DIAM-DIAM MENIKAH

DIAM-DIAM MENIKAH
Berdamai


__ADS_3

...****************...


Razu langsung Tegak pinggang dan mengomel sendiri setelah melihat pemandangan tadi. Aku kesini bisa bisanya hanya nengok dia. ishh.. alay bucin.


Diparkiran dia menelepon meysha.


“Lo dimana sekarang?” Tanya razu ketika teleponnya langsung tersambung.


“aku lagi makan.”


“keluarlah, kita bicara sekarang.”


“Bang razu dimana?”


“diparkiran tempat kalian makan.”


“Lah kamu tau dimana aku.. kenapa harus bertanya.!


"Gue tunggu Lo disini!!"


"kita akan bicara setelah ini aja, aku lagi sibuk sama ayang ku.”


“keluarlah!,atau aku yang akan datang kesana. Kalau aku kesitu aku akan menghancurkan momen kalian berdua” ketus razu.


“baik aku kesitu.!”


Meysha melihat alfano. “al,aku boleh pergi duluan tidak?, soalnya ada urusan mendadak.” Ujar meysha.


“ooo. Pergilah. Aku juga masih ada urusan disekitar sini.” Sahut alfano memperbolehkan dengan senyuman manisnya.


“sampai ketemu lagi”


“mmm, oke., kalau udah sampai telepon ya.” Ujar alfano.


“Woke.”


Meysha pun keluar meninggalkan alfano. Gadis ini berjalan ke parkiran dan melihat razu yang sudah menunggunya. Ketika sampai disitu razu menatap meysha dengan tajam. Sedangkan meysha mengerucutkan bibirnya penuh keterpaksaan melihat pria ini.


“selamat hari jadian mu.” Ujar razu tak ikhlas sama sekali.


“makasi, dari mana bang razu tau aku disini?”Tanya meysha menjadi dengan judes juga.


"Nggak sulit sih mencari orang alay seperti mu ini.. dikit dikit bikin story."


"argh"


“ayo pergi”


“kemana?”


“ke kuburan,yaa kerumah orangtuamu lah Goblook.. Gimana sih.” Ketus razu.


“kenapa kamu sangat marah kepadaku?” ketus meysha balik. “seharusnya aku yang marah karena kau membuat hidup ku tidak pernah nyaman sedikitpun setelah bertemu denganmu.” celoteh meysha.


“ck.. Seharusnya aku yang bilang begitu. Udah jelas punya suami malah menerima cinta orang lain.” rungut Razu sambil naik motor kemudian menghidupkannya. “ayo naik.” ajaknya setelah mengomel tidak jelas kepada meysha.


Kalau bukan perlu ingin rasanya ku tonjok mulut ni orang, toxic sekali. Batin Meysha berkata kata sambil naik ke motor balap itu. gadis ini memegang bahu Razu dengan erat.


Razu pun melajukan motornya. Tak menunggu lama mereka sampai dirumah meysha. Meysha turun langsung menekan bell rumahnya. Sedangkan razu memilih duduk santai di motornya menikmati tontonan yang bakalan seru kelihatannya.


Ting…tong


Sekali lagi meysha menekan bell. Dibalik sana Carissa berjalan menghampiri layar untuk mengintip siapa yang datang.


Ting…tong


“Apa yang membawa kamu kesini?” Tanya ibunda kesal.


“mama, please izinkan meysha masuk.” Pinta meysha.

__ADS_1


“siapa yang melarang mu masuk, masuk saja.”


“tapi mama mengeluarkan ku dari system membuka pintu otomatis. jadinya aku tak bisa masuk loh ini.”


“ kamu datang sendirian, tentu kamu tidak dapat masuk kedalam rumah ini. Coba kamu masuk dengan Razu, sistemnya pasti berfungsi.”


Meysha melirik razu yang masih bertengger di motornya. Razu yang tau diperhatikan malah membuang muka mengacuhkan meysha.


“aku bersama dia kok.”


“tunjukkan dulu wajahnya.”


“arghh”


Sekali lagi meysha menatap razu yang sepertinya enggan untuk menghampirinya. “bukankah kau ingin membantuku. Kenapa kamu hanya duduk disitu hah? Kesini dong.” Ketus meysha benar benar sangat lelah melihat ini semua.


"Apakah begitu cara mu meminta tolong?. kamu mau jadi istri durhaka hah?" ledek Razu melihat gadis ini sekilas kemudian membuang muka kembali.


