DIAM-DIAM MENIKAH

DIAM-DIAM MENIKAH
Bertengkar


__ADS_3

...****************...


Malam berganti pagi. Pintu, meysha diketuk oleh Carissa dengan segelas susu karena ini sudah kebiasaan Carissa dari sejak punya anak pertama. Ia akan mengantar susu anak nya satu persatu dulu. Hari ini ia juga lakukan hal sama tanpa sadar bila putrinya sudah bersuami.


Carissa sempat tertegun melihat keduanya sedang tidur berpelukan. Dalam waktu bersamaan ia pun langsung menutup matanya dan berkata dalam hati bagaimana dirinya bisa lupa kalau anak bungsunya sudah menikah. Ia pun pergi membawa susunya tersebut. saat Carissa keluar dari kamar putri satu satunya itu, ia tak sengaja berpapasan dengan bian


“mama habis dari kamar meysha?” Tanya bian.


“iya, eh ternyata mereka masih tidur. Mana berpelukan lagi.” Tutur Carissa.


“astaga mama, kalau mereka tau pasti mereka terkejut sekali.” Ujar bian.


“iya. Mangkanya mama segera keluar.” Tutur Carissa.


Sedangkan dikamar, meysha sudah mulai meraba dan dapat merasakan kehadiran sosok manusia berotot yang ia peluk. Dengan perasaan aneh ia berusaha untuk mengintip dan berharap dirinya bukan memeluk suaminya. Namun setelah mengintip ia pun menghela napas pasrah karena jauh dari ekspetasi. Orang dewasa. Kalau bukan pasangan yang tidur bersamanya terus siapa lagi coba.


Meysha pun berusaha mendorong tubuh razu dengan pelan pelan kemudian menggantikannya dengan bantal guling. Jantungnya tak berhenti berdenyut cemas akan razu bangun. Razu melenguh membuat jantung meysha terpompa lebih cepat dari sebelumnya. Gadis ini mengerjapkan matanya dengan kuat kemudian ia menginsut.


Meysha turun dari ranjang, kemudian meninggalkan razu yang masih tertidur. Meysha meraih baju dan keperluannya di lemari kemudian keluar dari kamar. Ia numpang mandi dikamar tamu dan memasang pakaiannya disitu dan rambutnya dikeringkan oleh pelayan yang biasa mendadani nya.


Setelah selesai meysha pun kembali menaiki tangga untuk ke kamarnya. tiba dikamar ternyata razu sudah duduk namun masih dalam keadaan berantakan. Rambutnya yang gusau dan wajahnya yang kusut. Pria ini pun berpaling dan membuat meysha langsung tersentak.


“Kamu sudah rapi saja?, apa mau kekampus?” Tanya razu. melihat gadis ini dari ujung rambut sampai ujung kaki.


“Ng ng nggak. Segera mandi kemudian turun, kita ketemu diruang makan.” Tutur meysha kemudian pergi begitu saja.


“ada apa dengannya?. Kenapa dia berbicara gugup seperti di ospek.” Batin razu.


Meysha turun dan duduk dimeja makan. kemudian tak lama razu juga ikut bergabung dengan mereka semua. Perasaan baru meysha meninggalkannya udah sampai aja. Saat razu duduk disamping meysha. Meysha pun bertanya. “kamu sudah mandi?”Tanya meysha.


“sudah” sahut razu ikut berbisik.


“cepat sekali.”


“ya lah kemarin.” Sahut razu. “terimakasih bik” sahut razu setelah pelayan meletakan serapan untuk razu.


"Ih kau jorok banget." tekan meysha.


"Bodo amat." ujar pria ini tidak peduli. "Tapi hari ini kamu terlihat sangat cantik sekali." puji razu melihat kecantikan sang istri.


"Wah bisikin apa sih?.. kelihatan nya asik banget nih." sapa Baim.


"bagaikan dunia milik berdua aja ya nggak sih kak." ledek Bimo.


Bian terkekeh begitu juga baim.


“ ayo makan.” Ujar Carissa.


