DIAM-DIAM MENIKAH

DIAM-DIAM MENIKAH
Cemburuan


__ADS_3

...****************...


….


Pagi menyinsing, meysha mengeliat. Ketika matahari menembak wajahnya. Ketika itu ia hanya menemukan sebuah note yang berisi tulisan. “jangan lupa makan dan minum obat, semuanya sudah siap.” Isi tulisan singkat tersebut.


Pulang larut malam lalu pergi begitu pagi. Kemana dia pergi sepagi ini padahal kuliahnya di siang hari bukan pagi. Meysha keluar dan melihat semuanya sudah tertata rapi. Begitu juga obatnya. Wanita ini tidak memakan dan meminum obatnya tapi ia kembali kekamar lagi untuk siap siap pergi kekampus.


...


“gue tidak percaya lo berusaha mengakhiri hidup lo begini, lo benar benar gila!, melakukan hal bodoh ini” ketus razu menghardik bella yang pergelangan tangannya sudah diperban putih.


“apa lagi yang bisa kulakukan dunia ku telah hancur, jadi untuk apa aku hidup”isak bella menangis sejadi jadinya.


“kau hiduplah untuk ibumu, apakah kau akan meninggalkan ibumu hah?. Ibumu pasti sangat khawatir bila dia mengetahui ini.” ketus razu bukannya kasihan melihat bella tapi makin membenci bella karena sifat kekanak kanakkan bella tersebut.


“razu, aku sangat mencintaimu. Bisa kah kita kembali bersama lagi. Aku mohon” isak bella meraih tangan bella.


“lupakan aku” perintah razu.


“kalau gitu lebih baik gue mati aja.” Ancam bella berusaha membuka perbannya kembali.


Razu menatap bella dengan sangat tajam. “jangan mengancamku bell, kenapa sih kamu kek gini.” ketus razu.


“aku sangat mencintaimu, karena kamu lah cinta pertamaku, disaat aku memutuskan mu hari itu, kamu tau betapa terpuruknya diriku. Aku mencoba tetap kuat namun… aku benar benar tak bisa sekuat itu. bayangan mu selalu melekat pada diriku. Jadi membayangkan dirimu berbalik dari ku, rasanya hidup ku tiada tujuan lagi.” Titah bella meringis.


“jadikan ibumu sebagai tujuan hidupmu, maka kau akan bertahan. Kecuali kau melupakan ibu. Aku harus kembali.”


Razu benar benar meninggalkan bella yang terbaring tersebut.



Meysha hari ini masuk kampus, sepanjang koridor kampus dari mulai parkiran sampai dilantai 10 fakultas fmipa itu semua orang yang ada melihat meysha yang berjalan sendirinya. Alfano yang melihar meysha langsung tersenyum kepada meysha. Meysha pun membalas dengan senyuman manisnya.


“aku senang melihat mu bisa kuliah lagi, bahkan berjalan dengan sangat bangga begini.” tutur alfano memeluk meysha ditempat umum tersebut.


“haha bisa aja kamu,” sahut meysha melepaskan pelukan dari alfano karena ia merasa tidak nyaman dipeluk begitu.


“sory aku nggak bisa datang pas kamu sakit” ajar alfano.


“tidak papa, lagian suamiku pasti bakalan melarangmu juga bertemu denganku.” Ujar meysha dengan senyum.


“wkwkwk, benar sekali. Bang razu sangat peosesif sekali akhir akhir ini” jawab alfano mengingat bahwa dia pernah kena mental oleh razu karena bertanya kabar meysha.


“alfano.”


“ya” alfano melirik mata cantik meysha membuat meysha langsung menunduk karena mata itu adalah mata yang paling ia takutkan. Sebab mata itulah yang membuat dirinya sedalam itu mencintai alfano.

__ADS_1


Bahkan pengalaman paling konyol yang pernah hampir ia lakukan adalah berencana akan mengakhiri hidupnya, hanya karena cemburu ketika alfano memposting dirinya berselfi berdua dengan seorang cewek seperguruannya. Namun untung aksi itu tidak ia lakukan karena mengingat orangtuanya yang susah payah merawatnya dan membiayainya selama ini. pada akhirnya meysha memblokir aku instagramnya, karena disitu letak duka tersebut.


“ada apa?. Kok malah bengong begitu?” tanya alfano mengagetkan meysha dari ingatannya yang terlalu konyol tersebut.


“haha, nggak papa kok. Oh iya bagaimana dengan pertandinganmu kemarin?” tanya meysha.


“mmm, ya begitulah, aku terkualifikasi karena ada cidera pada bagian telinga. Jadi aku tidak bisa membawa nama campus lebih tinggi lagi. Tapi aku bangga dengan diriku” jawab alfano.


