
...****************...
Razu tersenyum. “jangan memancing ku sayang.” Pria ini mengelus tangan meysha membuat tubuh gadis ini mengelinjang hebat
Jam tujuh meysha sudah siap siap karena hari ini adalah uas terkahirnya kemudian libur dua bulan. “makan rotimu dulu” suruh razu yang sudah menyiapkan serapan pagi dan susu.
“buru sayang, aku bisa telat nih.” Ujar meysha memakan rotinya dengan cepat cepat.
“susunya minum dulu” ujra razu.
Meysha segera minum menghabiskannya. Setelah itu mereka keluar apartement, semenjak meysha keluar dari rumah sakit, meysha memang dilarang bawa mobil oleh suaminya. Meski dia masuk kerumah sakit bukan karena kecelakaan.
Diperjalanan meysha terus membaca. Sehingga razu mengambil bukunya. “kunci dapat menjawab soal ujian adalah belajar. Tapi ingat lah jangan belajar satu jam akan ujian karena bisa menyebabkan bleng sayang” nasehat razu. “pede aja, kamu pasti menjawab soalnya.” Ujar razu.
“ah…” meysha mendesah.
Mereka pun sampai meysha segera turun sebelum itu ia memberikan kis paginya yang sekarang sudah mulau masuk rutinitasnya meysha. “aku duluan ya” ujar meysha.
“oke”
Razu pun memarkirkan mobilnya kemudian setelah itu ia berjalan keruang dosen dan tak lama ia membawa map bewarna coklat dimana itu adalah isi soal ujian dan beserta lembar jawaban yang akan dipakai oleh peserta ujian. Entah siapa yang bakalan mendapatkan razu sebagai pengawas. Karena razu bisa dikatakan sebagai pengawas yang sulit.
Ruang ujian tertata rapi, meysha mengambil bangku nomor dua. Tak lama seorang pengawas masuk saat ujian hendak dimulai tiba tiba saja razu mengetuk pintu membuat semua orang melihat meysha.
Yang ngetuk razu loh kok malah menengok gue batin meysha berkata kata. Razu menghampiri kakak pengawasnya dan berbisik. Entah apa yang mereka bisikan tapi yang jelas kakak tersebut melihat map coklat tersebut. kemudian ketawa.
“sorry salah ruangan” cicitnya lalu pergi dari sana.
Kini razu yang duduk diatas sana membuat meysha menganga. “lah kok bisa bang razu yang ngawas sih, kan aku jadinya bisa tremor.” Batinnya.
Razu melirik meysha sekilas kemudian mulai mengeluarkan kertas kertasnya. “mari ujian, aturan saya sama. Bila ketahuan mencontoh atau bebuat curang. Langsung dirobek ok” tegasnya.
“baik kak”
Razu pun mulai membagikan. Wajah pria ini dikampus sangat dingin banget kek kulkas 99 pintu. Giliran dirumah meleyot meleyot apalagi kalau udah minta sesuatu dari istrinya.
Anak anak pun mulai mengerjakan soal soalnya, razu pun memerhatikan meysha yang tampak fokus. Sedangkan meysha yang tahu diperhatikan salah singkah. Bahkan gadis ini berkali kali memperbaiki rambutnya.
Ketika razu mendengar suara ia langsung melihat kearah tersebut membuat semua jadi tagang. “peringatan satu” dua kalimat itu aja mampu membuat mereka ciut.
Tak lama ujian pun selesai. Mereka pun keluar. “razu?” sapa meysha teman razu.
“iya”
“habis ini mau kemana?” tanya danto.
“pulang”sahut razu.
“gimana udah dicoba?” taanya danto.
“coba apa?” tanya razu kembali.
“itu, yaang lo tanyaan semalam tentang army.” Ujar danto.
__ADS_1
“haha, nggak berani gue. bisa dibeklis gue.” ujar razu ketawa.
