
...****************...
Dikampus, meysha sedang duduk sendirian di depan lab. Meysha terlihat sedang membaca,selang waktu tersebut. tiba tiba alfano datang dan duduk disamping meysha membuat meysha tersentak. Dan jantungnya langsung berdebar.
“sendiri aja nin.” Ujarnya menengok kanan kiri. Tapi tak melihat teman anin.
Anin pun mengangguk. “iya, kamu sendiri?” tanya meysha.
“ya begitulah” sahut alfano mengangkat bahunya.
Meysha pun melihat kanan kiri, ia takut bila razu melihat ini. pria itu sudah mengungkapkan hatinya kepada meysha malam itu. bila ia melihat ini tentu nanti dia akan marah atau mungkin setidaknya ia akan merajuk.
“lihat apa?, ada yang hilang?”tanya alfano karena melihat meysha tampak gelisah.
“ah, nggak ada kok.”
“kamu tidak nyaman dengan keberadaan ku?” tanya alfano membuat meysha langsung tersentak.
Meysha pun terkekeh. “tidak mungkin, itu terjadi. Ada ada aja kamu.” Tawa meysha melihatkan gigi Pepsodent nya tersebut.
“bagaimana kabarmu?, aku tidak menyangka ternyata kalian mempublish hubungan kalian.” Ujar alfano melihat mata gadis ini.
“ya,, mau gimana lagi. Kita kan suami istri, sampai kapan harus disembunyikan.” Jawab meysha menghela nafas lega banget dengan kata katanya.
“haha, iya juga ya.”
Mereka berbincang bincang bahkan tertawa bersama, mereka tak sadar dibelakang ada yang merasap melihat keakraban mereka. Razu ternyata yang baru keluar dari praktikum mengambil dudu dibelakang mereka. mata pria ini menahan api cemburu.
Ting
Tiba tiba pesan dari ponsel meysha berbunyi,meysha pun segera membuka dan melihat notifikasi dari ponselnya tersebut.
Paranoid
Online
Akrab banget perasaan sama mantan.
Meysha pun tersentak saat mendapatkan pesan tersebut. seketika matanya langsung mencari si pengirim pesan tersebut. tepat. Meysha terkejut melihat sosok mata tajam itu melihat kearah mereka. meysha pun segera menggeser duduknya.
Razu pun bangkit, dan meninggalkan tempat tersebut dengan wajah cemberutnya. Alfano melihat itu juga tak menyangka senior kejam itu menunjukan sifat tersebut. “apakah ini sebuah mimpi?” titahnya.
“ini, musibah buat aku.” Ujar meysha bangkit dari sana. “aku duluan al” tutur meysha berdiri kemudian menyandang tasnya.
Malam hari, meysha baru pulang sekitar pukul tujuh karena kelasnya lumayan lama hari ini. sampai di apartemen ia merebahkan dirinya di sofa. Ia melihat razu yang keluar dari ruang khusus tempat ia berolahraga.
“bang razu, udah pulang.” Sapa meysha.
“mm”
__ADS_1
Pria itu hanya mendehem dan pergi mengacuhkan meysha. Sedangkan meysha tersenyum kecut mendengar deheman pria ini. ia tau letak kesalahannya dimana. Tapi apakah salah hanya bicara dengan seorang laki laki?. Ia salah, karena laki laki itu adalah mantan mu. emang sebagian orang mengatakan berteman dengan mantan itu adalah hubungan dewasa dan profesional. Namun sepertinya tidak dengan sosok razu. kenapa? Entahlah itu hanya dia tau.
“bang razu, marah sama aku?” tanya meysha dengan pertanyaan bodoh itu. udah jelas dia terlihat marah masih saja bertanya. Sedangkan razu hanya melirik sinis.
“bang razu, udah ah cemburunya” celetuk meysha kesal karena didiamkan. Sedangkan razu pun masih mendiamkan mu. “kamu kenapa sih, sensi banget. Aku aja tengok bang razu dekat sama cewek nggak kayak gitu kok.” Cerewet meysha.
Razu pun mengambil kunci motornya, kemudian memakai jaketnya. Meysha pun langsung berdiri dan menarik lengan razu untuk menahan agar tidak pergi. “ih bang razu, kekanak Kanakan benget sih!.”