Seketika suasana hening, hanya terdengar suara sendok dan garpu, razu yang belum terbiasa dengan seramai ini sedikit canggung. Yang lain memerhatikan pengantin muda ini tampak kebingungan dan sepertinya sesuatu telah terjadi di antara mereka.


“ Ada apa dengan mereka?” Tanya baim bertanya kepada istrinya.

__ADS_1


“entahlah.” Sahut liona tampak tak ingin ikut campur apalagi kepo dengan rumah tangga meysha dan razu.


“hm hm” bimo mendehem singkat memecahkan suasana. “ Bagaimana tidurnya semalam?” Tanya bimo kepada razu.


“ah, tidur?. Mmm baik baik saja kak.” Ujar razu.


“semalam lampu kamar kalian hidup sampai jam 2 dini hari. Apa yang kalian lakukan hayo!”


“bimo!”


“kak bimo!”


Bimo mendapatkan hentakan dari abang abang ibu dan papanya. Membuat bimo menganga. Meysha menatap sinis kepada bimo sedangkan razu hanya menunduk dan berusaha fokus dengan makanannya.


“aku hanya bertanya. Meysha biasanya kan tidak bisa tidur dengan lampu hidup. Salahkah aku bertanya. Aku hanya penasaran.” Sahut bimo.


“apapun yang kita lakukan, itu bukan urusan kakak.” Ketus meysha sambil menyuap makan terakhirnya.


“oke oke deh.” Sahut bimo.


“Aku sudah selesai makan.” Ujar meysha membuang tissue diatas piringnya kemudian meraih gelas berisi air putih dan meminumnya. Tak lama pelayan datang meletakan gelas berisi air warna hijau disisi meysha dan razu.


“marjan” sahut bian.


“marjan?, buat apa.” tanya Meysha melihat kanan kiri dari minuman tersebut.


“minumlah. Itu adalah rahasia untuk mudah punya calon buah hati.” Ujar Carissa membuat razu langsung terbatuk dan segera meminta maaf. Lalu minum dan mengambil tissue untuk membersihkan bekas makannya dibibir.


“Sepertinya kalian semua salah paham. Meysha dan…" Meysha yang ingin menjelaskan tiba tiba saja dihentikan Razu.


“terimakasih mah.” Potong razu segera meminumnya. Meysha melihat razu dengan tatapan tak percaya. “sayang minumlah” ujar razu dengan lembut membuat meysha makin tak menduganya. “tidak baik menolak pemberian orang tua, untuk kebaikan kita.”


“bg razu?, ada apa dengan mu?” Tanya meysha.


“minum saja, sayang”


“wah”


Bimo begitu gemas dengan pasangan ini. “minum saja sayang, kami setelah menikah juga meminum nya. Makanya kami cepat punya anak” tutur bimo.


“bacot ah kak. Aku nggak mau. Lagian siapa juga yang pengen punya anak cepat cepat. Usiaku masih 18 tahun.” ketus meysha kemudian pergi dari sana.


“mmm, benar. Anindya benar kak. Kami masih ingin fokus pendidikan dulu.” Ujar razu menambahkan.


“oooo.. baiklah.” Sahut bimo sambil senyum. Semuanya juga ikut tersenyum dengan penjelasan razu.


“kami mungkin tidak akan mendesak mu. tapi mungkin orangtuamu akan melakukan itu.” tutur papa meysha membuat razu terdiam.


“mmm, saya tau pah. Tapi saya bukan orang jahat. Sehingga saya harus mengorbankan kebebasan anak gadis orang.” Sahut razu.


“mmm kamu benar. Itu seterah mu. kita akan mendukung apa saja apa yang kamu lakukan. Asal jangan sampai menyakiti putri kesayangan kami” ujar Carissa.

__ADS_1


“hehe. Aku juga akan berserah kepada anindya untuk Semua keputusan yang akan dia ambil. karena walau bagaimana pun anindya baru menempuh pendidikan tingginya juga. dan aku tidak ingin merusak itu”


“wah suami perhatian.”