"Terus bang Razu mau aku gimana??" Ketus meysha dengan wajah hampir menangis tersebut. "Kaki ku sudah pegal loh."


Razu menggerakkan bahunya tak peduli. Kemudian memasukan ponselnya kedalam tas kuliahnya dan baru turun dari motornya tersebut. Ia melangkah seperti disengaja untuk memperolok olok meysha.


“Cepat sedikit aaah..” ketus meysha menarik tangan razu dengan kasar.


“menantu mama ada disini.” Ujar meysha. Seketika pintu terbuka. “ah,sistemnya bekerja.” Gumam meysha dalam hati.


Meysha hendak melangkah duluan namun razu malah menarik baju meysha bukan bajunya tapi tali yang melintang dibelakang punggungnya. Membuat meysha melotot kepada razu. Razu pun terdiam karena merasa dengan apa yang sedang ia tarik.


“lepaskan, mesum.” Bentak meysha membuat razu melepaskannya seketika.


“auh.” Rintih meysha menahan sakit karena tali yang dia tarik itu adalah tali pelindung dadanya. Taukan bagaimana rasanya bila ditarik kemudian dilepaskan secara tiba tiba. Rasanya benar benar sakit sampai ke tulang. Canda tulang.


“kurang ajar!, kenapa kau malah menarik yang itu sih. Lalu melepaskan nya dengan sengaja. Kau mau mencoba kemarahan ku hah!!” Pekik meysha sangat kesal membuat mamanya terdiam melihat anaknya mengamuk kepada menantunya tersebut.


"Meysha. Apakah begitu cara bicara dengan suamimu hah?. nggak sopan tau." nasehat mamanya.


“masuklah” ujar mamanya kemudian pergi dari sana.


“maaf.” tutur Razu melihat meysha. "Tapi nggak usah Lo bilang juga kek gitu tolol. malu maluin aja Lo ya." rungut Razu.


"Emang kamu punya malu?" meysha menaikan satu alisnya.


Meysha menatap pria ini dengan tajam. Namun seketika tatapan itu berubah menjadi sendu saat melihat mata suaminya tersebut. Meysha melihat tatapan razu begitu serius membuat dirinya seketika gugup. Meysha kamu jangan gugup. Jangan dia adalah pria mesum.


Mereka pun duduk diruang tamu ditemani oleh ibunda. Tak lama penghuni rumah mulai keluar satu persatu. Mulai dari papa meysha dan terakhir kakak tertua meysha. Setelah semuanya duduk tak satu pun mulai pembicaraan.


Dino melihat kediaman meysha. “tunggu apa?, minta maaf lah kepada suamimu!. Dengan itu kamu bisa dimaafkan juga dirumah ini.”


"Aku??,kenapa aku harus minta maaf pah. kan yang salah mamanya bang Razu." protes meysha tak terima.


"Kalau kamu tidak ingin minta maaf, ya udah ngapain kamu membawa dia kesini.??" tanya Dino mengangkat alisnya.


"Razu,jangan pernah memaafkan atau menerima wanita tak tahu kesalahan nya dimana ini dalam hidup mu." pinta Baim.


"Kak, aku bukannya tidak tahu kesalahan ku kak. Tapi logika aja kak.. yang mulai itu mamanya bang Razu loh menghina mamaku. aku sebagai anak Tentu aku membela mamaku lah kak." ketus Meysha.


"Anindya, aku tau mama ku salah. Tapi disini mama ku juga tak salah sepenuhnya. sepenuhnya aku sebagai anak juga tidak mau mama ku dihina oleh seseorang apalagi orang itu jauh kecil dari ibu ku. Tapi aku tetap mengakui kesalahannya karena memang dia yang salah. Aku minta maaf atas kesalahan yang dibuat orangtua ku kepada mu dan Tante."


"Benar tuh!" sela Bimo.


"Itu berarti kamu mengatakan mama ku salah juga begitu?. mangkanya mama mu marah gitu?." tanya meysha membolakan matanya dengan sempurna.


"Aku tidak mengatakan mama mu salah. Disini mama ku yang salah dan dirimu Anindya" ujar Razu memperjelas.


"Jadi kau menyalahkan ku!!?"


"Meysha!!" bentar Dino membuat meysha terdiam. "Segera minta maaf saja. Dengan itu kami akan memaafkan mu dirumah ini." singkat papanya.


