
...****************...
Meysha pun berbalik melihat razu, ia mendekati razu. “kamu memang begitu.” Ketus meysha kemudian beranjak pergi.
Namun razu menarik lengan meysha untuk berhenti. “jangan memancing mancing emosiku!” tutur razu memohon. Karena bila sempat emosinya datang ia sangat lah toxic banget bahkan ia bisa berperilaku seperti tidak pernah diajarkan sopan santun.
“ Kenapa kamu tidak mau melepaskan ku hah?!. Kenapa kamu tidak mau bercerai denganku. Padahal kamu tidak menyukai ku!. Kenapa kamu egois banget hah. Kita tidak saling mencintai, tapi kenapa harus terikat hubungan ini!” teriak meysha menangis sekencang kencangnya
“anin. Kenapa kamu tiba tiba membahas beginian lagi. Bukankah sudah ku jelaskan semuanya. Haruskah aku menjelaskan nya lagi?”
“malam itu semuanya bohong, bahkan air matamu juga bohong!. Semua orang mengatakan kau dan ayahmu baik baik saja. Bahkan setelah ku mencari tahu tentang mu ternyata kamu dan ayahmu baik baik saja. Kalian malah sering pergi berdua. Apa alasanmu menyiksaku begini hah?” teriak meysha.
Razu membuang pandangannya ke atas langit langit kamar meysha. Kemudian dengan tajam ia menatap mata meysha kembali. “aku paling tidak suka ketika kehidupanku di kepo in secara diam diam, apalagi orang itu mencari identitasku, masa laluku dan lain lainya. Aku tidak suka!” bentak razu.
“ kenapa?, aku bukankah istrimu, tentu aku berhak tau bagaimana kehidupan asli suamiku!” tegas meysha. “ Apakah karena orangtuamu, ingin kau segera menikah dengan pilihan nya. Kemudian kebetulan insiden itu terjadi. Jadi kau ambil kesempatan dalam kesempitan.” Tebak meysha. Bukan tebakan sih. Tapi itu faktanya.
Papa razu tidak mengizinkan razu menikah dengan bella hanya karena bella seorang anak pelayan. Kemudian mama razu tidak menyukai meysha karena mama meysha musuh mama razu didalam arisan. Hubungan mereka tidak ada baik baiknya jadi mama razu terpaksa menjodohkan razu dengan bella meski ditentang oleh papanya waktu itu agar pernikahan dadakan itu tidak dilanjutkan oleh razu.
Intinya meysha bukan yang diinginkan oleh keluarganya. Tapi mereka hanya meneruskan skenario yang telah jauh dari jalur spek menantu idaman keluarganya.
“kamu tidak suka hubungan rumit, tapi hubungan kita serumit ini! kau mempertahankan nya!. Apa alasanmu sebenarnya menikahi ku hah?” Tanya meysha dengan lantang.
“Aku menikahi mu, karena terpaksa sebab kejadian KL itu!. Kamu juga tahu itu bukan.”
“selain itu?”
“iya!. Kamu benar!. Aku menikahi mu, hanya untuk membatalkan perjodohan yang dibuat oleh papaku!” ketus razu menyerah. “ Tapi!.. tapi!. Aku aku,, AKU…” razu tak mampu meneruskan apa yang akan ia katakan karena masih ragu dengan perasaannya sendiri.
“ apa yang kamu inginkan dari ku?” Tanya meysha. “katakan sejujur jujurnya.” Tekan meysha.
“tidak banyak!. AKU HANYA INGIN MEMILIKIMU SEUTUHNYA.” Jawab razu dengan yakin. Membuat tubuh meysha bergetar dan jantungnya berdegup kencang setiap kata kata yang dikeluarkan pria ini. “kamu... Aku menginginkan mu. Bila aku menginginkan sesuatu. maka sesuatu itu akan menjadi milikku!” tekan razu.
“ Bg razu, benar benar ingin memiliki ku seutuhnya?” rintih meysha dengan suara beratnya.
“iya!”
“oke, aku adalah milikmu!”
Percakapan mereka berhenti disitu karena meysha pergi dari sana. Razu pun menggusau rambutnya frustasi. Kemudian menyusul keluar dari sana. Razu melihat meysha sedang berada didepan kulkas sambil memegang satu botol minum. Ia memutar tutupnya beberapa kali namun, tidak terbuka.
__ADS_1
“ Biar aku bantu.” Tutur razu mengacungkan tangannya. Meysha hanya melihat pria ini dengan kesal “berikan padaku.” Pinta razu. namun meysha tak mengindahkannya. Razu pun meraihnya dari tangan meysha. Setelah terbuka razu pun melihatnya.
“sebanyak apapun kamu berusaha, aku tidak akan jatuh cinta kepadamu. karena hatiku sudah dimilki seseorang.” Tutur meysha.
Razu pun hanya terkekeh. “ anindya!, pikiran mu masih anak anak. Kamu tidak mengerti mana cinta yang sebenarnya dan mana cinta yang hanya sekadarnya. Ada banyak hal yang bisa kamu lihat dan pahami semestinya.”
“Aku memang masih anak anak, namun apakah bg razu bertingkah seperti ini bisa disebut orang dewasa?.”
“Apa maksudmu?. Apa yang telah ku lakukan sehingga kamu memperlakukan aku seperti ini sih?” ketus razu kesal.
“ Bg razu telah menghancurkan hidupku!, cinta ku dan masa depanku!” teriak meysha. “ Bang razu, telah menjadi penghalang antara aku dan alfano!” teriak meysha kembali.