“aku bangga punya adik ipar seperti dirimu.”


Setelah dari ruang makan razu pun menyusul meysha yang tak kunjung keluar dari kamarnya sejak diledekin kakaknya. Razu masuk kedalam kamar, ia melihat meysha tengah melakukan videocall. Meysha yang melihat razu seketika mematikan ponselnya, ekspresinya seperti orang sudah melakukan kesalahan.


“ videocall sama siapa kamu?” Tanya razu.


“bukan urusanmu, kamu sendiri ngapain masih disini. Emang nggak kekampus hah?” Tanya meysha.


“kamu masih pacaran dengan pacar mu itu?” Tanya razu.


“bukan urusanmu.”


“ saya tidak sudi, bila kamu menjalin hubungan dengan alfano lagi ya.” Ketus razu.


“loh kenapa?.. aah apa karena kamu sudah putus dengan bella. kalau kamu masih mencintai bella kamu bisa kembali kok kepadanya.” Tutur meysha begitu seenaknya.


“kok gitu sih konsepnya.” Tanya razu yang tak terima.


“ Kalau tidak suka, kita cerai saja. Aku tidak sudi bersaing dengan mantan pacarmu. Aku tidak sudi harus berkelahi merebutkan mu dengan mantan pacarmu yang belum mov on itu.” ketus meysha.


“kok bawa bawa dia sih!”


“ kenapa?, kamu kesal?. Sama aku juga kesal.” Ketusnya.


“ Kamu memperlakukan aku seperti ini, Karena kamu berada di rumahmu?. Apakah aku seperti sampah di matamu saat aku berada dirumah mu.?. anindya. Jangan keterlaluan kepadaku!” ketus razu menahan suara marahnya karena ia tidak ingin suaranya didengar oleh siapa pun dirumah ini.


“apa yang telah kau bilang kepada mantan pacarmu sampai sampai dia menamparku didepan umum hah?” teriak meysha.


“anin!. Bisa bicara pelan pelan tidak sih. Jangan ngegas ketika berbicara dengan ku. Apalagi dirumah mu!. nggak enak didengar oleh yang lain.” Peringat razu menunjuk meysha.


“kamu takut kedengaran hah?. Tenang saja sifat buruk mu yang sebenarnya itu tidak akan didengar oleh mereka semua karena kamarku kedap suara. Keluarkan saja kebiasaanmu yang selama ini.” ketus meysha.


“ Aku tak paham dengan mu, anindya.”


“tak perlu kamu memahami diriku!. Sekarang kembali saja kau kepada mantan pacarmu itu. jangan mengganggu aku ataupun alfano!” ketus meysha.


“apa yang telah dikatakan bella kepadamu?, kenapa kamu semarah ini kepadaku hah?” Tanya razu terengah melihat gadis kecil ini.


Meysha malah menangis. Razu pun makin tak mengerti kenapa dia malah menangis. Ia ingin mendekat namun meysha malah mundur dan menjauh. “kenapa kamu menangis?, Emang kamu diapakan oleh bella.” Tanya razu ingin tahu.


“kamu tanyakan saja ke dia.” Ketus meysha menghapus air matanya kemudian ia membelakangi razu yang masih kebingungan dengan masalah yang terjadi.


“anin, lihat aku dan katakan yang terjadi. Jangan marah tanpa alasan begini dong. Aku Kan jadi tidak tahu apa kesalahanku.” Celoteh razu berusaha membujuk gadis ini. namun meysha tetap diam membelakangi razu.


“anindya meysha. Lihat aku! Dan aku mohon katakan apa yang terjadi!” bentak razu akhirnya kehilangan kendalinya. “aku bukan orang yang sabar!. Kau tau bukan?. Aku bisa saja berbuat apapun bila aku sudah marah!. Jangan sampai aku mengasari mu dirumah mu sendiri. Anindya meysha!” tegas razu.


Meysha pun berbalik melihat razu, ia mendekati razu. “kamu memang begitu.” Ketus meysha kemudian beranjak pergi.

__ADS_1


Bersambung;)


__ADS_2