Razu melepaskan tangan meysha. “aku mau ke klub, kamu tidur aja duluan.” Ujarnya.
“bang razu, kenapa harus ngambek sih. Kan aku sama alfano Cuma bercanda doang. Nggak ngapa ngapain loh, bang razu.. iih” dumal meysha sangat kesal sekali.
“jangan menyebut nama dia disini.” Ketus razu.
“iya maaf, jangan ngambek lagi ya. Masa meninggalkan aku dirumah sendirian sih. Tega banget.”
“aku nggak suka melihatmu dekat dekat dengan dia, aku nggak suka meysha. Kamu mengerti nggak sih. Kan aku dah bilang. Apalagi itu sama mantanmu” ketus razu betek banget.
“iya aku minta maaf, lagian al,”
“jangan menyebut namanya, aaah” rengek razu.
“mmm,, iya maaf. nggak akan aku ulangi lagi kok. Janji.” Ujar meysha memberikan jari kelingkingnya. Gadis ini tersenyum.
“janji ya”
"Tapi aku ada urusan kesana, sayang. Ada urusan penting yang harus ku urus" ujar Razu tetap ingin pergi.
"Aku ikut." pinta meysha.
"Noo.. kamu nggak boleh kesana. Aku tidak mengizinkan mu kesana cukup sekali itu saja kamu kesitu" sahut Razu melarangnya.
"tapi aku ingin ikut " rengek Meysha.
"Nggak bisa sayang, kamu dirumah saja ya. aku ada urusan penting kesana. muach" Razu pun pergi meninggalkan meysha setelah memberikan ciuman di kening gadis ini.
Meysha pun merajuk tak menyukainya. “kenapa dia melarang ku ikut dengan nya coba, sebelum itu dia mengajari ku dengan dunia bebas itu.” rungut meysha.
Entah kenapa bagi meysha larangan adalah perintah yang tak bisa ia patuhi. Ia benar benar ingin datang ketempat itu menyusul razu.
Meysha pun meraih kunci mobilnya lalu pergi keluar juga dari apartemen. Sampai disana ia langsung masuk mencari keberadaan sang suami, namun apa yang ia lihat. Ia melihat bella yang duduk disamping razu yang. “bella” bella juga melihat gadis tersebut.
Seketika bella langsung membuang wajahnya kemudian memanggil razu. “sayang” panggil bella membuat razu melihat bella. seketika meysha langsung mengepalkan tangannya. Disitu bella mengecup bibir razu dihadapan meysha, membuat mata razu membola bersamaan dengan meysha.
“razu!” pekik meysha membuat razu mendorong bella seketika dan melihat sosok yang memanggilnya tersebut. “ck, kau bajingan.” Ketus meysha mundur kebelakang lalu pergi dari sana.
Razu hendak mengejarnya namun dihentikan oleh bella. “kenapa kamu harus mengejarnya, sayang.” Ujar razu.
“aku tidak menyangka kau se murahan ini bella. apakah kau ingin merusak hubunganku dengan istriku hah?!” pekik razu berteriak membuat pengunjung menjadi terkejut.
__ADS_1
“jika bukan aku yang memiliki mu, maka aku tidak akan menerima hubungan mu dengan wanita mana pun baik baik saja, razu. karena disini aku mencintaimu. Aku ingin merebut cinta ku lagi.” Jawab bella dengan santainya.
“kau benar benar murahan.” Tekan razu.
“razu…”
Razu pergi keluar dari sana. Pria ini mengemudi mobilnya dengan kecepatan tinggi selang waktu ia juga terus menghubungi meysha berkali kali. Namun tak di angkat. Tiba apartemen ia sudah melihat mobil meysha terparkir di garasi.
Tiba didalam apartemen razu langsung melihat meysha yang duduk di sofa. “cepat benget pulangnya?”tanya meysha melihat wajah pria ini.
“apa yang kamu lihat tadi, itu bukankah yang sebenarnya.” Jelas razu menghampiri meysha.
“lalu kau ingin aku melihat yang lebih gitu?, apakah kau ingin aku melihat mu bersetubuh dengannya begitu? Hah?” teriak meysha menangis.