Razu terdiam menatap meysha. Sebenarnya ia tak tega melihat ini semua. Tapi kesalahan meysha sangat lah fatal kemarin. Dia hanya tidak menghina razu tapi dia juga menghina keluarga razu dengan kejam hanya karena razu meminta dirinya untuk tinggal di apartemennya.

__ADS_1


“maaf” tutur meysha sangat berat.


“kamu mendengarnya?”Tanya dino kepada menantunya.


“dengar pah.”


“tapi kami tidak. Ucapkan lebih keras dek. Sifatmu kemarin mengecewakan kami semua.” Tutur baim menatap kecewa adiknya.


“Bagaimana pun kasarnya seseorang itu kepada kita, jangan pernah menghinanya. Bukankah kakak sudah mengajari kamu begitu? Kakak mengajari kamu berkali kali bukan hanya sekali. Tapi beraninya kamu.” Tutur bian juga lumayan kesal dan kecewa dengan adiknya.


“ulangi.” Pinta dino.


“bukankah itu berlebihan” Ujar razu. “saya sudah mendengarnya kok. Dan saya ingin melupakan apa yang telah terjadi.”


“ini adalah pelajaran untuk adik kami.”


“maaf” tutur meysha lumayan didengar oleh semua orang.


“ke siapa? Dan kenapa?!” tutur bian. “kamu jangan menguji kami semua disini. Oke!.” Bentak bian.


“bian!” bentak sang mama.


“sorry mah, aku terlalu kecewa dengan nya.”


“ MAAF, BG RAZU.. MAAF KARENA SUDAH MENGHINA MU KEMARIN, MAAF SUDAH MENGUSIR MU juga. MAAF SUDAH BERKATA KASAR KEPADA KELUARGAMU. MAAFKAN AKU.” Meysha benar benar kehilangan muka disitu.


“AKU SUDAH MEMAAFKAN MU KOK. SUDAH HENTIKAN INI.” pinta razu.


“TERIMAKASIH” ujar meysha.


“AKU JUGA MEMINTA MAAF KEPADA MAMA PAPA DAN KAKAK SEMUA. KARENA SUDAH KETERLALUAN. AKU JUGA AKAN MENERIMA UNTUK TINGGAL BERSAMA SUAMIKU DAN TIDAK AKAN MEMBUAT MASALAH YANG DAPAT MENCEMARI NAMA BAIK KELUARGA INI”


Hancur, kecewa, patah dan malu. Semuanya benar benar dirasakan meysha secara bersamaan hari ini hanya karena satu kalimat yang dipancing oleh mama razu. “aku tidak akan memaafkan mu razu.” Batin meysha.


Setelah mengatakan semua itu meysha pun pergi meninggalkan razu begitu saja. Saat meysha pergi razu terdiam karena sekarang dia malah tinggal sendirian dengan keluarga meysha. Apa yang harus dirinya katakan.


“arghh meysha kau benar benar ya, malah tak ngajak ngajak pergi.” Batin razu melihat punggung meysha yang akan menghilang dalam satu detik.


“razu, kami sekeluarga meminta maaf. Untuk kejadian yang tidak mengenakan hari itu.”


“iya om razu juga meminta maaf atas ketidak sopan nan mama razu kepada keluarga ini.” Ujar razu. Karena bagaimana pun mamanya yang membuat meysha menghina semua orang yang datang.


“itu bukan masalah.” Sahut dino.


“susul lah meysha perbincangkan masalah ini. apapun keputusan yang kalian ambil kita hanya bisa ikut.”


“bik tolong antar razu kekamar meysha.”


“ayo den”


“terimakasih. Permisi.”


Setelah razu pergi Carissa angkat bicara. “bukankah yang tadi itu keterlaluan. Meysha melakukan itu karena mamanya itu kurang ajar mas.” Ketus Carissa angkat bicara.


“jangan membela anak mu. Kesalahan putri kita itu besar.”


Carissa hanya bisa menggelengkan kepalanya kemudian pergi dari situ. “mamah.”


“Perang dunia akan dimulai” tutur bimo meledek papanya.


“diam kamu” ketus papanya mulai takut.


“hati hati papa.” Ledek bian.


“arghh”


Dino pun langsung menyusul istrinya. Sedangkan anak anaknya malah tertawa melihat papanya pasti ketakutan sama mamanya. “perang dunia dimulai”


Bersambung :)

__ADS_1


__ADS_2