“lupakan!. Aku capek berdebat denganmu.”
“kalau begitu, jangan mengganggu ku!, pergi kamu dari rumahku!” teriak meysha mengusir razu membuat semua orang terkejut yang sedang berkumpul diruang tengah sedangkan mereka semua berada di dapur.
“apa yang terjadi?” Tanya Carissa berdiri.
Ketika Carissa dan yang lain sampai di dapur razu dan meysha sedang saling bertatapan ganas dan saling tampak tak mau mengalah.
“meysha!” bentak Carissa membuat meysha terkejut begitu juga razu langsung melihat keluarga istrinya ini.
“mama tidak papa. Mungkin meysha tidak suka saya datang kerumah ini. karena ia sepertinya terganggu dengan kehadiranku,. Aku pergi.”
“iya, aku memang terganggu denganmu!” teriak meysha.
“meysha!” bentak ketiga kakaknya.
“Aku akan pergi. Kamu tenang saja.” Ujar razu. “kalau kamu sudah bisa menerimaku. Hubungi aku kembali.” Sambung razu.
“meysha! Minta maaf kepada suamimu!” pinta Carissa.
“aku tidak mau!” bentak meysha.
“meysha!” kini papanya yang berbicara. Dino menekan suaranya. “minta maaf” perintahnya.
“ Jangan menyalahkan dia. Dia masih terlalu dini. Untuk paham dengan arti sebuah hubungan.” Tutur razu memohon kepada orangtuanya. “kalau gitu saya permisi.” Razu hendak pergi dari situ.
“kalau kamu ingin keluar dari rumah ini, maka bawa meysha keluar juga.” tutur dino membuat langkah razu terhenti.“seorang anak harus tinggal bersama orangtuanya dan ketika seorang anak sudah menikah maka ia harus tinggal dengan pasangannya.”
__ADS_1
“ Tapi aku bukan istrinya. Aku anak kalian!” ketus meysha.
“ Apa kamu bilang, kita duduk meyaksikan ijab kemarin itu tidur hah?. Sekarang pergilah bersamanya.” Bentak dino membuat meysha langsung terperangah. “kamu masuk dengannya, jangan lupa kamu harus keluar dengan dia juga.!”
“pah!,, aku tidak ingin tinggal bersamanya. Aku punya cintaku juga pah.” Histeris meysha akhirnya menangis.
“tidak peduli apapun itu, meysha!. Kalian urus rumah tangga kalian berdua. Kami tidak ikut campur.” Tegas dino. “dan kamu razu, bila kamu ingin keluar bawa istrimu juga.” perintah sang mertua.
“aku ini anak kalian.”
“kau memang anak kami!, tapi kamu adalah milik razu!” tegas dino. “saya tidak peduli semuda apapun umur mu. kalau kamu sudah menjadi istri ya tetap jalani kewajibanmu sebagai istri. Jangan bertengkar dirumah ini.”
Razu kembali berbalik. “kita akan bicarakan ini di apartemen.” Tutur razu kepada meysha.
“ Aku tidak mau tinggal disana. Disana tidak ada yang mengurusku!. Aku mengerjakan semua tugas ku disana. Aku harus menyisir rambutku sendiri, aku harus menyiapkan air mandi ku sendiri. aku disitu benar benar sengsara. Ketika aku meminta pelayan dia tidak mengizinkannya.” Adu meysha. “ tidak ada yang bisa ku lakukan disana. Aku hanya bisa tinggal dirumah ini.”meysha memohon.
“itu karena kamu terlalu dimanjakan. Sekarang posisi mu itu beda mey!. Seharusnya kamu paham dan bisa melakukannya secara mandiri. Apa masalahnya bila hanya kamu yang menyisir rambutmu sendiri.”
“aku tidak bisa melakukan itu. dan aku tidak pernah melakukan itu.” teriak meysha benar benar membuat razu tertegun karena hanya masalah sepele itu.
“katakan saja apa yang tidak kamu bisa. maka aku yang akan melakukannya. Kamu tidak berbicara bila aku tidak bertanya…” razu hampir saja berteriak kepadanya.
“seharusnya kamu bilang, aku tidak mungkin selalu bertanya. Anindya. Kalau kamu tidak bisa menyisir rambutmu sendiri. Bilang kepada aku. Aku pasti akan melakukannya seperti aku mengeringkan rambut mu. mengikat rambut mu dan memasakan makanan mu.”
“bagaimana aku bisa mengatakannya. Ketika kamu sibuk dengan menyusun skripsimu! Tugas kuliahmu, mengurus adik angkatan satu dan dua. Kemudian sibuk dengan tugasmu sebagai asisten dosen . Sekarang aku hanya ingin tinggal di rumahku. Agar kamu tidak direpotkan.” Ketus meysha.
“itu bukan apa apa untukku.”
“kenapa kamu tidak tinggal dirumah ini saja?” usul bian.
“benar tuh.”
“nggak bisa kak.!.” sahut razu menolak.
“kami benar benar tak mengerti dengan kalian.”
“tidak peduli berapa banyak tugasku. Aku akan mengurus mu dengan baik. Percayalah.” Janji razu memegang kedua tangan meysha. “aku berjanji didepan keluargamu. Aku akan mengurus mu, dengan semua yang tidak kamu bisa.”
Tidak tahu, ini entah nyata atau hanya sebuah drama yang dibikin razu. razu menatap meysha dengan lekat. “akan ku buat kamu jatuh cinta denganku. Sekeras apapun kamu menolak ku. Kamu akan tetap menjadi milikku.” Batin razu.
__ADS_1
Bersambung;)