“oooo,, baguslah.” Sahut meysha tersenyum.


“kamu banyak senyum dari tadi ya” ledek alfano.


“dari dulu pun aku banyak senyum.” Ujar meysha. “Cuma kamu aja yang belum menyadarinya” tambah meysha lagi.


“bisa jadi. Aku terlambat” sahut alfano.


“wah, enak banget pacaran.” Ketus razu seketika membuat keduanya terkejut.


“bang razu,” cicit meysha.


“lo nggak dengerin gue ha?. Gue kan mintak lo jauhin istri gue. Dan lo meysha, bisa nggak sih tidak dekat dekat dengan mantan lo itu. gue nggak sukak tau.” Ketus razu memarahi keduanya membuat keduanya langsung malu.


“apa apaan sih bang razu, lebay banget bang razu.” ketus alfano. “sha aku duluan ya.” Tutur alfano.


“i_..”


Alfano pun pergi dari sana meninggalkan keduanya. Ketika alfano sudah pergi meysha langsung melihat raz dengan tajam. “bang razu apa apa an sih?.” Ketus meysha.


“jangan bicara seperti itu kepadaku, dari pada ku tonjok tuh pacar kamu” ketus razu.


“bang razu, kita tidak pacaran bang” jelas meysha melotot.


“melotot lah, akan ku cium kau disini” bisik razu. sedikit mendekap badan meysha menempel ketubuhnya. “gue tak akan menahan nahan lagi, gue akan melakukan apa saja yang ada diotak gue. Bila lo berulah begini.” ancam razu kembali.


Meysha menunduk menatap tangan yang melingkar dipinggangnya. “bang razu,..”


“shutt, kalau nggak aku cium ini.” ujarnya mengusap bibir meysha sehingga menjadi beku.


“ok ok, tapi tolong lepaskan meysha. Soalnya meysha mau masuk kelas 5 menit lagi dosen masuk.” Ujar meysha.


“ok, aku antar”


“antar kemana bang razu kelas ku diujung itu loh.” Tunjuk meysha kelas paling ujung.


Razu menggenggam jemari meysha kemudian pergi membawanya, bahkan ia mengantarkan meysha sampai kekelas. Tidak hanya kekelas tapi lansung ketempat duduknya. “ingat pesan ku, nantik kamu pulang dengan ku” ujar razu membuat meysha menutup wajahnya dengan malu.


Sedangkan yang lain menatap gemas dengan pasangan yang baru firal ini. “apakah hubungannya seromantis itu?” tanya seseorang yang iri dengan posisi tersebut.

__ADS_1


“cute sih”


“Apalagi bang razu itu tampan banget, Cuma masalahnya Cuma. Terlalu kejam dan semena mena”


“seburuk apa pun sifatnya, kalau sudah tampan kaya. Pasti semua ketutup deh”


“benar”


“kalau gue kasian sama kak bella sih, padahal kak bella sama bang razu itu dalam keadaan masih pacaran di ambil oleh meysha”


“kalau gue jadi kak bella pasti rasanya sangat sakit sekali.”


“hooh”


Anak anak bergosip melihatnya.


Seketika dosen masuk dan razu pun langsung keluar. “permisi pak” sapa razu.


“razu, pacaran aja kerjaan nya” ledek dosen tersebut.


“pacaran mode halal pak” sahut razu seperti sudah sangat akrab sama dosen tersebut.


“eh iya, istrinya dikelas ini ya?” tanya dosen tersebut.


“hehe iya pak, tuh yang pake baju abu abu. Piramadona angkatan dua kampus ini.” ujar razu.


Meysha benar benar sangat malu sekali karena ulah razu. apalagi dosen tersebut melihat ke arah meysha.


“pak,saya pergi dulu.” Tutur razu.


“iya”


Razu melihat meysha sekilas kemudian keluar dari kelas tersebut. Waktu pelajaran pun berlalu semuanya pun mulai keluar sedangkan teman teman meysha tidak keluar.


“sha, gimana sih kejadiannya sampai kamu masuk rumah sakit?” tanya sonia. “dan ini kulitmu banyak sekali luka luka kecilnya.” Tunjuk sonia.


“aa


“meysha ayo pulang” ujar pria itu diujung pintu membuat teman teman meysha lihat razu.


Mesyha pun dengan terpaksa,mengemasi barang barangnya. “maaf ya kawan kawan sepertinya gue nggak ada punya banyak waktu lagi sama kalian semua. Karena pria gila itu,sedang model posesif. Tak tahu sampai kapan.”


“meysha!”


“i_iiya bang razu” cicit meysha segera meninggalkan temannya. Sampe tempat razu, razu langsung menggenggam tangan meysha.


Bersambung;)

__ADS_1


__ADS_2