya tersebut agar memberi jalan dokter untuk memberikan pertolongan pertama kepada junior nya itu.
“meysha,, bangun” isak razu membuat orang orang akhirnya meneteskan air mata. Meysha diangkat ke tandu darurat dan dibawa setelah diinfus oleh dokter tersebut.
__ADS_1
“bagaimana keadaan istri saya dok, kenapa banyak sekali darahnya. Apakah ada yang bocor, atau apakah istri sudah meninggal?” tanya razu tak tahu arah lagi.
“tenanglah. Istri anda sudah mendapatkan pertolongan pertama. Untuk info lebih lanjutnya kiat harus melakukan pemeriksaan.” Jelas dokter tersebut.
“dokter, saya mohon hidupkan istri saya kembali.” Pinta pria ini memohon.
Namun dokter tak melihat razu lagi, tapi melihat teman nya yaitu danto. “tenang kan teman anda, sepertinya dia terguncang.”pinta dokter itu lalu pergi dari sana menyusul pasien.
Danto memapah razu untuk keluar dari tempat tersebut. bella benar benar hancur saat melihat wajah pria yang ia cintai tersebut menangisi wanita yang sekarat tersebut.
“wira, tolong bawa bella juga.” suruh danto, karena saat ini bella pasti juga sedang hancur sehancur hancurnya terka danto saat melihat mata bella yang melihat razu yang seperti orang gila karena juniornya yang lagi sekarat.
Saat bella hendak meraih razu, wira langsung menarik bella. “ayo bell” ajak wira. Akhirnya semuanya turun dengan gosip gosip yang tidak mengenakan dan argumen argumen yang ingin mereka ketahui.
Saat itu meysha pun dibawa dengan ambulance.
….
“apa yang terjadi kenapa tadi itu ada ambulance?” tanya alfano yang baru keluar dari kelasnya siap belajar dengan akman.
“nggak tau. Gue Kan baru keluar juga sama lo” jawab temannya.
“tapi kak anin kenapa ya?. Kok berdarah darah gitu.” Tanya yang lain.
“anindya?. Anindya kenapa?” tanya alfano melihat temannya lagi.
Temanya alfano pun menghentikan juniornya yang lewat tersebut juga. “guys, apa yang terjadi dengan anindya?” tanya temanya tersebut.
“kamu juga tidak tahu pasti kak, soalnya kami hanya melihat kak anin sudah berdarah darah disebagian tubuhnya yang dipangku bang razu. darahnya sangat banyak sekali.” Jelas adek adek tersebut.
“iya, kasian bang razu, kata dokter bang razu terkena goncangan hebat bisa jadi bang razu itu trauma kali.”
“husft mulut” tepuk teman sebelahnya.
“lo de…” baru nanda hendak mengatakan dengar atau tidaknya ternyata alfano sudah menghilang tanpa jejak.
“astaga gue ditinggal.” Rungut nanda kesal. “mmm makasi ya dek infonya.” Ujar nanda.
__ADS_1
“sama sama bang nanda tampan.” Sahut gadis gadis tersebut.
….
“bell, apa yang terjadi sebenarnya?. Kenapa anindya seperti itu?” tanya danto.
“gue nggak tau” jawab bella menutup telinganya. “gue nggak tau apa apa, gue hanya memanggil dokter saja.” Sahut bella menangis terisak. Sedangkan teman temanya terus mengobati luka luka lebam yang didapat pada kulit bella.
“bell, lo dari awalnya bersama meysha. Tidak mungkin tidak terjadi apa pun, saat melihat dia seperti itu” desak wira. “apakah kamu penyebab gadis itu terluka?” tanya wira sekali lagi.
“aku hanya ingin bersama razu, aku hanya ingin dia melepaskan razu.” isak bella akhirnya tangisnya pecah lagi.
“dengan itu kau melukainya?, sampai dia masuk rumah sakit?!” tanya alfano seketika membuat semua orang melihat kearahnya.
Alfano menghampiri bella sehingga danto langsung berdiri untuk waspada, ia takut bila Alfano akan melakukan sesuatu kepada bella.
“kau belum sadar juga?. berani sekali kau!!” bentak alfano. “dia tidak mengganggu kau, kenapa kau mengganggu nya hah?” teriak alfano membuat semua orang menatap mereka.
“apa lagi itu?”
“apakah bakalan masih ada keributan lagi”
“wanita itu benar benar membawa malapetaka.”
Alfano melihat sekeliling nya, karena semua orang berbisik disitu ia melihat bella kembali. “jika kau berani menyakitinya sekali lagi, aku akan mematahkan kan kaki dan tangan pria yang kau cinta itu. bukan hanya itu, aku aku akan menghancurkan wajahnya sekalian.” Ancam alfano kemudian pergi setelah mengancam bella dengan sadis tersebut.
“bukan aku yang melukai meysha, bukan aku!” pekik bella membuat alfano tertegun dengan langkahnya. “dia lah yang memulai dulu!, dia yang mengajak ku bertemu. dia mengutuk ku. Dia memukuli ku. Aku hampir mati. Aku dicekik. Rambut ku dirusak bahkan dengan sadisnya dia menyeret ku ku dengan cara manarik rambutku!, bahkan kalau tanpa razu mungkin aku sudah jatuh dari gedung 15 lantai itu!.”
“apa?. No anindya tak sejahat itu.” sanggah alfano.
“aku lah yang diintimidasi olehnya. Aku hanya menyelamatkan diriku!. Razu!. razu disitu hanya ingin menyelamatkan istrinya. Istrinya ingin membunuh ku!.” Bentak bella. “dia tidak ingin istrinya dalam masalah besar, dia hanya menyelamatkan istrinya. Dia tidak niat menyelamatkanku!” isak bella begitu gemetar.
“jika anindya melakukan itu, pasti kau telah melakukan sesuatu yang tidak bisa lagi ditolerir.” Ketus alfano. “setelah kau melihat kemarahannya, semoga saja kau sadar.”
"Apa pun yang terjadi, aku tidak akan membiarkan cinta ku usai. karena bagaimana pun aku sangat mencintainya." ketus bella.
"Sekarang aku percaya,bahwa cinta bisa membuat seseorang menjadi seorang monster." tutur alfano kemudian pergi.
__ADS_1
Bersambung:)