“payah” ledek danto menonjok razu membuat razu meringis.
“gila lo!”ketus razu memegang bahunya.
….
Meysha ketemu bella, gadis ini menurunkan matanya melihat pergelangan tangan bella yang diperban. Seketika meysha terkekeh. Sonia yang melihat tangan bella pun mengerutkan keningnya.
“kau kenapa?” tanya sonia
“bukan apa apa” sahut bella.
“kalau boleh ditebak, apakah kau berusaha mengakhiri hidup mu?”tanya meysha menembak membuat semua temannya menutup mulut tidak menyangka. “aaa.. sepertinya benar” kekeh meysha.
“yang benar saja, lo ingin bunuh diri. Apakah bik tau ini?” tanya hampir saja berteriak
“apa an sih lo” ketus bella melihat bella dengan tajam.
“cih”
Danto melihat bella dengan kumpulan istri razu. seketika melihat razu dan mengode untuk melihat mereka. “razu, merreka” tunjuk danto. Seketika razu mempercepat turunnya menuruni anak tangga tersebut.
“sayang” panggil razu seketika meysha melihat razu. “ayoo temanin aku ke ruang dosen, lalu kita pulang” ujar razu meraih tangan meysha dan menggenggamnya. “ayo” razu menarik pelan meysha dari gerombolan teman temanya membuat teman temannya melihat razu.
Saat sudah jauh meysha menarik tanganya dan mendorong razu. “Apaan sih menjengkelkan banget” ketus meysha melipat tangannya didada.
“ngapain kamu ketemu bella?” tanya razu seketika.
Setelah selesai razu yang hendak kemodil tiba tiba saja dapat pesan dari bella.
BELLA
(online)
Kenapa sih istrimu itu?, harus ya dia bilang
Aku bunuh diri dihadapan orang banyak
Karena itu aku diancam lagi.
Siapa yang mengancammu?
Sonia, dia bilang akan mengadukan masalah
Ini kepada mamaku
Maafkan atas kasalahan istriku
Aku akab berbicara dengannya nantik
Razu pun membuka pintu mobil dan masuk. Pria ini langsung mencium bibir mesyha dengan ganasnya sehingga membuat meysha terkejut. Lalu mendorong razu dengan kuat dan menamparnya.
__ADS_1
“apa apaan sih!!” pekik meysha sangat kesal.
Seketika razu menerkam meysha didalam mobil tersebut dengan marah besar.
“bang razu, apa yang ingin kau lakukan ini kampus!!” ketus meysha sangat kesal sekali menahan tubuh razu yang bakalan menibannya.
“Apa yang telah kau lakukan kepada bella tadi?. Haruskah kau mengatakan dia bunuh diri begitu?. Siapa yang mangajari mu menjadi orang jahat ini hah!” bisik razu ketelinga meysha.
“bangkit dari tubuhku!!, atau aku akan…
“akan apa?.” Potong razu makin menekan jemari meysha membuat meysha meringis.
“lepaskan aku bang razu. hiks” suara meysha berat dan matanya sudah mulai berkaca kaca.
“kenapa kamu harus mengatainya?. Kau mengatakan dia bunuh diri ditempat umum disaat mentalnya tidak baik baik saja. Kamu pikir dengan kamu mengatakan itu aku akan diam saja begitu?” intimidasi razu terhapat meysha. karena sudah melihat meysha seperti orang yang usdah tertekan. Razu pun melepaskan meysha dan duduk memegang stirnya.
Meysha terdengar menggeram dengan pertanyaan razu, namun gadis ini tidak mengatakan apapun lagi. Razu menghidupakn mobilnya. sambil menjalankan mobil razu berkata. “aku sudah katakan, jangan jahat kepada wanita itu atau kepada siapapun. Aku ingin kau kurangi sifat membuli SMA itu. karena ini perguruan tinggi bukan SMA atau SMP dan bukan juga SD.” Tutur razu terus menyetir.