“tidak, aku.. aku benar benar tidak tahu bila bella ada disana. Aku benar benar tidak sadar bila dia ada disana. Aku berani sumpah. Meysha.” Jelas razu berharap meysha akan percaya dengan nya.
“aku mengerti mengapa kamu melarang ku, padahal sebelumnya kau yang mengajari ku datang ketempat gelap itu, bahkan tidak ada pasangannya mengajak orang yang dia cintai minum minum dan menyuruhnya merokok. Tapi kau melakukannya kepadaku. Lalu sekarang tiba tiba saja kau melarang ku untuk melakukan itu. apa karena kau lagi bermain dibelakang hah?.. kau berselingkuh?” tidak tau kenapa meysha mengatakan itu semua. Ia hanya mengatakan apa yang ada dibenak kepalanya.
“apakah cinta kalian bersemi kembali hah?” pekik meysha memukul razu dengan keras sedangkan razu hanya menerima pukulan tersebut.
“Aku benar benar bersumpah aku tidak mencintainya, hanya kamu yang ku cintai saat ini.” namun meysha malah membuang muka itu tandanya tidak percaya akan semua kata kata pria yang dihadapannya ini.
“tidak usah berbohong. Kamu masih bisa mengatakan bahwa kamu masih ada rasa kepadanya. Tidak usah pura pura mencintaiku. karena aku juga merasakan berada diposisi mu ini.” ucap meysha masih tidak yakin dengan omongan razu bahwa pria ini benar benar mencintainya. Namun ia hanya yakin bahwa razu masih mencintai bella bahkan jauh dilubuk hatinya pasti razu sangat mencintai bella.
“apakah kamu tidak bisa melihat seseorang yang mencintaimu?, kenapa kamu hanya bisa mencintai orang namun kamu tidak bisa melihat cinta seseorang itu meysha?” tanya razu seketika membuat meysha melihat mata razu kembali.
“kapan kamu bisa melihat perasaan seseorang?.”
“maafkan aku, aku tidak memilki kemampuan itu.” tutur meysha lemah lalu pergi dari hadapan razu.
Razu menutup wajahnya dengan kedua tangannya. “meysha,” panggilnya namun gadis ini tetap masuk kedalam kamar dan tidur.
Ketika meysha mendengar langkah kaki razu, gadis ini menutup matanya. “meysha, dengar aku dulu. Aku benar benar tidak ada hubungan dengan bella. kami sudah lama usai. Aku benar benar tidak memilki hubungan lagi. Aku serius. Aku berani bersumpah. Meysha.” Jelas razu berkali kali, kenapa dia sebodoh itu memohon kepada wanita yang tak ingin percaya dengannya.
“aku tidak marah dengan mu” ujar meysha tapi masih menutup matanya.
“no, lebih kamu memukul ku dengan keras dari pada kamu kayak gini. Ini sangat menyakitkan meysha.” Razu berlutut dilantai dan meraih tangan meysha. “aku mohon jangan begini.” pinta razu.
“bang razu, kenapa sih?. Aku sudah bilang aku tidak marah lagi. Tadi aku memang marah tapi sekarang aku tidak marah kok tenang saja.” Ujar meysha kita duduk menghadap suaminya. “aku benar benar nggak marah kok, aku orangnya hanya marah sesaat saja.” Tambah meysha mengusap rambut razu dengan lembut.
Ketika kepala nya disentuh oleh meysha disitu razu menangis dan memeluk istrinya. “aku benar takut, bila kamu meninggalkan aku.” Hisaknya.
“kenapa bang razu harus menangis. Jangan cengeng deh.” Ledek meysha membalas pelukan pria ini. “udah jangan nangis lagi. Mending mandi sana. Parfum wanita itu menempel di tubuhmu. Aku tidak suka.” Bisik meysha.
“mmmm.” Mengerucutkan bibirnya lalu berdiri dan pergi kekamar mandi.
Setelah razu pergi meysha langsung mengepalkan kedua tangannya dan mengingat wajah bella ketika di klub tadi dan dengan seenaknya mencium razu dengan memanggil sayang. “lihat saja kau, akan ku buat kau menyesal bella.” ketus meysha mengepalkan kedua tangannya
Bersambung:)
__ADS_1