Meysha menaatap razu. “kenapa menatap saya seperti itu?” tutur razu menatap mata meysha dengan sangat dalam untuk beberapa saat. Setelah itu pria ini kembali melihat kedepan.
Meysha mengalihkan pandanganya kearah lain. Raut wajah itu sangat paham untuk razu. “kau kesal dengan ku?” tanya razu.
Siapa sih istri yang tak kesal ketika mendapati suaminya kasar kepadanya hanya karena mantannya dikatai. Meysha meringis tertahan merasa sakit pada pergelangan tanganya yang diterkam oleh pria ganas tersebut.
“Sekali lagi kamu melakukannya aku akan benar benar marah besar kepada mu meysha” ketu razu.
“kamu masih cinta..
“argghh” tiba tiba razu membanting stirnya dan berhenti sehingga membuat semua orang berhenti dibekalang. Untung saja tidak terjadi kecelakaan. “pertanyaan itu lagi?. Aku mengatakan ini, karena kamu salah. Aku membelanya bukan berarti aku mencintainya. Paham!” bentak meysha.
“paham” sahut mesyha cuek.
Razu melanjutkan jalannya, meysha pun turun membawa tasnya duluan. Dilift meysha terus menahan sakit pada pergelangan tanganya yang ternyata memar. Ketika itu razu memperhatikan tangan meysha yang menutup satu tangannya yang sakit tersebut.
Tiba di apartemen, razu meraih tubuh meysha. “sini aku lihat” uajrnya. Ia mengecek luka memar di lengan meysha. kemudian membawanya kesofa. “tunggu sini, aku akan membawakan salepnya.” Tuturnya setelah mendudukan meysha.
Tak lama razu balik lagi melihat bagian luka memar di lengan meysha. pria ini mengoleskan salep tersebut,sambil meniup “maafkan aku, terlalu kasar” tutue razu menyesal. “pasti perih?” tanya razu.
“benget” sahut mesyha.
“maafkan aku ya sayang ya.” Memeluk meysha dan menusap kepala meysha kedada bidangnya.
Meysha pun mendongak melihat pipi putih razu yang masih merah karena tamparan tangan sang istri. Gadis ini meniup pipi razu. “sakit juga ya?” tanya mesyha.
Razu hanyaa menggeleng. “tidak sesakit dirimu, kamu harus menerima perlakuakn buruk ku ketika aku marah. Maafkan aku karena tidak bisa mengendalikan tentramentalku ya.” Ujar pria ini memeluk sang istri lebih erat lagi.
Meysha baru tahu bahwa suaminya ternyata memilki tentramental yang buruk. Pantesan saja dia mudah marah mudah menangis dan mudah mengasari orang dengan tangannya tersebut.
“apakah kamu selalu begini?”tanya meysha.
“iya, mama dan papa menyuruh ku tinggal sendiri juga karena aku memilki tentramental yang buruk. Karena orangtuaku tepatnya ayahku, dia tidak bisa tinggal bersama ku karena kata mamaku ayahku memilki sifat yang sama denganku. Takutnya kita akan saling membenci, meski ada yang mengatakan bahwa orangtua tidak akan membenci anaknya. Tapi bagi ku, aku takut bila ayahku membenci ku. Jadi tinggal sendiri adalah solusi untuk diriku” ujar meysha mengungkit asal usulnya mengapa tinggal diapartement sendirian.
“aaa, malangnya suamiku, harus mendapat istri yang nakal seperti aku ini” rengek meysha menepuk pipi razu pelan pelan. “maafkan aku ya, yang selalu memancing emosi. Tapi mulai sekarang aku akan berjanji aku mengusir si tentramental itu dari mu.” ujar gadis ini mencium bibir razu.
__ADS_1
Razu tersenyum. “jangan memancing ku sayang.” Pria ini mengelus tangan meysha membuat tubuh gadis ini mengelinjang hebat.
Bersambung:)